Connect with us

Entertainment

Apresiasi Pemprov DKI : Ancol Berikan Rekreasi Gratis Untuk 170.000 Ketua RT/RW

Published

on


Finroll.coll — Dalam rangka program apresiasi petugas pemerintahan tingkat RT – RW dan Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Pemerintah Provinsi DKI dan Taman Impian Jaya Ancol memberikan liburan gratis untuk petugas beserta keluarganya sebanyak 170.000 orang.

Gubernur DKI Jakarta tahun ini memberikan apresiasi khusus kepada Ketua RT, Ketua RW, Juru Pemantau Jentik, Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga se-DKI Jakarta.

Program apresiasi ini adalah dalam bentuk rekreasi gratis ke wahana di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Teuku Sahir Syahali, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengatakan, “Melalui program CSR ini kami bangga dapat berbagi kebahagiaan bersama para ketua RT – RW di Jakarta, serta turut mendukung program pemerintah, khususnya misi Gubernur yaitu Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Program ini mulai berjalan pada Senin 26 Agustus 2019 mendatang, dimana para ketua RT – RW dan Jumantik boleh membawa maksimal empat orang anggota keluarganya yang terdata pada Kartu Keluarga untuk ikut serta. Mereka juga dapat memilih salah satu unit rekreasi yang ingin dituju : Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventures, Ocean Dream Samudra atau Sea World Ancol.

Menurut Teuku Sahir, untuk menjaga kenyamanan 170.000 peserta, pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap, yaitu hanya pada hari Senin minggu pertama dan ketiga setiap bulan. Dimana setiap gelombang kedatangan adalah untuk 5.000 peserta dari berbagai wilayah di DKI Jakarta, yang dikoordinasikan oleh para Lurah dari masing-masing wilayah peserta.

Mereka akan diberangkatkan dengan Bus kapasitas 50 orang, dan diberikan QR Code sebagai tiket masuk untuk wahana yang dipilih. Untuk jadwal pertama tanggal 26 Agustus 2019, 5.000 peserta program apresiasi rekreasi gratis gelombang pertama, dijadwalkan datang dari wilayah Gambir, Cideng, Petojo Selatan, Kebon Kelapa, Kebon Bawang, Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Meruya Utara, Gandaria Utara, Pulo, Pondok Kopi, Ceger, dan Pulau Untung Jawa.

Teuku Sahir menambahkan, “Taman Impian Jaya Ancol dalam program apresiasi ini senantiasa memberikan perhatian kepada para petugas yang berjasa memberikan pelayanan dan kerja yang baik untuk masyarakat. Mereka layak untuk berlibur.”

Sebelumnya, program apresiasi dalam bentuk rekreasi gratis sudah pernah dilakukan pada Juli 2019 lalu. Dimana Pemerintah Provinsi DKI dan Taman Impian Jaya Ancol memberikan liburan gratis ke Dunia Fantasi untuk 20.000 orang petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), atau yang akrab dikenal sebagai Pasukan Oranye.(re

Advertisement Valbury

Entertainment

Papa T Bob Meninggal Sebelum Penggalangan Dana Terlaksana

Published

on

Finroll – Jakarta, Kerabat mendiang Papa T Bob mengakui mereka berencana mengadakan penggalangan dana untuk membantu perawatan musisi tersebut. Namun pencipta lagu anak-anak itu meninggal lebih dulu sebelum rencana itu terlaksana.

Salah satu kerabat Papa T Bob dan penulis lagu anak-anak, Kak Nunuk, menjelaskan kondisi Papa T Bob semakin memburuk belakangan ini. Ia meninggal karena komplikasi sakit diabetes.

“Kondisi Papa T Bob sudah memburuk. Kami, kerabat Papa T Bob, sedang merencanakan malam donasi lewat kanal YouTube Ruben Onsu pada tanggal 23 Juli,” kata Nugroho Setiadi alias Kak Nunuk kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (10/7).

Kak Nunuk belum tahu apakah penggalan dana akan tetap berlangsung lantaran Papa T Bob sudah meninggal. Pasalnya acara tersebut berkaitan dengan banyak kerabat Papa T Bob.

Lebih lanjut, kak Nunuk tidak tahu pasti sejak kapan Papa T Bob sakit diabates. Namun sekitar tiga tahun lalu Papa T Bob sempat mengeluhkan penyakitnya pada Kak Nunuk.

“Beliau sakit diabetes sudah parah. Sudah lari ke jantung dan kemana-mana, yang pasti sudah parah sekali,” kata Kak Nunuk.

Berdasarkan informasi yang diketahui Kak Nunuk, Papa T Bob tidak selalu dirawat di rumah sakit karena masalah ekonomi. Oleh karena itu kerabat Papa T Bob berencana menggelar penggalangan dana.

Antara memberitakan Papa T Bob meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 10.35 WIB. Jenazah Papa T Bob juga rencananya akan dikebumikan di Bintaro, namun belum ada keterangan waktu yang pasti karena keluarga masih berunding.

Papa T Bob sebelumnya diketahui sempat dirawat di rumah sakit pada April lalu akibat penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes yang ia derita. Namun pada Juni, disebutkan bahwa kondisi Papa T Bob membaik dan menjalani rawat jalan.

Lahir pada 22 Oktober 1960, Papa T Bob merupakan pencipta lagu anak-anak kenamaan Indonesia terutama era 90an. Sejumlah lagu hit anak-anak seperti Diobok-obok, Anak Ajaib, Katanya, Bolo-Bolo, Si Nyamuk Nakal, Dudidam, serta Si Lumba-lumba merupakan karyanya.

Pencipta lagu bernama asli Erwanda Lukas ini dikenal dengan aturan harus melihat sang artis terlebih dahulu sebelum menciptakan lagu. Hal itu dilakukan supaya bisa membayangkan lagu yang pantas dibawakan dan sesuai dengan karakter sang artis.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Train to Busan 2, Peninsula Akan Tayang Agustus 2020 di Indonesia

Published

on

Finroll – Jakarta, Film Train to Busan 2: Peninsula bakal tayang di Indonesia pada Agustus 2020. Hal tersebut diumumkan CBI Pictures selaku distributor film Peninsula, Kamis (9/7), atau beberapa hari setelah bioskop di Indonesia menyatakan siap buka pada akhir Juli 2020.

“Poster resmi #TrainToBusan presents #Peninsula hanya di bioskop pada Agustus 2020,” tulis CBI Pictures melalui akun resmi Twitternya pada Kamis (9/7).

Pengumuman itu disampaikan bersama dengan unggahan poster resmi berbahasa Indonesia untuk sekuel dari film horor terlaris sepanjang sejarah Korea Selatan tersebut.

“Empat tahun setelah Train to Busan. Bertahan hidup sampai akhir,” tulisan di poster Peninsula.

Apabila tak ada perubahan, hal itu menandai penayangan di Indonesia hanya berselang kurang dari satu bulan pemutaran perdana Peninsula di Korea Selatan pada 15 Juli.

Sebelumnya, NEW selaku distributor film sudah mengumumkan bahwa hak tayang Peninsula suda terjual ke 185 negara, termasuk Taiwan, Thailand, Jepang, Inggris, Prancis, dan Italia. Capaian Peninsula ini melampaui pendahulunya, Train to Busan, yang sebelumnya terjual ke 160 negara dan kawasan.

Penayangan Peninsula di Taiwan dan Hong Kong bahkan akan dilakukan bersamaan dengan perilisan perdana di Korea Selatan pada 15 Juli. Sehari kemudian, film tersebut akan tayang di Malaysia.

Peninsula menjadi salah satu film yang paling dinantikan tayang pada 2020. Film ini tetap disutradarai Yeon Sang-ho namun akan memiliki pergantian total seluruh pemain.

Sekuel dari Train to Busan ini akan dibintangi Kang Dong-won (1987: When the Day Comes), Lee Jung-hyun (The Battleship Island), Kwon Hae-hyo, Kim Min-hae (Psychokinesis), serta Lee Ye-won.

Mereka menjadi sekelompok orang yang menjalankan misi dan terpaksa kembali ke Korea Selatan atau yang kini dikenal sebagai Peninsula setelah wabah zombi menyerang empat tahun lalu.

Dalam menjalankan misi, mereka juga menyelamatkan orang-orang yang masih bertahan hidup tapi terjebak di Semenanjung Korea.

Mereka juga harus bertempur melawan zombi yang semakin ganas dari sebelumnya. Ia juga harus bertempur dengan kelompok militer yang tak pernah dibayangkan.

Peninsula semakin menjadi sorotan setelah terpilih untuk meramaikan Cannes Film Festival 2020.

Terpisah, Dinas Pariwisata DKI Jakarta sudah mengizinkan bioskop Jakarta kembali beroperasi pada pekan ini. Dalam SK dengan nomor 140 Tahun 2020 tersebut, tertulis bahwa pemutaran film di bioskop diperbolehkan beroperasi mulai 6-16 Juli 2020.

SK tersebut juga menyebutkan bahwa pembukaan kembali tempat hiburan di Jakarta mesti mengikuti sejumlah protokol dan mensyaratkan penandatanganan pakta integritas di lokasi yang bisa dilihat oleh pengunjung.

Sejumlah protokol kesehatan yang mesti dipatuhi ikut dilampirkan dalam SK tersebut, seperti memaksimalkan pekerja di bawah usia 45 tahun, mewajibkan pekerja dan pengunjung mengenakan masker, melakukan disinfektasi di area, dan menyediakan fasilitas cuci tangan.

Namun, pada Selasa (7/7), Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI) menyatakan siap beroperasi pada 29 Juli mendatang.

GPBSI mengambil keputusan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020 yang dirilis pada 2 Juli lalu.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Nicholas Saputra hingga Eva Celia di Podcast Sandiwara Sastra

Published

on

Finroll – Jakarta, Sejumlah pesohor Indonesia, mulai dari Nicholas Saputra hingga Eva Celia, bergabung dalam proyek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat siniar atau podcast bertajuk Sandiwara Sastra.

Berdasarkan siaran pers Kemdikbud yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (7/7), siniar tersebut akan berisi adaptasi karya-karya sastra Indonesia.

Di tahap pertama, ada 10 karya sastra yang dapat dinikmati, yakni adaptasi dari novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari, “Helen dan Sukanta” karya Pidi Baiq,  “Layar Terkembang” karya Sutan Takdir Alisjahbana, “Orang-orang Oetimu” karya Felix K. Nesi, serta “Lalita” karya Ayu Utami.

Ada pula cerpen “Berita dari Kebayoran” karya Pramoedya Ananta Toer, “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” karya Umar Kayam, “Persekot” karya Eka Kurniawan, “Kemerdekaan” karya Putu Wijaya, dan “Mencari Herman” karya Dee Lestari.

Adaptasi tersebut akan dibawakan oleh sederet pesohor, mulai dari Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Happy Salma, Lukman Sardi, dan Lulu Tobing.

Akan ada pula Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Najwa Shihab, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Vino G. Bastian, Widi Mulia, serta Tara Basro.

Selain itu, bintang muda seperti Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Kevin Ardillova, dan Eva Celia pun akan ikut sumbang suara.

Podcast itu akan disutradarai oleh aktor dan sutradara dari Teater Garasi, Gunawan Maryanto. Sementara itu, Happy Salma juga akan bertindak sebagai produser bersama Yulia Evina Bhara.

Podcast ini mengusung konsep alih wahana karya tulis ke dalam medium audio yang ditujukan untuk memperkenalkan serta menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia.

“Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam siaran pers.

Lebih lanjut, Nadiem menyampaikan bahwa podcast ini merupakan bentuk inovasi dan bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pandemi Covid-19.

“Seperti sekarang ini, pandemi memberi waktu bagi kita memetik makna dan belajar menjadi manusia kuat yang mampu menyongsong masa depan. Sandiwara Sastra bukan hanya menjadi sebuah karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk mengangkat literasi,” katanya.

Sandiwara Sastra akan disiarkan mulai Rabu (8/7) pukul 17.00 WIB. Nantinya, setiap hari Rabu akan ada episode baru. Podcast berdurasi 30 menit ini akan
disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending