Connect with us

Nasional

BKPM : Revitalisasi Bandara Singkawang Tunggu Minat Investor

Published

on


Finroll.com — Proyek revitalisasi dan pengembangan bandar udara (bandara) di Singkawang, Kalimantan Barat. Ditawarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Singkawang.

Proyek ini bertujuan untuk mendorong kegiatan perekonomian di berbagai sektor dan membuka akses Kota Singkawang ke kota-kota lain di Indonesia dan mancanegara.

Thomas Lembong, Kepala BKPM,
mengatakan proyek ini memiliki total investasi sebesar Rp4,3 triliun yang terdiri dari  capital expenditure  (capex) sebesar Rp1,7 triliun dan  operating expenditure (opex) sebesar Rp2,6 triliun. Rencana skema yang digunakan untuk proyek ini adalah Design, Build, Finance, Operate, Maintenance, dan Transfer (DBFOMT).

“Pembangunan infrastruktur tidak lagi harus bergantung pada anggaran pemerintah, sehingga dengan adanya skema KPBU diharapkan menjadi terobosan dalam percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Lembong dalam keterangan persnya, Selasa (8/10/2019).

Lembong mengatakan, skema yang ditawarkan untuk proyek ini adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dengan hadirnya investor baru, proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Barat.

Cakupan proyek yang dikerjasamakan, antara lain pembangunan fasilitas sisi darat, sisi udara, dan fasilitas penunjang, operasional bandara serta pemeliharaan aset proyek.

Mekanisme untuk pengembalian investasi melalui user charge yang berasal dari tarif layanan pengguna jasa fasilitas bandar udara selama masa konsesi 32 tahun.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, prinsip manajemen dalam suatu pembangunan harus bersifat fokus dan detail, sehingga dalam konteks pembangunan infrastruktur perlu dilakukan prioritasi infrastruktur yang selektif, pengawalan, sampai terealisasi,” jelasnya.

Dijelaskannya bahwa akselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia harus dilakukan di tengah kompetisi regional yang terus meningkat termasuk bandara Singkawang.

Apalagi negara-negara tetangga sangat agresif dalam memacu pembangunan infrastruktur sehingga Indonesia harus mengupayakan agar ketertinggalan pada sektor infrastruktur tidak semakin melebar.

Misalnya Thailand yang saat ini tengah gencar membangun Eastern Economic Corridor melalui pembangunan jaringan kereta cepat yang menghubungkan wilayah selatan Thailand.

Pembangunan tersebut melibatkan pihak-pihak swasta dari negara lain, di antaranya Tiongkok, Jepang dan investor Eropa.

Menurut Lembong, upaya tersebut menunjukkan pembangunan infrastruktur semakin melibatkan pelaku usaha internasional serta bersifat multilateral.

Acara market sounding ini dihadiri oleh sekitar 220 peserta yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN di bidang bandar udara, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan serta asosiasi bisnis terkait, baik dari dalam dan luar negeri.

Hadir dalam acara tersebut pihak dari Kedutaan Besar Inggris Raya, Denmark, Spanyol, Republik Ceko
Beberapa perusahaan yang hadir dari dalam negeri, diantaranya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT. Waskita Karya (Persero) Tbk [ WKST) ], PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)], PT Hutama Karya (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Sedangkan perusahaan luar negeri yang hadir antara lain Incheon International Airport Corporation, Mitsui & Co. Ltd, Parsons, Marubeni Corporation, Ssangyong Engineering & Construction, China Construction Eight Engineering Division, China Civil Engineering Construction Corporation, China Shenhua Energy Company Limited, Kajima Corporation, Taisei Corporation, Obayashi Corporation, Itochu Corporation, dan Shimizu Corporation.

Lembaga keuangan dan perbankan seperti Asian Development Bank, Islamic Development Bank, Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation ( KIND ), Sinosure, Bank BRI, Bank BTP Bank HSBC Indonesia, Indonesia Infrastructure Finance, dan PT. Danareksa Capital, juga hadir di acara tersebut.(red)

Advertisement Valbury

Nasional

Kepala Dinas di Jabar Wafat Positif Corona, 134 PNS Tes PCR

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) terhadap 134 pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar. Tes ini dilakukan menyusul meninggalnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar, Mochamad Solihin karena positif virus corona awal bulan ini.

“Jadi sekarang kita ada tes untuk ratusan pegawai. Untuk hasil swab belum bisa didapatkan hari ini, kemungkinan baru besok hasil swab perlahan didapatkan,” kata Eri, Senin (6/7).

Adapun pengetesan swab dilakukan oleh tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan tes kepada anggota keluarga Solihin. Dari pengetesan tersebut hasilnya dua anggota keluarga almarhum turut positif Covid-19.

“Dua orang yang positif,” kata Daud.

Ia pun memastikan anggota keluarga yang positif telah diisolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Sedangkan, anggota keluarga lainnya yang dites swab turut diisolasi namun di kediamannya masing-masing.

Saat ini, kata dia Gugu Tugas akan terus melakukan pelacakan kontak dalam kasus Solihin.

“Tracing terus dilakukan dan ditindaklanjuti dengan langkah yang diperlukan misalnya swab, isolasi, dan sebagainya,” ujar Daud.

Diketahui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mochamad Solihin meninggal dunia pada 1 Juli 2020 lalu. Ia sempat merasakan gejala demam pada 26 Juni lalu kemudian dirujuk ke rumah sakit sesuai prosedur penanganan Covid-19.

Sehari setelahnya, Solihin menjalani tes swab dan hasilnya keluar pada 29 Juni, yakni positif virus corona. Ia lalu menjalani isolasi di RS Santo Borromeus dan meninggal dunia pada 1 Juli.

Penjabat sementara Wali Kota Bandung pada 2018 itu kemudian dimakamkan dengan menggunakan protokol Covid-19.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

Nasional

3.586 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh

Published

on

By

Ilustrasi. Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (ANTARAFOTO/KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

Finroll.com, Jakarta – Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat hingga 5 Juli 2020 sebanyak 3.586 orang pasien Covid-19 telah sembuh.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/7), mengatakan jumlah pasien sembuh merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020.

“Sejak 23 Maret-5 Juli 2020, pasien terdaftar sebanyak 5.393 orang, pasien sembuh 3.586 orang,” katanya seperti yang dikutip dari Antara.

Pasien yang harus dirujuk ke RS lain sebanyak 148 orang, sedangkan tiga pasien meninggal dunia.

Data terbaru, jumlah pasien yang dirawat inap di RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 667 orang, terdiri atas 349 pria dan 318 wanita.

Pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dari hasil swab sebanyak 648 orang dan 19 orang positif dari tes rapid, sementara pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) nihil.

Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai RS Darurat COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 23 Maret 2020 yang memiliki total kapasitas untuk menampung 12 ribu orang.

Tak hanya di RSD Wisma Atlet, Aris juga menyampaikan data terbaru pasien sembuh COVID-19 yang dirawat di RS Khusus Infeksi di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

RSKI Pulau Galang mencatat pasien rawat inap sebanyak 104 orang (72 pria dan 32 perempuan), terdiri atas 21 pasien positif COVID-19, 13 orang PDP, dan ODP sebanyak 70 orang.

Rekapitulasi mulai 12 April-5 Juli 2020, pasien terdaftar sebanyak 343 orang, dan 237 pasien sudah diperbolehkan pulang atau memilih isolasi mandiri.

Ada dua pasien yang memerlukan rujukan ke RS lain, sementara pasien yang meninggal dunia nihil.

RSKI Pulau Galang yang dibangun sejak 9 Maret 2020 untuk mengantisipasi melonjaknya pasien COVID-19 di Indonesia, telah diresmikan operasionalnya pada 6 April 2020.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan kasus COVID-19 pada Sabtu (4/7) bertambah 1.447 positif terinfeksi SARS-CoV-2, sedangkan 651 pasien sembuh.

“Sehingga total positif 62.142 dan 28.219 sembuh,” kata Yuri dalam jumpa pers daring.

Jumlah pasien yang meninggal karena COVID-19 menjadi 3.089 orang setelah bertambah 53 orang. Hingga saat ini, jangkauan diagnosis spesimen total diperiksa 894.428 sampel.

Sumber : Cnnindonesia.com

Continue Reading

Nasional

833 Pedagang Pasar Tradisional Positif Corona

Published

on

By

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar terjangkit virus corona, 35 di antaranya meninggal dunia. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).

Finroll.com, Jakarta – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar tradisional terinfeksi virus corona (covid-19) per Minggu (5/7) atau terjadi penambahan 65 kasus baru. Sebanyak 35 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data Ikappi, ratusan kasus positif tersebut tersebar di 164 pasar di 72 kabupaten/kota dan 24 provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak masih di wilayah DKI, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar.

“DPP Ikappi menilai banyak hal yang perlu di evalusi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga kami para pedagang pasar, juga perlu mengevaluasi atas apa yang sudah kami lakukan beberapa saat terakhir,” ujar Ketua Bidang Organisasi DPP Ikappi Muhammad Ainun Najib dalam keterangan resminya.

Ikappi menilai peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini. Keberpihakan terhadap pasar tradisional dengan melakukan pencegahan terhadap covid-19 menjadi kunci penyebaran itu bisa di hentikan.

Menurut Ikappi, data 164 pasar dari total keseluruhan 14 ribu pasar di Indonesia, masih terlampau kecil. Memang hingga saat ini sudah lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test dan/atau swab test, tapi jika jumlahnya bisa diperbanyak upaya memangkas mata rantai penyebaran bisa lebih ditingkatkan.

Najib mengingatkan apabila pedagang sehat maka ekonomi daerah juga akan terus bangkit.

“Upaya-upaya seperti ini yang harus kita dorong bersama agar ada kesamaan pandangan dan visi bahwa kita harus menghentikan penyebaran covid-19 di pasar traditional,” imbuhnya.

Hal kedua yang tak kalah penting, menurut Ikappi, adalah sosialisasi penggunaan masker dan juga edukasi bahaya covid-19 bersama para pedagang.

“Libatkan pedagang dalam setiap kebijakan yang di ambil, sehingga itu dapat dijalankan secara bersama sama. Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang di jalankan oleh pemerintah daerah,” tandas Najib.(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending