Connect with us

Science & Technology

Berapa Biaya Mozilla Firefox Versi Berbayar?

Published

on


Finroll.com  – Mozilla akan meluncurkan peramban Firefox versi berbayar yang menawarkan berbagai fitur premium, antara lain penyimpanan cloud dan layanan VPN.

Mozilla, dikutip laman The Verge, akan menawarkan Firefox versi berbayar mulai Oktober 2019, namun belum banyak informasi tentang versi premium ini. Belum jelas juga apakah Firefox berbayar ini akan menjadi layanan tunggal dengan banyak fitur, atau akan dibuat terpisah.

Tahun lalu, Mozilla menguji coba layanan VPN berbayar ke sejumlah kecil konsumen mereka. Konsumen yang terpilih untuk berpartisipasi di uji coba tersebut berlangganan langsung melalui Firefox dengan biaya 10 dolar per bulan untuk menggunakan ProtonVPN.

Langganan VPN merupakan salah satu cara monetisasi Mozilla agar pendapatan mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pembayaran perusahaan ketiga yang ingin ditampilkan di peramban Firefox.

Fitur-fitur yang saat ini tersedia di Firefox tidak dikenakan biaya.

Wakil direktur senior di Mozilla, Dave Camp, dalam keterangan resmi menyatakan peramban Firefox tetap akan menjadi produk utama untuk menawarkan berbagai layanan.

Science & Technology

iPhone 11 Resmi Rilis, Ini Kelebihannnya

Published

on

By

Finroll.com – iPhone 11 tak lagi sekadar rumor. Apple memperkenalkan iPhone terbarunya itu melalui sebuah acara spesial yang digelar di Steve Jobs Theater, Cupertino, AS, pada Selasa (10/9) waktu setempat.

Tidak seperti iPhone sebelumnya yang menggunakan angka romawi, Apple kembali memakai numerik untuk penamaan iPhone anyar ini, yakni iPhone 11. Jika dibaca, ia menjadi iPhone Eleven. Tidak ada yang mengejutkan dari pengumuman iPhone 11, karena rumor-rumor yang beredar di internet selama ini semuanya benar.

Total ada tiga varian iPhone 11 yang dirilis tahun 2019 ini. Yaitu, iPhone 11 yang akan jadi suksesor iPhone XR, serta iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max sebagai penerus iPhone XS dan iPhone XS Max.

Sekarang, mari kita bahas lebih dulu tentang iPhone 11. Ia hadir dengan layar panel IPS LCD berukuran 6,1 inci. Desainnya mirip dengan iPhone edisi tahun lalu, karena masih memiliki poni layar untuk kamera Face ID.

Bagian paling mencolok dari iPhone 11 ada pada bagian belakangnya, tepatnya pada unit kameranya yang berukuran besar. Ukuran lingkaran pada kamera ini jauh lebih besar dibandingkan dengan iPhone XS.

Kini, dua kamera itu tersusun vertikal, lalu ada lampu flash LED. Semua itu berada dalam bidang persegi empat.

Tampilan belakang ini membuat iPhone 11 mirip dengan smartphone Huawei Mate 20.
Pada iPhone XR yang rilis tahun lalu, Apple hanya memberi satu kamera belakang 12 MP berlensa wide angle dengan bukaan f/1.8. Untuk iPhone 11 kali ini, perusahaan kasih sistem kamera ganda dengan tambahan kamera 12 MP berlensa ultra-wide angle dengan bukaan f/2.4 yang mendukung 2x optical zoom.

Kemampuan kamera iPhone 11 juga semakin baik dibanding pendahulunya. Sekarang iPhone anyar ini punya Night Mode mirip Samsung Galaxy Note 10 dan Galaxy S10 yang memungkinan pengguna mengambil gambar di malam hari dengan hasil terang.

Pengguna juga bisa merekam video dan berganti kamera wide dan ultra wide dalam sekali sentuhan. Ada juga dukungan fitur video 4K dengan 60 frame per detik (frame per second/fps), slo-mo, hingga time lapse.

Sementara kamera depan iPhone 11 juga mengalami pembaruan. Kini ada kamera 12 MP TrueDepth berlensa wide angle yang bisa dirotasi untuk foto landscape.

Kamera selfie-nya ini mendukung video 4K dan slow motion atau gerak lambat di kamera selfie iPhone 11, atau Apple menyebutnya ‘Slofie’.

iPhone 11 memakai prosesor Apple A13 Bionic sebagai dapur pacunya. Cip baru itu diklaim sebagai CPU dan GPU smartphone tercepat. Performanya akan didukung dengan RAM 4 GB.

Saatnya bahas harga, informasi yang paling ditunggu para Apple fanboy di seluruh dunia. iPhone 11 disebut akan dijual dengan harga mulai 699 dolar AS atau sekitar Rp 9,8 juta.

Continue Reading

Science & Technology

Oh, Ternyata Begini Awal Mula Nama Kontool

Published

on

By

Finroll.com – Produsen perangkat lunak untuk bidang akuntansi dan konsultasi pajak asal Jerman, Kontool, tidak menyangka nama perusahaannya akan jadi begitu viral di antara netizen Indonesia, namun mereka mengaku senang.

Beberapa hari belakangan ini, netizen Indonesia dihebohkan dengan sebuah perusahaan yang namanya sekilas mirip dengan sebutan untuk alat vital laki-laki. DW Indonesia berusaha menghubungi perusahaan ini. Namun, mengingat ketatnya tenggat waktu, DW pun melakukan wawancara lewat surat elektronik.

Pihak Kontool lantas membalas email DW dengan taburan emoji positif di sana-sini.

“Ya, kami sangat senang berada di gelombang viral,” ujar salah satu pendiri Kontool, Mirko Behnken, kepada Deutsche Welle Indonesia, Selasa (03/09).

Kontool adalah perangkat lunak yang bisa dipakai oleh pekerja di bagian akutansi dan juga para konsultan pajak. Sistem ini diproduksi oleh Kantiko GmbH yang didirikan tahun 2012. Hingga kini, Kantiko GmbH mempekerjakan sepuluh orang karyawan yang berkedudukan di kota Hamburg dan Berlin, Jerman.

Ketiga pendiri perusahaan, yaitu Stefan Jurgens, Benjamin Panke dan Mirko Behnken sendiri adalah kolega yang bekerja bersama sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan Kantiko.

“Ini adalah aplikasi website untuk manajemen sistem informasi bagi perusahaan berskala kecil (5-50 karyawan). Ini membantu para pengusaha untuk bisa berfokus pada data finansial mereka tanpa harus memiliki pengetahuan di bidang teknologi informasi atau akuntansi,” kata mereka.

“Karena itu, kami mencari sebuah nama yang berkaitan dengan perangkat lunak dan akuntansi,” ujar Behnken ketika ditanya perihal asal-usul pemberian nama perusahaannya.

Setelah meriset dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman, akhirnya para pendiri perusahaan sepakat memakai nama Kontool yang merupakan gabungan dari dua kata berbahasa Jerman dan Inggris. Kata pertama yaitu Konto dalam bahasa Jerman berarti rekening dan tool dalam bahasa Inggris, yang artinya alat.

“Kami tidak pernah menyangka bahwa suatu saat kami akan berkomunikasi dengan pasar dari Indonesia,” tulisnya.
Spontan tawarkan kaus humor

Sejumlah netizen yang berbahasa Indonesia pun sontak menghujani laman sosial media milik Kontool, utamanya di Twitter dan Facebook.

Seorang warga internet dengan nama Rachman misalnya berharap perusahaan ini menjadi besar.

Warga lain pun berharap perusahaan ini semakin sukses.

Pihak Kontool tampaknya menyambut perhatian ini secara positif. Perusahaan ini bahkan mempublikasi lembaran fakta dalam bahasa Inggris namun dengan kalimat pengantar di sosial media yang cukup membuat geleng-geleng kepala.

Hingga berita ini ditulis, posting ini pun mendapat sekitar 2.300 reaksi, 1.300-an komentar dan dibagikan lebih dari 1.600 kali.

Dalam posting sehari sebelumnya Kontool berterima kasih atas banyaknya pesan dan komentar di laman sosial media mereka. Kontool mengatakan mereka telah secara spontan memutuskan untuk menjual kaus dengan tulisan bernada humor “I love kontool” yang bisa dibeli oleh netizen.

“Kebanyakan komentar bernada positif dan orang Indonesia sangat ramah. Ini adalah perasaan emosional yang luar biasa. Bahkan, ketika kami sama sekali tidak punya waktu luang saat ini,” kata Behnken.
‘Berpikir besar’

Ketika ditanya apakah pihak Kontool memiliki rencana untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia dan jika demikian apakah mereka akan mengganti nama, Behnken mengatakan untuk saat ini produk perusahaannya hanya bersinergi dengan sejumlah perangkat lunak akuntansi di Jerman.

Namun pihaknya mengatakan akan menganalisis apakah akan ada kemungkinan untuk memasuki pasar Indonesia.

“Jika produk kami bisa menemukan pasarnya, mengapa tidak. Apakah kami akan menggunakan nama yang sama: sulit untuk diputuskan. Merek Kontool sekarang sudah di sana.”

Behnken pun mengaku sekarang dia mengerti mengapa banyak rekomendasi bagi para perusahaan startup untuk berpikir besar.

“Berpikir besar. Dalam banyak panduan untuk startup mereka merekomendasikan Anda untuk berpikir bagi bisnis besar. Saya tidak pernah mengerti kalimat ini sebelumnya. Sekarang saya mengerti,” kata Behnken dengan menambahkan emoji tersenyum.

Continue Reading

Science & Technology

Menkominfo Bocorkan Startup Unicorn Baru Asal Indonesia

Published

on

By

INFOGRAFIS: 4 Unicorn Indonesia dan Siapa Saja List Investornya?

Finroll.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, memprediksi bahwa sebelum akhir tahun 2019 akan lahir satu perusahaan rintisan (startup) berlabel unicorn dari bidang pendidikan.

“Ini perkiraan ya, karena saya tidak bisa pastikan, tergantung yang mau investasi, startup di bidang edu-tech,” ujar Rudiantara di sela Google Cloud Summit di Jakarta, Kamis.

Namun, Rudiantara enggan menyebut nama startup tersebut. “Yang sudah pendanaannya di ronde-ronde atas, bukan di level seed capital atau di seri A, tapi sudah di seri D atau ke atas,” kata dia.

Startup bidang edu-tech yang diprediksi Rudiantara bakal memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dolar atau menjadi unicorn karena pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan.

“Kalau tahun depan Rp2.500 triliun, berarti Rp500 triliun untuk pendidikan, kalau dapat 10 persen-20 persen sudah Rp5 triliun-Rp10 triliun, dengan GMV (Gross Merchandise Volume) segitu sudah bisa jadi startup unicorn,” ujar Rudiantara.

Startup tersebut akan menjadi kandidat unicorn ke-5 di Indonesia. Saat ini, Indonesia telah memiliki empat startup unicorn yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Sementara itu, pemerintah telah memiliki program Next Indonesian Unicorn (NexICorn) untuk mengasilkan lebih banyak startup unicorn di Indonesia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending