Connect with us
[adrotate group="1"]

Peristiwa

Curah Hujan Lebat Yang Terjadi di Wilayah Papua Menyebabkan Banjir Bandang, Sedikitnya 50 Orang Meninggal Dunia

Published

on


Banjir Bandang

Banjir bandang yang terjadi di Sentani, Papua, pada hari Sabtu (16/03) sudah menewaskan sedikitnya 50 orang. Bencana banjir susulan berpotensi terjadi dikarenakan intensitas hujan tinggi di puncak gunung Cyclop.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kemungkinan banjir bandang susulan karena hujan lebat masih berpotensi terjadi di Papua dalam dua hingga tingga hari ke depan.

“Dari sisi hujan lebatnya kami sudah memberikan kewaspadaan terutama bagi daerah-daerah yang dataran tinggi, terkait dengan longsoran dan banjir bagi daerah-daerah yang menjadi langganan,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada BBC News Indonesia, Minggu (17/03).

Seperti diberitakan, hujan lebat yang terjadi di wilayah Papua menyebabkan banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan di Sentani, Kabupaten Jayapura dan menewaskan sedikitnya 50 orang. Puluhan warga lain luka-luka, sementara ribuan warga yang selamat kini berada di pengungsian.

Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengatakan tiga lokasi yang terdampak parah akibat terjangan banjir bandang ini adalah di sekitar bandara, perumahan Bintang Timur dan sekitar lapangan udara.

Sebagian besar wilayah yang terdampak hingga kini masih tertutup lumpur material banjir. Diperkirakan masih banyak korban yang terperangkap materi lumpur.

“Air masih mengalir cukup deras tapi perlu diwaspadai. Kita masih melakukan pencarian,” kata dia.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material lumpur dan kayu banjir bandang.

“Akses dalam kota sudah dibuka, tapi kita belum tahu akses di luar kota karena ada sejumlah jembatan putus,” cetusnya.

Adapun kerusakan meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan.

Sementara itu, sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani.

Seperti diberitakan, akibat dari intensitas hujan yang menguyur Kabupaten Jayapura dan sekitarnya mulai dari sore hari, Sabtu (16/03) hingga pukul 23:30 Wit mengakibatkan Banjir merendam perumahan warga di Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo dan Sentani Kota, Kampung Yahim dan Kehiran.

Kerusakan lingkungan jadi penyebab?

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko menuturkan hujan lebat yang terjadi di Papua karena pertemuan massa udara yang menimbulkan pembentukan awan-awan hujan yang cukup signifikan.

“Dari sisi itu, kalau dilihat secara utuh di perairan sekitar Papua suhu muka lautnya juga lebih hangat. Kalau suhu muka lautnya lebih hangat, penguapan cukup tinggi, ditambah lagi kelembaban udara. Juga pertemuan massa udara tadi. Sehingga potensi hujannya cukup signifikan,” kata dia.

Kendati begitu, Hary menegaskan banjir bandang tidak hanya karena faktor cuaca, namun ada faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya bencana ini, salah satunya alih fungsi lahan.

Hal itu diamini oleh Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal yang mengatakan beberapa tahun lalu di Gunung Cyclop ada beberapa warga yang “menduduki kawasan dan memanfaatkan lahan tersebut sehingga serapannya mulai berkurang.”

Alih fungsi lahan ini yang kemudian menyebabkan kerusakan lingkungan.

Hal ini dibuktikan dengan hanyutnya kayu-kayu balok besar yang memungkinkan ditebang tapi tidak dimanfaatkan atau dibiarkan sehingga balok-balok itu melintang di berbagai titik.

Untuk itu, Polda Papua akan menindak lanjuti persoalan ini.

“Diduga karena itu [kerusakan lingkungan], karena ada beberapa material pepohonan yang hanyut di jalan-jalan yang ada di sekitar kota Sentani,” ujar Ahmad.

“Kapolda sudah perintahkan Diskrimsus untuk melakukan penyidikan terhadap latar belakang peristiwa terjadinya banjir, baik kejadian pembangungan rumah dan proses perizinannya di bantaran sungai, kemudian kerusakan lingkungan di gunung Cyclop ini,” imbuhnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sejak september 2018, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) bersama BNPB telah memperingatkan tentang adanya banjir bandang.

Wilayah Sentani itu rawan banjir akibat kerusakan lingkungan dan pertambangan liar di lokasi situ.

Apalagi pada tahun 2007 lalu, di Sentani juga pernah diterjang banjir bandang.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono menjelaskan banjir bandang 12 tahun silam juga disebabkan oleh faktor yang sama, yaitu curah hujan dan kerusakan alam.

“Kejadian pada 2007 secara fisik memang lebih besar dibanding tahun sekarang. Tapi, secara korban lebih banyak tahun ini,” kata dia.

Kejadian banjir bandang yang menerjang pada Sabtu silam, menurut Sutopo, menunjukkan hujan deras yang terjadi pada sore hari membendung air di sungai ada. Namun air kemudian meluap dan menerjang wilayah di sekitarnya.

“Ini karakter banjir besar yang terjadi di Indonesia kita bisa melihat bagaimana kayu gelondongan yang begitu besar dan batu besar menerjang desa-desa,”

Untuk mengantisipasi banjir bandang, Wantanas dan BNPB sudah melakukan penanaman 20.000 bibit pohon untuk memperbaiki lingkungan, terutama hutan yang ada.

Hingga Minggu (17/03) sore, BNPB mencatat sebanyak 58 orang meninggal dunia, sementara 74 orang luka berat dan ringan.

“Korban luka-luka, paling banyak terkumpul di Puskemas Sentani Kota,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono.

Lebih dari 2.000 warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang, terpaksa diungsikan ke tujuh titik. Antara lain, Gunung Merah, Gereja El roy, Bintang Timur, Gajah Mada, Rantau dan Kemiri.

Untuk selanjutnya, fokus penanggulangan bencana difokuskan pada evakuasi korban dan perbaikan akses jalan dan bangunan yang terdampak banjir bandang.

Terkait cuaca buruk, Sumartono mengungkapkan BPBD dan pihak terkait sudah melakukan antisipasi serta mengimbau para warga yang tinggal di pesisir pantai dan daerah lereng gunung serta aliran sungai, agar berhati-hati. (BBC)

Peristiwa

Wisuda Virtual Sampoerna University 2020: Leading with Excellence

Published

on

Sebanyak 69% dari lulusan Sampoerna University tahun ini telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan nasional dan multinasional”

Finroll.com — Memperkuat komitmen untuk terus berkontribusi menghadirkan pendidikan tinggi internasional terbaik di Indonesia, untuk pertamakalinya Sampoerna University menggelar wisuda secara virtual untuk mahasiswa lulusan Fakultas Pendidikan, Fakultas Teknik dan Teknologi, serta Fakultas Bisnis.

Dalam seremoni perayaan yang sepenuhnya dilaksanakan secara daring, Sampoerna University menggunakan teknologi robot mewakili para wisudawan yang berada di rumah. Wisuda virtual ini mengusung tema “Leading with Excellence” sebagai representasi optimisme Sampoerna University terhadap para lulusan berdaya saing tinggi, memiliki kualitas siap kerja, serta mampu menjadi pemimpin masa depan unggul yang dapat menciptakan kesempatan kerja baru.

Dr. Marshall Schott, President of Sampoerna University menjelaskan meski pertamakali menggelar wisuda secara daring, tetapi penggunaan teknologi bukanlah hal baru di Sampoerna University. “Sejak awal, kami telah mengoptimalkan peran teknologi di seluruh kegiatan belajar dan mengajar. Lingkungan dan fasilitas kami terintegrasi dengan sumber daya digital terbaik, sehingga mendorong para mahasiswa untuk terus menciptakan, mengeksplorasi, bahkan menemukan pengetahuan dan ide baru. Oleh karena itu, dalam seremoni wisuda virtual ini, kami juga menghadirkan inovasi terdepan, sehingga seluruh wisudawan tetap dapat merayakan momen istimewa, meski tidak hadir secara fisik,” jelas Marshall.

Digelarnya seremoni ini menjadi salah satu tonggak pencapaian Sampoerna University yang sejak berdiri terus berupaya memberi kontribusi nyata untuk masa depan Indonesia lebih baik melalui pendidikan tinggi berkualitas dunia.

Dengan mengaplikasikan program kurikulum yang telah diakui secara internasional dan mengikuti perkembangan industri masa kini, misi keberlanjutan Sampoerna University adalah menciptakan sumber daya manusia dengan karakteristik “Kepemimpinan,” “Kewirausahaan,” dan “Tanggung Jawab Sosial”, yang merupakan ciri calon pemimpin masa depan berkualitas unggul dan berdaya saing tinggi.

Selain menggunakan kurikulum berbasis internasional, Sampoerna University bekerjasama dengan University of Arizona membuka program Two Degree untuk jurusan Engineering dan Management. Lulusan program ini akan mendapatkan kredensial dan gelar yang diakui secara global, sehingga memiliki peluang karier lebih luas, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Seperti yang disampaikan oleh Paulo Goes, Dekan Eller College of Management University Of Arizona dalam momen khusus ini, “Merayakan keberhasilan wisudawan hari ini secara langsung menjadi pembuktian program inovatif dari dua universitas terbaik, Sampoerna University dan University of Arizona yang bekerjasama menghadirkan pendidikan bisnis terbaik bagi para mahasiswa di Indonesia.”

Pengalaman program kuliah two degree dirasakan secara langsung oleh Gabriel Liementha S.M & Bachelor of Science in Business Administration yang menjadi salah satu lulusan Sampoerna University tahun ini. “Saya memilih program two degree karena manfaatnya sangat besar, selain waktu dan biaya kuliah lebih efisien, program ini juga memberi perspektif internasional yang unik dan kekinian, sehingga lebih memperkaya pengalaman belajar. Selama masa kuliah, saya juga didorong untuk berpikir secara analisis dan hal ini membuat saya lebih percaya diri dalam mewujudkan mimpi menyediakan lapangan pekerjaan baru dengan memulai bisnis sendiri,”ungkapnya lebih lanjut.

Di kesempatan yang sama, Alumni Sampoerna University 2015 Tatag Adi Sasono juga berbagi manfaat program two degree untuk pengembangan kariernya. “Banyak sekali peluang yang terbuka untuk saya. Biasanya untuk bisa mendapatkan posisi yang sama di bidang pekerjaan saya. Dibutuhkan gelar Master, tetapi saya tetap bisa mendapatkan pekerjaan impian karena gelar saya telah diakui secara global.

Selain itu, yang menarik di Sampoerna University, mahasiswa tidak hanya belajar keterampilan akademis, tetapi juga non-akademis, seperti leadership, time management, dan public speaking, serta berbagai keahlian lain yang akan berguna ketika bekerja atau berbisnis,” jelasnya.

“Sejalan dengan tema tahun ini “Leading with Excellence”, kami berharap semua Sampoerna University akan selalu menjadi yang terbaik dan terdepan dalam segala hal, bahkan di situasi yang penuh tantangan seperti sekarang. Semoga pengalaman mereka di Sampoerna University akan mempersiapkan mereka meraih sukses secara akademis maupun profesional dan memberi kontribusi bagi masa depan Indonesia lebih baik,” jelas Marshall sambil menutup acara.

Informasi Tentang Sampoerna University

Sampoerna University adalah lembaga pendidikan milik Sampoerna Schools System di Indonesia. Sebagai universitas internasional di Indonesia yang bercita-cita untuk membina pemimpin masa depan dengan karakter moral yang kuat dan beragam jenis keterampilan kompetitif internasional, yang memungkinkan mereka untuk secara aktif berpartisipasi dalam membangun Indonesia yang lebih makmur, adil, bermartabat, dan berdaya saing global.

Sampoerna University mengelola program-program di bawah lisensi dan perizinan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Didirikan dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University memiliki kualifikasi unik untuk memberikan kontribusi yang substansial kepada masyarakat melalui pendidikan.

Sampoerna University adalah komunitas belajar yang mempersiapkan siswa untuk berhasil baik secara akademis dan profesional. Di sini, siswa tidak hanya akan belajar dan menguasai aspek akademik — mereka akan ditantang untuk berpikir, berprestasi, dan tumbuh ke tingkat yang lebih maju. Dengan program kami, siswa dijamin memiliki keterampilan dan ijazah yang lebih baik yang akan membuka pintu bagi karier di dalam negeri atau internasional setelah mereka lulus.

Continue Reading

Peristiwa

Belum Ada Vaksin Lolos Uji WHO, Ahli Ingatkan Potensi Bahaya

Published

on

FINROLL.COM – Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mewanti pemerintah untuk berhati-hati dalam melaksanakan program vaksin virus corona.

Pasalnya, kata dia, hingga kini belum ada satupun vaksin Covid-19 yang telah lolos uji klinis fase 3 dan disetujui penggunaannya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pandu menjelaskan, tiga kandidat vaksin yang akan digunakan di Indonesia baru saja selesai melalui tahapan uji klinis fase 3. Tapi bukan berarti vaksin Covid-19 tersebut aman digunakan, karena penggunaan di beberapa negara masih berlandaskan pada izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

“Belum ada vaksin covid-19 yang diapprove WHO untuk digunakan, dan ini bahaya, karena kita gak tahu efek dan keamanan vaksin Covid-19 yang akan digunakan nanti,” terang Pandu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/10).

Penggunaan EUA pada vaksin Covid-19 juga berpotensi membahayakan, sebab belum ada hasil uji klinis yang bisa membuktikan bahwa vaksin tersebut aman.

Selain itu Pandu menerangkan, EUA sesungguhnya tidak tepat digunakan sebagai dasar pemakaian vaksin Covid-19 di tengah pandemi. Ini karena masa darurat Covid-19 di Indonesia masih bisa ditangani dengan kembali pada disiplin protokol kesehatan.

Itu sebab ia menilai, pemerintah pun tidak perlu terburu-buru membeli vaksin Covid-19 yang belum teruji keamanan dan efektivitasnya.

Justru penggunaan vaksin Covid-19 yang belum terbukti aman dapat berpotensi menimbulkan masalah baru lantaran belum diketahui efek samping penggunaan. Potensi kemunculan efek samping karena suntik vaksin covid-19, menurut Pandu, tidak bisa diabaikan.

“Bahayanya karena kita tidak tahu berapa besar efek dan keamanannya, itu kan hanya bisa dipelajari setelah fase uji klinik tahap tiga, karena belum ada kita nggak tau apa-apa. Kalau sudah selesai ada laporannya, laporannya akan disampaikan ke WHO, akan ditinjau oleh para ahli, baru ada keputusan boleh dipakai atau tidak,” jelas dia lagi.

Lebih lanjut, Pandu menyebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan klaim tidak berdasar bahwa kandidat vaksin covid-19 telah selesai uji klinis. Sebab menurut dia, belum ada hasil dari uji klinis tersebut.

“Kemenkes itu klaimnya tidak berdasar, tidak ada bukti [bahwa vaksin sudah selesai uji klinis fase 3], apa buktinya?” tanya Pandu.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achamad Yurianto mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di Indonesia pada akhir November mendatang. Tiga kandidat vaksin Covid-19 yang bakal dipakai antara lain Sinovac, Sinopharm (G42), dan CanSino.

Ketiga kandidat vaksin yang akan didatangkan dari China tersebut diklaim telah selesai uji klinis fase 3. Namun meski telah selesai melalui uji klinis, belum ada kandidat vaksin covid-19 yang sudah disetujui WHO.

Pemerintah Indonesia juga masih berupaya mendapatkan sharing data hasil penelitian uji klinis fase 3 untuk tiga kandidat vaksin Covid-19 tersebut. Langkah ini diperlukan untuk mengkaji efektivitas dan keamanan vaksin tersebut di Indonesia.

Dengan begitu, BPOM Indonesia bisa memberikan izin penggunaan darurat.

Continue Reading

Peristiwa

Satgas Covid-19: Bersikaplah Terbuka tentang Statusmu

Published

on

FINROLL.COM – Satgas Penanganan Covid-19 menyerukan pada masyarakat untuk terbuka terkait status kesehatan diri. Hal tersebut dikatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo.

“Jika petugas kesehatan menyatakan kamu harus isolasi diri, maka patuhi agar lekas sembuh dan tidak menulari orang lain, terutama orang terdekat. Bersikaplah terbuka tentang statusmu pada orang lain di sekitar. Ini adalah bentuk nyata kepedulianmu pada diri sendiri dan sesama,” kata Doni, Sabtu (17/10).
Lihat juga: Isolasi di Rumah Berlaku saat Menunggu Hasil Rapid Test

Sejumlah gejala seseorang terjangkit Covid-19 antara lain demam, rasa lelah, batuk kering, sesak napas, pilek, dan lainnya. Selain orang-orang yang mengalami gejala tersebut, ada juga pengidap Covid-19 yang tidak merasakan apa-apa alias orang tanpa gejala (OTG). Sepintas lalu, mereka seperti orang sehat, namun, Doni menyatakan OTG justru lebih berbahaya.

“OTG ini jauh lebih berbahaya dibandingkan pasien yang dirawat di rumah sakit ataupun mereka yang melakukan isolasi mandiri. Sebab OTG tampak seperti orang sehat sehingga dapat menjadi silent killer,” katanya.

Indonesia dan dunia kini masih dalam medan perang melawan Covid-19. Di tengah upaya sejumlah negara mengembangkan vaksin, masyarakat juga dapat melakukan aksi nyata untuk memerangi pandemi ini.

Doni menyebut bahwa setiap masyarakat dapat turut serta berkontribusi dalam perang melawan pandemi yang disebabkan oleh virus SARS Cov-2 ini. Setiap orang, tanpa terkecuali, dapat melakukan aksi nyata untuk ikut memutus rantai penyebaran virus dengan cara melindungi dirinya.

“Melindungi diri berarti melindungi sesama,” ujar Doni.

#Satgascovid19 merumuskan sejumlah aksi nyata yang dapat dilakukan oleh masing-masing orang guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Aksi nyata yang utama ialah dengan tetap di rumah, bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Jika terpaksa keluar rumah karena kebutuhan penting, harus selalu memakai masker kain. Kemudian, kita juga harus menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain, serta sering mencuci tangan memakai sabun atau cairan pembersih tangan yang berkandungan alkohol minimal 60 persen.

“Kami terus gencar melakukan kampanye dan mendorong setiap pihak untuk #ingatpesanibu tentang 3M, yaitu #jagajarak, dan hindari kerumunan, serta #cucitangan pakai sabun,” kata Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) ini.

Menurut Doni, sangat penting untuk tidak menyentuh bagian-bagian wajah seperti mata, hidung dan mulut yang merupakan pintu masuk virus, apalagi jika kita sedang berada di luar dan selesai beraktivitas yang menyebabkan pertemuan dengan orang lain.

Jika hendak menyentuh bagian-bagian wajah tersebut, hendaknya mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir selama 20 detik. Begitu pula saat hendak makan dan menyiapkan makanan, setelah dari toilet, setelah memegang binatang dan sehabis berpergian. Ketika batuk atau bersin, seseorang harus selalu menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu.

“Juga buang langsung tisu ke tempat sampah setelah digunakan dan segera cuci tangan pakai sabun.” tambah Doni.

Aksi nyata lainnya yakni dengan tidak melakukan kontak langsung dengan orang bergejala Covid-19 atau terkonfirmasi positif membawa virus Covid-19 di dalam tubuh. Jika ingin melakukan komunikasi, sebaiknya dilakukan via telepon, chat atau video call.

Sebagai bentuk tanggung jawab menjadi bagian dari masyarakat, kita perlu memberitahu petugas kesehatan jika mengalami gejala, pernah kontak erat dengan orang bergejala, atau bepergian ke wilayah terjangkit Covid-19. (CNN INDONESIA)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending