Connect with us

Sepakbola

Chelsea Mampu Meraih Babak 16 Besar Liga Europa, Setelah Membantai Malmo 3-0

Published

on


Chelsea Meraih Kemenangan

Chelsea meraih kemenangan telak saat menjamu Malmo di leg 2 babak 32 besar Liga Europa, Kamis (21/2) atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Finroll.com – Memang tidak mudah bagi Chelsea meraih kemenangan di pertandingan ini. The Blues akhirnya memenangi laga 3-0 atau agregat 5-1. Pasukan Maurizio Sarri harus menunggu di babak kedua untuk memecah kebuntuan. Sebelumnya pekan lalu di leg 1, tim asuhan Maurizio Sarri diketahui juga menang 2-1 atas Malmo.

Pesta gol The Blues tercipta lewat gol-gol yang dicetak Olivier Giroud (55′), Ross Barkley (74′), dan Callum Hudson-Odoi (84′) Dengan demikian, Chelsea lolos ke 16 besar dengan keunggulan agregat 5-1. Pada leg pertama di kandang Malmo pekan lalu, Chelsea menang 2-1.

Meski akhirnya sukses mengamankan tiket ke babak lanjutan, nyatanya hal itu tak dilalui The Blues –julukan Chelsea- dengan mudah. Mereka harus melewati persaingan ketat di babak pertama tanpa gol.

Sejumlah peluang yang didapat tak kunjung berbuah gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

“Saya pikir kami bermain tanpa rasa percaya diri dan gugup pada 30 menit pertama. Kami tidak dapat menggerakkan bola dengan sangat cepat dan kami berada dalam masalah dengan tekanan mereka,” kata Sarri

Memasuki babak kedua, Chelsea langsung tancap gas membangun serangan. Gagal mencetak gol di babak pertama nampaknya membuat The Blues bermain lebih agresif. Kendati begitu, laga justru dihentikan sejenak lantaran pada menit ke-53 seorang fans masuk ke dalam lapangan dan harus segera diamankan.

Ketika laga kembali dilanjutkan, Chelsea langsung mencetak gol di menit ke-55. Berawal dari umpan tarik yang dilepaskan oleh Willian, Giroud yang berada di depan muka gawang dengan mudah menceploskan si kulit bundar. Chelsea akhirnya memimpin 1-0.

Ini gol keenam Giroud di Liga Europa musim ini. Dia selalu mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir yang dimainkannya .

Petaka menimpa Malmo di menit ke-73 kala Rasmus Bengtsson mendapat kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan. Hasilnya, di menit ke-74 Ross Barkley membuat kubu tuan rumah menggandakan keunggulannya. Barkley berhasil mengeksekusi tendangan bebas yang membuat bola meluncur deras ke dalam gawang Malmo. Chelsea kini unggul 2-0.

Pada menit ke-84, Chelsea membuat Malmo yang bermain dengan 10 orang semakin terpuruk lantaran Hudson-Odoi ikut mencatatkan namanya di papan skor. Hudson-Odoi dengan gemilang melepaskan tembakan terukur yang tak bisa dijangkau Dahlin. Chelsea unggul 3-0 dan skor tersebut bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Sarri sedikit bisa bernapas lega setelah Chelsea menelan tiga kekalahan dari empat laga terakhir Liga Primer musim ini. Chelsea melaju ke babak 16 besar Liga Eropa mengikuti Arsenal.

Tak hanya berhasil mengamankan tiket, kemenangan kali ini agaknya juga jadi sedikit titik terang bagi Manurizio Sarri sang manajer. Pasalnya dalam beberapa waktu belakangan karirmya mulai terancam lantaran tren buruk yang menimpa Chelsea. Namun dengan hasil ini, Sarri dipastikan bisa sedikit bernapas lega.

Susunan pemain:

Chelsea: 13-Wilfredo Caballero; 28-Cesar Azpilicueta (Ethan Ampadu 80′), 2-Antonio Ruediger, 27-Andreas Christensen, 33-Emerson; 7-N’Golo Kante (Ruben Loftus-Cheek 76′), 8-Ross Barkley (Jorginho 76′), 17-Mateo Kovacic; 22-Willian, 18-Olivier Giroud, 20-Callum Hudson-Odoi

Pelatih: Maurizio Sarri

Malmo: 27-Johan Dahlin; 26-Andreas Vindheim, 24-Lasse Nielsen, 17-Rasmus Bengtsson, 4-Behrang Safari; 8-Arnor Ingvi Traustason (Romain Gall 72′), 14-Anders Christiansen (Oscar Lewicki 71′), 7-Fouad Bachirou, 5-Soeren Rieks; 23-Marcus Antonsson, 9-Markus Rosenberg (Carlos Strandberg 62′)

Pelatih: Uwe Roesler

Sepakbola

Ibrahimovic Ejek Ronaldo Saat Milan Hajar Juventus

Published

on

By

Zlatan Ibrahimovic mencetak satu gol saat AC Milan menang 4-2 atas Juventus. (AP/Spada)

Finroll.com, Jakarta – Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic sempat terekam kamera tertawa ke arah Cristiano Ronaldo usai membobol gawang Juventus di Stadion San Siro, Rabu (8/7) dini hari WIB.

Juventus jadi tim yang kalah di laga tersebut. Bianconeri sempat unggul 2-0 tetapi Milan membalas dengan mencetak empat gol beruntun untuk menang dengan skor 4-2.

Satu dari empat gol tuan rumah dicetak Ibrahimovic. Bomber asal Swedia itu mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-62 yang membuat skor jadi 1-2.

Penalti itu diberikan karena kapten Juventus Leonardo Bonucci dianggap handball saat coba menghalau sundulan Ante Rebic setelah wasit melihat tayangan Video Assistant Referee (VAR).

Ibrahimovic maju sebagai eksekutor dan berhadapan dengan kiper Juventus Wojciech Szczesny. Saat bersiap melakukan tendangan penalti, Ibrahimovic diganggu oleh Ronaldo.

Dilansir Sport Bible, Ronaldo sempat berteriak ke arah Szczesny untuk merusak konsentrasi Ibrahimovic.

“Tek [Szczesny], kamu tahu dia [Ibrahimovic],” ucap Ronaldo kepada Szczesny.

Namun, gangguan dari Ronaldo itu tidak berhasil. Ibrahimovic tetap mampu menggetarkan gawang Szczesny.

Setelah mencetak gol, Ibrahimovic lantas melihat ke arah Ronaldo. Penyerang berusia 38 itu kemudian tertawa ke arah CR7 yang sempat berupaya mengganggu konsentrasinya.

Satu gol yang dicetak Ibrahimovic ke gawang Juventus membuat dirinya sudah mengemas enam gol bersama Milan sejak bergabung pada Januari 2020. Lima gol dicetak Ibrahimovic di Liga Italia dan satu gol di Coppa Italia.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

Jurgen Klopp Konfirmasi Kepergian Adam Lallana dari Liverpool

Published

on

By

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memastikan Adam Lallana akan meninggalkan klub musim ini seiring berakhirnya kontrak di Anfield Stadium. (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memastikan Adam Lallana akan hengkang pada akhir musim ini. Klopp mendeskripsikan keputusan ini terbaik untuk semua pihak.

Adam Lallana mengalami penurunan performa dan minim kesempatan bermain di Liverpool dalam tiga musim terakhir. Musim ini saja, Lallana hanya membukukan 373 menit bermain dalam 15 laga Premier League.

Liverpool dan Adam Lallana sepakat untuk tak melanjutkan kerja sama seiring berakhirnya kontrak pada 30 Juli mendatang. Manajer Jurgen Klopp berharap yang terbaik untuk Lallana di masa depan.

“Sudah jelas, Adam Lallana bakal meninggalkan klub ini pada musim panas. Tentu saja, Adam berkeinginan untuk memperpanjang kontraknya, akan tetapi dia tidak akan mengambil resiko apapun pada masa depannya,” kata Jurgen Klopp seperti dikutip Sky Sports, Rabu (8/7/2020).

“Dia adalah pemain paling penting sejak saya tiba di sini. Jadi, saya berharap yang terbaik bagi masa depannya,” tegas Klopp.

Adam Lallana bergabung dengan Liverpool pada 2014. Sejauh ini, pemain 32 tahun itu sudah tampil sebanyak 178 pertandingan, mencetak 22 gol dan 22 assist untuk klub asal Merseyside.

Dianggap Legenda

Pemain Chelsea, Billy Gilmour, berebut bola dengan gelandang Liverpool, Adam Lallana, pada laga Piala FA di Stadion Stamford Bridge, Selasa (3/3/2020). Chelsea menang 2-0 atas Liverpool.(AP/Ian Walton)

Sejak bergabung dengan Liverpool, Adam Lallana telah menjadi pemain penting di lini tengah. Penampilan apiknya membuat lini tengah Liverpool disegani lawan.

Adam Lallana juga turut membantu Liverpool dalam meraih empat gelar semisal Premier League 2019-2020, Liga Champions 2018-2019, Piala Super Eropa 2019, dan Piala Dunia Antarklub 2019. Wajar bila Jurgen Klopp menganggap Lallana sebagai legenda Liverpool.

“Dari sudut pandang saya, dia telah menjadi legenda di sini. Jadi, dia bisa menjadi legenda lagi di tempat lain mulai musim depan,” tegas Klopp. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Arsenal Vs Leicester City, Mikel Arteta Sindir Wasit Tidak Bertindak Adil

Published

on

By

Pelatih Arsenal Mikel Arteta. (Oli SCARFF/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Hasil imbang Arsenal saat meladeni Leicester City di Stadion Emirates, Rabu (8/7/2020), diwarnai kartu merah untuk Eddie Nketiah. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengkritik keputusan wasit Chris Kavanagh atas kartu merah tersebut karena dinilainya tidak adil.

Nketiah diusir keluar lapangan paada menit ke-75. Saat itu, The Gunners sedang unggul 1-0 melalui gol Pierre-Emerick Aubameyang. Ia diganjar kartu merah setelah terlibat perebutan bola dengan pemain Leicester City, James Justin. Arsenal akhrnya harus puas bermain imbang setelah Jamie Vardy melesakkan gol balasan pada menit ke-84.

Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning. Tapi setelah mengecek VAR, pemain muda Arsenal itu malah dijatuhi kartu merah.

Mikel Arteta menyebut wasit bertindak tidak adil. Arteta menyindir tindakan wasit pada babak pertama yang tidak memberikan kartu merah terhadap pelanggaran keras yang dilakukan Jamie Vardy terhadap Shkordan Mustafi.

“Nketiah tidak melihat pemain lain. Anda seharunya mengerti dia masih sangat muda. Seharusnya ia tidak mendapat bukan kartu merah,” kata Arteta kepada BBC.

“Jika pelanggaran Nketiah berbuah kartu merah, maka Leicester semestinya juga bermain dengan 10 pemain setelah menit ke-42. Insiden itu juga seharusnya mendapatkan kartu merah,” imbuh Arteta.

Arteta mempertanyakan mengapa wasit tidak melakukan tindakan yang sama saat insiden Jamie Vardy kontr Shkordan Mustafi. Saat itu, wasit tak melihat rekaman ulang kejadian.

“Jika kita melihat rekaman ulang kejadian seperti itu, maka semua insiden seharusnya dilihat. Semuanya harus adil bagi semua pihak karena itu sangat mengubah pertandingan. Jika Eddie mendapat kartu merah, maka kejadian lainnya pun seharusnya berbuah kartu merah,” tegas Mikel Arteta.

Menyesal Gagal Jaga Keunggulan

Penyerang Arsenal, Alexandre Lacazette melakukan sundulan keras ke arah gawang Leicester City dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates di London, Selasa (7/7/2020). Arsenal hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Leicester City. (AP Photo/Michael Regan,Pool)

Mikel Arteta juga menyesali kegagalan timnya mempertahankan keunggulan atas Leicester City.

“Kami harus belajar. Ketika Anda bermain menghadapi lawan seperti ini, saat Anda memiliki peluang, Anda harus membunuh mereka,” ujar Arteta.

“Itu keempat kalinya kami harus bermain dengan 10 pemain. Tidak mungkin selama itu melawan lawan seperti ini. Dan saya tidak suka kami kebobolan,” sambung pria asal Spanyol itu.

“Kami menciptakan peluang untuk mencetak gol dengan margin yang jauh lebih besar pada babak pertama. Jika Anda tidak melakukannya, Anda tidak bisa memainkan permainan ini.” (Bola.com)(GE)

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending