Connect with us

Automotive

Biar Nyaman, Perhatikan Posisi Duduk saat Mengemudi Mobil!

Published

on


FINROLL.com – Saat mengendarai kendaraan bermotor seperti mobil, umumnya pengemudi ingin berkendara secara nyaman. Terutama terkait posisi duduk.

Melansir Kompas.com, Sabtu (1/6/2019), hal terpenting saat duduk sambil mengemudi adalah memperhatikan sirkulasi darah agar tidak terhambat.

Selain memperhatikan posisi duduk, ada baiknya Anda juga memperhatikan posisi tangan serta posisi kaki saat mengemudi. Untuk lebih lengkapnya silakan simak ulasan berikut ini.

1. Posisi duduk

Posisi duduk saat sedang berkendara harus benar-benar ergonomis. Pastikan punggung menempel dengan back rest.

Selain itu, sesuaikan sandaran sehingga Anda bersandar pada sudut sekitar 100 derajat. Duduk bersandar pada sudut ini akan menurunkan tekanan pada punggung bagian bawah sehingga akan membuat aktivitas mengemudi menjadi nyaman.

Harap perhatikan, jika bahu terangkat dari sandaran ketika Anda memutar kemudi, berarti posisi kursi terlalu jauh. Namun bila sandaran berada pada posisi yang tepat, Anda akan dengan mudah mengendalikan setir.

Perlu diingat, sebaiknya atur posisi duduk seperti itu sebelum melakukan perjalanan agar Anda merasa nyaman.

2. Posisi tangan

Untuk menghasilkan pengalaman berkendara yang nyaman serta aman, Anda harus memperhatikan posisi tangan. Posisi ini berperan penting karena selama perjalanan tangan yang akan mengendalikan roda kemudi dan persneling.

Ada baiknya untuk berpegang teguh pada aturan posisi arah jam 9 dan arah jam 3. Caranya, bayangkan setir kemudi yang Anda kendalikan menyerupai jam dinding. Posisikan tangan kiri sesuai arah pukul 9 dan tangan kanan pada posisi arah pukul 3.

Asal tahu saja, posisi tangan tersebut akan memberikan Anda kendali penuh terhadap setir.

Selain itu, selalu gunakan dua tangan untuk mengemudi. Sebab bila berkendara dengan hanya satu tangan akan mempengaruhi posisi tulang belakang Anda dan dapat menyebabkan sakit punggung.

3). Posisi kaki

Posisi kaki saat mengemudi tidak boleh terlalu menekuk dan tidak boleh pula terlalu lurus. Pasalnya, posisi kaki yang tepat saat mengemudi akan mencegah nyeri lutut.

Nah, untuk menentukan pas atau tidaknya posisi kaki, pertama-tama geser kursi Anda terlebih dahulu hingga lutut sedikit menekuk saat Anda menekan gas. Bila kaki terlalu menjulur, gerakkan kursi Anda ke arah depan. Lalu, bila terlalu menekuk, geser kursi ke arah belakang.

Selain itu, tinggi atau tidaknya kursi juga harus Anda kendalikan sesuai dengan postur tubuh. Posisikan kursi hingga pinggul sejajar dengan lutut dan angkat kursi lebih tinggi jika Anda tidak dapat melihat dengan jelas kaca depan

Sebaiknya jangan mengemudi dengan pinggul lebih rendah dari lutut Anda karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.

Namun, jika mobil Anda tidak memiliki kontrol untuk mengatur ketinggian kursi, duduklah di bantal untuk membantu menjaga pinggul setinggi lutut. Bila Anda tidak nyaman dengan hal tersebut, tips selanjutnya adalah mengganti mobil Anda dengan tunggangan yang lebih modern.

Untuk diketahui, beberapa mobil keluaran terbaru sudah menyematkan teknologi otomatis dan elektrik pada kursinya, seperti yang terdapat pada All New Honda Accord.

Pertama, Honda Accord generasi ke-10 ini mempunyai sistem Memory Seat With Easy Entry/Exit. Gunanya adalah untuk menyimpan pengaturan kursi pengemudi dan memberikan akses yang lega kepada pengemudi, di mana kursi akan mundur secara otomatis saat masuk atau keluar kendaraan.

Kedua, ada sistem Lumbar Support yang terletak pada kursi driver. Fungsi teknologi ini adalah untuk menentukan posisi pinggang belakang pengemudi agar pas dengan posturnya.

Selanjutnya, pada Accord keluaran terbaru ini juga disediakan arm rest yang cukup lebar dan berbahan kulit.

Ketersediaan arm rest ini terletak pada baris pertama dan kedua sehingga baik pengemudi dan penumpang bisa merasakan kenyamanan yang sama Dengan posisi duduk, kaki, dan tangan yang tepat, Anda akan merasakan pengalaman berkendara yang nyaman serta aman. (ADV)

 

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Advertisement Valbury

Automotive

Kalahkan BMW dan Audi, Mercy Jadi Raja Mobil Mewah Dunia

Published

on

By

Mercedes-Benz berhasil mempertahankan takhta merek mobil mewah terlaris di dunia. Tahun 2019, Mercy sukses mengalahkan rivalnya, yaitu BMW dan Audi untuk tahun keempat berturut-turut.

Diberitakan Automotive News, Mercedes-Benz mengklaim penjualannya meningkat 1,3 persen pada 2019. Selama setahun, Mercy melepas 2,34 juta kendaraan.

BMW berada di bawah Mercedes-Benz. Pabrikan mobil Bavarian tersebut menjual 2,17 juta mobil tahun lalu. Padahal, BMW mengklaim penjualannya naik 2 persen.

Sementara Audi tertinggal di bawah Mercy dan BMW. Meski penjualannya naik 1,8 persen, Audi hanya bisa menjual 1,85 juta unit mobil.

Permintaan mobil mewah ketiga merek itu terlihat lebih kuat daripada segmen mobil massal yang menciut lantaran pertumbuhan ekonomi yang lambat di beberapa daerah dan dampak dari sengketa perdagangan.

Mercy mengatakan, mereka telah mencatatkan rekor penjualan baru di Jerman, China dan Amerika Serikat karena permintaan SUV dan sedan kelas atas yang menguat. Mercedes-Benz menyebut permintaan mobil di China naik 6,2% di mana masyarakat China banyak memesan limusin kelas atas, Maybach Mercedes S-Class dengan penjualan rata-rata 700 unit per bulan.

Sedan mewah kelas atas dan SUV besar telah terbukti sangat populer. BMW mengatakan akan menggandakan penjualan mobil kelas atas antara 2018 dan 2020, didukung oleh pengenalan SUV X7 tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Penjualan Audi, Hildegard Wortmann mengatakan, pihaknya akan membawa jajaran mobil baru untuk membantu merek tersebut mempertahankan penjualan positif dan memenangkan kembali kekalahan dari Mercedes-Benz dan BMW beberapa tahun terakhir.

Continue Reading

Automotive

Grab & Gojek Kembali Bersatu Minta Ojol Maxim Ditutup

Published

on

By

Jakarta, – Sejumlah pengemudi Gojek dan Grab mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta dan menuntut agar operator ojek online asal Rusia Maxim diblokir.

Beberapa perwakilan ojol Gojek dan Grab melakukan audiensi dengan Kepala Dishub Surakarta, Hari Prihatno dan perwakilan Kementerian Perhubungan. Mereka mempertanyakan izin dan menuntut agar tarif Maxim disesuaikan dengan Permenhub 12 Tahun 2019 tentang ojek online.

“Kami datang untuk mempertanyakan adanya ojek Maxim di Solo, padahal izinnya belum ada. Tarifnya pun tidak sesuai Permenhub,” kata juru bicara Gojek, Bambang Wijanarko, di kantor Dishub Surakarta, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (20/12/2019).

Dari audiensi tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa hari ini merupakan batas akhir penyerahan berkas dari Maxim ke Kementerian Perhubungan. Bambang pun meminta pemerintah tegas dengan memblokir Maxim jika persyaratan belum dipenuhi.

“Selama izin belum lengkap seharusnya diblokir dulu. Hari ini kan katanya terakhir penyerahan dokumen,” ujarnya.

Adapun tarif minimal Gojek dan Grab ialah Rp 7.000 sampai Rp 10.000 untuk 4 km. Sedangkan Maxim menerapkan tarif minimal sebesar Rp 3.000.

Sementara itu, Hari Prihatno mengatakan Kemenhub telah melakukan pertemuan dengan Maxim terkait keluhan ojol di Solo. Maxim pun telah ditegur karena tidak patuh pada Permenhub 12 tahun 2019.

“Kemenhub dan Maxim sudah melakukan pertemuan di Jakarta. Kemenhub sudah memberikan teguran kepada Maxim. Kalau soal perizinan, Dishub tidak tahu, karena izin ada di pusat dan provinsi,” ujar Hari.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, B Wahyu H, membenarkan bahwa hari ini adalah tenggat waktu bagi Maxim untuk membuktikan pihaknya tidak bersalah.

“Jika hari ini tidak menyerahkan dokumen, maka akan kami ajukan ke Kementerian Kominfo untuk melakukan teguran hingga pemblokiran kepada Maxim. Karena izin aplikasi kan ada di Kominfo,” katanya.

Menurutnya, kasus serupa pernah dilakukan Maxim di beberapa daerah, yakni Lampung dan Balikpapan. Dia meminta seluruh pihak menahan diri hingga persoalan selesai.

“Ini sudah kami proses. Kami kan birokrat, butuh waktu untuk menyelesaikan, karena harus berkoordinasi dengan kementerian lain. Kami minta seluruh pihak menahan diri dulu,” katanya. (GPH)

Continue Reading

Automotive

Kawasaki Bakal Boyong J125 dan J300 ke Indonesia

Published

on

By

Kawasaki J125 2019 warna Khaki

Jakarta — Pasar skutik yang sedang naik-naiknya di Indonesia membuat beberapa pabrikan memasarkan skutiknya di sini.

Namun melejitnya pasar motor matik membuat motor sport jadi tergerus.

Mengingat pasar motor sport yang menjadi tumpuan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) semakin lesu, apakah akhirnya pabrikan ini tergerak untuk terjun ke pasar skutik?

Sucipto Wijono, Line Head Sales Promotions KMI, mengatakan ‘tidak’ dengan lantang, sebelum akhirnya melunak dan mengganti ‘tidak’ tadi dengan ‘belum.’

(Baca Juga: KLX Series Jadi Penopang, Penjualan Kawasaki Sukses Terdongkrak Tahun Ini)

“Kalau terjun ke matik belum, karena masih belum ada instruksi harus ke sana dari prinsipal,” ungkap Sucipto di kantornya di Jl. Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Pria yang akrab disapa Cipto ini pun mengatakan bahwa mudah bagi Kawasaki jika mereka ingin terjun ke khususnya ke pasar skutik premium karena mereka sudah memiliki motornya.

Tentu saja, Ia berbicara tentang J125 dan J300, skutik bongsor yang dipasarkan Kawasaki di benua Eropa.

Namun, Cipto mengatakan bahwa membawa kedua bersaudara tersebut ke Indonesia juga bukan tanpa masalah.
Skuter bongsor Kawasaki J125 yang dipasarkan di benua Eropa, akankah masuk Indonesia?

“Sebenarnya basic-nya sudah ada tapi bukan barang original Kawasaki, tapi hasil kerjasama,” ungkap Cipto.

Sekadar info J125 dan J300 memang merupakan hasil kerjasama antara Kawasaki dan Kymco, yang meluncurkan motor serupa dengan nama Kymco Downtown.

Membawa dua bersaudara tadi menjadi masalah karena Kymco telah lebih dulu memasarkan Downtown di Indonesia.

Dengan kubikasi mesin 250cc, skutik bongsor tadi mereka beri banderol sekitar Rp 68 juta OTR Jakarta.

“Kalau J125 dan J300 masuk ke sini pasti harganya lebih tinggi, bisa diserap enggak sama konsumen?” jelas Cipto.

“Makanya untuk saat ini kita tetap akan konsentrasi di sport,” pungkasnya. (GPH)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending