Connect with us

Komoditi

BKP Kementan Launching Kegiatan Korporasi Usahatani

Published

on


Finroll.com, Yogyakarta — Kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) merupakan upaya membangun ekonomi berbasis pertanian dan perdesaan untuk menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan, serta memenuhi pangan bagi kelompok masyarakat miskin di wilayah rentan rawan pangan.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Riwantoro saat melaunching kegiatan PKU di Bukit Menoreh Desa Pagerharjo, Kulonprogo, (Jum’at 27/9/2019)

Dijelaskan Riwantoro, tujuan PKU untuk meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompok, meningkatkan pendapatan, dan membentuk lembaga usaha yang berbadan hukum.

Sedangkan hasil yang diharapkan adalah meningkatnya nilai tambah komoditas yang dibudidayakan oleh kelompok, dan meningkatnya modal usaha kelompok minimal 10% per tahun.

Menurut Riwantoro, dipilihnya lokasi launching di Yogya, karena PKU di Kulon Progo berhasil dalam pengembangan usaha dari hulu hingga hilir, sehingga diharapkan akan memacu kegiatan PKU di provinsi lain.

Kegiatan PKU yang digagas BKP pada 2019 ini berada di 13 lokasi, 13 kabupaten pada 12 provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta; Sulawesi Selatan, Bali, NTB dan NTT. semua PJ PKU ada disini dan bisa lihat serta adopsi perkembangan kegiatannya.

Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Yogyakarta, Sugeng Utomo mengatakan, konsep PKU di bukit menoreh Kulon Progo diharapkan menjadi daya tarik dalam pengembangan bisnis PKU.

Hal ini selaras dengan arahan Gubernur Yogyakarta, dalam visi rencana jangka panjang Yogyakarta 2015-2025.

“Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono X mengharapkan Yogyakarta menjadi pusat budidaya pertanian, pendidikan dan wisata tingkat internasional. Kegiatan PKU merupakan kegiatan budidaya dari hulu hingga hilir yang kedepan diharapkan dapat menjadi triger pengembangan usaha korporasi petani,” ujar Sugeng.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyampaikan, kegiatan PKU merupakan upaya yang selaras dengan spirit kemandirian pangan Kulonprogo

“Bela Kulonprogo, Beli Kulonprogo” jika ingin membela Kulonprogo, belilah produk-produk hasil dari Kulonprogo,” ungkap Sutedjo

Sahroji, pengurus Gapoktan Tri Manunggal menyampaikan terimakasihnya kepada BKP Kementan atas bantuan dan pendampingan yang selama ini telah diberikan.

Namun ia mencatat, saat ini kelompok masih kekurangan kambing pejantan yang bagus agar bisa berkembang.

“Mohon bapak-bapak sekiranya ada solusi, kami butuh info kambing yang bagus,” pinta Sahroji.

Permintaan tersebut langsung mendapat respon dari Riwantoro. “Saya tadi lihat pejantannya kurang. Saya akan koordinasi dengan dinas peternakan terkait, kalau perlu akan saya datangkan pejantan kambing peranakan etawa unggul agar hasil kegiatan PKU disini bisa jauh lebih baik,” ujarnya.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Andriko Noto Susanto yang hadir dilokasi menekankan, dalam mengembangkan usaha, pemilihan komoditas yang dibudidayakan sangat menentukan keberhasilan program.

“Jadi, pilih komoditi yang potensial, mudah dikembangkan, memiliki pasar yang baik, sehingga memberikan hasil seperti diharapkan,” ujar Andriko yang juga penangung jawab PKU.

Dicontohkan Andriko, Yogyakarta selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kambing terbaik di Indonesia, jadi kedepan kegiatan PKU ini harus dikembangkan pada peternakan kambing.

“Begitu Juga ya dengan PKU daerah lainnya,” tegas Andriko dihadapan para penanggung jawab PKU dari daerah.

Diakhir acara, Riwantoro mengatakan, “Iso nandur ngopo tuku, iso ngingu ngopo tuku (kalau bisa tanam sendiri mengapa harus beli, kalau bisa budidaya mengapa juga harus beli). ini adalah konsep kemandirian dan saya yakin kegiatan PKU akan sukses kedepan,” pungkasnya.(red)

Advertisement Valbury

Business

Data Ekonomi Asia dan Eropa Cungkil Harga Minyak Dunia

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Harga minyak mentah dunia naik hingga 3,1 persen pada penutupan perdagangan Senin (30/6). Penguatan harga minyak ini ditopang oleh data ekonomi di Asia dan Eropa.
Mengutip Antara, Selasa (30/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi US$41,71 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat US$1,21 atau 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel di New York Mercantile Exchange.

Data Komisi Eropa menunjukkan ada perbaikan di seluruh sektor pada Juni 2020. Dari segi sentimen, posisinya naik dari 67,5 pada Mei 2020 menjadi 75,7 pada Juni 2020.

Sementara, keuntungan industri di China meningkat untuk pertama kalinya setelah enam bulan terus menurun. Realisasi ini menunjukkan pemulihan ekonomi sedang terjadi di China.

Ditambah, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga menguat pada Senin (29/6). Hal itu menambah sentimen positif bagi harga minyak mentah dunia.

Namun demikian, kenaikan harga minyak mentah dunia terbilang tipis karena pasar masih khawatir dengan gelombang kedua pandemi virus corona. Pasalnya, pasien yang meninggal akibat pandemi itu telah melampaui setengah juta orang di dunia.

Oleh karena itu, beberapa negara bagian di AS memutuskan untuk kembali menerapkan pembatasan di ruang publik setelah ada lonjakan kasus. Salah satunya adalah Pemerintah California yang menutup operasional bar mulai Minggu (28/6).

Hal yang sama juga dilakukan Texas dan Florida usai pemerintah Texas mengeluarkan kebijakan penutupan bar pada akhir pekan lalu. Lalu, Washington dan San Fransisco telah menghentikan rencana pelonggaran pembatasan di ruang publik.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Harga Cabai Terus Merangkak Hingga Rp37.500 per Kg

Published

on

Finroll – Jakarta, Rata-rata harga pangan tercatat melonjak. Lonjakan terbesar terjadi pada harga cabai merah keriting sebesar 20,39 persen dalam sepekan terakhir.

Rata-rata harga cabai merah keriting di pasar tradisional tercatat Rp37.500 per Kilogram (Kg) pada Senin (29/6). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada pukul 10.18 WIB, harga tertinggi cabai merah keriting terjadi di Kota Tual, Maluku sebesar Rp80.000.

Sementara, harga terendah tercatat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sebesar Rp11.650 per Kg.

Selain cabai merah keriting, lonjakan juga terjadi pada harga cabai rawit hijau sebesar 16,56 persen menjadi Rp36.250 per Kg. Harga tertinggi Rp85.000 per Kg tercatat di Kota Ternate, Maluku Utara sebesar Rp95.000 per Kg, dan harga terendah Rp10.250 per Kg di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Sementara, harga cabai rawit merah naik sebesar 12,68 persen menjadi Rp40.000 per Kg dalam sepekan. Harga cabai rawit merah tertinggi terdapat di Kota Jayapura, Papua, sebesar Rp111.650 per Kg. Harga terendah tercatat di Kabupaten Jember, Jawa Timur sebesar Rp13.500 per Kg.

Tak hanya cabai, harga komoditas telur ayam ras segar juga ikut melonjak. Rata-rata harga telur ayam ras segar naik 11,78 persen menjadi Rp28.950 per Kg. Harga tertinggi tercatat Rp56.000 ribu per Kg terjadi di Kabupaten Merauke, Papua dan harga terendah Rp22.600 per Kg di Kota Meulaboh, Aceh.

Pekan ini, hanya sedikit harga komoditas yang turun tipis. Harga beras kualitas medium II turun 5,15 persen menjadi Rp11.050, harga ayam ras segar turun 4,14 persen menjadi Rp35.850 dan bawang putih sedang turun 3,81 persen menjadi Rp30.300.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Senin 22 Juni, Emas Antam Menguat ke Rp905 Ribu per Gram

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp907 ribu per gram pada Senin (22/6). Posisi itu naik Rp2.000 dari Rp905 ribu per gram pada Minggu (21/6).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp3.000 per gram dari Rp794 ribu menjadi Rp797 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp483,5 ribu, 2 gram Rp1,75 juta, 3 gram Rp2,6 juta, 5 gram Rp4,31 juta, 10 gram Rp8,56 juta, 25 gram Rp21,28 juta, dan 50 gram Rp42,49 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp84,91 juta, 250 gram Rp212,01 juta, 500 gram Rp423,82 juta, dan 1 kilogram Rp847,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.771,8 per troy ons atau menguat 1,07 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot meningkat 0,76 persen ke US$1.757,16 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas memiliki prospek yang bagus pada awal pekan ini. Sebab, sentimen kekhawatiran ekonomi akibat tekanan pandemi virus corona atau covid-19 kembali merebak di pelaku pasar keuangan.

Kekhawatiran muncul karena jumlah kasus virus corona kembali meningkat di beberapa negara setelah pembukaan aktivitas ekonomi. Hal ini memberi risiko terjadinya tekanan ekonomi yang lebih dalam lagi ke depan.

“Kekhawatiran ini mendorong harga emas spot naik ke atas US$1.750 per troy ons pagi ini, level yang tidak pernah tersentuh sejak 20 Mei 2020,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/6).

Selain itu, kenaikan harga emas juga terdorong kebijakan stimulus dari bank sentral AS, The Federal Reserve. Stimulus ini memberi tekanan ke dolar AS sehingga memicu penguatan harga emas.

Lebih lanjut, Ariston memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$1.708 sampai US$1.753 per troy ons.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending