Connect with us

Investasi

Bagaimana Dampak Revisi UU KPK ke Iklim Investasi di Indonesia?

Published

on


Meski menuai pro dan kontra, DPR bersama pemerintah telah merevisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Keputusan yang sudah disahkan DPR ini dianggap sejumlah pihak sebagai upaya melemahkan KPK dalam memberangus tindak pidana korupsi.

Poin yang disebut akan melemahkan itu yakni keberadaan Dewan Pengawas KPK, aturan penyadapan, kewenangan penghentian penyidikan perkara (SP3), dan status pegawai KPK yang menjadi ASN.

Lalu, apakah revisi UU tersebut berpengaruh terhadap perekonomian khususnya investasi?
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan langkah yang diambil DPR dan pemerintah dengan merevisi UU KPK malah membawa dampak buruk dari segi investasi.

“Dampaknya justru negatif ke kepercayaan investor yang mau masuk ke Indonesia. Masalah utama daya saing di Indonesia itu kan soal pemberantasan korupsi di dalam ranking daya saing global,” kata Bhima saat dihubungi kumparan, Rabu (18/9).

Bhima merasa para investor sebelum berinvestasi tentu akan melihat kepastian hukum yang ada. Ia mengungkapkan bisa saja investor enggan masuk ke Indonesia karena khawatir biayanya yang mahal karena ada praktik korupsi.

“Investor mau masuk ke suatu negara mempertimbangkan biaya-biaya silumannya. Kalau korupsinya marak terjadi artinya investasi lebih mahal, karena harus suap oknum pejabat sana sini,” ujar Bhima.

Hal itu, kata Bhima, yang membuat Incremental Capital Output Ratio atau ICOR Indonesia berada di atas angka 6 yang berarti tidak efisien. Selain itu, Bhima mencontohkan dampak secara nyata buruknya investasi karena revisi UU KPK terlihat dari larinya dana asing sampai Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir.

“Sekarang pemberantasan korupsi malah mau dilemahkan. Reaksi investor sudah jelas tidak setuju, dan terlihat larinya dana asing Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir, salah satunya karena polemik KPK,” tutur Bhima.

Sementara itu, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menganggap dampak revisi UU KPK lebih bergantung kepada bagaimana sikap masyarakat menanggapi perubahan tersebut. Ia merasa investasi tidak akan terganggu kalau masyarakat tidak gaduh.

“Kalau kita menyikapinya dengan tenang tidak muncul kegaduhan. Mencari solusi terbaik tanpa kegaduhan, saya kira investasi tidak akan terpengaruh signifikan,” terang Piter.

Menurutnya, permasalahan revisi ini adalah internal di Indonesia. Sehingga tidak begitu berpengaruh sepanjang tidak ada permasalahan seperti demonstrasi yang membuat gaduh. Kegaduhan tersebut, kata Piter, adalah yang bisa membuat pengaruh buruk terhadap investasi.

“Tapi kalau response masyarakat sangat negatif, memunculkan berbagai demo yang cenderung tidak produktif bahkan anarkis, tidak hanya memunculkan riak di tataran politik tetapi juga ketidaknyamanan bisnis, maka investasi otomatis akan terganggu,” ungkap Piter.

Investasi

BKPM ‘Jualan’ 28 Proyek Senilai Rp1.278 T ke China

Published

on

FINROLL.com, Jakarta — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan 28 proyek bernilai US$91,1 miliar atau Rp1.278,6 triliun kepada investor China. Penawaran mereka lakukan di Kota Chingqing, Senin (2/12) kemarin.

Deputi Perencanaan Investasi BKPM Ikmal Lukman mengatakan ke-28 proyek tersebut masuk dalam Inisiatif Pengembangan Jalur Sutera Modern (BRI) yang saat ini sedang dilakukan China.

“Ini peluang yang baik bagi investor di sini (Chongqing), sebab Indonesia tengah mengembangkan BRI,” ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (3/12).

Lukman mengatakan proyek yang ditawarkan tersebut terdapat di beberapa wilayah di Indonesia.
Pertama, di Sumatera Utara dengan nilai investasi proyek sebesar US$ 17,3 miliar.
Kedua, di Sulawesi Utara dengan nilai investasi US$ 2,6 miliar. Ketiga, di Kalimantan Utara dengan nilai investasi US$ 41,6 miliar.

Keempat, di Bali dengan nilai investasi sebesar US$ 8 miliar di Bali.

“Nilai ini belum termasuk sebanyak 8 proyek yang tidak masuk dalam koridor BRI,” ujar Lukman.

Lukman meyakini  tawaran investasi yang disampaikannya akan disambut baik.

“Apalagi kedua negara bekerja sama membangun dalam konteks BRI,”  katanya

Continue Reading

BrandzView

Komisi VI DPR RI dan Kementerian Perindustrian Kunjungi Kawasan Industri Millennium Cikupa Tangerang

Published

on

FINROLL.com — Komisi VI DPR RI dan Kementerian Perindustrian RI Kunjungi Kawasan Industri Millennium Cikupa Tangerang, pada Kamis (28/11/2019). Kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah dan DPR RI terhadap pengembangan kawasan industri di Indonesia.

Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan kawasan Industri di Indonesia. Namun, selain akan berdampak pada perekonomian juga akan berdampak sosial pada masyarakat sekitar, oleh karena itu para pengembang harus memperhatikan ketentuan – ketentuan yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga : Millennium Industrial Estate Kawasan Industri Terpadu Pertama dan Terbesar di Tanggerang

Sementara itu kunjungan Komisi VI DPR RI, sebagai bentuk pengawasan dan penyerapan informasi dari para pengembang maupun masyarakat tentang kendala yang di hadapi para pengembang dan dampak perekonomian maupun dampak sosial atas kehadiran kawasan industri terhadap masyarakat sekitar.

Ketua rombongan Komisi VI DPR RI yang di pimpin Idris Laena dari Partai Golkar ini menyatakan bahwa, kehadiran Kawasan industry di pastikan akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Karena kehadiran kawasan industry mampu menyerap ribuan tenaga kerja, Namun tetap harus memperhatikan dampak lingkungan.

Selain itu, ditengah melemahnya ekonomi Indonesia dan naiknya UMR Regional Jabotabek yang cukup memberatkan pengusaha, Komisi VI DPR RI juga berharap para pengembang kawasan industri mampu menjaga agar para investor tidak merelokasi pabriknya ke daerah lain, atau bahkan ke luar negeri.

“Kami berharap para pengembang kawasan industri mampu menjaga dan memiliki strategi yang jitu, agar para investor tidak merelokasi pabriknya ke wilayah yang UMR lebih rendah atau bahkan ke luar negeri. Karena ini akan berdampak perekonomian masyarakat sekitar, bahkan perekonomian Indonesia” kata La Tinro La Tunrung anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Eko Hendro Purnomo, atau yang lebih dikenal Eko Patrio juga mendukung pengembangan kawasan industri, bahkan dia berharap para pengembang lebih inovatif bisa memanfaatkan media digital maupun media sosial untuk mempromosikan kawasan industri.

“Kawasan Industri Millennium ini, bagus dan sangat besar dan di isi ratusan tenant dari dalam dan luar negeri. Namun saya cari di google maupun di sosial media masih sedikit sekali informasi tentang Kawasan Millennium ini”, Kata Eko Patrio.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT. Bumi Citra Permai Tbk, Handry Soesanto mengatakan dirinya merasa terhormat dan meng-apresiasi atas kunjungan Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI ke Kawasan Industri Millennium.

“Terima kasih kepada Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI atas kunjungan ke Kawasan Industri Millennium. Sungguh kami merasa terhormat atas kunjungan ini, semoga ini bisa menjadi ajang tukar informasi antara pengembang, pemerintah dan DPR RI dalam mengembangkan kawasan industri di Indonesia”, Kata Direktur Direktur Keuangan PT. Bumi Citra Permai Tbk, Handry Soesanto, di Cikupa, Kabupaten Tangerang Banten, Kamis (28/11/2019).

 

Baca Juga : Bumi Sumber Swarna Pasarkan Perumahan Subsidi Bumi Ketos Regency Serang

Lebih lanjut Handry Soesanto menjelaskan, PT. Bumi Citra Permai Tbk telah mengembangkan Kawasan Industri Millennium sejak tahun 2000 dan kini yang telah di isi oleh sekitar 400 tenant dari dalam dan luar negeri.

Kawasan Industri Millennium belum terlalu banyak berkontribusi pada perekonomian nasional, namun kami bangga dapat berkontribusi pada perekonomian di kawasan Tangerang. Dan kami berharap kunjungan ini dapat mendorong kami untuk lebih maju dan berkontribusi yang lebih besar pada perekonomian  Indonesia” Handry Soesanto.

Sekelas PT. Bumi Citra Permai Tbk

PT Bumi Citra Permai Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri dan pergudangan, dengan area seluas ±1800 hektar dan terus berkembang hingga saat ini, bernama Millennium Industrial Estate.

Perjalanan PT Bumi Citra Permai Tbk di kancah bisnis pengembangan kawasan industri dan perdagangan dimulai sejak tahun 2000 melalui Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Bumi Citra Permai Tbk No. 2 Tanggal 3 Mei 2000.

Sejak berdirinya pada tahun 2003, Millennium Industrial Estate memulai aktivitasnya, dengan kegiatan pembangunan Perseroan dimulai dari proses permohonan, pembebasan tanah, pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur di kawasan industri.

Sementara kegiatan pemasaran dan penjualan gudang dan lahan secara resmi dimulai pada tahun 2004. Selain menjual kavling-kavling industri siap bangun, Perseroan juga menjual tanah kavling beserta bangunan berupa pabrik/gudang di atasnya, dengan desain dan spesifikasi yang telah ditentukan.

PT. BUMI CITRA PERMAI TBK
HEAD OFFICE

Kramat Raya No.32-34, Senen, Jakarta Pusat

BRANCH OFFICE
Kawasan Industri Millennium Komplek Ruko Blok A11 No. 10-11, Jl Baru Pemda Tigaraksa – Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

TELP : (+62) 811 9880 016
website: www.bumicitrapermai.com

Download Lengkap E-Brosur

 

 

 

Continue Reading

Investasi

Perusahaan Jepang dan Korea Bakal Investasi Rp61,8 T di RI

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta — Perusahaan kimia Jepang dan Korea Selatan akan investasi di Indonesia dengan total nilai Rp61,8 triliun. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan komitmen investasi itu disampaikan oleh Asahi Chemical dan Lotte Chemical.

Dua kesepakatan tersebut dilakukan saat Agus mengunjungi kedua negara. Asahi akan investasi senilai Rp1,3 triliun. Sementara, Lotte akan investasi senilai US$4,3 miliar atau setara Rp60,5 triliun.

Agus mengungkapkan Asahi akan melakukan perluasan fase ketujuh pabrik mereka di Cilegon.

“Perluasan pabrik di Cilegon tersebut senilai Rp1,3 triliun,” ujar Agus dikutip dari Antara, Selasa (19/11).

Agus memaparkan perusahaan asal Jepang itu akan memproduksi 200 ribu metrik ton produk polyvinyl klorida (PVC) per tahun. Ia menyebut Asahi sempat mempertanyakan pasokan bahan baku garam. Namun, Agus memastikan ketersediaan bahan baku tersebut.

Sementara itu, Lotte bakal mendirikan pabrik dan mengerek kapasitas produksi. Rencananya, perusahaan akan mengalokasikan US$3,5 miliar (Rp49 triliun) di Cilegon.

Sedangkan sisanya untuk meningkatkan kapasitas produksi naphta cracker menjadi 3,5 juta ton per tahun dari rencana sebelumnya sebesar 2 juta ton per tahun.

Bahan baku tersebut selanjutnya diolah untuk menghasilkan beberapa produk turunan yakni ethylene, propylene, polypropylene dan produk turunan lainnya.

“Iya, mereka mau tambah investasi meskipun pabriknya sedang dalam pembangunan,” jelas Agus.

Kepala Unit Bisnis Lotte Kim Kyo Hyun menyampaikan keputusan untuk menambah investasi diambil mengingat Indonesia masih bergantung pada produk petrokimia impor.

“Kami membangun pabrik petrokimia untuk menggantikan barang impor yang dilakukan supaya bisa diproduksi di dalam negeri,” ungkap Kim.

Sumber Berita : CNNIndonesia.com

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending