Connect with us

Sepakbola

Chelsea Tersingkir di Piala FA Usai Takluk 0-2 Dari Manchester United

Published

on


Piala FA

Inkonsistensi Chelsea berlanjut usai disingkirkan Manchester United di Piala FA. Dengan hasil-hasil negatif belakangan ini, Chelsea berada dalam situasi sulit.

Finroll.com – Chelsea kembali meraih hasil negatif. Setelah menang dalam laga babak 32 besar Liga Europa menghadapi Malmo FF, Chelsea harus menelan kekalahan dari Manchester United di ajang Piala FA 2018/19. Catatan negatif yang membuat Maurizio Sarri pusing.

Menjamu United di Stamford Bridge, Selasa (19/2/2019) dini hari WIB, Chelsea tidak mampu berbuat banyak di hadapan para pemain United yang bermain militan. Alhasil, mereka kalah dengan skor 0-2 lewat dua gol yang dicetak oleh Ander Herrera dan Paul Pogba.

Padahal, di pertandingan ini, Chelsea lebih dominan dibandingkan United. Persentase penguasaan bola sebesar 67% berbanding 33% milik United, serta total tembakan 11 kali berbanding 7 kali milik United, menunjukkan bahwa dari aspek permainan, ‘Si Biru’ lebih unggul dibandingkan ‘Iblis Merah’. Namun, kenyataannya mereka tetap kalah.

Kedua gol tim tamu bersumber dari sundulan. Pertama dari Ander Herrera di menit ke-31 usai menerima umpan Paul Pogba. Gol kedua dari sundulan Pogba di menit ke-45, menerima assist Marcus Rashford.

Di paruh kedua, Chelsea coba merebut kendali pertandingan. Mereka berhasil melakukannya, namun United telanjur merapatkan barisan belakang. Higuain tampak kesulitan menemukan celah untuk menembak.

Hazard beberapa kali dibuat frustrasi dan terpaksa menembak dari luar kotak penalti. Satu tembakan menyasar gawang Romero, tetapi berbelok karena membentur Victor Lindelof tepat sebelum masuk.

Sarri coba memasukkan Davide Zappacosta dan Ross Barkley untuk mengubah alur pertandingan. Adapun tak ada perubahan yang bisa dilakukan dan keunggulan dua gol bertahan hingga bubaran.

Opta melansir, ini adalah kekalahan kelima Chelsea dari sepuluh pertandingan terakhir mereka.

Sorotan dan tekanan pun mengarah ke pelatih The Blues Maurizio Sarri. Reaksi fan di Stamford Bridge menyiratkan posisi Sarri di Chelsea makin tak disukai. Di babak kedua saja, terdengar nyanyian f*** Sarri-ball. Publik tuan rumah juga mencemooh saat terjadi pergantian pemain timnya.

Pria kelahiran Naples Italia berusia 60 tahun ini menegaskan dia tidak akan ambil pusing dengan opini penggemar.

“Tidak ada yang saya khawatirkan. Mungkin saya kahwatir saat saya berada di divisi dua Italia, bukan sekarang,” pungkas Sarri.

Sarri pun mengungkapkan bahwa yang menjadi fokusnya saat ini bukanlah perkara hubungan dengan pemain, melainkan soal hasil yang diraih tim. Ia sadar bahwa ada kekecewaan dari para suporter usai kekalahan dari United di Piala FA ini, ditambah dengan inkonsistensi yang melanda Chelsea. Namun, baginya, hasil adalah elemen penting untuk menciptakan suasana positif dalam tim.

“Sangat mudah (untuk menciptakan situasi positif di dalam tim). Jika kami bisa memenangi tiga sampai empat laga beruntun, hal itu (situasi positif) akan tercipta. Beda cerita jika tim menang lima kali beruntun, karena itu cukup sulit untuk dilakukan,” pungkasnya.

Apa yang dihadapi Chelsea saat ini diakui Pedro merupakan situasi yang sulit.

“Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk tetap bersama suporter, tapi sekarang situasinya sulit,” ujar Pedro seperti dikutip BBC.

“Hari yang sulit untuk kami. Babak kedua begitu sulit untuk kami,” imbuhnya.

Walau menderita kekalahan dan harus terlempar dari Piala FA, Sarri mengaku bahwa ia masih percaya pada para pemainnya. Ia juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan pemain masihlah baik, terlepas dari inkonsistensi yang melanda Chelsea dalam enam laga terakhir (empat kali menang dan dua kali kalah).

Sejarah Chelsea Tak Pernah Kalah di Piala FA

Hasil ini memutus tren Chelsea yang selalu bisa menyingkirkan Setan Merah, julukan Manchester United, di Piala FA sejak era kepemilikan Roman Abramovich.

Piala FA

Dilansir dari situs web Transfermarkt, The Blues, julukan Chelsea, tak pernah kalah dari Man United di ajang Piala FA sejak tersisih pada perempat final musim 1998-1999.

Sejak Chelsea dimiliki Abramovich pada tahun 2003, pasukan mahal mereka selalu mampu mengalahkan Manchester United di pentas Piala FA. Catatan dimulai pada laga final Piala FA 2007, 19 Mei tahun tersebut. Chelsea menang 1-0 lewat perpanjangan waktu berkat gol Didier Drogba pada menit ke-116.

Lanjut ke musim 2012-2013. Duel kedua tim di babak perempat final Piala FA harus diulang karena berakhir 2-2 ketika Manchester United menjamu Chelsea, 10 Maret 2013. Dalam duel ulang, 1 April 2013, gol Demba Ba pada menit ke-49 membawa Chelsea menang 1-0.

Piala FA

Chelsea dan Manchester United kembali bertemu di babak perempat final Piala FA 2016-2017, 13 Maret 2017. Si Biru menang 1-0 berkat gol N’Golo Kante pada menit ke-51.

Musim lalu kedua tim berjumpa lagi, kali ini di laga final, 19 Mei 2018. Lagi-lagi Chelsea menang 1-0 dengan Eden Hazard muncul sebagai pahlawan pencetak gol via penalti pada menit ke-22. Empat kali bertemu, empat kali menang selalu dengan skor 1-0.

Akan tetapi, catatan positif itu akhirnya terhenti ketika mereka kalah 0-2, justru di kandang sendiri, pada musim ini.

Kekalahan pertama dari Man United pada ajang Piala FA pada era Abramovich ini memang membuat nasib Sarri kian di ujung tanduk. Sebelumnya, isu dia bakal dicopot santer terdengar karena performa labil Eden Hazard dkk sejak pertengahan musim.

Selain tersisih di Piala FA, Chelsea juga tertahan di posisi keenam klasemen Premier League, kasta teratas Liga Inggris, tertinggal 15 poin dari Liverpool di peringkat kedua. Padahal, Sarri ditargetkan Abramovich untuk bisa bersaing dalam perebutan gelar juara.

Rekor pertemuan Chelsea vs Man United di Piala FA sejak era Premier League:

1993-1994 Chelsea 0-4 Man United (final)

1995-1996 Man United 2-1 Chelsea (semifinal)

1997-1998 Chelsea 3-5 Man United (babak ke-3)

1998-1999 Man United 0-0 Chelsea (perempat final)

1998-1999 Chelsea 0-2 Man United (laga ulang perempat final)

2006-2007 Chelsea 1-0 Man United (final)

2012-2013 Man United 2-2 Chelsea (babak ke-6)

2012-2013 Chelsea 1-0 Man United (laga ulang babak ke-6)

2016-2017 Chelsea 1-0 Man United (babak ke-6)

2017-2018 Chelsea 1-0 Man United (final)

2018-2019 Chelsea 0-2 Man United (babak ke-5)

Sepakbola

Taklukan Everton, Arsenal Perpanjang Catatan Oke di Premier League

Published

on

By

Striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang berselebrasi usai mencetak gol ketiga untuk timnya ke gawang Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Senin (24/2/2020) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Finroll.com Jakarta – Arsenal menang 3-2 atas Everton pada laga pekan ke-27 Premier League, di Stadion Emirates, Minggu (23/2/2020). Hasil tersebut membuat The Gunners tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di liga.

Sebelumnya, mereka menang atas Manchester United (2-0) dan Newcastle United (4-0), serta bermain imbang kontra Crystal Palace (1-1), Sheffield United (1-1), Chelsea (2-2), dan Burnley (0-0).

Berkat tambahan tiga poin ini, Arsenal naik ke posisi sembilan klasemen sementara Premier League dengan nilai 37. Mereka unggul satu angka atas Everton di peringkat ke-11.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Arsenal dikejutkan dengan gol cepat Everton saat laga baru berjalan satu menit. Bola hasil tendangan Dominic Calvert dari situasi bola mati masuk ke sudut kiri bawah. Gol ini baru disahkan setelah wasit meminta review VAR.

Tertinggal satu gol, Arsenal langsung melancarkan tekanan. Mesut Ozil, Nicolas Pepe, dan Edward Nketiah coba mencari celah di lini pertahanan Everton.

Upaya itu baru membuahkan hasil pada menit ke-27. Baru sembilan menit di lapangan setelah menggantikan Sead Kolasinac, Bakayo Sako mengirimkan umpan matang ke depan mulut gawang.

Umpan tersebut disambar Nketiah dengan sodoran kaki kanan. Gol! Skor Arsenal kontra Everton menjadi 1-1.

Enam menit kemudian, Arsenal berbalik memimpin. Umpan terobosan David Luiz di antara pemain Everton mampu dimaksimalkan Pierre-Emerick Aubameyang. Dengan dingin, Auba menaklukan kiper Jordan Pickford.

Saat babak pertama akan berakhir atau tepatnya pada menit ke-45+4, Everton kembali membobol gawang Arsenal. Gol dicetak Richarlison setelah terjadi kemelut di kotak penalti. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Striker Arsenal Pierre-Emerik Aubamyeng dan rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Emirats Stadium, Senin (24/2/2020) dini hari WIB.(AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Memasuki babak kedua, Arsenal unggul cepat. Umpan silang Nicolas Pepe disambuat Aubameyang dengan sundulan untuk merobek gawang Everton. Arsenal unggul 3-2.

Arsenal belum puas. Skuat racikan Mikel Arteta itu terus menyerang untuk mencetak gol tambahan. Namun, Everton tidak tinggal diam. Pasukan Carlo Ancelotti tersebut juga melancarkan tekanan.

Pada menit ke-72, Everton mendapat peluang lewat Dominic Calvert-Lewin. Tetapi, bola hasil tendangan kaki kanannya dari jarak dekat belum menghasilkan gol.

Tiga menit kemudian, Arsenal balik mengancam melalui tendangan sudut Mesut Ozil. Namun, umpan yang disambut Dani Ceballos di luar kotak 16 masih melenceng.

Pada menit-menit akhir, Everton menggempur pertahanan Arsenal. Peluang untuk mencetak gol penyeimbang didapat Moise Kean lewat serang balik.

Sayangnya, bola hasil sepakan mantan pemain Juventus itu masih melenceng di sisi kanan gawang Bernd Leno. Laga pun berakhir 3-2 untuk kemenangan Arsenal.

Susunan pemain

Arsenal: 1 B. Leno, 23 David Luiz, 20 S. Mustafi, 31 S. Kolasinac (77 B. Saka, 18), 2 Bellerin, 10 M. Ozil (29, M. Guendouzi, 82), 34 G. Xhaka, 8 Dani Ceballos (11 L. Torreira, 76), 14 P. Aubameyang, 19 N. Pepe, 30 E. Nketiah

Everton: 1 J. Pickford, 3 L. Baines, 19 D. Sidibe, 13 Y. Mina, 2 M. Holgate, 18 M. Schneiderlin (21 Andre Gomes, 59), 8 F. Delph (27 M. Kean, 82), 10 G. Sigurdsson, 17 A. Iwobi (20 Bernard, 60), 9 D. Calvert-Lewin, 7 Richarlison

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Bogi Triyadi/Editor: Edu Krisnadefa)

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Solskjaer Sanjung Kontribusi Bruno Fernandes di Manchester United

Published

on

By

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, berkontribusi membantu timnya menang 3-0 atas Watford pada laga pekan ke-27 Premier League di Old Trafford, Minggu (23/2/2020). (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memuji kontribusi Bruno Fernandes pada laga kontra Watford. Menurut Solskjaer, Fernandes membawa dampak positif terhadap permainan MU.

Gelandang Timnas Portugal tersebut tampil sejak menit awal saat The Red Devils bersua Watford, pada laga pekan ke-27 Premier Legaue di Old Trafford, Minggu (23/2/2020) malam WIB.

Pemain yang diboyong dari Sporting CP itu mampu menjadi motor serangan Manchester United di lini tengah. Bruno Fernandes melepaskan tiga tembakan yang satu di antaranya mengarah ke gawang, menorehkan tiga dribel sukses, serta akurasi umpan yang mencapai 70 persen.

Dia pun berhasil membuka keunggulan MU pada menit ke-42 lewat titik putih. Hadiah sepakan 12 pas itu didapat Tim Setan Merah setelah Fernandes dijatuhkan Ben Foster di kotak terlarang.

Masuk menit ke-58, Anthony Martial menggandakan keunggulan Manchester United. Bola lob yang dilepaskan Martial mampu mengelabui Ben Foster.

Mason Greenwood membawa MU memimpin 3-0 pada menit ke-75. Menerima umpan pendek dari Bruno Fernandes, Greenwood menghujamkan bola ke gawang Watford dengan tembakan kaki kiri. Sampai laga berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Bagi Bruno Fernandes, golnya pada laga ini merupakan yang perdana dari empat laga yang sudah dijalani bersama Manchester United. Selain itu, dia juga sudah mengoleksi dua assist dari empat pertandingan tersebut.

Pujian untuk Bruno Fernandes

Pemain Manchester United Bruno Fernandes dijatuhkan di area penalti oleh kiper Watford Ben Foster pada pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (23/2/2020). Manchester United menang 3-0. (Martin Rickett/PA via AP)

Ole Gunnar Solskjaer menyebut, Manchester United telah mengambil keputusan yang tepat dengan memboyong Bruno Fernandes pada Januari 2020. Pasalnya, Fernandes mampu memberikan dorongan semangat terhadap penampilan Tim Setan Merah.

“Pada bursa transfer hari ini (Januari 2020), saya menilai kami telah melakukan pembelian yang bagus. Dia telah datang dan melakukannya dengan sangat baik, memberikan dorongan kepada semua orang, itu berarti lebih dari sekadar menggaet pemain,” ucap Solskjaer.

“Dia telah melakukan sesuatu kepada penonton. Anda dapat melihat dengan suporter, mereka terbiasa dengan para pemain dengan kepribadian, mentalitas dan kualitas, semua atribut pemain Manchester United yang telah dilihat para pendukung berkali-kali sebelumnya,” lanjut Ole Gunnar Solskjaer.

“Sejak hari pertama, menit pertama, dia merasa seperti ada di skuat MU, menuntut bola dari sesi latihan pertamanya. Beberapa pemain butuh waktu untuk melakukan pemanasan, tetapi dia langsung merasa percaya diri,” tuturnya.

Kemenangan atas Watford membuat Manchester United naik ke peringkat lima klasemen sementara Premier League dengan nilai 41. Mereka tertinggal tiga poin dari Chelsea di posisi keempat.(bola.com)

Sumber: Sky Sports

Continue Reading

Sepakbola

Cara Unik Pemain dan Staf Barcelona Menyambut Kedatangan Martin Braithwaite

Published

on

By

Barcelona memperkenalkan Martin Braithwaite yang diboyong dari Leganes (Josep Lago/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Martin Braithwaite resmi berseragam Barcelona sejak Kamis (20/2/2020). Staff dan pemain Blaugrana punya cara unik menyambut kedatangan mantan pemain Leganes itu.

Barcelona menebus sang striker dari Leganes dengan harga yang cukup terjangkau. Mereka berhasil mendapatkan Braithwaite dengan mahar 18 juta Euro.

Kabarnya, Martin Braithwaite menjadi striker dadakan Blaugrana setelah dua penyerang andalan mereka yakni Ousmane Dembele dan Luis Suarez dihantam cedera. Menurut Marca, Barcelona diberi dispensasi mendatangkan striker darurat di luar bursa transfer karena cedera dua pemain tersebut.

Martin Braitwaith menjalani sesi latihan perdana dengan Barcelona pada Jumat (21/2/2020) alias satu hari setelah diresmikan. Menariknya, ada prosesi penyambutan unik dari para penggawa dan staff latihan Barcelona.

Melansir dari unggahan di akun Twitter resmi klub, Martin Braitwaith harus menerima ‘pukulan’ dari staf dan rekannya. Fans dibuat salah fokus terhadap reaksi sejumlah pemain Barcelona.

Menurut fans, Antoine Griezmann, Arturo Vidal, atau bahkan Gerard Pique seolah memukul punggung Braitwaith dengan sangat keras dan cenderung tidak santai. Fans berpekulasi bahwa beberapa pemain Barca tidak terlalu bahagia dengan kedatangan Martin Braithwaite.

“Griezmann dan Vidal ngapain tu? kagak santuy,” tulis salah seorang pengguna Twitter.

“Emoji jiwa,” tambah yang lainnya.

Pemain Biasa Saja

Penyerang baru Barcelona, Martin Braithwaite menjuggling bola selama presentasi dirinya di Barcelona, Spanyol (20/2/2020). Barcelona mengonfirmasi bahwa transfer ini memakan dana yang cukup kecil. Mereka hanya membayar sebesar 18 juta Euro ke Leganes untuk transfer Braithwaite. (AFP/Josep Lago)

Wajar jika fans berpikir demikian. Martin Braithwaite bukan pemain yang istimewa, apalagi untuk menggantikan pemain sekelas Luis Suarez maupun Ousmane Dembele.

Jumlah gol yang telah dikoleksi tak bisa dibilang memuaskan. Kala merumput bersama Esbjerg, Martin Braithwaite hanya mencetak 19 gol dalam 97 pertandingan yang dilalui.

Demikian juga kala Braithwaite berseragam Toulouse. Bersama Toulouse, sang pemain hanya mempersembahkan 40 gol dari 149 pertandingan.

Catatannya bersama Middlesbrough juga tak istimewa. Dia mencetak 9 gol dalam 40 pertandingan, dan 4 gol dalam 14 pertandingan di Bordeaux.

Bersama Leganes dan Timnas Denmark, penampilannya juga biasa-biasa saja. Martin Braithwaite hanya mempersembahkan 13 gol dalam 48 pertandingan bersama Leganes dan 7 gol dalam 39 laga di Timnas Denmark.

Jika ditotal semua golnya, Martin Braithwaite hanya berhasil mencetak 85 gol dalam 348 laga sepanjang kariernya. Angka tersebut bukan prestasi membanggakan bagi seorang striker.

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending