Connect with us

Makro Ekonomi

Dana Asing Kabur, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5 Persen

Published

on


Finroll.com – Setelah meramalkan bakal ditinggal dana asing, Bank Dunia menyebut Indonesia akan meraih pertumbuhan ekonomi pada 2020 kurang dari 5 persen, yakni hanya 4,9 persen. Angka itu jauh di bawah target pemerintah dalam APBN sebesar 5,3 persen. Bahkan pada 2022 terus meluncur turun ke posisi 4,6 persen.

Mengutip laporan Bank Dunia, The Insider Stories menyebutkan, perlambatan itu dipengaruhi kondisi ekonomi global. Yakni eskalasi perang dagang Amerika Serikat dengan China, serta meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah wilayah.

Sebelumnya dalam paparan yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/9), Bank Dunia menyebut Indonesia bakal ditinggal pergi dana asing (capital outflow).

Indonesia juga dinilai akan semakin terpuruk karena masih adanya defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD).

Adapun di kuartal II 2019, CAD Indonesia mencapai USD 8,4 miliar atau 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari kuartal sebelumnya yang hanya 2,6 persen dari PDB.

Bank Dunia memproyeksi, CAD Indonesia di akhir 2019 sebesar USD 33 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 31 miliar. Selain itu, investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia hanya USD 22 miliar hingga akhir tahun ini.

Dalam kondisi normal saja, Bank Dunia menilai, Indonesia membutuhkan dana asing masuk (inflow) minimal USD 16 miliar per tahun untuk menutup gap defisit tersebut.
“Pembiayaan eksternal yang dibutuhkan bisa lebih banyak jika capital outflow yang diprediksi benar-benar terjadi,” tulis Bank Dunia dalam laporan itu.

Namun demikian, Bank Dunia menilai, solusi untuk mempertahankan perekonomian domestik bukan menurunkan CAD, namun meningkatkan investasi atau FDI. Nah masalahnya, FDI ini tidak dengan mudah datang ke Indonesia. Menurut data Bank Dunia, kontribusi FDI ke pertumbuhan ekonomi RI stagnan sejak 2014.

Advertisement

Makro Ekonomi

BaliDeX 2019 Luncurkan ASWIN & IDEA Buka Akses Global untuk UMKM Lokal

Published

on

Finroll.com — Perhelatan BaliDeX International Trade Expo & Conference 2019 yang merupakan ajang terbesar pertemuan penjual dan pembeli lokal serta mancanegara sukses digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 30 Agustus – 4 September 2019.

BaliDeX – Bali Digital eCommerce Expo yang merupakan sarana promosi dan peluang baru untuk meningkatkan omset serta keuntungan perusahaan Indonesia tersebut dihadiri lebih dari 2800 delegasi dari 45 negara.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bali, Nyoman Sujaya mengatakan pemerintah menyambut baik kegiatan tersebut yang sejalan dengan program Bali Smart Island, yaitu membangun masyarakat Bali yang cerdas.

“Cerdas di bidang ekonomi, budaya, infrastruktur dan cerdas dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Nyoman.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Balidex 2019 membuka akses bagi pelaku UMKM juga koperasi untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif Bali dan Indonesia pada umumnya ke pasar global.

“Pembangunan ekonomi merupakan proses yang mandiri, namun diperlukan proses interaksi dukungan dari berbagai pihak secara berkelanjutan,” kata Nyoman.

Pada kesempatan ini diserahkan penghargaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Bali untuk KSU Inti Prana Semesta sebagai “Pionir Koperasi Digital” yang diterima I Dewa Gede Ngurah dan untuk Penyelenggara BaliDeX 2019 yang diterima Dewa Ketut Dharmayana.

Kegiatan hasil kerja sama antara Koperasi Inti Prana Semesta dan OneAcademy Indonesia ini dianggap sangat penting untuk menjalin kerja sama ekonomi secara berkesinambungan.

Terkait hal itu dalam pembukaan BaliDeX 2019, Dr. Sulistya Putra selaku Global Leadership Group meresmikan pembentukan Asosiasi Wiraswasta Nusantara (ASWIN) dan International Digital Economy Association (IDEA) sebagai hasil Global Mastermind Conference yang menghadirkan para pembicara internasional. Anggota ASWIN terdiri dari berbagai perusahaan, koperasi, UMKM, lembaga pendidikan, institusi dan tokoh-tokoh nasional yang peduli dengan digital ekonomi Indonesia.

Sementara itu berbagai perusahaan dan organisasi di berbagai negara dapat mendaftar menjadi mitra IDEA. Ini merupakan tonggak sejarah baru yang dimulai dari Bali untuk kemajuan ekonomi digital Indonesia dan pemerataan ekonomi rakyat berbagai negara dunia.

“Kita harapkan dari kegiatan ini perekonomian Indonesia khususnya Bali bisa terdorong lebih maju. Apalagi dalam rangkaian acara BaliDeX diisi dengan meninjau obyek-obyek wisata dan sentra produsen unggulan yang ada di Bali,” imbuh Nyoman.

Rangkaian acara BaliDeX menarik para delegasi mancanegara. Hari pertama Balidex 2019 dimulai 30 Agustus 2019 dengan Global Mastermind Conference yang diisi dengan edukasi para market leader dan pakar e-commerce dari mancanegara.

Dealshaker Expo Indonesia Bali pada hari kedua 31 Agustus diikuti 100 merchant dari Indonesia – dari Sumatera, Jakarta & Jawa Timur, Bali, Flores sampai Papua; Vietnam, Jepang, Thailand, India, Taiwan, Dubai, Bulgaria, Rusia, dan lain-lain.

Para merchant mempromosikan produk-produk berkualitas tinggi seperti lukisan, perhiasan mutiara asli, batu permata asli, tekstil, kain tenun asli, ukiran, produk kesehatan, hingga properti dan otomotif semuanya di platform Dealshaker.ID. Pameran Dealshaker Indonesia Bali dihadiri para pembeli dari dalam dan luar negeri pemilik voucher digital ONE yang memberikan keuntungan lebih besar karena daya belinya makin menguat tiap tahun.

Para pengunjung bahkan dapat membeli apartemen mewah di Jakarta, Dubai, dan Bulgaria menggunakan ONE. Seorang pengunjung menukarkan voucher digital ONE dengan satu unit mobil baru Mercedez Benz yang diserahterimakan pada acara tersebut.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, BaliDeX dimeriahkan dengan ONE Funtastic Show, yaitu Malam Seni Bali yang menampilkan sendratari Ramayana dan dikombinasikan dengan charity gala dinner. Di akhir acara diserahkan donasi Mr. Mark Nishiyama dari IDEA Jepang untuk korban bencana alam Indonesia.

Program edukasi BaliDeX2019.com untuk pelatihan eCommerce bagi para mitra ASWIN dan IDEA terus berlangsung hingga 4 September 2019.

Acara BaliDeX diliput media nasional dan internasional hinggal menjangkau lebih dari jutaan wirausahawan di 194 negara.

Continue Reading

Makro Ekonomi

Indef : Pemerintah Serius Perkuat Ekonomi Melalui UMKM

Published

on

Finroll.com — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta Pemerintah harus benar-benar serius membina usaha mikro kecil menengah (UMKM) termasuk dengan mempermudah akses pembiayaan bagi pengembangan usahanya.

Pasalnya UMKM menjadi tumpuan utama ekonomi kerakyatan dimana tahun lalu sektor ini menyumbang PDB Indonesia sebesar 60 persen.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati dalam acara Focus Group Discussion bertema 13 Tahun Kiprah Lembaga Pengelola Dana Bergulir ( LPDB ) dalam Mengembangkan Koperasi dan UKM di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut Eni mengatakan pemerintah Indonesia perlu mencontoh succes story dari pemerintahan Jerman dan Jepang yang mampu mendorong UMKM nya kuat dan berdaya saing tinggi.

Di Jepang, kata Enny, industri besar otomotif bergantung pada UMKM untuk produk-produk aksesorisnya.

Ketika muncul produk otomotif baru, UMKM dengan cepat merespon dengan membuat produk aksesoris yang justru mampu mendorong tingkat penjualan otomotif pada industri besar.

Sementara di Jerman, UMKM mampu menguasai seluruh sektor pertanian dari hulu hingga hilir sehingga tidak ada ruang bagi korporasi memasukinya.

Di Indonesia, setiap calon legislatif (caleg) di semua partai dan calon pemimpin baru baik pusat maupun daerah saat kampanye selalu ingin mendorong kemandirian ekonomi melalui penguatan UMKM .

Namun saat menduduki kursi pimpinan baik eksekutif maupun legislatif, tidak ada bukti konkret janji-janji mereka dalam mendorong daya saing UMKM .

“Kalau Pemerintah mau serius mendongkrak akselerasi pertumbuhan ekonomi, uruslah kekuatan utama kita sektor UMKM . Semua kebijakan peningkatan, akses pembiayaan dan pemasaran atau apapun itu justru yang utamanya adalah UMKM ,” kata Eni.

Namun untuk memastikan daya saing UMKM diakuinya tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah seperti tarik ulur kepentingan terutama apabila hal itu terkait penetapan Lembaga atau Badan yang mengurusi UMKM .

Menurutnya, banyak Kementerian dan Lembaga pemerintah di Indonesia yang membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang diniatkan untuk mendukung UMKM .

Namun dalam praktiknya setiap program yang dijalankannya terkesan tidak serius dan justru dijadikan proyek saja tanpa target terukur.

“BLU-BLU itu harus jelas statusnya, termasuk LPDB Koperasi dan UMKM . Kalaupun nggak dijadikan satu ya harus ada sinergi dan kolaborasi untuk benar-benar membina dan mendampingi UMKM . Indonesia itu yang mahal adalah sinergi dan komunikasi antar lembaga,” ulasnya.(red)

Continue Reading

Makro Ekonomi

Kemendag Beri Penghargaan Eksportir Kopi Gayo Takengon Sukses Tembus Pasar Kanada – AS

Published

on

Finroll.com — Eksportir kopi gayo dari Takengon, Aceh menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan atas prestasinya yang sukses menembus pasar Kanada dan Amerika Serikat. Pemberian penghargaan dilakukan secara langsung oleh Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Marolop Nainggolan.

“Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pelaku usaha kopi gayo yang sukses menembus pasar Kanada dan Amerika Serikat. Para pelaku usaha tersebut sebelumnya telah mengikuti serangkaian program Indonesia-Canada Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project,” ujar Marolop.

Program pembinaan ekspor proyek TPSA dilakukan secara komprehensif kepada calon eksportir kopi gayo di Takengon. Para pelaku usaha asal Aceh yang mendapatkan manfaat dari program TPSA dan meraih sukses yaitu Koperasi Redelong Organik, Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo), Koperasi Serba Usaha (KSU) Arinagata, PT Meukat Komuditi Gayo, dan PT Orang Utan Kopi Lestari.

Menurut Ketua Koperasi Kokowagayo Rizkani, program TPSA memberikan manfaat bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar internasional, dan melatih perusahaan menjadi lebih profesional dalam menjalin kerja sama bisnis dengan buyer mancanegara. Perusahaan-perusahaan koperasi Kokowagayo telah mendapatkan beberapa kontrak dari Kanada dan sebanyak empat kontainer telah dikirim pada Juli lalu.

Hal senada diungkapkan Ketua KSU Arinagata Ara Sibarani. Ia menjelaskan melalui proyek TPSA pelaku usaha dapat memperoleh pengetahuan cara mengembangkan manajemen usaha, efisiensi produksi, cara menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta strategi promosi dan pemasaran produk ekspor. KSU Arinagata mendapatkan kontrak sebanyak 10 kontainer dari hasil proyek TPSA. Kontrak juga didapatkan oleh tiga pelaku usaha lainnya, yaitu Koperasi Redelong Organik, PT Orang Utan Lestari, dan PT Meukat Komuditi Gayo.

Proyek TPSA merupakan kerja sama Indonesia?Kanada yang bertujuan meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara yang berlangsung sejak 2014 hingga 2019. Program tersebut memberi manfaat dalam hal peningkatan kualitas produksi, pemenuhan standar, strategi promosi, dan cara untuk bernegosiasi dengan calon buyers, serta memotivasi pelaku usaha untuk terus maju. Hasilnya, pelaku usaha kopi gayo mampu untuk melakukan ekspor secara langsung.

“Kemendag akan terus menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan di beberapa negara. Selain itu, kita juga akan memanfaatkan para tenaga yang ahli di bidangnya sebagai upaya peningkatan daya saing pelaku usaha,” tutup Marolop.

Kemendag juga mendorong para pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor dapat berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 yang dijadwalkan berlangsung pada 16?20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending