Connect with us

Nasional

#BPJSRasaRentenir Jadi Trending Topic Gegara Mau Tagih Door to Door

Published

on


Finroll.com – Pemerintah tetap akan menaikkan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan yang angkanya tiap tahun terus bertambah.

Kenaikan iuran akan diberlakukan bagi peserta BPJS Kesehatan non Penerima Bantuan Iuran (BPBI) kelas I dan II. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya membeberkan usulan kenaikan untuk kelas 1 hingga II mencapai 100 persen. Kelas I naik menjadi Rp160 ribu, kelas II menjadi Rp110 ribu dari Rp51 ribu, dan kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per bulan per peserta. Tapi kenaikan iuran untuk kelas III mendapat penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo bilang bahwa rencana kenaikan iuran untuk kelas I dan II mulai efektif awal tahun 2020 mendatang. “Yang kelas I dan II mulai 1 Januari 2020 jadi Rp160 ribu dan Rp110 ribu, sehingga kami bisa sosialisasi untuk masyarakat,” katanya, belum lama ini.

Kenaikan ini penting dilakukan untuk mencegah defisit anggaran yang jumlahnya makin besar di masa depan. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris memproyeksikan, tanpa kenaikan iuran maka BPJS Kesehatan akan mengalami defisit sebesar Rp39,5 triliun pada tahun ini. Setahun kemudian akan menjadi Rp50,1 triliun. Kemudian pada 2022 menjadi Rp58,6 triliun dan menjadi Rp67,3 triliun pada 2023 hingga pada 2024 mencapai Rp77,9 triliun.

BPJS Kesehatan pun berencana melakukan penagihan secara door to door. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kolektibilitas atau penagihan iuran para peserta. Sementara penagihan yang dilakukan selama ini adalah dengan self collecting, seperti melalui pesan singkat dan email. Sayangnya, cara itu belum efektif.

Soal rencana tersebut, warganet di Twitter pun berteriak. Bahkan, tanda pagar #BPJSRasaRentenir menjadi trending topic. Mereka mayoritas meluapkan ketidaksetujuan atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kali keduanya ini dan cara tersebut.

“Selogan ‘Dengan Gotong Royong Semua Tertolong’, kini berganti jadi ‘Dengan Gotong Royong Semua Tertodong’ #BPJSRasaRentenir,” tulis salah satu pengguna Twitter.

“BPJS naik 2x lipat, pengklaiman susahnya luar biasa oleh pihak Yankes, pas dibutuhin pengguna syaratnya ribet. Nunggak iuran mau didatengin. Uang hangus. berasa pengin pindah asuransi swasta aja. *eh #BPJSRasaREntenir,” tulis lainnya.

Meski demikian, ada yang setuju dengan kenaikan iuran dan rencana tersebut. Pasalnya, salah satu penyebab defisitnya BPJS Kesehatan karena banyaknya peserta yang ‘nakal’.

“Ini orang yang pakai hashtag di atas, mereka gak sadar kali ya? Banyak sekali dari kalian yang pakai BPJS ‘hanya’ ketika dibutuhkan saja, kalau udah sembuh dan gak butuh lagi, kabur gak bayar. Justru karena oknum-oknum kayak gini yang bikin BPJS defisit. Geram banget bacanya, seolah-olah pemerintah mencekik rakyat. Padahal rakyatnya sendiri yang gak bisa memanfaatkan dengan baik,” tulis pengguna lain.

Nasional

LIPI Respons Wilayah Indonesia Tiga Kali Gempa dalam Sehari

Published

on

By

Ilustrasi gempa bumi. (Istockphoto/ Enot-poloskun)

Finroll.com, Jakarta – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan tiga gempa bumi di Indonesia yang terjadi dalam waktu yang dekat di hari yang sama merupakan hal yang normal.

Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Geoteknologi LIPI Eko Yulianto untuk merespons gempa bumi di Yogyakarta, Aceh, dan Maluku dengan kisaran 5 magnitudo pada Senin (13/7). Sehari sebelumnya, wilayah Sumatera Selatan juga turut diguncang gempa.

“Secara teori saya kira normal saja,” ujar Eko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (13/7).

Eko mengingatkan Indonesia rawan gempa karena terletak di atas empat lempeng yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, Lempeng Hindia dan Lempeng Indo-Australia.

Belum lagi Indonesia merupakan kawasan ring of fire atau cincin api.  Cincin api ini adalah lokasi lebih dari 75 persen gunung api yang ada di dunia, setidaknya ada sekitar 450 gunung api yang bisa mengakibatkan gempa vulkanik.

Oleh karena itu, Eko mengatakan tiga gempa berurutan yang terjadi di Indonesia merupakan hal yang normal.

Sebagai gambaran, Eko mengatakan gempa dalam skala 2,5 hingga 5,3 magnitudo dalam setahun bisa terjadi 30 ribu kali  di seluruh dunia.

“Jadi sehari di seluruh dunia rata-rata ada lebih dari 80 kejadian gempa dengan kisaran skala itu,” ujar Eko.

Sebelumnya, peneliti Gempa LIPI Mudrik Rahmawan mengatakan Indonesia terletak dalam jalur ring of fire sehingga dipastikan gempa bumi pasti sering terjadi.

Ia mengatakan para peneliti  hingga saat ini masih mempelajari siklus gempa di sesar Indonesia yang bisa terjadi dalam kurun waktu ratusan hingga ribuan tahun.

“Secara prinsip seluruh Indonesia adalah ring of fire dan patahan aktif yang terus-menerus mulai dari Sumatera ada sesar Sumatera, Jawa ada sesar dan di Papua. Secara prinsip di seluruh wilayah itu harus waspada,” kata Mudrik.

BMKG sempat mencatat gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada Senin (13/7) pukul 02.50 WIB, gempa ini tak berpotensi tsunami.

BMKG menyatakan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer, dan berjarak 105 kilometer barat daya Bantul, Yogyakarta.

Di hari yang sama, gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo mengguncang wilayah Banda Aceh, Aceh pada pukul 07.58 WIB. BMKG menyatakan, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, dan berada 121 kilometer barat daya Banda Aceh.

Gempa bumi turut mengguncang Maluku Tenggara Barat atau Kepulauan Tanimbar, Maluku dengan magnitudo 5,2 pada pukul 09.08 WIB. Pusat gempa berada di 6,79 Lintang Selatan, 130,62 Bujur Timur, atau 151 Km Barat Laut Maluku Tenggara Barat.

Sehari sebelumnya, Sumatera Selatan juga mengalami gempa berskala 5.0 magnitudo pada Minggu pukul 13.27 WIB,

Lokasi gempa bumi terjadi pada 5.05 lintang selatan dan 102.52 bujur timur di Pulau Sumatera bagian selatan dengan kedalaman sejauh 10 kilometer.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Tiga Dokter di Jatim Meninggal Akibat Covid-19

Published

on

By

Ilustrasi tenaga medis. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).

Finroll.com, Jakarta – Setidaknya lima dokter di Provinsi Jawa Timur meninggal dunia dalam kurun sehari pada Minggu (12/7). Tiga orang di antaranya meninggal akibat virus corona (Covid-19).

Lima dokter yang meninggal itu, yakni dr Deni Chrismono Raharjo, dr Budi Luhur, dr Arief Agoestono, dr Djoko Wijono, dan dr Paulina Karuntu.

“Ada tiga dokter yang meninggal karena Covid-19, dr Deni Chrismono Raharjo, dr Budi Luhur, dan dr Arief Agoestono,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dr Sutrisno, Senin (13/4).

Sedangkan dr Paulina Karuntu dan dr Djoko Wijono, kata Sutrisno meninggal bukan karena Covid-19, tapi penyakit lain.

Sutrisno menambahkan, dr Deni merupakan dokter di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya dan sempat mendapat perawatan sebelum dirujuk. Ia meninggal di RSUD dr Soetomo Surabaya setelah dua pekan mendapatkan perawatan.

“Dokter Deni ini sempat dirawat di RSJ Menur, terus dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Beliau sudah mendapat perawatan intensif selama dua minggu, tapi tidak tertolong,” kata Sutrisno.

Sedangkan dr Budi dan dr Arief diketahui merupakan dokter yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), di Gresik dan Lamongan.

Ia menuturkan, Budi mulanya dirawat di rumah sakit di Gresik. Ia lalu sempat akan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya, pada Minggu siang.

Namun rencana itu terkendala karena kapasitas RS di Surabaya yang penuh. Budi pun meninggal dunia. Hal serupa juga dialami Arief di Lamongan.

Keduanya meninggal dalam kondisi terinfeksi Covid-19.

“Meninggal di Gresik, karena (RS) di Surabaya penuh. Mulai siang sudah akan dibawa ke Surabaya, tapi penuh, tidak ada tempat,” ujarnya.

Dengan tambahan tiga dokter ini, maka total sudah 19 dokter di Jatim meninggal akibat Covid-19 hingga saat ini.

Sutrisno mengatakan, banyaknya dokter dan tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 ini, membuat IDI Jatim berusaha keras melakukan evaluasi untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan di rumah sakit, puskesmas, serta instansi kesehatan lainnya.

“Jadi usaha-usaha untuk meningkatkan keamanan terhadap dokter dan tenaga kesehatan harus ditingkatkan,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Akibat Banjir Rob di Aceh Barat, 42 Rumah Rusak dan Ratusan Warga Mengungsi

Published

on

Finroll – Jakarta, Ratusan warga korban banjir rob atau gelombang pasang laut akibat purnama di empat desa Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat masih mengungsi, hingga Minggu (12/7) malam. Mereka mengungsi sebab setidaknya 42 warga terendam air hingga 80-100 sentimeter.

“Kami masih berupaya mendata kerusakan akibat bencana alam akibat banjir rob,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Mukhtaruddin, dilansir dari Antara.

Dalam catatan pihaknya, sementara ini warga terdampak banjir rob tersebar di di Desa (Gampong) Pasir sebanyak 512 jiwa (121 KK), Desa Kampung Belakang 450 jiwa (120 KK), Desa Suak Indrapuri 317 jiwa (98 KK), dan Desa Ujung Kalak 362 jiwa (98 KK).

Sedangkan puluhan pondok atau kafe wisata kuliner di Desa Suak Ribee juga ikut rusak akibat diterjang gelombang pasang purnama.

“Saat ini, titik pengungsian masyarakat terbagi di beberapa lokasi. Sebagian korban mengungsi di kantor desa, karena rumahnya rusak dan terendam pasang air laut,” kata Mukhtaruddin.

Sedangkan titik pengungsian masyarakat, kata dia, masing-masing di Kantor Desa Suak Indra Puri dihuni oleh masyarakat dari 16 kepala keluarga, serta masyarakat di Desa Ujong Kalak, Pasir dan Kampung Belakang sebagian mengungsi ke rumah sanak saudara.

Mukhtaruddin menambahkan, dampak dari meluapnya air laut tersebut mengakibatkan sepanjang jalan di empat desa tidak bisa dilalui kendaraan.

Karena air laut naik ke daratan dengan ketinggian air berkisar antara 80 sentimeter hingga satu meter di atas permukaan jalan.

“Untuk sementara itu aktivitas masyarakat masih terganggu karena air memasuki rumah warga,” kata Mukhtaruddin.

Adapun 42 rumah warga yang terendam banjir berada di Desa Pasir. Rinciannya di Dusun I 14 rumah rusak sedang dan di Dusun II dua rumah warga rusak berat serta 26 rumah warga rusak ringan.

Selain itu, kata Mukhtaruddin, pihaknya juga terus melakukan evakuasi warga yang bermukim di pinggir laut untuk di bawa ke Posko Darurat BPBD Aceh Barat di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending