Minggu, 28 Februari 2021

Sony Xperia Pro Untuk Para Pembuat Konten Profesional.


Sony Xperia Pro dengan harga fantastis Rp.35 juta hadir sebagai smartphone kelas professional. Secara desain dan spesifikasi, ponsel ini tampak identik dengan “saudaranya” yang diperkenalkan Februari tahun lalu, yaitu Xperia 1 II (Xperia One Mark Two). Hanya saja, ada sejumlah fitur anyar yang dibenamkan di ponsel tersebut, sampai-sampai Sony harus membanderol perangkat ini dengan harga selangit, yakni 2.500 dolar AS (sekitar Rp 35 juta). Salah satunya adalah kehadiran port micro HDMI Type-D yang memungkinkan layar ponsel disulap menjadi layar eksternal untuk kamera mirrorless Sony Alpha.

Ponsel ini nantinya bisa disambungkan dengan kabel micro HDMI yang menghubungkan ponsel dengan kamera. Setelah tersambung, Xperia Pro lantas bisa mengambil alih fungsi layar kamera, seperti menjadi viewfinder, sebagaimana ilustrasi gambar berikut.

Spesifikasi Sony Xperia Pro

Masih seputar hardware, Xperia Pro ditenagai dengan chipset Snapdragon 865, RAM 12 GB, memori internal 512 GB, dan baterai berkapasitas 4.000 mAh yang mendukung pengisian cepat via USB type-C berdaya 21 watt.

Ada sektor fotografi, ponsel ini dibekali dengan satu kamera depan beresolusi 8 MP (f/2.0) dan tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 12 MP (f/1.7), kamera telefoto 12 MP (f/2.4), dan kamera ultrawide 12 MP (f/2.2). Fitur penunjang kamera mencakup penguncian fokus obyek berdasarkan gerakan (PDAF) dan mata (Eye-AF), Auto Exposure (AE), serta penjepretan hingga 20 fps dengan fitur autofocus (AF). Beralih ke bagian desain, bodi ponsel ini sendiri tampak lebih kokoh dibanding Xperia 1 II. Meski demikian, spesifikasi layarnya terbilang sama persis. Xperia Pro mengusung panel OLED dengan ukuran 6,5 inci, resolusi 4K HDR, dan rasio layar 21:9. Layarya juga sudah dilindungi dengan kaca Gorilla Glass 6.

finroll sony xperia pro
finroll sony xperia pro

Sony Xperia PRO ini juga dilengkapi dengan empat antena mmWave

Antena terpasng di dalam bingkai telepon yang akan membantu meningkatkan konetivitas dan penerimaan. Pengguna juga bisa menggunakannya sebagai perangkat yang langsung mengalirkan konten secara langsung secara online dan diunggah di media sosial hingga cloud.

Ponsel berwarna hitam ini baru akan dipasarkan di wilayah Amerika Serikat saja dan di-bundling eksklusif dengan operator seluler Verizon. Ponsel Sony ini hampir dipastikan tidak akan hadir di Indonesia. Sony dengan ponsel Xperia-nya sendiri telah meninggalkan pasar smartphone Indonesia sejak tahun 2016.

fotografer maupun videografer tak perlu gunakan monitor tambahan yang memiliki fungsi tunggal, alias bisa digantikan perannnya dengan Xperia Pro. Terutama dengan layar 6,5 inci yang gunakan panel OLED HDR 4K—meski juga dikeluhkan karena rasionya yang lebar di 21:9, yang berarti tampilan dari kamera bakal tidak memenuhi layar.

Sumber : kompas.com




BACAAN TERKAIT