Connect with us

Investasi

Belajar Dari Kasus Harun Masiku, Aziz Samsyuddin Usul Revolusi Imigrasi 4.0

Published

on


 

Finroll.com — Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam), Azis Syamsuddin, mengusulkan revolusi sistem keimigrasian di Indonesia yang berlaku saat ini, menjadi sistem Imigrasi 4.0 yang cepat, akurat, dan akuntabel didukung teknologi yang tepat.

“Misalnya, dengan menggunakan teknologi blockchain dalam sistem Imigrasi 4.0, akan lebih memudahkan kita dalam melakukan pengawasan dan pencatatan traffic setiap orang yang bepergian keluar negeri atau sedang dalam pengawasan pihak imigrasi,terutama dalam pengambilan keputusan yang memerlukan data yang dapat dipercaya” ujar Azis di Senayan, Jakarta (03/2/2020).

Usulan Azis Syamsuddin ini mengemuka, setelah terjadinya simpang siur data keimigrasian dari politisi PDIP Harun Masiku, terduga penyuap komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Seperti diketahui publik, Harun Masiku diduga telah pergi ke luar negeri untuk menghindari proses pemeriksaan terkait OTT terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan, tetapi data yang lain mengungkap dia berada di tanah air saat hendak ditangkap.

Kasus ini mengemuka ke publik, dan berujung pencopotan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie oleh Menkumham Yassona Laoly.

“Kasus ini menunjukkan sistem ke-Imigrasian kita saat ini masih belum saling connected dan trusted. Sistem Imigrasi harus bertransformasi menjadi sistem Imigrasi 4.0 dengan menggunakan teknologi Blockchain, Artificial Intelligence dan Machine Learning yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghasilkan laporan yang akurat kepada pemerintah. Saat ini teknologi ini sudah banyak digunakan oleh berbagai negara, salah satunya di bidang layanan imigrasi dan pemantauan para pengungsi (migrant dan displacement),” tambah Azis Syamsuddin, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Azis Syamsuddin mengatakan, perkembangan Teknologi 4.0 saat ini telah merambah ke berbagai bidang kehidupan. Agar Indonesia bisa maju dan akuntable, harus pandai-pandai memanfaatkan Teknologi 4.0 bagi peningkatan layanan kepada masyarakat dan publik luas.

Dia memberikan contoh bagaimana Tiongkok saat ini telah benar-benar menggunakan Teknologi 4.0 untuk menghadapi epidemi virus Corona di Wuhan, yang saat ini tengah terjadi. “Kemampuan Tiongkok menggunakan teknologi ini untuk menghadapi epidemi di Wuhan.

Kemajuan teknologi di Tiongkok sekali lagi membuka mata kita bagaimana memantau warga terduga terinveksi virus Corona. Dan satu lagi, teknologi yang sama juga digunakan dalam eknomi, militer, sipil, pendidikan dan pemerintahan,” kata Azis Syamsuddin.

Menurut Azis, sistem imigrasi di Indonesia saat ini sangat kompleks, sebagai contoh dengan adanya dua jenis paspor yaitu elektronik dan non-elektronik. Kebijakan ini sangat rentan penyalahgunaan dan kesalahan data yang juga berakibat pada buruknya pelayanan imigrasi di daerah-daerah.

Sudah saatnya kita berbenah diri, membuat kebijakan berdasarkan data yang akurat sehingga setiap kebijakan baru yang muncul bukan lagi membentuk masalah-masalah baru.
Sebagai contoh, dengan teknologi Blockchain yang diimplementasikan dalam sistem imigrasi 4.0, adminsitrasi passpor dan visa menjadi lebih aman, cepat dan mudah.

Sehingga, rekaman traffic setiap orang termonitor secara otomatis, kapan dia meninggalkan bandara, kapan memasuki bandara, kunjungan terakhir ke negara mana saja hingga tindakan mitigasi seperti kerusakan dan kehilangan paspor. Sehingga data keberadaannya tidak bisa dimanipulasi dan disimpang-siurkan.

“Sistem ini telah digunakan PBB dalam pemantauan pengungsi dan pencari suaka. Sehingga mereka bisa dilayani dengan baik,” ujar Azis, “sudah waktunya kita bertransfromasi ke dalam Teknologi 4.0 yang serba otomatis,” tambahnya.

Terkait dengan keberadaan Tim Gabungan yang dibentuk oleh Menkumham Yassona Laoly untuk memverifikasi data keimigrasian Harun Masiku, Azis mengajak masyarakat sabar menunggu saja hasil dan laporannya.

Menkumham Yassona Laoly telah membentuk Tim Gabungan yang terdiri atas unsur Kementerian Komunikasi dan Infromasi, Badan Siber dan Sandi Negara, Direktorat Tindak Pidana Cyber Baresmkrim Polri, dan Ombudsman RI.

Advertisement Valbury

Investasi

Inilah Manfaat dan Risiko Investasi Saham

Published

on

Jakarta – Banyak orang sebenarnya tertarik investasi saham. Namun masih ragu untuk memulainya.

Salah satu penyebabnya, kurangnya pemahaman atas manfaat dan risiko dalam bermain saham. Barangkali hal itu pula yang menyebabkan rasio keterlibatan penduduk Indonesia yang berinvestasi di pasar modal kurang dari 5 persen.

Angka tersebut masih jauh di bawah negara tetangga yakni Singapura yang mencapai 26 persen dan bahkan Malaysia yang mencapai 9 persen.

Lantas, apa saja sebenarnya manfaat dan risiko berinvestasi saham?

1. Manfaat

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan secara umum sebenarnya ada dua manfaat yang bisa dipetik dari berinvestasi saham, yaitu capital gain atau margin atas harga beli dan harga jual dan pembagian dividen dari perusahaan.

Andi mengatakan keuntungan yang didapat dari capital gain bisa lebih besar dibandingkan instrumen investasi lain seperti deposito atau emas. Ia mencontohkan, jika investor membeli saham di harga Rp100 per lembar saham, lalu dalam dua hari harganya naik menjadi Rp120 per lembar saham.

Jika di harga tersebut investor memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya, maka keuntungan yang didapat mencapai 20 persen. Karena itu lah, ada orang yang kemudian memposisikan dirinya menjadi trader yang melakukan jual-beli saham setiap hari dan mencari margin keuntungan secara harian.

“Kelihatannya kecil tapi kalau dibandingkan dengan deposito, obligasi, ya jarang banget yang bisa kasih segitu dalam tempo sebulan bahwa. Makanya ada orang yang kemudian memposisikan dirinya menjadi trader, jadi mereka tiap hari melakukan kegiatan jual beli saham,” terangnya.

Namun ada pula investor yang berburu keuntungan dalam jangka panjang. Artinya transaksi yang dilakukan tidak harian atau bulanan melainkan tahunan.

Selain mengandalkan keuntungan dari capital gain, tipikal investor jenis ini juga mengandalkan cuan dari pembagian dividen perusahaan yang biasanya dilakukan tahunan. Bahkan tak jarang pula perusahaan yang membagikan dividen dua kali dalam setahun.

“Memang ada perusahaan yang untung sedemikian besar dan mengalihkan keuntungan itu untuk dibagikan kepada pemegang sahamnya. Kemudian pemegang saham bisa dapat berapa persen, ga tergantung dari perusahaan yang membagikan tersebut,” tutur Andi.

Manfaat lainnya adalah bertambahnya pengetahuan-pengetahuan baru. Sebab investor saham biasanya perlu melakukan analisis baik itu terhadap fundamental perusahaan, kondisi perekonomian hingga tren pergerakan harga saham.

“Jadi ada hal-hal yang kita bisa pelajari dan saat ini sarana belajarnya banyak banget, dan parameternya juga. Ketika kita ikut di salah satu sekuritas mereka sediakan aplikasi sehingga ini bisa bantu kita hindari kerugian di pasar saham,” imbuhnya.

2. Risiko

Sementara itu, risiko yang membayangi para investor saham adalah capital loss atau turunnya harga dari posisi ketika saham dibeli. Karena sifatnya yang sangat fluktuatif tak jarang pula kerugian yang ditanggung pemain saham menjadi sangat besar.

Misalnya, jelas Andi, jika ada emiten yang harga sahamnya ambles hingga Rp50 dan tak bisa kembali naik.

“Itu jadi saham tidur aja. Pelaku saham sebutnya saham gocapan dan itu bisa terjadi sekian lama bertahun-tahun bahkan mau jual rugi aja enggak ada yang mau. Ya sudah jadinya uang kita stuck di situ enggak bisa diapa-apain,” ucapnya.

Selain capital loss, risiko lainnya adalah jika perusahaan merugi dan tidak bisa membagikan dividen kepada investor. Hal ini sangat mungkin terjadi karena kondisi perekonomian maupun rendahnya kinerja perusahaan.
Lihat juga: Mengenal Beda Saham LQ45 dan Blue Chip

Bahkan ada pula perusahaan yang dalam beberapa tahun libur membagikan dividen atas persetujuan rapat umum pemegang saham.

“Kalau mereka untung tapi dari RUPS menyebutkan tahun ini enggak bagikan keuntungan ke pemegang saham ya sudah berarti tahun ini enggak ada dulu pembagian dividen. Salah satu risikonya yang di pasar saham seperti itu,” tandasnya.

Sumber Berita : CNN Indonesia

Continue Reading

Investasi

BKPM: 81 Persen Pengajuan Nomor Induk Berusaha Berasal dari UMKM

Published

on

Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) sepanjang tahun 2020 mencapai 1.519.551 NIB. Dari jumlah tersebut pengajuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mendominasi sebesar 81 persen atau 1.229.417 NIB.

BKPM berjanji mendorong kemudahan berusaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan investor terbanyak di Indonesia.

“Angka 81 persen NIB Mikro Kecil yang diterbitkan oleh BKPM melalui OSS merupakan sebuah sinyal yang sangat positif. Kegigihan para pelaku UMKM menunjukkan bahwa memang merekalah investor pahlawan ekonomi,” kata Tina Talisa Juru Bicara BKPM dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2021.

Tina menuturkan upaya mendukung kemudahan berusaha bagi UMKM juga sejalan dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Dalam pasal 13 pada Bagian Kelima tentang Penyederhanaan Persyaratan Investasi Pada Sektor Tertentu di mana Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberikan kemudahan, pemberdayaan dan perlindungan bagi koperasi dan UMKM dalam penanaman modal berdasarkan norma, standar, prosedur dan kriteria yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

UU Cipta Kerja mengatur perizinan berusaha dengan berbasis risiko, di mana ke depan, usaha dibagi menjadi tiga kategori yaitu risiko rendah, risiko sedang, dan risiko tinggi. Seluruh proses perizinan berusaha akan terpusat secara elektronik melalui Online Single Submission (OSS) untuk memberikan kemudahan, kecepatan, kepastian, dan transparansi bagi pelaku usaha.

“Kita tahu bahwa UU CK ini merupakan terobosan regulasi yang dibuat oleh pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Di dalamnya juga diatur bagaimana pemerintah memberikan kemudahan, perlindungan, dan penguatan UMKM. Nanti setelah OSS yang baru diterapkan, usaha dengan risiko rendah hanya perlu NIB, tidak perlu izin,” jelas Tina.

Berdasarkan data dari Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM, selama periode Januari-Desember tahun 2020 tercatat sebanyak 1.670.685 IU (Izin Usaha).

Sementara Izin Operasional/Komersial (IOK) yang diterbitkan mencapai 221.275 IOK. Ada pun pengajuan IOK tersebut didominasi oleh Perdagangan yaitu sebanyak 31.431 IOK, diikuti oleh Kesehatan 21.816 IOK, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 14.565 IOK, Perhubungan 12.446 IOK, serta Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 10.689 IOK.

Sumber Berita : Tempo.co

Continue Reading

Investasi

Hari Pertama Perdagangan 2021, Harga Emas Melonjak

Published

on

Finroll.com – Harga emas melonjak lebih dari dua persen pada hari pertama perdagangan 2021, Senin (4/1/2021) waktu setempat (Selasa pagi WIB)). Dengan kenaikan ini emas berhasil menembus kembali level psikologis 1.900 dollar AS per ounce.

Logam mulia ini memperpanjang kenaikan untuk hari keempat beruntun, didukung pelemahan greenback (sebutan untuk mata uang dollar AS)jelang pemilihan putaran kedua untuk dua kursi Senat AS dari negara bagian Georgia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, melonjak 51,5 dollar AS atau 2,72 persen ditutup pada 1.946,60 dollar AS per ounce. Emas berjangka mengakhiri perdagangan tahun 2020 dengan naik tipis 1,7 dolar AS atau 0,09 persen menjadi 1.895,10 dollar AS. “Ada kemungkinan bahwa kita akan melihat stimulus yang signifikan, yang akan menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam dollar,” kata Jeffrey Sica, pendiri dari Circle Squared Alternative Investments.

Indeks dollar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama, merosot ke level terendah 2,5 tahun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Investor mengamati pemilihan putaran kedua pada Selasa waktu setempat di negara bagian Georgia, yang akan memutuskan partai mana yang mengendalikan Senat AS.

“Pemilihan Senat minggu ini bisa menjadi peristiwa besar yang mengganggu sehingga emas menguat,” tambah Sica. Jika Demokrat dari Presiden terpilih Joe Biden menguasai kedua majelis Kongres AS, pemerintahannya akan lebih mudah untuk mendorong kebijakan seperti mengatur ulang perpajakan untuk meningkatkan stimulus dan pengeluaran infrastruktur.

Banyak investor melihat emas yang tidak memberikan imbal hasil sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang mereka khawatirkan dapat diakibatkan dari langkah-langkah stimulus yang besar. Investor khawatir dengan meningkatnya kasus Covid-19, saat lebih dari 1,8 juta orang telah meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia. Kasus tersebut mungkin terus meningkat karena liburan di tengah lambatnya peluncuran vaksin Covid-19. Pemberlakukan lockdown yang lebih ketat diperkirakan terjadi di Inggris dan Jepang, ketika kasus Covid-19 meningkat.

Baca juga: Naik Rp 6.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg

Sementara analis StoneX, Rhona O’Connell, menyebutkan, varian baru virus corona di Afrika Selatan kemungkinan akan berdampak pada harga logam mulia. “Larangan penerbangan keluar dari Afrika Selatan akan mempengaruhi ekspor logam mulia – tentunya emas, platina dan paladium … yang diangkut melalui udara, dan sebagian besar dari itu pada penerbangan penumpang,” katanya. Adapun perak untuk pengiriman Maret naik 95,2 sen atau 3,6 persen menjadi 27,36 dollar AS per ounce. Sedangkan platinum untuk pengiriman April turun 7,7 dollar AS atau 0,71 persen menjadi 1.071,50 dollar AS per ounce.

Sumber : Kompas.com

Continue Reading

Trending