Rabu, 24 Februari 2021

Teknologi 4.0 Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim


Siapa yang tidak tahu mengenai “Revolusi Industri 4.0”. Di zaman sekarang, kita sebagai manusia tentunya tidak bisa menghindari revolusi industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah batu besar di sektor industri dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya untuk mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya sehingga menghasilkan model bisnis baru berbasis digital. 

Perubahan iklim dan emisi karbon merupakan salah satu berita yang sedang ramai dibicarakan belakangan ini. Dampak perubahan iklim tentunya sudah sangat dirasakan pada setiap aspek kehidupan manusia, salah satunya yaitu dalam sektor pertanian. Untuk mengatasi perubahan iklim, inovasi revolusi industri 4.0 di sektor pertanian sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan rendah karbon.

Mengenal Apa Itu Teknologi 4.0 Dalam Sektor Pertanian

Teknologi 4.0 pertanian merupakan pertanian dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence, robot, internet of things, drone, blockchain, dan big data analitik, untuk menghasilkan produk yang unggul, presisi, efisien, dan berkelanjutan. Teknologi 4.0 dalam sektor pertanian menjadi salah satu cara agar sektor pertanian dapat beradaptasi dengan tantangan yang akan mendatang. Industri 4.0 dalam sektor pertanian, diharapkan akan membuat proses produksi dalam pertanian menjadi semakin efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, dan daya saing.

Teknologi 4.0 Dalam Perubahan Iklim

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yaitu Haris Syahbudin mengatakan sektor pertanian memiliki tiga posisi dalam perubahan iklim :

  1. Pertama sektor pertanian sebagai korban perubahan iklim.
  2. Kedua, sektor pertanian memiliki peluang dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).
  3. Ketiga, sektor pertanian sebagai salah satu sumber emisi gas rumah kaca seperti pemanfaatan pupuk, pengelolaan air, aktivitas peternakan, dan lain-lain.

Dalam menghadapi perubahan iklim, strategi antisipasi dan teknologi adaptasi serta penyebarluasan informasi, serta implementasi merupakan aspek utama untuk meningkatkan produktivitas yang ramah lingkungan. Strategi antisipasi dan teknologi adaptasi tersebut berupa pemetaan wilayah rawan, penggunaan varietas unggul tanah kekeringan, rendaman, dan salinitas, penyesuaian waktu dan pola tanam, teknologi panen hujan, teknologi irigasi, pengembangan sistem informasi dan smart farming, dan sebagainya.

Selain itu, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam sektor pertanian dibutuhkan peningkatan efisiensi sarana-sarana input seperti pupuk, irigasi, dan lain-lain. Salah satu teknologi 4.0 dalam sektor pertanian yaitu pemodelan iklim dari sistem informasi indeks inventarisasi kerentanan (SIDIK), sistem pengendali otomatis irigasi lahan produksi hingga inovasi terbaru di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menghitung emisi gas rumah kaca di lahan pertanian.

BACAAN TERKAIT