Sabtu, 27 Februari 2021

Telegram Aplikasi yang Dilirik Pengganti WhatsApp


Awal tahun ini, sejumlah pengguna WhatsApp berbondong-bondong beralih ke Telegram. Hal itu dibuktikan oleh firma riset Sensor Tower yang menganalisis jumlah unduhan kedua platform tersebut. Menurut Sensor Tower, dalam dua hari pada akhir pekan lalu, Telegram diunduh oleh lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store). Sementara jumlah unduhan WhatsApp mengalami penurunan signifikan, yakni sebesar 11 persen dalam tujuh hari pertama tahun 2021, dibanding periode sebelumnya. Firma riset aplikasi App Annie juga melaporkan penurunan pengguna WhatsApp. Peringkat WhatsApp di daftar aplikasi terpopuler, baik di Android dan iOS, tercatat menurun.

Telegram merupakan aplikasi perpesanan instan yang dibuat oleh kakak-beradik Nikolai dan Pavel Durov. Keduanya memiliki tanggung jawab yang berbeda ketika mengelola Telegram. Pavel bertanggung jawab pada ideologi Telegram berikut dengan kelangsungan operasional Telegram. Pavel diketahui menggelontorkan uang pribadinya sendiri untuk menjalankan Telegram. Sedangkan saudaranya, Nikolai bertanggung jawab dari segi teknologinya. Untuk membangunTelegram, Nikolai mengembangkan protokol data khusus yang unik, terbuka, aman, dan dioptimalkan untuk bekerja dengan banyak pusat data. Saat ini, pengembang Telegram bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan untuk iOS pada 14 Agustus 2013. Baru dua bulan setelahnya, versi pertama Telegram untuk Android diluncurkan, tepatnya pada 20 Oktober 2013.

Fitur-fitur yang tersedia di Telegram

Telegram menyediakan channel yang bisa diikuti oleh siapa pun

Sebagai aplikasi pesan instan layaknya WhatsApp, Telegram sedianya dapat digunakan pengguna untuk berkirim pesan, foto, dokumen, stiker, GIF, panggilan suara hingga panggilan video. Untuk fitur panggilan video, saat ini baru tersedia di obrolan pribadi saja (one-on-one chat), bukan grup. Telegram juga memungkinkan pengguna untuk membut grup dengan kapasitas anggota mencapai 200.000 orang. Di dalam grup tersebut juga sudah didukung fitur admin, mention, balasan, tagar, serta berbagi/menerima dokumen mencapai 2 GB. Di samping itu, grup Telegram juga sudah dibekali dengan alat moderasi sehingga memungkinkan admin grup dapat menghapus pesan secara massal, mengontrol keanggotaan, dan menyematkan pesan penting.

Jika dirasa butuh saluran dengan jumlah anggota lebih banyak, Telegram menyediakan channel yang bisa diikuti oleh siapa pun. Pemilik channel bisa mengirimkan pesan langsung ke banyak pengikutnya. Namun, pengikut channel tersebut tidak bisa memberikan respons pada pesan yang dikirimkan.

Fitur istimewa yang dimiliki oleh Telegram

Fitur istimewa yang dimiliki oleh Telegram selanjutnya adalah ruang obrolan rahasia alias Secret Chat. Pesan yang dikirim melalui ruang obrolan ini secara otomatis sudah dilindungi enkripsi end-to-end sehingga tidak ada siapapun yang bisa mengintip percakapan pengguna, selain pengguna itu sendiri. Pesan di Secret Chat juga hanya bisa dibaca oleh perangkat yang juga digunakan untuk mengirimkan pesan saja. Artinya, apabila pindah ke perangkat lain meskipun menggunakan akun yang sama, isi chat tetap tidak bisa dibaca. Di samping itu, secret chat juga dilengkapi dengan fitur screenshot alerts di mana pengguna akan diberi tahu apabila lawan bicanya melakukan tangkap layar dari obrolannya. Telegram juga dibekali dengan fitur stiker yang beragam untuk menambah keseruang pengguna ketika menggunakan Telegram.

Telegram memiliki pencarian GIF animasi, editor foto canggih, dan platform stiker publik. Jaminan Perlindungan Data Dari sejak berdiri, Durov bersaudara selalu menjunjung tinggi pentingnya perlindungan data pribadi pengguna. Sebagaimana dihimpun dari blog resminya, Telegram berkomitmen untuk melindungi percakapan pribadi pengguna dari pihak ketiga (pemerintah, perusahaan, dan sebagainya) serta dari para pengiklan. Oleh karena itu, Telegram tidak berafiliasi kepada perusahaan teknologi mana pun di dunia. “Kami tidak menggunakan data Anda untuk penargetan iklan, kami tidak menjualnya kepada orang lain, dan kami bukan bagian dari ‘keluarga perusahaan’ mafia mana pun,” tulis Telegram. Lihat Foto Tampilan awal Secret Chat di Telegram.(Telegram Messenger LLP, screenshot by Robin van der Vliet) Dari sisi enkripsi, Telegram menggunakan sistem enkripsi yang berbeda dengan WhatsApp. Aplikasi ini menggunakan sistem enkripsi MTProto yang dikembangkannya sendiri. Telegram mengklaim bahwa protokol ini lebih tangguh dan anti-bobol. Namun, enkripsi ini hanya berlaku pada fitur Secret Chat saja.

finroll wa

Sedangkan untuk percakapan pribadi atau grup, Telegram menggunakan metode distributed infrastructure. Skema ini memungkinkan data percakapan pengguna yang ada di Cloud disimpan di berbagai data center yang tersebar di seluruh dunia. Karena disimpan di berbagai belahan dunia, hukum yang melindungi data ini pun berbeda-beda pula, tergantung dari negara di mana data center itu berada. Dengan sistem distributed infrastructure, membuat para pihak yang menginginkan Telegram untuk membuka data penggunanya terhalang regulasi, hingga akhirnya memilih menyerah. “Hingga hari ini, kami telah mengungkapkan 0 byte data pengguna kepada pihak ketiga, termasuk pemerintah,” tulis Telegram. Seperti WhatsApp, Telegram juga memiliki fitur keamanan verifikasi dua langkah untuk mencegah orang lain dengan mudah masuk ke akun Telegram pengguna. Aplikasi gratis tapi bersiap cari profit Aplikasi Telegram bisa diunduh secara gratis oleh pengguna, baik di iOS maupun Android.

(Sumber: kompas.com)

BACAAN TERKAIT