Connect with us

Makro Ekonomi

BPS Catat Inflasi Oktober 2018 0,28%, Ada Pengaruh Gempa Palu

Published

on


IHSG Dibuka Melemah, Analis: Ada Aksi Ambil Untung

Finroll.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, data inflasi bulan Oktober 2018 sebesar 0,28%. Hal ini diketahui berbeda dari keadaan bulan September yang justru mengalami deflasi sebesar 0,18%, dan inflasi tahunan Oktober 2018 sebesar 3,16% (year on year).

“Jadi IHK bulan Oktober mengalami kenaikan inflasi sebesar 0,28% (month to month),” ungkap Kepala BPS, Suhariyanto dalam konferensi persnya di gedung BPS Jakarta, Kamis (1/11).

Baca Lainnya: Harga Emas Turun ke Posisi Terendah Akibat Penguatan Dolar AS

Dalam rilisnya hari ini, Suhariyanto menyebut jika pihaknya telah melakukan pemantauan di 82 kota di seluruh Indonesia. Diketahui, dari 82 kota tersebut, sebanyak 16 kota mengalami deflasi dan sisanya sebanyak 66 kota mengalami inflasi.

“Dengan inflasi 3,16% secara year on year (yoy), maka ini masih dibawah target yang ditetapkan asumsi makro 3,5% plus minus 1%. Namun diperkirakan ke depannya inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun, sehingga tetap dalam sasaran,” paparnya.

Gempa Palu Ikut Sumbang Inflasi Oktober 2018

Suhariyanto menambahkan, akibat bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu beberapa waktu lalu, pihaknya mencatat ada kenaikan harga makanan yaitu nasi dengan lauk pauk yang menyumbang 0,49% dari total jumlah inflasi.

“Bulan depan inflasi Palu diharapkan bisa normal ya. Inflasi di Palu ini terjadi karena musibah dan bencana alam. Tentu kita harap kehidupan disana kembali normal,” tandasnya.

Business

Corona, 11 Juta Jiwa Bisa Jatuh Miskin Di China

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Pandemi virus corona mengancam pertumbuhan ekonomi China mandek. Jika ramalan Bank Dunia itu benar, diperkirakan 11 juta orang di Asia Timur akan jatuh miskin.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengungkapkan pandemi ini mengakibatkan guncangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Pandemi ini dapat menghentikan pertumbuhan dan meningkatkan kemiskinan di seluruh kawasan,” ujarnya, Selasa (31/3).

Menurut Mattoo, dalam skenario terbaik, ekonomi kawasan Asia Timur akan menurun tajam. Ia memproyeksi ekspansi China akan melambat dari 6,1 persen menjadi hanya 2,3 persen.

Pasalnya, dua perlima populasi dunia sedang dalam karantina dan lock down. Dua hal ini mengakibatkan penutupan bisnis dan transportasi demi menekan risiko penyebaran covid-19.

Mattoo menilai dunia masih bisa lolos dari potensi resesi, namun tetap akan mengalami perlambatan yang tajam. Dua bulan lalu, ekonom Bank Dunia masih memperkirakan China bisa tumbuh sekitar 5,9 persen. Angka tersebut pun menjadi skenario terburuk sejak 1990 silam.

Namun, sekarang negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia menghadapi proyeksi yang lebih ‘mengerikan’. Hal tersebut tercermin dalam rekor kontraksi aktivitas manufaktur pada Februari dan produksi industri yang turun untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Wilayah Asia Timur dan Pasifik, tidak termasuk China, dapat mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 1,3 persen atau menyusut 2,8 persen dalam skenario yang lebih buruk dibandingkan dengan 5,8 persen tahun lalu.

“Pandemi itu sangat mempengaruhi ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik, selain itu kedalaman dan lamanya guncangan itu tidak pasti,” kata laporan Bank Dunia.

Bank Dunia memperingatkan pengendalian pandemi mungkin akan memulihkan ekonomi. Namun, risiko tekanan keuangan akan berlangsung lama bahkan melewati tahun ini.

“Yang paling rentan adalah negara-negara yang sangat bergantung pada perdagangan, pariwisata, dan komoditas, dan yang bergantung pada arus keuangan yang fluktuatif,” jelasnya.

Mattoo mengatakan 17 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik merupakan kunci rantai global dan bertanggung jawab atas 70 persen perdagangan dunia. Saat ini, semuanya telah terpengaruh dan sekarang memiliki beberapa kasus virus corona dengan jumlah tertinggi di dunia.

“Di dunia yang saling bergantung ini, di mana nasib ekonomi kita saling terkait, goncangan secara simultan mempengaruhi semua negara penting ini,” katanya.

Bank Dunia menyerukan tindakan keras dengan prioritas pertama pada penahanan penyebaran virus serta langkah untuk meredam guncangan bagi rumah tangga yang kehilangan upah atau pekerjaan.

Mattoo melanjutkan belum terlambat untuk mengikuti contoh Korea Selatan yang meningkatkan pengujian dan penahanan, sehingga ekonomi dapat mulai kembali normal lebih cepat.

“Ini bukan ilmu roket. Dengan bantuan, bahkan negara-negara miskin pun bisa melakukannya,” pungkasnya.

Sumber :CNN Indonesia

Continue Reading

Makro Ekonomi

DPR: PLN Siap Beri Diskon 65% Tarif Listrik 24 juta Pelanggan

Published

on

By

Penentuan stimulus ekonomi dan perlindungan kepada masyarakat di tengah wabah corona atau covid-19 akan diputuskan dalam sidang kabinet bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Senin (30/3/2020). Salah satu keputusannya adalah memberikan tarif listrik khusus kepada masyarakat.

FINROLL.COM — Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3/2020). Dito mengatakan, bahwa pihaknya selalu berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk setiap langkah kebijakan yang akan diambil.

“Dalam setiap kali perkembangan, Kemenkeu ketika rapat dengan siapa pun, selalu meng-update kepada Komisi XI. Hal ini [tarif listrik] akan disampaikan pada sidang kabinet nanti dengan Presiden [Jokowi],” jelas Dito.

Lebih lanjut Dito mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan ratusan triliun untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, juga untuk menstimulus dunia usaha.

“Listrik ada 450 nomer [rekening] gak bayar ataau grtasi. Untuk 24 juta pelanggan 450VA – 900VA diskon 65%, jadi masyarakat paling bayarnya sekitar Rp 40.000,” jelas Dito.

Kendati demikian, keputusan ini kata Dito masih terus dikaji oleh pemerintah dan harus menunggu keputusan oleh Presiden Jokowi terlebih dahulu.

Dito juga menekankan kepada masyarakat, untuk tidak panik dalam menghadapi covid-19. Karena pemerintah bersama DPR terus melakukan komunikasi guba menyiapkan setiap langkah kebijakan yang akan ditempuh.

“Pokoknya pemerintah sudah akan memberikan paket penguatan perlindungan sosial dan stimulus ekonomi dalam menghadapi covid-19. Yang terdiri dari kondisi ekonomi, perlindungan masyarakat, kesehatan. Sudah dialokasikan anggaran cukup besar,” tegas Dito.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyampaikan akan mendukung pemerintah dalam memberikan keringanan tarif listrik di tengah wabah corona.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Rahardjo mengatakan, keringanan tarif ini akan berlaku untuk semua sektor. Artinya baik rumah tangga miskin dan industri akan menikmatinya.

“Kebijakan yang diusulkan untuk semua sektor,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat, (27/03/2020).

Terkait mekanisme apa yang akan digunakan untuk industri dirinya menyebut masih dikomunikasikan dengan stakeholder. Dirinya juga belum bisa memastikan kapan karena ini menjadi ranah pemerintah. (CNN/GPH)

Continue Reading

Business

Bantuan Korban PHK Naik Jadi Rp4 Juta di Tengah Wabah Corona

Published

on

By

Finroll – Jakarta,  Pemerintah memperbesar bantuan kepada korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari sektor formal menjadi Rp4 juta per orang di tengah penyebaran virus corona (covid-19). Sebelumnya, pemberian bantuan melalui BP Jamsostek itu direncanakan selama tiga bulan di mana besaran bantuan Rp1 juta per bulan atau Rp3 juta per orang.

“Kami perbesar dana untuk memberikan bantuan masing-masing Rp1 juta per insentif (atau) Rp1 juta per bulan untuk 4 bulan,” ujar Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam konferensi pers, Kamis (26/3).

Selain itu, untuk meningkatkan keahlian, pemerintah juga akan memberikan pelatihan kepada korban secara cuma-cuma. Harapannya, masyarakat dapat bertahan di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Di sektor informal, pemerintah juga memberikan bantuan berupa biaya pelatihan dan insentif melalui program Kartu Prakerja. Keputusan ini diberlakukan selama empat bulan guna memitigasi dampak penyebaran virus corona terhadap pekerja yang terkena PHK.

Biaya itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan insentif sebesar Rp1 juta per orang. Insentif itu berasal dari kenaikan insentif penerima kartu prakerja dari sebelumnya hanya Rp650 ribu per bulan.

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani membenarkan pemberian insentif kepada korban PHK dalam bentuk pelatihan dan uang santunan.

“Sehingga mereka bisa mendapatkan pelatihan dan santunan paling tidak selama 3 bulan,” ujar Sri Mulyani melalui video conference.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending