Connect with us

International

Cina dan AS Siapkan Perang Tarif Baru

Published

on


Finroll.com – Perang dagang Cina dan Amerika Serikat (AS) memasuki tahapan baru. Kedua negara menaikkan tarif impor lawan masing-masing. Di sisi lain, perundingan untuk mengakhiri perselisihan yang dimulai sejak tahun lalu akan digelar lagi bulan ini.

Media pemerintah Cina, yakni Xinhua memberikan catatan yang cukup keras. “Amerika Serikat harus belajar berperilaku sebagai kekuatan dunia yang bertanggung jawab dan berhenti bertingkah seperti ‘perundung di sekolah’,” tulis Xinhua, Ahad (1/9).

Tahapan baru perang dagang mulai berlaku pada Ahad ini. Beijing menaikkan retribusi minyak mentah AS sebesar lima persen. Pertama kalinya perang dagang ini melibatkan sektor perminyakan.

“Sebagai satu-satunya kekuatan dunia, (AS) harus memikul tanggung jawab di pundaknya dan bergabung dengan negara lainnya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan sejahtera lagi. Hanya dengan begitu, Amerika kembali jadi hebat lagi,” tulis Xinhua.

Mereka menyinggung slogan yang dipakai Presiden AS Donald Trump selama kampanye, yakin ‘Make America Great Again’. Media milik pemerintah Partai Komunis Cina, People Daily mengatakan, kenaikan tarif impor tidak memengaruhi pembangunan Cina.

“Meledaknya perekonomian Cina membuat Cina menjadi tanah subur untuk investasi yang tidak dapat diabaikan perusahaan asing,” dalam sebuah catatan yang menggunakan nama Zhong Zheng. Zhong Zheng atau ‘Suara Cina’, sebuah nama yang sering digunakan Pemerintah Cina untuk mengungkapkan pandangan mereka tentang kebijakan luar negeri.

Tahapan baru perang dagang ini dimulai oleh AS. Pemerintahan Trump mulai menaikkan tarif impor Cina sebesar 15 persen, yaitu senilai 125 miliar dolar AS. Barang-barang itu, antara lain, speaker canggih, headphone bluetooth, dan berbagai komoditas sepatu.

Cina membalasnya dengan menaikkan tarif impor sebesar 15 persen beberapa barang AS senilai 75 miliar dolar AS. Beijing belum mengungkapkan rincian barang apa saja yang dinaikkan tarifnya.

Tarif tambahan sebesar lima persen dan 10 persen ini diberlakukan terhadap 1.717 dari 5.078 jenis produk yang berasal dari AS. Beijing akan menaikkan tarif impor sisa barang lainnya pada 15 Desember.

Pada bulan lalu Trump mengatakan, ia meningkatkan tarif impor barang-barang Cina yang sebelumnya sudah dinaikkan dan berencana menaikkan tarif impor sebesar lima persen barang Cina senilai 550 miliar dolar AS. Hal ini ia katakan setelah Cina mengumumkan langkah balasan. Tarif impor telepon genggam, laptop, mainan, dan pakaian akan naik sebesar 15 persen pada 15 Desember.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan, pada 20 September mereka akan mengumpulkan opini publik tentang kenaikan tarif impor barang Cina sebesar 30 persen untuk komoditas Cina. Kenaikan itu menjadi senilai 250 miliar dolar AS yang sebelumnya sudah dinaikan sebesar 25 persen.

Tim perdagangan AS dan Cina melanjutkan perundingan dan akan menggelar pertemuan pada September ini. Tapi, menurut Trump, kenaikan tarif yang dilakukan Cina membuat pertemuan itu ditunda.

Selama dua tahun terakhir, Trump menekan Cina. AS meminta negara yang dipimpin Xi Jinping itu bersedia mengubah kebijakan mereka dalam perlindungan hak kekayaan intelektual dan kebijakan yang mengharuskan perusahaan asing memberikan teknologi mereka ke perusahaan Cina. AS juga meminta Cina mengubah kebijakan mereka dalam subsidi untuk perusahaan Cina dan membuka akses pasar seluas-luasnya.

Namun, Negeri Tirai Bambu itu konsisten membantah tuduhan-tuduhan AS tersebut. Mereka berjanji akan menyerang balik dan mengkritik praktik perdagangan proteksionis yang diterapkan Trump. Cina menekan AS untuk membatalkan kenaikan tarif impor. Pada pekan lalu mereka mengatakan, perundingan pada September sudah dibahas kedua negara.

Perang dagang ini dibayangi ketegangan juga antara Beijing dan Washington di Laut Cina Selatan. AS menuntut perairan strategis itu tetap menjadi wilayah bebas navigasi. Sementara, Cina mengklaim sebagian besar dari perairan yang diperebutkan enam negara itu adalah milik mereka. n lintar satria/reuters ed: yeyen rostiyani

International

Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru Disidang Agustus

Published

on

Finroll – Jakarta, Dokumen pengadilan Selandia Baru menyatakan pelaku penembakan dan pembunuhan 51 jamaah muslim dalam masjid tahun lalu, Brenton Tarrant akan mulai di sidang bulan depan.

Ekstremis sayap kanan Brenton Tarrant sebenarnya akan disidang pada Maret atas pembunuhan 51 orang, 40 percobaan pembunuhan dan satu terorisme. Namun, pada saat itu, pemerintah sedang menerapkan kebijakan lockdown demi mempersempit penyebaran virus corona.

Karena kebijakan itu, korban dan keluarga korban yang selamat tidak dapat datang ke pengadilan untuk menyaksikan proses persidangan Tarrant. Karena kondisi itu, hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander mengatakan membuka jalan bagi Tarrant untuk dihukum pada 24 Agustus.

“Sekarang, dengan tidak adanya penularan virus COVID-19 di Selandia Baru, pengadilan kami telah kembali ke operasi normal, sidang akan kembali digelar,” kata Mander dalam menit peradilan yang dirilis Jumat seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/7).



“Publik dan, yang terpenting, para korban dan keluarga mereka yang tinggal di Selandia Baru dapat menghadiri acara pengadilan.”

Selandia Baru tidak memiliki hukuman mati. Tetapi Tarrant, mantan instruktur olahraga dari kota negara Australia, Grafton, menghadapi ancaman bakal menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Tarrant mempersenjatai diri dengan gudang senjata semi-otomatis dan menyerang dua masjid di Selandia Baru. Masjid pertama Al Noor . Kedua, masjid yang berlokasi di Linwood.

Korbannya semua Muslim dan termasuk anak-anak, wanita dan orang tua. Dalam sebuah manifesto yang diposting online sebelum pembunuhan, Tarrant mengatakan dia pindah ke Selandia Baru dengan tujuan khusus; melakukan kekejaman terhadap Muslim.

Tindakannya mendorong Selandia Baru untuk memperketat undang-undang senjata dan meningkatkan upaya untuk mengekang ekstremisme online.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Iran Akui Terjadi Kecelakaan di Situs Utama Nuklir

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Sebuah kecelakaan dilaporkan terjadi di fasilitas pengayaan uranium Natanz di Provinsi Isfahan yang menjadi situs nuklir utama Iran pada Kamis (2/7).

Kerusakaan sempat dilaporkan terjadi akibat kecelakaan tersebut. Namun, tak lama, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, menuturkan insiden itu tidak merusak situs nuklir tersebut.

Ia juga mengatakan tidak ada korban dalam kecelakaan itu dan pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab terjadinya insiden.

“Kecelakaan terjadi pada Kamis pagi dan merusak sebuah gudang yang sedang dibangun di ruang terbuka di situs Natanz di pusat Iran,” kata Kamalvandi seperti dikutip AFP.

Kamalvandi menuturkan fasilitas nuklir itu sampai saat ini tidak aktif dan tidak ada risiko polusi radioaktif akibat kecelakaan.

Ia tidak memberikan rincian tentang kronologi dan kecelakaan yang dilaporkan.

Insiden ini terjadi sepekan setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Teheran pada Jumat pekan lalu. Ledakan yang menewaskan 13 orang tersebut diduga berasal dari sebuah situs rudal dan terowongan bawah tanah tersembunyi yang terletak di timur pegunungan ibu kota.

Dugaan itu diungkapkan oleh para analis berdasarkan sejumlah foto satelit.

Foto satelit menunjukkan area sekitar 20 kilometer dari timur pusat Teheran dipenuhi semak belukar yang hangus sepanjang ratusan meter. Semak belukar itu sebelumnya tidak pernah terlihat dari satelit, bahkan dari foto satelit yang sama dan diambil beberapa pekan sebelum ledakan terjadi.

Namun, pemerintah Iran mengatakan ledakan tersebut hanya berasal dari tangki gas industri di sebuah daerah di dekat pangkalan militer Parchin. Menurut analis area tangki gas itu berada di dekat fasilitas rudal Khojir Iran.

Iran memang mengumumkan rencananya melanjutkan program pengayaan uranium dan pengembangan senjata rudalnya pada Mei 2019, setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir 205 dan kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap negara di Timur Tengah itu.

Padahal, selama ini Iran dinilai patuh pada perjanjian nuklir 2015, di mana Teheran menghentikan segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi serta bantuan ekonomi dari negara Barat.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Perusahaan China Pakai Jaminan Emas Palsu untuk Pinjam Uang

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Sebuah perusahaan pengolahan emas yang bermarkas di Wuhan, China, Kingold Jewelry Inc., dilaporkan menipu sejumlah perusahaan untuk mendapatkan pinjaman dengan jaminan emas batangan palsu.

Seperti dilansir Sputnik News, Kamis (2/7), perusahaan itu dilaporkan terlibat dalam kasus penipuan untuk mendapatkan pinjaman senilai US$2.8 miliar (sekitar Rp40.3 triliun) dalam beberapa tahun ke belakang. Perusahaan itu memang khusus menangani pembuatan perhiasan dan distribusi emas sejak 2002.

Skandal itu terungkap sejak Februari lalu. Saat itu salah satu perusahaan yang meminjamkan uang kepada Kingold, Dongguan Trust Co. Ltd., hendak mencairkan emas yang dijadikan agunan untuk menutupi utang. Setelah diteliti, ternyata emas yang dijadikan jaminan hanya batangan perunggu yang disepuh.

Kingold dilaporkan menjadi perusahaan pengolah emas dan pembuat perhiasan terbesar di Provinsi Hubei. Mereka juga tercatat di bursa saham NASDAQ, New York.

Dalam kurun waktu lima tahun, Kingold meminjam uang dari 14 perusahaan China lain. Saat itu mereka mengajukan agunan dengan total 83 ton emas batangan.

Kasus itu saat ini diusut oleh aparat penegak hukum China. Namun, Direktur Kingold, Jia Zhihong, membantah emas yang mereka jadikan agunan dilaporkan palsu.

“Bagaimana bisa emas itu palsu kalau perusahaan pendanaan setuju untuk menjadikannya jaminan?,” kata Jia.

Menurut Jia, perusahaannya sudah menyatakan kepada sejumlah perusahaan finansial bahwa emas batangan yang mereka jadikan agunan memiliki tingkat kemurnian yang rendah. Salah satu nama perusahaan yang dia sebutkan adalah Minsheng Trust, yang juga turut menjadi korban penipuan.

Minsheng dan Dongguan saat ini mengajukan gugatan perdata kepada Kingold atas kerugian yang harus mereka tanggung. Kingold juga didepak dari keanggotaan Bursa Emas Shanghai.

Menurut laporan Fox News, Kingold menggunakan uang pinjaman itu untuk terjun ke dalam bisnis properti di China. Selain itu, mereka juga membeli perusahaan Tri-Rind yang menguasi sejumlah besar lahan di Wuhan dan Shenzen.

Sejumlah pakar memperkirakan aparat keamanan enggan mengusut kasus ini karena latar belakang Jia yang merupakan mantan perwira tinggi Angkatan Darat China. Mereka menduga karena pertalian itulah maka tidak ada pihak yang berani menyentuh Kingold.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending