Connect with us
[adrotate group="1"]

News

Bali Buka Pintu untuk Wisatawan Domestik Mulai 31 Juli

Published

on


Pariwisata Bali akan dibuka untuk wisatawan domestik mulai 31 Juli nanti dan wisatawan mancanegara mulai 11 September 2020. Ilustrasi. (AP/Firdia Lisnawati).

Finroll.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan membuka kembali sektor pariwisata untuk wisatawan domestik pada akhir Juli mendatang. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) secara perlahan usai terpuruk akibat pandemi covid-19.

“Pada 31 Juli yang akan datang, dimulai dengan pembukaan sektor pariwisata khusus wisatawan nusantara,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam diskusi virtual, Rabu (2/7).

Ia mengatakan pihaknya mempersiapkan tiga tahapan pembukaan sektor parekraf. Pertama, pembukaan aktivitas parekraf lokal pada 9 Juli lalu, serta masih berjalan hingga sekarang.

Kedua, pembukaan sektor pariwisata khusus wisatawan domestik pada 31 Juli nanti. Ketiga, pembukaan sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara (wisman) pada 11 September mendatang.

“Untuk memulai aktivitas ini kami sudah mengeluarkan surat edaran gubernur tentang adaptasi kebiasaan baru berkaitan dengan pelaksanaan aktivitas ini supaya sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat lokal dan internasional yang akan berkunjung ke Bali,” jelasnya.

Ia mengatakan pembukaan kembali sektor pariwisata tetap akan dibarengi dengan implementasi protokol kesehatan pandemi covid-19 dengan ketat.

Oleh karena itu, setiap pengelola sektor pariwisata baik lokasi wisata, hotel, hingga restoran harus mengantongi sertifikat yang menyatakan mereka sanggup menjalankan protokol kesehatan.

“Sektor pariwisata adalah bisnis kepercayaan, kalau terjadi sesuatu yang tidak aman dan nyaman itu akan merontokkan citra wisata itu sendiri, oleh karena itu kami persiapkan betul-betul,” ucapnya.

Menanggapi rencana pembukaan kembali wisata Bali tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengaku akan hadir langsung pada pembukaan tersebut.

“Tadi Pak Gubernur Koster mengingatkan saya mereka akan mulai buka Nusa Dua dan Bali untuk turis domestik. Saya upaya untuk hadir pada kesempatan itu,” ucapnya.

Dorong Wisatawan Domestik

Dalam kesempatan itu, Luhut mengatakan pemerintah akan mendorong wisatawan domestik untuk membangkit sektor pariwisata yang terdampak pandemi covid-19.

Menurutnya, wisatawan domestik memiliki peluang besar untuk dikembangkan lantaran mencapai 300 juta perjalanan tiap tahunnya. Selain itu, ia menuturkan wisatawan domestik menyumbang sekitar 55 persen PDB sektor pariwisata.

“Kami sama-sama mulai di kuartal III ini mencoba melakukan (dorongan) turis domestik. Kami coba naikkan secara bertahap angka itu sampai 70 persen,” ucapnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menambahkan pemerintah akan menyasar orang Indonesia yang biasanya berlibur ke luar negeri untuk mengunjungi lokasi wisata dalam negeri.

Sebab, setiap tahunnya sebanyak 8 juta orang Indonesia berpelesir ke luar negeri. Mereka tercatat membelanjakan uang (spend) hingga US$9 miliar ketika berwisata ke luar negeri

“Bagaimana kami upayakan agar potensi ini, agar berwisata di Indonesia. Bayangkan US$9 miliar mereka spend di luar negeri segitu banyak. Artinya, ini ada potensi untuk spend di Indonesia,” ucapnya.

Ia meyakini jika potensi tersebut bisa dibawa ke pariwisata domestik, maka sektor ini akan kembali pulih usai dihantam Covid-19. Sebelumnya, ia sempat memprediksi  penerimaan devisa dari sektor pariwisata tahun ini anjlok 50 persen dari US$20 miliar di 2019 menjadi hanya  US$10 miliar.

Sumber : CNN Indonesia

Nasional

Jokowi Minta Pangkas Libur Panjang Natal dan Tahun Baru

Published

on

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta agar libur dan cuti bersama jelang Natal dan tahun baru diperpendek. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy setelah rapat terbatas yang dilakukan Jokowi dengan jajarannya.

“Kemudian yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri Bapak Presiden berikan arahan supaya ada pengurangan (hari libur),” kata Muhadjir di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).

Lebih lanjut, Jokowi, kata Muhadjir, meminta pejabat terkait untuk segera melakukan rapat koordinasi. Rapat untuk memutuskan teknis pengurangan jatah libur pada akhir tahun ini.

“Beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi oleh Kemenko PMK dan lembaga terkait terutama soal libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idu Fitri,” beber dia.

Pemerintah sebelumnya sudah mengundur waktu cuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 lalu. Rencananya libur pengganti bakal diberikan pada 28 Desember hingga 31 Desember 2020.

Libur nasional sendiri sudah ditetapkan pada Surat Keputusan Bersama dengan 3 Menteri Nomor 440 Tahun 2020 kemudian Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun Tahun 2019 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Di dalamnya ditetapkan bahwa satu hari libur nasional jatuh pada Jumat, 25 Desember 2020 yang merupakan Hari Raya Natal. Sementara cuti bersama pertama jatuh pada tanggal 24 Desember 2020 yang merupakan cuti bersama Hari Raya Natal.

Di sisi lain

pada 24 Desember-31 Desember. Usulan ini ia sampaikan lantaran berpotensi mengulang rekor Covid-19 seperti terjadi usai libur panjang akhir Oktober lalu.

Selain memicu mobilitas warga yang tinggi, ia menyebut liburan bisa membuat masyarakat abai pada protokol kesehatan memakai masker-menjaga jarak-mencuci tangan (3M).

“Iya sebaiknya ditunda, liburan dan cuti bersama memicu mobilitas penduduk lebih besar, padahal mobilitas tinggi dan berkerumun sangat berisiko terhadap tingginya potensi penularan Covid-19, dan berpotensi melanggar protokol kesehatan 3M,” ucap Daeng saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/11).

Continue Reading

Nasional

Tiba di Polda Metro Jaya, Wagub DKI Singgung Acara Habib Rizieq sebelum Temui Penyidik

Published

on

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Senin (23/11). Politikus Partai Gerindra itu tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB.

Riza yang terlihat berpakaian dinas memenuhi panggilan Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Tanah Abang pada Sabtu (14/11).

“Jadi hari ini, Senin 23 November 2020 jam 11.00, saya hadir memenuhi (panggilan) Polda Metro Jaya terkait klarifikasi masalah di Petamburan,” ungkap Riza kepada awak media.

Mantan legislator di Komisi Pemerintahan dan Dalam Negeri DPR itu menegaskan bahwa dirinya akan memberikan keterangan berdasarkan fakta dan data sejauh yang dia ketahui.

“Saya akan memberikan keterangan fakta dan data sejauh yang saya ketahui sesuai dengan peraturan perundang-undangan sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

Menurut Riza, dirinya akan berbicara apa adanya di depan penyidik Polda Metro Jaya. “Jadi tidak ada yang saya tambahkan dan juga tidak ada yang saya kurangi. Mudah-mudahan keterangan saya bisa memberi manfaat memberikan kejelasan, terang-menderang apa yang diharapkan semua pihak secara adil secara profesional,” tambahnya.

Riza dalam kesempatan itu juga membawa sejumlah berkas, di antaranya ialah Peraturan Gubernur (Pergub) DKI.

“Pergub dan lain-lain. Peraturan, Undang Undang Dasar, berkas-berkas yang diminta,” ujarnya. Lebih lanjut Riza menegaskan bahwa dirinya akan menyampaikan klarifikasi atas apa pun yang menjadi pertanyaan penyidik terkait acara di Petamburan, Jakarta Pusat.

Prinsipnya, tambah Riza, dirinya sebagai warga negara harus memenuhi tugas dan kewajiban. “Apa pun yang ditanya, apa pun mau di mana pun, kapan pun kami akan memberikan keterangan,” katanya.(finroll/jpnn)

Continue Reading

Nasional

TNI Preteli Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya: Itu Perintah Saya!

Published

on

JAKARTA, – Pangdam Jaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman angkat bicara terkait viral video tentang pria berpakaian loreng mencopot baliho Habib Rizieq Shihab.

Menurut Dudung, dirinyalah yang memerintahkan anak buahnya mencopoti baliho bergambar imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu. “Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya!” kata Dudung kepada media di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Dudung menjelaskan, siapa pun pemasang baliho harus taat kepada hukum. Menurutnya, ada aturan tentang pemasangan baliho. Menurut Dudung, Satpol PP di beberapa daerah sudah bersikap tegas ketika melihat pelanggaran pada pemasangan baliho Habib Rizieq.

Baliho yang melanggar aturan langsung dicopot. Namun, baliho itu kembali dipasang saat satpol PP meninggalkan lokasi.

“Siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau memasang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya,” ungkap dia.

Sebelumnya sebuah video berdurasi sebelas detik yang mempertontonkan aksi orang berpakaian loreng mencopot baliho Habib Rizieq beredar melalui pesan WhatsApp.

Namun, tidak diketahui secara pasti lokasi ataupun waktu pencopotan baliho oleh pria berpakaian loreng tersebut. (HDYT/jpnn)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending