Connect with us
[adrotate group="1"]

Entertainment

Berikut Para Pemenang Penghargaan Grammy Awards 2019

Published

on


Grammy Awards 2019 telah usai digelar di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (10/2/2019) malam waktu setempat.

Finroll.com – Sederet musisi kelas dunia bersaing untuk dapat membawa pulang piala bergengsi itu. Total ada 44 piala yang diperebutkan di ajang Grammy Awards 2019 yang ke-61 itu.

Grammy Awards 2019

Salah satu penyanyi papan atas yang berhasil menyabet lebih dari satu piala, yakni Lady Gaga. Gagapun berhasil menyabet 3 piala sekaligus diajang ini.

Tiga piala yang didapat Lady Gaga yaitu Best song written for visual media untuk singel “Shallow”, Best pop solo performance untuk “Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?)”,  dan Best Pop Duo/Group Performance untuk “Shallow”.

Selain Gaga, ada Dua Lipa yang berhasil membawa piala Grammy pertama dalam hidupnya. Dua Lipa memenangkan lewat lagu ‘Electricity’ dalam kategori Best Dance Recording di Grammy Awards 2019.

Sayang, Dua Lipa tak bisa menerima penghormatan secara langsung karena sedang menyiapkan aksinya.

Hal yang manarik lainnya di ajang Grammy Awards 2019 adalah Childish Gambino, ia telah berhasil memenangkan nominasi di kategori ‘Best Music Video’ berkat lagu ‘This is America’.

Lagu yang cukup kontroversial di Amerika Serikat tersebut juga berhasil membawa pemilik nama lengkap Donald Glover itu membawa pulang penghargaan dalam nominasi ‘Best Rap/Sung Performance’.

Tak ketinggalan penyanyi centil nan imut Ariana Grande yang sukses menyabet kemenangan sebagai Album Vokal Pop Terbaik untuk Sweetener.

Ariana berhasil mengalahkan para pesaingnya yang tak biasa dianggap sepele seperti Camila Cabello (Camila), Kelly Clarkson (Meaning Of Life), Shawn Mendes (Shawn Mendes), P1nk (‘Beautiful Trauma) dan Taylor Swift (Reputation).

Lalu, siapa saja musisi yang berhasil meraih penghargaan Grammy Awadrs 2019 ini? Berikut daftar lengkap pemenangnya :

Song of the Year
“This Is America” — Donald Glover and Ludwig Goransson, songwriters (Childish Gambino)

Best Pop Solo Performance
“Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?)” — Lady Gaga

Best Pop Duo/Group Performance
“Shallow” — Lady Gaga and Bradley Cooper

Best Pop Vocal Album
“Sweetener” — Ariana Grande

Best Rock Performance
“When Bad Does Good” — Chris Cornell

Best Rock Song
“Masseduction” — Jack Antonoff and Annie Clark, songwriters (St. Vincent)

Best Rock Album
“From the Fires” — Greta Van Fleet

Best Alternative Music Album
“Colors” — Beck

Best R&B Performance
“Best Part” — H.E.R. featuring Daniel Caesar

Best Urban Contemporary Album
“Everything Is Love” — The Carters

Best Rap Performance
“King’s Dead” — Kendrick Lamar, Jay Rock, Future and James Blake and
“Bubblin” — Anderson .Paak

Best Country Solo Performance
“Butterflies” — Kacey Musgraves

Best Jazz Instrumental Album
“Emanon” — The Wayne Shorter Quartet

Best Latin Pop Album
“Sincera” — Claudia Brant

Best Latin Rock, Urban or Alternative Album
“Aztlán” — Zoe

Best Americana Album
“By the Way, I Forgive You” — Brandi Carlile

Best Song Written for Visual Media
“Shallow” — Lady Gaga, Mark Ronson, Anthony Rossomando and Andrew Wyatt, songwriters (Lady Gaga and Bradley Cooper)

Producer of the Year, Non-Classical
Pharrell Williams

Best Music Video
“This Is America” — Childish Gambino

Best Comedy Album
“Equanimity & the Bird Revelation” — Dave Chappelle

Best Musical Theater Album
“The Band’s Visit” — Etai Benson, Adam Kantor, Katrina Lenk and Ari’el Stachel, principal soloists; Dean Sharenow and David Yazbek, producers; David Yazbek, composer and lyricist

Best Instrumental Composition
“Blut Und Boden (Blood and Soil)” — Terence Blanchard

Best Arrangement, Instrumental or A Cappella
“Stars and Stripes Forever” — John Daversa

Best Arrangement, Instruments and Vocals
“Spiderman Theme” — Mark Kibble, Randy Waldman and Justin Wilson, arrangers

Best Recording Package
“Masseduction” — Willo Perron, art director

Best Boxed or Special Limited Edition Package
“Squeeze Box: The Complete Works of ‘Weird Al’ Yankovic” — Meghan Foley, Annie Stoll and Al Yankovic, art directors

Best Album Notes
“Voices of Mississippi: Artists and Musicians Documented by William Ferris” — David Evans, album notes writer

Best Historical Album
“Voices of Mississippi: Artists and Musicians Documented by William Ferris” — William Ferris, April Ledbetter and Steven Lance Ledbetter, compilation producers; Michael Graves, mastering engineer

Best Engineered Album, Non-Classical
“Colors” — Julian Burg, Serban Ghenea, David “Elevator” Greenbaum, John Hanes, Beck Hansen, Greg Kurstin, Florian Lagatta, Cole M.G.N., Alex Pasco, Jesse Shatkin, Darrell Thorp and Cassidy Turbin, engineers; Chris Bellman, Tom Coyne, Emily Lazar and Randy Merrill, mastering engineers

Best Remixed Recording
“Walking Away (Mura Masa remix)” — Alex Crossan, remixer

Best Immersive Audio Album
“Eye in the Sky – 35th Anniversary Edition” — Alan Parsons, surround mix engineer; Dave Donnelly, P.J. Olsson and Alan Parsons, surround mastering engineers; Alan Parsons, surround producer

Best Contemporary Instrumental Album
“Steve Gadd Band” — Steve Gadd

Band Best Gospel Performance/Song
“Never Alone” — Tori Kelly featuring Kirk Franklin; Kirk Franklin and Victoria Kelly, songwriters

Best Contemporary Christian Music Performance/Song
“You Say” — Lauren Daigle; Lauren Daigle, Jason Ingram and Paul Mabury, songwriters

Best Gospel Album
“Hiding Place” — Tori Kelly

Best Contemporary Christian Music Album
“Look Up Child” — Lauren Daigle

Best Roots Gospel Album
“Unexpected” — Jason Crabb

Best World Music Album
“Freedom” — Soweto Gospel Choir

Best Compilation Soundtrack for Visual Media
“The Greatest Showman” — Hugh Jackman (and Various Artists); Alex Lacamoire, Benj Pasek, Justin Paul and Greg Wells, compilation producers

Best Score Soundtrack for Visual Media
“Black Panther” — Ludwig Göransson, composer

Best New Age Album
“Opium Moon” — Opium Moon

Best American Roots Performance
“The Joke” — Brandi Carlile

Best American Roots Song
“The Joke” — Brandi Carlile, Dave Cobb, Phil Hanseroth and Tim Hanseroth, songwriters

Best Bluegrass Album
“The Travelin’ Mccourys” — The Travelin’ Mccourys

Best Traditional Blues Album
“The Blues Is Alive and Well” — Buddy Guy

Best Contemporary Blues Album
“Please Don’t Be Dead” — Fantastic Negrito

Best Folk Album
“All Ashore” — Punch Brothers

Best Children’s Album
“All the Sounds” — Lucy Kalantari & the Jazz Cats

Best Spoken Word Album (Includes Poetry, Audio Books and Storytelling)
“Faith – A Journey for All” — Jimmy Carter

Best Regional Mexican Music Album (Including Tejano)
“¡México Por Siempre!” — Luis Miguel

Best Tropical Latin Album
“Anniversary” — Spanish Harlem Orchestra

Best Regional Roots Music Album
“No ‘Ane’i” — Kalani Pe’a

Best Music Film
“Quincy” — Quincy Jones; Alan Hicks and Rashida Jones, video directors; Paula Dupré Pesmen, video producer

Best Country Duo/Group Performance
“Tequila” — Dan + Shay

Best Country Song
“Space Cowboy” — Luke Laird, Shane Mcanally and Kacey Musgraves, songwriters

Best Traditional Pop Vocal Album
“My Way” — Willie Nelson

Best Engineered Album, Classical
“Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11” — Shawn Murphy and Nick Squire, engineers; Tim Martyn, mastering engineer

Producer of the Year, Classical
Blanton Alspaugh

Best Orchestral Performance
“Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11” — Andris Nelsons, conductor

Best Opera Recording
“Bates: The (R)evolution of Steve Jobs” — Michael Christie, conductor; Sasha Cooke, Jessica E. Jones, Edward Parks, Garrett Sorenson and Wei Wu; Elizabeth Ostrow, producer

Best Choral Performance
“Mcloskey: Zealot Canticles” — Donald Nally, conductor

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance
“Anderson, Laurie: Landfall” — Laurie Anderson and Kronos Quartet

Best Classical Instrumental Solo
“Kernis: Violin Concerto” — James Ehnes; Ludovic Morlot, conductor

Best Classical Solo Vocal Album
“Songs of Orpheus – Monteverdi, Caccini, D’india & Landi” — Karim Sulayman; Jeannette Sorrell, conductor; Apollo’s Fire, ensembles

Entertainment

Duo Delima Rilis Single Kedua “Bocah Tua Nakal”

Published

on

Finroll.com — Sukses dalam album pertamanya yang berjudul ‘Goyang Dari Samping’ yang diproduksi oleh label CMP Record, Kini penyanyi dangdut cantik, Elma Fee dan Diana Putri, yang tergabung dalam grup Duo Delima, merilis single terbaru yang berjudul Bocah Tua Nakal (BTN).

Lagu karya Don Kinol tersebut, mengisahkan tentang curahan hati (curhat) para wanita dan remaja yang kerap menjadi sasaran modus atau tingkah kurang ajar para ‘om-om nakal’ atau pria hidung belang.

“Lagu Bocah Tua Nakal ini tuh mewakili perasaan aku, Diana dan mungkin sebagian remaja-remaja wanita lain yang sering kali menjadi korban tingkah kurang ajar para om-om nakal,” ungkap Elma Fee dalam jumpa pers yang digelar di Kantor CMP Record, Jakarta Timur, Rabu (29/7/2020).

Elma menyadari betul, profesinya sebagai penyanyi dangdut menuntut dirinya untuk berinteraksi dan menghibur para penggemar maupun penonton. Namun, dirinya sangat menyayangkan jika ada penonton yang kebablasan dan bertingkah kurang ajar.

“Aku pernah saat manggung off air ada penonton yang naik ke atas panggung bernyanyi dan berjoget bersama, tapi lama-kelamaan kok tangannya mulai kemana-mana, rasanya pengen aku tonjok,” lanjut Elma.

Senada dengan Elma, Diana juga mengisahkan, dirinya pernah mendapat pesan (DM) Instagram dari salah seorang pria yang menanyakan hal yang menurutnya sangat merendahkan dirinya.

“Pernah aku di DM sama om-om nakal yang nanya tarif. Awalnya aku pikir tarif manggung, tapi rupanya dia menanyakan tarif temenin dia tidur, jijik banget kan?” kata Diana.

Sementara itu, owner CMP Record, Maulina Silaen, menyampaikan, pihaknya berharap kehadiran single Bocah Tua Nakal dari Duo Delima ini bisa diterima masyarakat dan mengobati rasa rindu para pecinta musik dangdut tanah air.

“Kami berharap kehadiran single  terbaru Bocah Tua Nakal dari Duo Delima ini bisa menghibur dan diterima masyarakat, khususnya para pecinta dangdut tanah air di masa pandemi saat ini,” ujar Maulina.

Continue Reading

Entertainment

Agustus Mendatang BTS Bakal Rilis Lagu Berbahasa Inggris

Published

on

Finroll – Jakarta, BTS bakal merilis lagu berbahasa Inggris pertama pada 21 Agustus mendatang sebagai pembuka jalan untuk album baru mereka.

“Kami sedang mempersiapkan album untuk paruh kedua tahun ini, dan memutuskan untuk merilis sebuah lagu lebih dulu karena kami ingin menjangkau penggemar sesegera mungkin,” ujar BTS lewat pernyataan yang dikutip dari Variety, Minggu (26/6).

Pernyataan itu berlanjut, “Kami pikir lagu itu terdengar sempurna dalam bahasa Inggris. Kami merekam versi panduannya dan merasa hasilnya adalah sesuatu yang benar-benar baru dan segar.”

BTS memang sudah pernah merilis lagu yang mencampurkan bahasa Inggris dan Korea, di antaranya MIC Drop dan Waste It on Me hasil kolaborasi dengan Steve Aoki.

Namun, ini merupakan kali pertama mereka merekam lagu dengan lirik sepenuhnya bahasa Inggris. Mereka menganggap lagu ini sebagai tantangan baru.

“Kami butuh terobosan selama masa tak terduga ini. Ini juga merupakan tantangan baru bagi kami,” demikian pernyataan mereka.

Boyband pelantun lagu Boy with Luv ini juga menyatakan bahwa mereka ingin segera merilis lagu ini untuk memberikan semangat bagi para penggemar di tengah pandemi Covid-19.

“Karena Covid-19, orang-orang di seluruh dunia melalui masa-masa sulit dan kami ingin berbagi energi positif dengan penggemar kami,” tulis BTS.

BTS pertama kali mengungkap kabar perilisan lagu baru ini melalui siaran langsung di platform V Live akhir pekan lalu. Pihak agensi Big Hit Entertainment lantas mengonfirmasi soal lagu baru ini beberapa waktu setelahnya.

Boyband ini sendiri baru saja merilis album berbahasa Korea keempat, Map of the Soul: 7, pada Februari lalu. Album tersebut sempat menduduki posisi ke-4 tangga musik Billboard 200.

Lagu ‘ON’ dari album tersebut juga berada di posisi yang sama dalam Billboard Hot 100. Ini menjadi capaian tertinggi yang didapat grup asal Korea Selatan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Aktor Stranger Things Jadi Sopir Penculik di Trailer Spree

Published

on

Finroll – Jakarta, Musisi dan aktor yang dikenal berkat serial Stranger Things, Joe Keery, beraksi sebagai sopir penculik dalam trailer perdana film laga horror terbaru bertajuk Spree.

Dalam trailer berdurasi hampir dua menit itu, Keery terlihat berperan sebagai Kurt, seorang sopir taksi daring berusia 23 tahun.

Haus perhatian di jagat maya, Kurt menyiarkan semua kegiatannya sebagai sopir di jejaring sosial. Dari awalnya biasa saja, Kurt mulai beraksi melewati batas, seperti menculik hingga membunuh.

“Salah memperhitungkan popularitas yang datang dari tindakan mematikannya, keputusasaan Kurt terus bertumbuh sementara ia mencoba mencari cara untuk memperbaiki keburukan rencananya,” demikian sinopsis resmi Spree yang diterima NME.

Sinopsis itu berlanjut, “Di tengah kekacauan ini, seorang komedian (Sasheer Zamata) dengan agenda viralnya tersendiri bertemu dengan Kurt dan menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan semua kegilaannya.”

Spree seharusnya tayang perdana di Festival Film Sundance yang ternyata batal karena pandemi Covid-19. Film ini juga semestinya diputar di bioskop pada 14 Agustus, tapi juga batal akibat penyebaran virus corona.

Sementara itu, Keery juga seharusnya bersiap untuk syuting Stranger Things musim ketiga. Namun, proses persiapan juga teradang pandemi Covid-19.

Dalam Stranger Things, Keery berperan sebagai Steve yang bersahabat dengan Dustin. Persahabatan kedua karakter ini mencuri perhatian penggemar.

Sebagian penggemar lantas meminta Netflix membuat spinoff untuk membahas lebih lanjut mengenai kedua karakter tersebut. Namun, Keery enggan menggarap spinoff seperti itu.

“Akan sangat sulit. Kalian tidak akan mau mengecewakan orang lain, jadi bagi saya, lebih baik membiarkan orang menginginkan lebih ketimbang membuat acara baru dan orang malah kehilangan perhatian,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending