Connect with us

Science & Technology

Belasan Brand Fesyen Indonesia Siap Tembus Pasar Dunia  

Published

on


Finroll.com — Sejak dibentuk di tahun 2015, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) telah secara aktif berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif di Indonesia dan mendukung para pelaku di berbagai kegiatan baik dalam maupun luar negeri. BEKRAF hari ini (16/10) kembali membuktikan upayanya dengan meluncurkan buku direktori ekonomi kreatif yang berjudul ‘ICINC – For You’.

Kepala BEKRAF Triawan Munaf menyatakan bahwa BEKRAF melihat adanya kebutuhan data dan alat pemasaran praktis untuk mempermudah proses pengenalan tiap sub-sektor ekonomi kreatif Indonesia.

“Buku ICINC For You ini diharapkan tidak hanya merangkum para pelaku dan produk ekonomi kreatif Indonesia, tetapi juga dapat menjembatani terjadinya pembelian karya atau jasa baik secara domestik maupun internasional,” ujar Triawan.

Buku direktori ICINC – For You yang diluncurkan merupakan tiga buah buku yang meliputi tiga sub-sektor ekonomi kreatif, yaitu Kuliner, Kriya dan Fesyen.

Terdapat delapan belas brand fesyen asli Indonesia yang telah bepartisipasi dalam berbagai expo maupun kolaborasi dengan berbagai pihak di luar negeri.

Dalam buku direktori ICINC – For You, tidak hanya fesyen couture yang diangkat, namun jugamodest fashionstreetwear, beserta aksesori-nya turut mendapatkan porsi.

Turut hadir juga dalam acara peluncuran buku direktori ICINC – For You adalah perwakilan dari sub-sektor Kriya Diana Nasir, sub-sektor Fesyen Khairiyah Sari dan sub-sektor Kuliner Kevindra Soemantri. Peluncuran ICINC – For You ini pun disambut positif oleh para pelaku di industri ekonomi kreatif, karena tidak hanya membantu mereka dalam memasarkan produknya, namun juga membuka berbagai pintu baru untuk lebih mengenal sesama pelaku.

“Tentunya kami sangat berbahagia direktori ini akhirnya dapat diluncurkan, semoga direktori untuk subsektor lainnya juga dapat segera diluncurkan,” ujar Khairiyah Sari.

Buku ICINC – For You ini nantinya tidak hanya akan disebarkan di dalam negeri, namun juga akan disebarkan ke luar negeri dan dapat diunduh di laman BEKRAF.

“Tentunya upaya BEKRAF untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif tidak berhenti di tiga buku direktori ini saja. Kami akan segera merilis buku direktori lainnya untuk seluruh sub-sektor ekonomi kreatif yang berada di bawah naungan BEKRAF,” tutur Joshua Simanjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF.(red)

Advertisement Valbury

Science & Technology

Rayakan Satu Dekade, Xiaomi Akan Luncurkan Seri Terbaru Mi 10

Published

on

By

Ilustrasi. (Xiaomi Indonesia).

Finroll.com, Jakarta –  Xiaomi dikabarkan bakal meluncurkan varian terbaru dari produk unggulan Xiaomi Mi 10 pada 11 Agustus 2020. Peluncuran itu untuk menandai satu dekade Xiaomi berkiprah di dunia ponsel pintar atau sejak pertama meluncurkan Mi 1.

Peluncuran seri terbaru Mi 10 akan berlangsung secara virtual. Ada sejumlah nama terbaru dari varian Mi 10 yang beredar, mulai dari Mi 10s, Mi 10 Pro Plus, hingga Xiaomi Mi 10 Extreme Commemorative Edition yang paling berpotensi.

Melansir GSM Arena, Xiaomi Mi 10 seri terbaru tampaknya merupakan handset M2007J1SC yang disertifikasi oleh otoritas 3C bulan lalu . Baru-baru ini, ponsel Xiaomi baru juga terlihat di platform benchmark seperti AnTuTu dan Geekbench.

Xiaomi Mi 10 terbaru diprediksi akan menggunakan layar AMOLED melengkung 6,67 inci. Layar ponsel anyar itu juga diduga bisa mendukung kecepatan refresh 120Hz.

Meski demikin, belum jelas apakah ponsel itu akan ditenagai oleh Snapdragon 865 atau Snapdragon 865+.

Melansir Gizmochina, Xiaomi Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan baterai 4.500mAh. Selain itu, ponsel tersebut akan didukung dengan pengisian cepat 120W dan teknologi pengisian nirkabel super cepat 55W.

Dari sisi kamera, Mi 10 terbaru kemungkinan akan menggunakan lensa 48 megapiksel  di bagian belakang. Selain itu, ponsel itu juga akan dilengkapi dengan lensa makro hingga ultrawide.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Apple Hapus 30 Ribu Aplikasi dari China di App Store

Published

on

By

Ilustrasi Apple. (AP/Ng Han Guan)

Finroll.com, Jakarta –  Apple telah menghapus lebih dari 30 ribu aplikasi China dari App Store. Qimai Research Institute mengatakan sekitar 90 persen dari 30 ribu aplikasi itu adalah aplikasi game.

Penghapusan ini dimulai dari awal Juni dan meningkat pada Juli. Penghapusan ini dilakukan Apple untuk menghapus aplikasi yang tidak memiliki persetujuan atau lisensi dari China.

Apple sebelumnya telah memperingatkan para pengembang dan penerbit bahwa game iOS akan memerlukan lisensi untuk terus beroperasi di China.

Apple secara eksplisit mengatakan setiap game yang tidak berlisensi akan dilarang dan dihapus setelah 31 Juli. Setelah pembersihan di App Store pada Sabtu (1/8), ada sekitar 179 ribu gim tersisa di App Store China.

Dilansir dari Bloomberg, China adalah salah satu pasar terbesar Apple untuk menjual barang dan layanan digital. Adanya kekhawatiran tentang menjamurnya kecanduan di antara anak di bawah umur dan penyebaran konten ofensif, regulator telah mengadopsi proses peninjauan yang lebih ketat dan lebih lambat.

Dilansir ari 9to5mac, Apple  menghapus ribuan aplikasi dari App Store karena aplikasi itu tidak memenuhi persyaratan peraturan untuk pembayaran. Apple menghapus lebih dari tiga ribu game dari App Store di China selama 1 Juli dan 2 Juli.

Qimai mengatakan Apple telah mengingatkan akan menghapus gim kepada pengembang gim pada 8 Juli apabila gim tersebut tidak memenuhi persyaratan peraturan.

Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. juga akan terdampak akibat peraturan ini. Sebab mereka akan kehilangan pendapatan dari iklan yang berada di gim.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Tiga Tren IoT yang Berkembang Selama Pandemi Corona

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan di saat pandemi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) ada tiga Internet of Things atau IoT yang telah berkembang pesat yaitu kesehatan, agrikultural, dan energi.

Misalnya pada industri kesehatan, saat ini banyak perangkat IoT yang dimanfaatkan contoh mengukur suhu tubuh yang dikenal dengan thermal detection dan lainnya.

“Jadi terhadap sektor apa saja terutama di kala pandemi ini ada tiga sektor yang tumbuh cepat di IoT, yang pertama adalah health care ini dipaksa tumbuh sedemikian cepat seperti mulai dari thermal detection sampai remote monitoring,” kata Teguh lewat konferensi pers lewat siaran langsung di Jakarta, Rabu (29/7).

Kemudian sektor agrikultural juga membutuhkan teknologi IoT seperti remote monitoring karena saat ini para pelaku industri ini susah untuk mengecek jualan mereka.

Yang terakhir dari sektor energi dalam hal ini misalnya energi air, elektronik, dan gas juga menggunakan remote monitoring.

Menyoal IoT, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk meredam pademi virus corona baru.

Korea Selatan punya platform dan aplikasi berteknologi big data di Korea Selatan, di mana salah satu contohnya adalah platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik.

Melalui sistem tersebut pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek.

Manfaat big data dan georeference sangat luas, salah satunya dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data tersebut pemerintah kemudian bisa mengidentifikasi orang dalam pengawasan (ODP).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending