Connect with us
[adrotate group="1"]

Business

Bos PLN Buka Suara Soal Tagihan Listrik Selangit

Published

on


Finroll – Jakarta, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zain menegaskan pihaknya tidak menaikkan tarif listrik. Hingga saat ini, tarif yang dikenakan masih sama seperti tarif yang ditentukan pemerintah sejak Januari 2017.

Dia juga membantah adanya praktik subsidi silang untuk menutupi subsidi listrik gratis bagi pelanggan 450VA dan diskon setengah harga untuk pelanggan 900VA. Kenaikan katanya disebabkan oleh lonjakan penggunaan dan sistem penagihan yang menggunakan perhitungan rata-rata tiga bulan pemakaian.

“Soal lonjakan tagihan listrik Mei dan Juni ini kami tegaskan tidak disebabkan adanya kenaikan tarif listrik atau pun subsidi listrik. Seperti diputuskan pemerintah dan DPR, kenaikan listrik adalah ranah pemerintah dan PLN dalam posisi untuk menjalankan kebijakan tersebut,” ujarnya dalam video conference, Rabu (17/6).

Zulkifli menyebut pada Maret dan April petugas PLN tidak mendatangi rumah masyarakat untuk mencatat meter listrik demi menghindari penyebaran virus corona. Sehingga penagihan untuk kedua bulan tersebut menggunakan rata-rata pemakaian listrik 3 bulan sebelumnya, yaitu Desember, Januari, dan Februari.

Hal tersebut menyebabkan tagihan yang dibayarkan untuk Maret tidak mencerminkan penggunaan listrik sebenarnya dan tagihan kurang bayar pun ditagihkan ke bulan berikutnya sehingga pembayaran membengkak dalam satu bulan.

Ia mengakui adanya kendala komunikasi yang terjadi antara PLN dan 76 juta pelanggannya di seluruh Indonesia. Minimnya sosialisasi akan mekanisme perhitungan menjadi pemicu banjir keluhan dari pelanggan PLN.

Alasan lainnya yang menyebabkan kenaikan tagihan, sambungnya, adalah akibat kenaikan penggunaan daya listrik selama periode kerja dari rumah.

“Pencatatan meter Mei secara aktual menghasilkan kenaikan relatif signifikan bagi sebagian pelanggan akibat pola konsumsi dan aktivitas yang lebih banyak berada di rumah pertengahan April-Juni, oleh karena itu terjadi perbedaan realisasi konsumsi dengan penagihan menggunakan rata-rata penggunaan 3 bulan,” pungkasnya.

Penjelasan tersebut Zulkifli paparkan di depan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI. Anggota DPR mempertanyakan soal kenaikan tagihan listrik Mei dan Juni 2020 yang banyak dikeluhkan masyarakat.

“Masyarakat banyak yang mengaku mengalami lonjakan tagihan listrik dan bahkan ada yang mengalami lonjakan melebihi 100 persen,” sebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno dalam rapat penjelasan terkait isu kenaikan tarif listrik.

Pertanyaan serupa juga dilontarkan oleh anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi partai Demokrat Zulfikar Hamonangan. Dia mengaku mendapati banyak laporan dari masyarakat akan kenaikan tagihan listrik selama masa pandemi virus corona.

“Kepada Dirut PLN kenaikan tagihan listrik alasannya apa yang menimbulkan pembengkakan tagihan listrik karena kami ketahui bukan kenaikan tarif listrik tapi kenaikan tagihan,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Makro Ekonomi

Matahari Tutup Enam Gerai karena Tak Menguntungkan

Published

on

PT Matahari Department Store Tbk menyatakan akan menutup enam gerai hingga akhir 2020. Dengan demikian, total gerai ritel itu berkurang dari 153 menjadi 147.

Informasi tersebut diketahui dari laporan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi.

“Ada enam toko besar yang tidak menguntungkan akan ditutup,” ujar perseroan dalam presentasinya kepada BEI, dikutip Senin (30/11).

Dari enam gerai tersebut sebanyak empat gerai berada di Jawa. Sedangkan sisanya berlokasi di Bali satu gerai dan Sulawesi satu gerai.

Perusahaan dengan kode saham LPPF itu juga memastikan tidak ada pembukaan gerai baru hingga Maret 2021.

“Tidak ada pembukaan toko baru pada kuartal IV 2020 dan kuartal I 2021,” imbuh perseroan.

Sementara itu, untuk 143 gerai yang masih beroperasi, pihak manajemen menuturkan jika 23 gerai berada dalam daftar pantauan terkait peningkatan kinerja. Mereka juga melakukan negosiasi dengan pemilik gedung untuk mendapatkan harga sewa yang tetap atau bahkan lebih rendah.

“Toko-toko ini sedang dipantau, ditinjau, dan didiskusikan,” katanya.

Perseroan menuturkan kondisi tersebut dipengaruhi oleh pandemi covid-19 yang menyebabkan sejumlah kota melakukan PSBB. Tercatat, ada 42 gerai Matahari pada enam kota yang melakukan PSBB.

“Perdagangan pada Desember dapat dipengaruhi oleh perpanjangan PSBB lebih lanjut dan pembatasan mudik akhir tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, Matahari telah menutup tujuh gerai sepanjang tahun ini karena merugi. Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo menyatakan manajemen telah merencanakan penutupan ini dengan matang.

Ketujuh gerai itu tersebar di seluruh Indonesia. Pertama, 1 gerai di Palembang, Sumatera Selatan. Kedua, 1 gerai di Bogor, Jawa Barat. Ketiga, 1 gerai di DKi Jakarta.

Sebanyak 7 gerai itu meliputi gerai di Palembang, Bogor, DKI Jakarta, Balikpapan, Bali, Padang, dan Cirebon.

“Iya benar (tidak menguntungkan), jadi memang sudah direncanakan untuk ditutup karena tidak menguntungkan,” ucap Miranti kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Selain menutup gerai, Matahari Department Store juga telah memotong gaji karyawan sejak April 2020. Hal ini seiring dengan maraknya kasus penularan virus corona dan pembatasan aktivitas di ruang publik.

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Continue Reading

Business

Luncurkan Empat Varian Baru Rasa Kopi “Lain Hati”, Ririn Ekawati Berkolaborasi Dengan Ibnu Jamil

Published

on

Finroll.com  — Artis Ririn Ekawati baru saja merilis empat varian rasa baru dalam bisnis Kopi Lain Hati miliknya. Satu di antara varian rasa baru itu rupanya hasil kolaborasi dengan kekasihnya, Ibnu Jamil.

“Sebelumnya Kopi Lain Hati ini kita udah ada setahun lebih dan saat ini kita punya store sampai 500. Setelah mengenal Ibnu dan ternyata Ibnu juga suka kopi,” kata Ririn Ekawati saat ditemui di kawasan Bangka, Kemang Jakarta Selatan, Sabtu (21/11/2020).

“Akhirnya nggak ada salahnya ya menciptakan minuman yang bisa dibagi buat para pecinta kopi yang ada di Indonesia. Jadi kita buat varian baru,” sambung Ririn.

Ibnu Jamil membenarkan hal tersebut. Sebagai bentuk dukungan, ia ikut memberikan ide kepada Ririn Ekawati saat ingin membuat varian rasa baru.

“Kita saling support, dia kan punya kopi dan aku suka sama kopinya, akhirnya kita saling kolaborasi ‘Eh coba ini deh, coba yang ini deh’ setelah itu diintrepretasikan oleh PT Nikmat Group jadilah menu-menu ini,” terang Ibnu Jamil.

Deo Cardi yang merupakan VP of Marketing Nikmat Group menjelaskan lebih rinci soal empat varian rasa baru itu. Tak dipungkiri, ide-ide tersebut datang dari hubungan asmara Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil.

“Jadi hadirnya menu baru ini kolaborasi dengan mas Ibnu, kebetulan kita mau ciptakan menu baru, salah satunya yang diciptakan mas Ibnu yaitu Es Kopi Bahagia,” ucap Deo Cardi.

“Tadinya itu kan kopi LDR tapi dia tambahin krim macchiato. Terus akhirnya kita buat tiga varian lain yaitu Es Macho, Es Kopi Asmara, dan Es Kopi Rindu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ibnu menjelaskan awalnya Es Kopi Bahagia itu iseng ia berikan ke Ririn Ekawati. Hasil dari keinginannya menambah kopi hitam dengan krim macchiato.

“Es Kopi bahagia itu saya dedikasikan ke Ririn sebenernya request saya sih. Waktu itu saya sempet anterin Ririn ke sini terus minta kopi hitam, terus kalau bisa ditambahin macchiato, akhirnya jadi deh Es Kopi Bahagia,” tutur Ibnu Jamil seraya tertawa.

Keempat varian rasa baru kopi Ririn Ekawati itu sudah bisa dibeli di seluruh outlet Kopi Lain Hati. Masih dalam nuansa promo menu baru, keempat varian kopi tersebut dibanderol dengan harga mulai dari Rp 14 ribu-an untuk satu cup kopi.

*TENTANG KOPI LAIN HATI*
Kopi Lain hati telah berdiri sejak 27 Maret 2019 dan telah berkembang pesat sebagai salah satu brand kopi lokal yang cukup dikenal di Indonesia dengan jumlah store yang mencapai 500. Sesuai dengan namanya, Kopi Lain Hati menyajikan kopi dengan kualitas berstandar internasional yang dijaga kualitasnya, sehingga menjadikan para penikmat kopi #PindahKeLainHati ke Kopi Lain Hati.

Continue Reading

Ekonomi Global

KTT APEC 2020: Xi Jinping Kasih Kode China Potong Tarif

Published

on

Presiden Xi Jinping menyatakan China akan terus bekerja sama dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Xi mengatakan hal tersebut pada pertemuan virtual para pemimpin pemerintah dan bisnis, Asia-Pacific Economic Cooperation CEO Dialogues pada Kamis (19/11/2020).

“Kami pasti tidak akan menempuh jalan pembalikan sejarah, tidak akan berusaha untuk ‘memisahkan (ecouple)’ atau menciptakan ‘lingkaran kecil’ yang tertutup dan eksklusif,” kata Xi, menurut terjemahan CNBC dari pernyataan yang diterbitkan di media pemerintah China.

 

Xi juga mengatakan China akan memotong tarif dan menandatangani lebih banyak perjanjian perdagangan bebas. Namun dalam pernyataan ini, Xi tidak secara spesifik menyebut nama AS.

Menjaga hubungan bisnis yang baik dengan negara lain adalah penting bagi China, meskipun telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi. Selain itu, ekspor masih menyumbang porsi yang signifikan dari perekonomian China, meskipun pihak berwenang telah berupaya untuk meningkatkan konsumsi domestik.

Pemerintah China juga mendorong investasi asing langsung, yang membantu menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan lokal. Sementara itu, perusahaan multinasional juga tertarik dengan pasar China karena ukurannya yang besar dan pertumbuhan yang cepat.

Meski ada beberapa bisnis asing mengeluhkan kebijakan China yang dianggap dapat memberikan perlakuan istimewa kepada para pemain domestik, Negeri Tirai Bambu bersikeras bahwa hal ini akan memungkinkan akses yang lebih besar ke pasar China.

“Saya ingin tegaskan, China tidak akan goyah dalam tekadnya untuk membuka diri, dan pintu besar untuk keterbukaan hanya akan terbuka semakin lebar,” ujar Xi.

“Kami akan terus mendorong liberalisasi dan meningkatkan kenyamanan perdagangan dan investasi, bernegosiasi dan menandatangani perjanjian perdagangan bebas berstandar tinggi dengan lebih banyak negara.”

Xi menambahkan negaranya akan secara aktif berpartisipasi dalam perdagangan dan kerjasama multilateral dan bilateral, dan menciptakan ekonomi terbuka dengan kualitas tinggi.

Pidato Xi pada Kamis dilakukan setelah China menandatangani kesepakatan perdagangan besar-besaran, yakni Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dengan 14 negara lain di Asia-Pasifik, yakni 10 negara ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

RCEP sendiri adalah kesepakatan perdagangan terbesar di dunia hingga saat ini, yang mencakup hampir sepertiga dari populasi global sekitar 30%. Menurut analis Morgan Stanley, kawasan itu menggantikan AS dan Uni Eropa sebagai mitra dagang terbesar China.

Meski dijalankan dengan negosiasi yang lambat, Uni Eropa dan China telah mengerjakan perjanjian investasi mereka sendiri. Namun, dalam pidatonya di awal November, Xi mengatakan China akan mempercepat negosiasi perdagangan China-UE, serta perjanjian perdagangan bebas China-Jepang-ROK (Republik Korea).

Sementara ketegangan perdagangan antara China dan AS masih meningkat dalam dua tahun terakhir. Meski kedua negara mencapai perjanjian perdagangan fase satu pada Januari 2020, tetapi munculnya perbedaan dalam ruang teknologi dan keuangan malah menciptakan kekhawatiran akan terpecahnya kedua negara ekonomi terbesar di dunia ini.

China dan AS juga mengenakan tarif atas barang bernilai miliaran dolar dari negara lain karena ketegangan perdagangan tumbuh di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

Tidak jelas apakah Presiden terpilih Joe Biden akan menurunkan tarif, tetapi analis mengatakan AS kemungkinan akan terus mengambil sikap keras terhadap China di bawah pemerintahan baru.

Sumber Berita : CNBC INDONESIA
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending