Connect with us

Keuangan

Brexit dan Data AS Bikin Rupiah Lesu ke Rp13.946 per Dolar AS

Published

on


Finroll.com – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.946 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (17/7) pagi. Posisi rupiah melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (16/7) yakni Rp13.936 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,12 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,28 persen.

Hanya dolar Hong Kong saja yang tercatat menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,03 persen. Di sisi lain, yen Jepang dan baht Thailand sama-sama tak bergerak menghadapi dolar AS.

Sementara itu, mata uang negara maju seperti dolar Australia dan euro menguat masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS, sedangkan poundsterling Inggris tidak bergerak terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah kali ini disebabkan karena sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau disebut Brexit. Masa depan Brexit bisa menjadi kurang jelas setelah kandidat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sangat anti dengan rencana tersebut.

Tak hanya itu, indeks dolar AS pun menguat gara-gara rilis data ekonomi AS yang positif. Kemarin, Departemen Perdagangan AS merilis data bahwa penjualan ritel pada Juni masih tumbuh 0,4 persen atau di atas ekspektasi yakni 0,1 persen.

Bahkan, kemarin angka pembacaan awal indeks manufaktur terbilang baik. Untuk negara bagian New York, misalnya, indeks manufaktur Juli ada di angka 4,3 atau membaik dari Juni yang minus 8,6.

Data ekonomi AS yang masih bagus ini membuat peluang penurunan suku bunga acuan mengecil, meski probabilitasnya masih sangat tinggi. “Dalam transaksi hari ini rupiah akan ada di dalam range Rp13.885 hingga Rp13.890 per dolar AS,” jelas Ibrahim, Rabu (17/7).

Keuangan

Tinggalkan Level 4.000, IHSG Menguat ke 5.076

Published

on

By

IHSG ditutup menguat pada Rabu (8/7). Indeks ditutup di level 5.076 naik 89,09 poin atau 1,79 persen.(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Finroll.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Rabu (8/7). Indeks ditutup di level 5.076 naik 89,09 poin atau 1,79 persen.

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp9,26 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,83 miliar saham. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp78,31 miliar.

Pada penutupan kali ini, 221 saham menguat, 174 mengalami koreksi, dan 174 lainnya stagnan. 9 dari 10 indeks sektoral kompak menguat dipimpin sektor keuangan sebesar 3,59 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB terpantau melemah tipis 0,13 persen ke level Rp14.438 per dolar AS.

Di sisi lain, pasar saham di Asia bergerak fluktuatif. Kondisi itu ditunjukkan oleh Nikkei225 di Jepang yang turun 0,78 persen dan indeks Kospi turun 0,24 persen. Sedangkan, Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,59 persen.

Sementara, mayoritas bursa saham Eropa mayoritas naik. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,15 persen dan indeks DAX di Jerman menguat 0,10 persen. Namun, CAC All-Tradable di Prancis turun 0,38 persen.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Kementerian BUMN Akan Bubarkan Jiwasraya

Published

on

Finroll – Jakarta, Kementerian BUMN mengatakan terdapat peluang bagi pemerintah untuk menutup PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ini merupakan konsekuensi dari pembentukan perusahaan asuransi baru, yaitu PT Nusantara Life.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo penutupan perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu dilakukan apabila semua nasabah Jiwasraya sudah memindahkan polisnya ke Nusantara Life.

“Ya (Jiwasraya) pada akhirnya tutup, pada akhirnya tutup. Tapi memang kami harapkan seluruh pemegang polis ini, kami harapkan nanti mau untuk pindah begitu. Karena yang Jiwasraya memang tidak ada pesertanya,” ujarnya di Komisi VI DPR, Selasa (7/7).

Rencananya, kata dia, Kementerian BUMN akan mulai negosiasi dengan pemegang polis Jiwasraya pada Agustus 2020 secara terbuka. Imbauan ini berlaku untuk nasabah polis tradisional maupun saving plan.

Namun, pemindahan polis dari Jiwasraya ke Nusantara Life menunggu suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah. Ia mengatakan jika pemegang polis hendak memindahkan kepemilikannya ke Nusantara Life, maka mereka harus bersedia menyesuaikan tingkat imbal hasil (yield).

Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan Jiwasraya selama ini sangat tinggi dibandingkan tingkat suku bunga di pasar. “Kalau bunganya sekarang 12 persen-13 persen harus turun ke bunga normal di kisaran 6 persen-7 persen,” paparnya.

Sebelumnya, ia mengatakan pemerintah telah mulai pembentukan Nusantara Life. Perusahaan ini nantinya akan berada di bawah holding asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Seperti diketahui, perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu tengah terjerat kasus gagal bayar. Gagal bayar Jiwasraya mulai tercium oleh publik pada Oktober-November 2018. Perseroan mengumumkan tidak dapat membayar klaim polis jatuh tempo nasabah saving plan sebesar Rp802 miliar.

Dalam perkembangannya, kasus Jiwasraya merambah ranah hukum lantaran berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mendakwa enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya dengan total kerugian negara Rp16,8 triliun.

Terbaru, Kejagung kembali menetapkan satu tersangka baru yang merupakan pejabat aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Kejagung menjerat 13 merupakan manajer investasi yang diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Didorong Penguatan Aset Berisiko Rupiah Menguat ke Rp14.465

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.465 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (6/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,40 persen dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp14.378 per dolar AS.

Penguatan rupiah terhadap dolar diikuti oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia pagi ini. Terpantau dolar Singapura menguat 0,13 persen, dolar Taiwan menguat 0,23 persen, won Korea Selatan menguat 0,17 persen, dan peso Filipina menguat 0,21 persen.

Rupee India juga tercatat menguat 0,50 persen, diikuti yuan China yang menguat 0,13 persen, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen dan baht Thailand menguat 0,03 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju masih bergerak variatif di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,02 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen dan franc Swiss menguat 0,18 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,29 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi aset-aset berisiko yang menguat, seperti indeks-indeks saham Asia dan indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS).

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat kembali menguat yang mengindikasikan pasar melepas aset aman ini dan masuk ke aset berisiko.

“Rupiah bisa terbantu menguat mengikuti penguatan aset berisiko regional hari ini dengan potensi ke area kisaran Rp14.450 dan potensi resisten di kisaran Rp14.570,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pasar, lanjut Ariston, mulai merespons positif membaiknya data-data ekonomi yang positif di tengah pandemi yang dirilis di akhir pekan lalu.

Misalnya, data tenaga kerja AS bulan Juni yang menunjukkan perbaikan melebihi ekspektasi dan data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur AS-Tiongkok-Eropa pada Juni yang juga menunjukkan peningkatan melebihi ekspektasi.

“Tapi di sisi lain, pasar masih akan mempertimbangkan peningkatan laju penularan covid-19 global yang berisiko menurunkan kembali aktivitas ekonomi, seperti yang dilaporkan WHO dan ketegangan AS-Tiongkok yang makin memanas,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia
Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending