Selasa, 23 Februari 2021

Mengenal Apa Itu Fenomena La Nina


Apa kamu tahu mengenai fenomena La Nina? Jika mendengar kata La Nina, apa yang kamu bayangkan? sebuah fenomena mengenai suhu permukaan laut? tentunya banyak sekali yang dapat dijelaskan mengenai fenomena ini. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu La Nina, yuk simak penjelasan berikut ini!

Apa Itu Fenomena La Nina?

La Nina menurut bahasa penduduk lokal (Amerika Latin) berarti bayi perempuan. La Nina merupakan kebalikan dari fenomena El Nino (fenomena kemarau panjang). La Nina merupakan sebuah fenomena anomali atau penyimpangan suhu yang diakibatkan dari adanya pemanasan global. Lebih tepatnya La Nina adalah fenomena penurunan suhu permukaan laut di timur dan tengah Samudera Pasifik, yang berada dekat khatulistiwa. Penurunan suhu tersebut mencapai minus 0,5 derajat.

La Nina merupakan penyimpangan sistem global yang cukup sering terjadi dengan periode berulang, antara dua sampai tujuh tahun. La Nina biasanya berlangsung kurang lebih selama 5 bulan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), diperkirakan bahwa La Nina terjadi pada akhir 2020 sampai awal 2021.

Proses Terjadinya Fenomena La Nina

Fenomena ini terjadi ketika El Nino mulai melemah, dan angin passat atau trade wind yang bertiup, membawa air laut mencapai jauh ke pasifik barat. Hal ini menyebabkan perairan Indonesia akan lebih hangat dibanding biasanya dan samudera pasifik bagian tengah akan lebih dingin serta termoklin akan lebih dangkal di timur. Akibatnya, air laut lebih dingin dari permukaan bawah naik ke atas sebagai penguatan upwelling.

Dengan adanya pergantian massa air itulah suhu permukaan laut mengalami penurunan dari suhu normalnya. Dapat dikatakan bahwa La Nina adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya El Nino.

Intensitas Fenomena La Nina

Intensitas La Nina ditunjukan dari anomali suhu muka laut (SST) :

  1. La Nina Lemah : ditetapkan jika SST bernilai <- 0.5 dan terjadi minimal selama 3 bulan berturut-turut.  
  2. La Nina sedang, ditetapkan jika SST bernilai antara – 0.5 s/d -1 dan terjadi minimal selama 3 bulan berturut-turut.  
  3. La Nina kuat, yang ditetapkan jika SST bernilai > -1 dan terjadi minimal selama 3 bulan berturut-turut.

Dampak Fenomena La Nina

Fenomena La Nina Menyebabkan Peningkatan Curah Hujan

Fenomena La Nina menyebabkan meningkatnya curah hujan di Indonesia. Meningkatnya curah hujan merupakan dampak utama dari fenomena La Nina. Dikatakan bahwa fenomena La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan di Indonesia hingga mencapai 40 persen di atas normal.

Pemerintah menghimbau para masyarakat untuk tetap waspada dengan adanya fenomena La Nina, karena fenomena ini rentan menyebabkan adanya bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor, dan sebagainya yang dapat mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Namun, dikarenakan kondisi topografi di Indonesia yang berbeda-beda, oleh karena itu dampak La Nina di Indonesia juga tidak sama di setiap wilayahnya.

BACAAN TERKAIT