Connect with us

Nasional

Berkawan Lama, Ryamizard Tahu Kartu AS Prabowo

Published

on


Berkawan puluhan tahun saat menjadi anggota TNI, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan 2014-2019 Ryamizard Ryacudu disebut sudah paham sisi personal satu sama lain. Prabowo bahkan menyebut, Ryamizard mengantongi seluruh rahasianya.

“Pak Ryamizard adalah seorang patriot, kawan lama saya, kami dulu di taruna sama-sama di kompi yang sama, baraknya pun sama. Itu semua rahasia saya semua beliau tahu. Jadi jangan banyak dibuka lah ya,” kata Prabowo sambil tertawa, selepas serah terima jabatan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (24/5).

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, Ryamizard sudah mengingatkan dia bahwa kini posisinya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) menanggung tugas yang sangat berat. Mulai mengawal Presiden Joko Widodo hingga menjaga keutuhan serta keamanan wilayah negara.

“Oleh karena itu negara ini bisa sangat sangat repot, dan itu yang saya terima dari beliau. Saya juga mengucapkan selamat jalan pada beliau, tapi saya yakin semangat beliau untuk merah putih akan terus, pasti beliau akan berbakti dan mengabdi terus sisa hidupnya untuk negara dan bangsa,” jelas Prabowo.

Sementara Ryamizard sendiri meyakini bahwa koleganya itu mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Beliau adalah seorang prajurit sejati. Saya juga setelah ini bukan diam-diam saja, tapi tetap mengabdi pada bangsa dan negara,” ucapnya.

Setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/10), Prabowo Subianto melaksanakan serah terima jabatan dari Menteri Pertahanan periode 2014-2019, Ryamizard Ryacudu di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) siang.

Sertijab Prabowo berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2019 tanggal 23 Oktober 2019 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Nasional

Rieke Diah Pitaloka : Penanganan Covid-19 Harus Berbasis Riset Dan Teknologi

Published

on

Finroll.com — Rieke Diah Pitaloka sebagai Anggota Komisi VI DPR mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah dalam menghadapi wabah virus Corona atau Covid -19. Namun demikian, sudah saatnya kebijakan penanganan Covid-19 yang diambil pemerintah dilakukan berbasis riset ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rieke mengatakan, apalagi kebijakan pemerintah dalam menangani wabah Covid -19 yang  berdasarkan riset ilmiah juga sesuai amanat UU Nomor 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek.

“Covid -19 bukan hanya bencana nasional, tetapi sudah berskala global. Tidak mungkin penanganan Covid -19 tanpa melakukan riset yang serius dan komprehensif,” ujar Rieke Diah Pitaloka dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Menurut Rieke, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan bantuan dari negara lain untuk mengatasi wabah Covid-19. Karena saat ini setiap negara juga sedang berjuang menghadapi virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Oleh karena itu dipastikan mereka juga memprioritaskan kepentingan bangsa dan negaranya, meski tetap melakukan kerja sama dengan negara lain.

Oleh karena itu, sambung Rieke, tidak mungkin kebijakan menghadapi Covid -19 tanpa memperkuat riset nasional sendiri. “Menteri Kesehatan pasti menyadari tidak mungkin penanganan COVID-19 tanpa rencana mitigasi yang matang. Rencana mitigasi tidak mungkin ada tanpa pemetaan penyebaran virus. Penyebaran virus sangatlah tidak mungkin tanpa riset uji sampel virus Covid -19,” jelasnya.

Sementara tidak mungkin dilakukan pengujian masif terhadap sampel virus Covid -19. Juga tidak mungkin dilakukan tanpa sumber daya manusia (SDM) yang melakukan pengujian. “Risikonya tinggi bagi penguji sampel virus Covid -19 sehingga perlu ada penguatan dan pelatihan khusus bagi SDM riset. SDM di Balitbangkes tidak cukup dan kerja mereka sudah luar biasa berat,” tuturnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/3/2020) mengatakan, jumlah pasien positif terinfeksi covid 19 akibat virus corona kembali mengalami peningkatan. Jumlah kasus positif corona di Indonesia hari ini mencapai 1.285 kasus. Sedangkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang, pasien sembuh 64 orang.(red)

Continue Reading

Nasional

Update Corona : 1.285 Positif, 114 Meninggal, 64 Sembuh

Published

on

Jumlah pasien positif terinfeksi covid 19 akibat virus corona kembali mengalami peningkatan per Minggu (28/3). Jumlah kasus positif corona di Indonesia hari ini mencapai 1.285 kasus. Sementara itu korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang, pasien sembuh 64 orang.

“Oleh karena itu mari sadari betul penambahan kasus positif ini sekali lagi masih menggambarkan di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/3).

Jumlah korban positif corona naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (28/3), pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.155 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 102 orang, dengan jumlah yang sembuh 59 orang.

Pemerintah telah berulang kali mengampanyekan social distancing serta mengimbau masyarakat agar beraktivitas, belajar dan bekerja dari rumah. Namun demikian, pemerintah mengakui banyak hal mengenai kedisiplinan warga yang perlu ditingkatkan.

“Penularannya rentan pada orang-orang yang masih berkeliaran di luar rumah, padahal sudah disuruh diam di rumah,” ujar Yurianto sehari sebelumnya.

Yuri mengimbau masyarakat untuk tetap produktif selama tinggal di rumah, tak lupa untuk menerapkan physical distancing dan mengonsumsi makanan bergizi.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah saat ini tengah mengkaji aturan mengenai larangan mudik. Eskalasi kasus corona berpotensi naik berkali-kali lipat jika terjadi pergerakan warga besar-besaran melalui mudik.

“Pemerintah sekarang sedang menyiapkan juga satu rencana kebijakan agar orang tidak mudik dulu,” kata Mahfud saat melakukan video conference dengan awak media, Jumat (27/3).

Dia memahami dalam Undang-undang Dasar warga pulang ke kampung masing-masing atau mudik adalah hak setiap orang. Ini juga merupakan hak konstitusional yang tidak bisa dilanggar oleh negara secara sembarangan.

“Tetapi di dalam hukum itu ada dalil keselamatan rakyatlah yang menjadi hukum tertinggi,” kata dia.

Continue Reading

Nasional

Update Corona : 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh

Published

on

Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah signifikan. Pada Jumat (27/3), angkanya mencapai 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.

“Ada penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru yang kita dapatkan,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (27/3).

“Sehingga total kasus menjadi 1046,” ia menambahkan.

Yuri melanjutkan kasus kematian akibat Covid-19 hingga saat ini mencapai 87 orang.

“Ada sembilan kematian baru sehingga totalnya menjadi 87 orang,” ungkap dia.

Selain itu, jumlah pasien Corona yang sembuh menjadi 46 orang.

“Ada 11 pasien dinyatakan sembuh sehingga total sembuh 46,” ucap Yuri.

Pada Kamis (26/3), jumlah pasien positif sebanyak 893 orang, dengan korban meninggal 78 orang, dan pasien yang sembuh 35 orang.

Yuri menyebut peningkatan kasus positif Corona ini terjadi akibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap anjuran jaga jarak atau social distancing, baik di luar maupun di dalam rumah, hingga tidak disiplin mencuci tangan.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending