Connect with us

International

Bukan AS-China, Kali Ini Perang Dagang Jepang-Korsel Memanas

Published

on


Finroll.com –  Perselisihan dagang antara Korea Selatan (Korsel) dengan Jepang memasuki babak baru. Kali ini, Jepang menghapus Korsel dari daftar white list alias mitra dagang favorit.

Alhasil sejumlah kemudahan yang selama ini didapat, tidak akan lagi dirasakan Seoul. Tindakan Jepang ini menuai kecaman dari pemerintah Korsel.

Korsel menuding Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperlakukan negeri ginseng sebagai musuh. “Perdana Menteri Abe berkomentar dua kali bahwa Korea tidak bisa dipercaya dan memperlakukan kami seperti musuh,” kata seorang pejabat keamanan nasional Kim Hyun-chong, seperti dikutip AFP.

Menurutnya Jepang merupakan pemicu awal perselisihan kedua negara, dengan menerapkan pembatasan ekspor Korsel di Juli lalu. Karenanya, wajar Korsel bertindak dan membalas tindakan Jepang.

Kementerian Luar Negeri Korsel pun memanggil duta besar Jepang. Ini terkait penolakan Korea Selatan atas langkah Jepang menghapus negara itu dari daftar putih.

Perdana Menteri Korsel Lee Nak Yon meminta Jepang menahan diri. “Sekali lagi kami mendesak Jepang untuk menahan diri dan dengan tulus menanggapi tawaran kami untuk memulihkan hubungan,” katanya.

Akibat ketegangan ini Korsel berencana menginvestasikan US$ 5,7 miliar dana di tahun 2020-2022. Dana ini ditujukan guna menstabilkan rantai pasokan sejumlah sektor ekonomi yang terdampak perang dagang kedua negara.

Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menegaskan langkah yang diambil Tokyo sudah sangat tepat. Ia bahkan menyalahkan Korsel atas tindakannya mempermasalahkan kerja paksa saat Jepang menjajah Korea di era Perang Dunia II.

“Hubungan antara Jepang dan Korsel berada dalam keadaan yang sangat sulit karena tindakan negatif dan irasional yang berulang dari pihak Korsel,” tegasnya sebagaimana dilansir Strait Times.

AS Kecewa

Ketegangan kedua negara ini membuat Amerika Serikat kecewa. Mengingat keduanya merupakan sekutu AS di Asia. Pasalnya Korsel berniat mengakhiri pakta yang memungkinkan berbagi informasi militer dengan Jepang. Hal ini membuat AS khawatir.

Namun, Hyun-chong menegaskan bahwa keputusan Seoul untuk mengakhiri perjanjian pembagian intelijen, yang dikenal sebagai Keamanan Umum Perjanjian Informasi Militer (GSOMIA), tidak akan membuat Korea Selatan menjadi lebih dekat dengan AS.

Advertisement

International

Unggahan Hina Nabi Muhammad Picu Kerusuhan

Published

on

By

Sebuah unggahan di Facebook yang mengritik Nabi Muhammad memicu kerusuhan di selatan Bangladesh, Minggu (20/10). Setidaknya empat orang dikabarkan meninggal dunia.

Ratusan Muslim sebelumnya dilaporkan turun ke jalan di kota Borhanuddin, sekitar 195 km dari ibukota Dhaka. Mereka memprotes unggahan medsos yang diduga dibuat oleh seorang pria beragama non-Islam. Seorang pejabat pemerintahan lokal mengakui pihaknya sudah menggelar pertemuan untuk meredakan ketegangan.

Namun bukannya mereda, demonstran malah mengamuk dengan menyerang aparat keamanan yang dibalas dengan tembakan gas air mata dan peluru kosong. “Kami menembakkan peluru kosong untuk melindungi diri ketika sebagian demonstran mulai melemparkan batu ke arah kami dan memaksa kami berlindung di dalam gedung,” tutur Sarkar Mohammad Kaisar, seorang perwira senior di distrik Bhola.

Menurut keterangan resmi sekitar 10 orang mengalami luka-luka, termasuk 10 orang polisi. Adapun media-media lokal melaporkan jumlah korban luka mencapai hingga 100 orang.

Para demonstran yang berasal dari kelompok konservatif mengaku terpicu oleh unggahan di medsos dan menuntut balas dendam. “Monster ini mengecam Rasul kami dan puterinya, Fatima. Semoga Allah menggerakkan para hakim untuk menggantung orang ini,” kata salah seorang pengguna di Facebook.

Pria yang dituduh melakukan penistaan mengaku akunnya telah dibajak oleh orang lain. Kepolisian membenarkan pengakuan tersebut dengan menangkap tiga pria yang diduga meretas akun korban.

Bukan kali pertama Bangladesh dilanda ketegangan antara mayoritas muslim dan minoritas terkait isu penistaan agama. Pada 2016 silam sebanyak 14 kuil dan ratusan rumah milik warga Hindu dibakar dan dijarah oleh massa di Nasirnagar Upazila lantaran dipicu unggahan di media sosial.

Investigasi kepolisian kemudian mengungkap pria yang dituding mengunggah konten penghinaan tersebut ternyata tidak bersalah.

Setahun kemudian unggahan serupa di Facebook menggerakkan massa untuk membakar sejumlah rumah milik warga Hindu di Rangpur. Satu orang meninggal dunia dan beberapa lain mengalami luka-luka. Lebih dari separuh dekade lalu kelompok radikal Islam membakar wihara umat Buddha di Ramu.

Continue Reading

Business

Pemerintah RI Optimis Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai Bakal Sukses

Published

on

Finroll.com — Pemerintah Indonesia menyatakan optimis terhadap kesuksesan Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward saat peluncuran Paviliun Indonesia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Jumat (18/10/2019).

“Hari ini, hampir setahun lagi tepatnya 20 Oktober 2020, Paviliun Indonesia akan beroperasi selama 173 hari di expo terbesar di dunia, Expo 2020 Dubai.

Peluncuran Paviliun Indonesia ini membawa optimisme bahwa segenap pemangku kepentingan akan bekerja optimal untuk bersinergi menampilkan paviliun yang menggambarkan Indonesia masa depan, Indonesia Emas 2045,” ujar Dody Edward.

Sebelumnya, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengunjungi stand Paviliun Indonesia seusai membuka ajang pameran perdagangan internasional, Trade Expo Indonesia 2019.

Dalam kunjungannya itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus membubuhkan tanda tangan pada board digital sebagai tanda resmi keikutsertaan Indonesia dalam ajang Expo 2020 Dubai.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat baik itu perusahaan, kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah untuk berpartisipasi mengharumkan nama dan potensi Indonesia di tingkat dunia,” tambah Dody Edward.

Pemerintah memperkirakan keikutsertaan Indonesia di Expo 2020 Dubai ini akan memerlukan biaya hingga Rp400 miliar. Untuk itu, selain dana berasal dari pemerintah, pihak swasta digandeng untuk berkontribusi menjadi sponsor untuk Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai.

Saat ini tercatat sudah 5 (lima) perusahaan yang telah menjadi sponsor yaitu PT Astra International Tbk sebagai sponsor utama, kemudian PT Gajah Tunggal Tbk, Grup APRIL, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan Citarasa Prima (CRP) Group selaku pengelola restoran di Paviliun Indonesia.

Optimisme juga terlihat dari pernyataan Boy Kelana Soebroto, General Manager Corporate Communications PT Astra International Tbk yang mewakili pihak sponsor.

“Kami optimis dengan keikutsertaan Astra sebagai sponsor utama akan memperkuat konsep Indonesia Emas 2045. Kami berharap dapat turut mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Semangat ini sejalan dengan cita-cita Astra yaitu sejahtera bersama bangsa,“ kata Boy Kelana Soebroto.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis, memaparkan perkembangan pembangunan Paviliun Indonesia di Dubai.

“Setelah Groundbreaking 9 September lalu, pembangunan Paviliun Indonesia terus berjalan. Saya optimis, Expo 2020 Dubai dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata dan investasi untuk Indonesia khususnya dari negara Timur Tengah maupun negara lainnya,” ujar Husin.

Press conference ini juga menampilkan pembicara Ridwan Hassan, Konsul Jenderal RI di Dubai dan Hariman Zagloel, President Director PT Samudra Dyan Praga selaku operating agency Paviliun Indonesia.

Uniknya Paviliun Indonesia di Expo 2020 DubaiStand Paviliun Indonesia didesain secara futuristik dan dipadukan dengan berbagai motif traditional. Diharapkan paviliun ini akan menjadi wajah Indonesia masa depan dengan berfondasikan berbagai inovasi, beyond technology dan tetap selaras dengan berbagai kearifan lokal bangsa Indonesia.

Paviliun Indonesia terletak di jalur utama di distrik “Opportunity” yang strategis dengan luas lahan 1.860 m2. Paviliun bertema “Transforming Future Civilization Through Innovations and Diversity” ini akan terdiri dari 3 lantai.

Setiap lantai akan memiliki cerita yang berbeda-beda tapi saling terkait dan berkelanjutan. Semua cerita yang ada di tiap lantai akan ditampilkan secara Entertainment, Interaktif  dan Futuristik.

Lantai 1 yang bertema “To Build World A New” akan memberikan gambaran tentang Indonesia dalam kemasan “Connecting Yesterday – Today & Tomorrow” dengan menampilkan sekilas sejarah Indonesia (15%), Indonesia hari ini (25%) dan Indonesia Masa Depan (60%).

Lantai 2 akan menampilkan berbagai inovasi dan Konsep Indonesia Emas 2045. Tema di lantai ini adalah “Celebrating you, me together we transform the future”. Selain menampilkan instalasi yang canggih, lantai ini juga memiliki studio bioskop layar lebar berkualitas tinggi (high quality cinema) sebagai tempat pemutaran film pendek yang menarik tentang bagaimana Indonesia menciptakan masa depan bervisi global namun tetap berlandaskan kearifan lokal. Area ini juga digunakan sebagai sarana presentasi untuk menarik investasi.

Di akhir cerita, pengunjung akan disajikan suasana “Night Market” yang kental dengan berbagai keragaman budaya, keramahan dan kehangatan khas masyarakat indonesia yang bertema Welcome  to Majestic Land of Diversity. Dengan mengunjungi Paviliun Indonesia, pengunjung akan merasakan Home of Diversity, A Feeling of Tomorrow.

Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Pavilun Indonesia di Expo 2020 Dubai, kunjungi
expo2020indonesia.id. Situs resmi ini berisi informasi tentang persiapan Pavilion Indonesia dengan menu antara lain Home of Diversity, Count Down, Ayo Dukung Paviliun Indonesia, Connecting: Yesterday, Today, and Tomorrow, dan Road To Dubai. Situs tersebut juga dilengkapi akun media sosial resmi seperti Instagram, Facebook, Youtube, dan Twitter.

Continue Reading

International

Implementasi Hak atas Pangan di Indonesia Diapresiasi pada Side Event CFS ke-46 di Roma

Published

on

Finroll.com, Roma — Dalam Side Event di sela-sela pertemuan Conference on Food Security (CFS) ke-46 di Roma, Italia, Selasa (16/10/2019), panelis dari Pelapor Khusus Hak Atas Pangan PBB, Hilal Elver mengapresiasi terhadap keseriusan Indonesia dalam memperjuangkan hak atas pangan.

Keseriusan itu terlihat dari penyusunan kerangka kebijakan terkait hak atas pangan, seperti UUD 45 dan UU Pangan No. 18 tahun 2012, serta implementasinya untuk mengangkat derajat masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan.

“Kami mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam keseriusannya untuk memperjuangkan hak atas pangan bagi masyarakat,” ujar Hilal.

Hilal menambahkan, bahwa perlindungan hak atas pangan di bawah peraturan perundang-undangan adalah bentuk perlindungan yang paling efektif, karena hak atas pangan dilindungi oleh konstitusi negara yang memiliki kekuatan hukum.

“Memasukkan pendekatan hak atas pangan dalam peraturan perundang-undangan dapat mengubah pola pikir masyarakat, sehingga hak atas pangan dapat terimplementasi dengan baik,” Tambahnya.

Tema yang diangkat pada side event ini adalah Fifteen Years Implementing the Right to Food Guidelines – Reviewing Progress to Achieve the 2030 Agenda. Side event ini membicarakan hasil review dari pelaksanaan hak atas pangan selama 15 tahun terakhir di seluruh dunia.

Selain Hilal, panelis lainnya adalah Direktur Jenderal Kebijakan Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan Spanyol Gabriel Ferrero dan Prof. Wenche Barth Eide dari Universitas Oslo.

Delegasi Indonesia yang hadir dalam side event ini adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan Dr. Agung Hendriadi dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Sam Herodian.

Sementara itu, CFS merupakan forum pertemuan internasional yang membahas kebijakan ketahanan pangan dan gizi secara inklusif melalui perumusan kesepakatan bersama dengan melibatkan beragam pemangku kebijakan dari seluruh dunia.
CFS ke-46 dilaksanakan 14-18 Oktober 2019 di Roma, Italia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending