Connect with us

Property

Antusiasme Bagi Pengembang Eksisting di Kaltim

Published

on


Finroll.com – Pengembang eksisting di Kalimantan Timur akhirnya bisa bernapas lega dengan adanya pengumuman kepindahan ibu kota ke Kaltim. Diharapkan dengan ini pertumbuhan penjualan properti di wilayah tersebut bisa mengalami peningkatan.

Pengembang properti eksisting antusias terhadap rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Mereka yang telah mengembangkan properti di sana mengharapkan bisa kembali menggerakkan penjualan setelah situasi pasar yang tak menentu di segmen menengah dan atas.

Setelah secara berurutan dihantam oleh isu politik yang mewarnai tahun politik disusul dengan periode hari libur yang panjang membuat investasi poperti pada tahun ini tersendat. Setidaknya isu pemindahan ibu kota membuat pengembang mulai menyusun rencana penetrasi ke segmen ini.

Misalnya saja Sinar Mas Land yang juga kembali merencanakan pengembangan proyek eksisting di Grand City Balikpapan. Setelah sementara waktu juga sempat memasarkan tipe rumah dua lantai dengan luasan mulai 47 meter persegi untuk segmen keluarga muda dan kaum milenial. Hal itu sebagai dampak lesunya penjualan di kalangan investor.

Selain itu Sinar Mas Land juga sedang membangun infrastruktur jalan yang lebar dan sekaligus bisa mendukung isu pemindahan ibu kota baru.

Limjan Tambunan, Head Division Kalimantan & Sulawesi Sinarmas Land mengatakan, konsep ini sudah dilakukan sebelum adanya isu pemindahan ibu kota baru, sehingga infrastruktur yang ada bisa terkoneksikan dengan baik. Pihaknya pun sudah membangun jalan tembus.

“Dengan adanya ibu kota baru ini kami sangat antusias sekali. Jadi memang berkesinambungan. Jika dari jalan tol km 13 Balikpapan-Samarinda sudah pasti akan tembus, karena kami membangun jalan dari Km 7 dan Km 8 Balikpapan Utara. Tidak tanggung-tanggung bangun infrastruktur jalan lebih besar dari Jalan MT. Haryono Balikpapan,” jelasnya.

Limjan menyebutkan, dengan adanya isu pemidahan ibu kota baru dan lebih dari satu juta PNS yang pindah ke Kaltim akan menguntungkan pihaknya.

“Yang pindah pasti butuh rumah. Kami sudah mempersiapkan itu jauh hari. Sudah membangun kawasan Grand City dengan total 224 Hektare dengan membuat kota mandiri. Kami pun menyikapinya dengan welcome, karena memang keputusan dari Pemerintah Pusat kami Sinarmas Land mendukung dan mensupport dengan adanya pemindahan Ibu Kota Baru pastinya mengairahkan isu properti,”tekannya.

Selain Sinar Mas Land, Apartemen Borneo Bay City milik pengembang Agung Podomoro Land juga menjadi viral di sosial media pasca isu pemindahan ibu kota baru.

Bahkan sebelum diumumkannya IKN, Agung Podomoro Land telah meluncurkan iklan yang menawarkan hunian mewah ini yang dijual mulai Rp700 Juta per unit.

“Bahkan, setelah kita kembali meluncurkan promosi iklan, penjualan Borneo Bay City pasca pengumuman perpindahan IKN tembus 20 Miliar lebih. Dan para investor yang tertarik berasal dari berbagai daerah mulai dari Kaltim, Jakarta serta Surabaya,”jelas manajemen melalui keterangan resminya.

Pasca ditetapkannya dua lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah Kota Balikpapan juga akan membangun lahan hibah akan kita gunakan sebagai pusat pelatihan atau assessment center bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Property

SouthCity Laksanakan Groundbreaking Apartemen The Parc SouthCity

Published

on

Finroll.com — SouthCity (PT. Setiawan Dwi Tunggal) laksanakan Groundbreaking Apartemen The Parc SouthCity pertamanya di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Kamis (19/9/2019).

Direktur SouthCity, Peony Tang mengatakan Groundbreaking hari ini adalah bukti komitmen SouthCity untuk tidak mengecewakan para pelanggan.

“The Parc merupakan proyek apartemen pertama di area Pondok Cabe Cinere,” ujarnya dalam sambutannya pada acara Seremony Groundbreaking SouthCity.

“Groundbreaking ini dilaksanakan lebih awal dari yang telah dijadwalkan,” tambahnya.

Peony Tang menjelaskan, saat ini kalau kita akan membeli Apartement harga tertinggi dapat mencapai 60 Miliar dan harga terendah sampai harga 100.jutaan.

Kita bisa bayangkan dengan selisih harga yang begitu besar hampir 200 kali lipat, berapa opsi yang dapat dipilih oleh para pemilik Apartmen saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, SouthCity adalah proyek Apartemen pertama di area pondok cabe dan Cinere yang mengalokasikan lebih dari 75 % tanahnya untuk fasilitas umum, tempat rekreasi dan taman yang jumlah lahannya begitu terbatas di wilayah Tangsel.

Kami berkomotmen akan menginvestasikan 1 triliun rupiah untuk mengembangkan asset tersebut yang dapat memenuhi kebutuhan kaum millenial,” tuturnya.

The Parc bekerja sama dengan beberapa Bank untuk menawarkan cara bayar yang sangat ringan sebagai solution untuk millenial sekarang ini. “Intinya cukup dengan menyisihkan 1,5 juta perbulan atau sekiar 50.000 /hari anda bisa memiliki sebuah Apartement,” ungkapnya.

SouthCity bakal membangun apartemen low rise 3 tower setinggi 13 lantai yang akan menyediakan 1.701 unit apartamen di atas lahan seluas 15.500 m2.

Peony optimis, dengan dibangunnya apartemen The Parc, geliat ekonomi di Pondok Cabe akan kembali bergerak dan menjadi incaran investor dalam berinvestasi. Hal tersebut tampak dari dimulainya berbagai pembangunan infrastruktur yang di prakarsai pemerintah, terutama di kawasan Selatan Jakarta.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan jalan Tol Depok-Antasari melalui pintu Tol Andara dan Brigif dan jalan Tol Cinere-Jagorawi melalui Pintu Tol Clnere, serta pembangunan jalur MRT Fatmawati dan Lebak Bulus.

Pondok Cabe kini semakin diperhitungkan sebagai kawasan yang pertumbuhan ekonominya berkembang sangat pesat,” kata Peony.

Peony optimistis kehadiran The Parc sebagai hunian coliving pertama di Indonesia akan menjadi angin segar bagi tren pertumbuhan properti di Indonesia, khusunya Jabodetabek. Apalagi trend hunian coliving mejadi salah satu daya tarik bagi generasi milenial yang merupakan target market bagi SouthCity.

Ditempat terpisah Associate Director SouthCity, Stevie Faverius Java mengatakan, SouthCity (PT. Setiawan Dwi Tunggal) sebagai pengembang optimis, kehadiran proyek apartemen dengan investasi hingga 1 triliun ini dapat memberi angin segar bagi para investor maupun end user terutama para generasi milenial yang menginginkan hunian sesuai dengan kebutuhan serta lifestyle mereka,” ujarnya.

The Parc Apartemen untuk tower pertama direncanakan mulai dibangun pada akhir tahun ini menyediakan 3 tipe, yakni Studio (22,55 m2), 1 Bedroom (30,06-37,49 m2) dan 2 Bedroc (46,60 m2). Saat ini, The Parc dibandrol dengan harga promo dan terjangkau mulai dari Rp 357 juta sampai dengan Rp 731 jutaan per unit.

Konstruksi tower 1 ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini,” pungkasnya.

Hadir dalam acara, Walikota Tangsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo, SE. Ak., Direktur SouthCity, Peony Tang., Ir. Lucky Budiman Santosa dari PT. Trimatra Jasa Prakasa., Professor Roesdiman dari PT. Satu Rekayasa Optima., Rafal Kapusta dari OOZN Design Pre Ltd., Herry Putranto dari PT. Indonesia Pondasi Raya
– Bpk. Iwan Sanjaya dari PT. Indonesia Pondasi Raya,. Tjandra Budiman dari PT. Mitra Karya Pranata,. Ichwan Susilo dari PT. Pratama Savindo Oetama. Perwakilan dari Partner serta Perwakilan dari Bank BPN, Bank Permata, BRI, BNI, dan Bank Panin.

Continue Reading

Property

Kawasan Industri Jababeka Gencar Tawarkan KEK Tanjung Lesung

Published

on

Finroll.com —  PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mulai gencar menawarkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung pada semester II/2019 guna menjaring peluang investasi

Untuk itu, PT Banten West Java (BWJ), anak usaha KIJA yang menjadi pengelola KEK Tanjung Lesung, menggelar forum bisnis bertajuk “Tanjung Lesung Tourism Business Forum” bertema “Opportunities at Sunset of Java”.

Menurut Poernomo Siswoprasetijo Direktur Utama BWJ, forum bisnis itu dapat memberikan informasi bagi para calon investor dan investor serta peluang investasi baru dan berkembang di KEK Tanjung Lesung.

“Investasi di kawasan KEK Tanjung Lesung saat ini makin membaik dan terus berkembang,” jelasnya melalui keterangan resmi seperti dilansir dari Bisnis, Kamis (19/9/2019).

Poernomo juga mengungkapkan pada semester II/2019, sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk bisa mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung. Beberapa di antaranya adalah investor asal China, Jepang, dan Australia.

Perseroan selanjutnya akan gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan tahunan, salah satunya Festival Tanjung Lesung. Festival tersebut merupakan kolaborasi antara BWJ, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, serta didukung Kementerian Pariwisata lewat penetapan sebagai salah satu  Calender of Event  berkala setiap tahun.

” Event  ini tentunya akan mengundang banyak wisatawan datang ke Tanjung Lesung. Dengan begitu, para investor akan melihat dan tertarik untuk mengembangkan sarana akomodasinya seperti  theme park  dan sarana pendukung lainnya. Nah, ini yang coba kami garap bersama-sama,” sambung Poernomo.

Sebagai informasi, KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 hektare (ha) dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya yang eksotis.(red)

Continue Reading

Property

Standar Ditetapkan, Pemerintah Hapus Pengurusan IMB

Published

on

By

Pemerintah akan menghapuskan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) melalui konsep omnibus law. Pengusaha properti tak perlu lagi mengajukan izin, cukup memenuhi standar pendirian bangunan yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menjelaskan penghapusan perizinan IMB bakal masuk dalam omnibus law perizinan. Hal ini guna mendorong investasi di sektor properti Indonesia.

“Engga perlu izin IMB lagi, tinggal standar, kalau bapak langgar standar ada tindakan keras mungkin pidana,” kata Sofyan dalam Rakor Nasional Bidang Properti di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

Ia mencontohkan selama ini pengusaha properti meminta izin mendirikan bangunan seluas 400 meter persegi. Dalam realisasinya, bangunan itu ternyata mencapai 800 meter persegi. Begitu pula izin penggunaan bahan bangunan yang realisasinya berbeda dari pelaporan.

Karena itu, izin tak lagi diperlukan tapi pengusaha properti harus mematuhi standar yang ditetapkan. Pengawasan dan penertiban akan dilakukan oleh inspektur bangunan yang ditunjuk oleh kementerian terkait.

“Kalau sesuai standar silakan tapi kalau engga sesuai standar nanti ada inspektur bangunan lakukan penertiban. Di negara maju begitu. Bangun apa saja boleh asal sesuai standar, kalo engga ya dibongkar,” tegas dia.

Adapun pemerintah tengah merombak kebijakan dalam aspek perizinan berusaha serta menerbitkan aturan perpajakan baru. Rancangan ketentuan dua kebijakan itu akan disusun dalam omnibus law yang berbeda.

Omnibus Law merupakan aturan perundangan yang dapat mengamandemen beberapa Undang-Undang (UU) sekaligus. Nantinya, bakal ada lebih dari satu omnibus law.

Khusus untuk perizinan, pemerintah akan mengamandemen setidaknya 72 UU. Di antaranya UU perkebunan, UU industri, UU lingkungan, UU perhubungan dan UU pelayaran.

Sementara itu, omnibus law perpajakan akan berisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), UU Pajak Penghasilan (UU PPh) dan UU Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN).

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending