Selasa, 21 Juli 2020

Spesifikasi Electro, Calon Skuter Listrik Saingan Gesits


Finroll.com, Jakarta – Purwarupa skuter listrik buatan Motor Anak Bangsa, anak perusahaan Mobil Anak Bangsa (MAB) yang didirikan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, punya strategi khusus bersaing dengan motor listrik yang sudah lebih dulu dijual di dalam negeri, yakni Viar Q1 dan Gesits.

Direktur MAB Kelik Irwantono menjelaskan skuter listrik Motor Anak Bangsa bernama Electro ML-01 itu tidak bersaing, melainkan melengkapi ‘kekosongan’ pasar skuter listrik.

“Jadi saya merasa nanti bukan saingan. Motor listrik ini kan baru, jadi kami melengkapi. Dan saya harap segala regulasi soal kendaraan listrik dapat segera terbit sebagai dukungan,” kata Kelik melalui sambungan telepon, Senin (20/7).

Diketahui Gesits telah mempunyai produk roda dua tanpa emisi yang diluncurkan pada 2019. Saat perdana diluncurkan Gesits ditawarkan dengan harga Rp23,5 juta off the road.

Sedangkan Viar memiliki skuter listrik bernama Q1 yang dibanderol lebih murah, yakni Rp18,95 juta.

Kelik belum bisa menjelaskan soal harga jual Electro sebab komponen penentunya masih diramu saat ini. Meski demikian dia berkata motor ini diharapkan kompetitif, paling tidak sekitar Rp20 juta.

“Jadi soal harga memang belum ditentukan,” kata Kelik.

Spesifikasi

Electro ML-01 dibekali baterai berkapasitas 72 volt 46,8 Ah. Motor tanpa gas buang ini diklaim mampu melaju dengan kecepatan hingga 80 km per jam, sedangkan satu pengisian penuh baterai bisa dipakai menempuh jarak berkendara 80 km.

Kata Kelik motor tersebut dapat membawa beban maksimal 180 kilogram.

“Jadi bisa ngangkut dua orang dewasa,” ucap dia.

infimas Mulia

Kelik mengatakan sejauh ini mayoritas komponen Electro masih didatangkan dari China. Ia bilang perusahaan berencana merombak hal itu saat masuk jalur produksi untuk meningkatkan tingkat kandungan lokal.

“Paling nanti yang kami masih impor itu baterai, karena memang belum ada industrinya di Indonesia. Tapi pasti kami akan ningkatin terus kandungan lokal produk kami,” kata Kelik.

Lebih jauh, Kelik memastikan motor ini bukan kendaraan yang diimpor utuh dari China kemudian diganti namanya untuk dijual di Indonesia. Dia bilang rancang bangun motor ini dibuat sendiri.

“Bukan ganti emblem, ini kami buat. Dan yang jelas ini kan bakal diproduksi di Indonesia,” kata Kelik.

Sumber : CNN Indonesia

BACAAN TERKAIT