Kamis, 25 Februari 2021

Jaringan 5G Belum Dibutuhkan di Indonesia


Sebagian besar vendor berlomba menghadirkan smartphone dengan kemampuan 5G dalam beberapa tahun belakangan, meski teknologi itu disebut belum dibutuhkan di Indonesia.

Pasalnya, teknologi layanan internet nirkabel anyar itu belum diimplementasikan di Indonesia hingga saat ini. Meski demikian, sejumlah vendor ponsel seperti Oppo dan Samsung sudah meluncurkan ponsel 5G mereka. Operator seluler pun ketika ditanya kesiapan untuk menggelar 5G di Indonesia selalu menyebut menunggu kesiapan pemerintah menggelar frekuensi untuk teknologi itu.

Jaringan 5G Dianggap Masa Depan Industri 4.0 di Indonesia

Jaringan 5G dianggap sebagai masa depan untuk menjalankan revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia Budi Setyawan Wijaya mengatakan untuk mengembangkan jaringan 5G di Indonesia banyak elemen yang harus disiapkan.

“Kita juga siapkan data center di daerah. Jadi, aset properti sentral-sentra di daerah mulai dibangun menjadi regional data center agar lebih dekat ke pasar (market). Use case untuk industri agar terbantu dengan 5G dan efisien. itu hal-hal yang disiapkan untuk menyambut 5G.”

Menurut Budi Setyawan Wijaya menambahkan bisnis 5G ke depan cukup besar. “Konsumer pelanggan butuh kecepatan (speed) tinggi sehingga ketika mobile dapat akses tinggi. Ketika di rumah butuh akses cepat. Kalau ada 5G, ada VWA, terus untuk beberapa aplikasi virtual reality hanya bisa disediakan maksimum oleh 5G,” terangnya. Dari sisi enterprise (korporasi), dengan adanya internet of things (IoT), dibutuhkan teknologi mendukung 5G yang tepat. “Secara size, saat ini belum bisa melihat angka. Secara kebutuhan, itu ada. baik di sisi konsumer atau enterprise,” jelasnya.

Alasan Indonesia Belum Perlu Jaringan Internet 5G

PT Telkom Indonesia Tbk memberi sejumlah alasan mengapa Indonesia belum perlu jaringan internet5G dalam waktu dekat karena konsumsi data internet di tanah air masih relatif rendah. Bahkan, jauh tertinggal dari Korea Selatan.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mencatat rata-rata konsumsi data internet di dalam negeri baru mencapai 10 Gigabyte (Gb) pada 2020. Sementara Korea Selatan sudah mencapai 200 sampai 300 GB.
Untuk itu, masyarakat negeri ginseng terbilang wajar bila sudah menggunakan jaringan internet 5G. Sebab, konsumsi mereka memang tinggi.

Selain karena pertimbangan rata-rata penggunaan data internet, Ririek mengatakan Indonesia belum perlu jaringan internet 5G karena keperluan dari sisi industri juga belum tinggi. Bahkan, secara keseluruhan kebutuhannya masih sangat bisa ditutup oleh jaringan internet 4G.

BACAAN TERKAIT