Connect with us
[adrotate group="1"]

Politik

Debat Capres ke-2 Prabowo-Sandi Akan Fokus Bicara Kedaulatan Pangan dan Energi

Published

on


Debat Capres ke-2 Prabowo-Sandi Akan Fokus Bicara Kedaulatan Pangan dan Energi

Finroll.com – Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, angkat bicara mengenai persiapan debat calon presiden yang akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 17 Februari 2019.

Menurut Zulkifli, Prabowo-Sandi akan lebih banyak membahas mengenai kedaulatan pangan. Sebab, kedaulatan pangan merupakan unsur utama kesejahteraan.

“Yang paling penting itu lingkungan dan pangan. Saya mengatakan, bangsa itu akan adil, bangsa itu bisa setara demokrasinya, bisa berkualitas, rakyatnya bisa berprestasi, bisa bagus kalau pangannya berdaulat. Itu syarat paling mendasar di seluruh dunia di mana pun,” kata Zulkifli kepada wartawan, Selasa 12 Februari 2019.

Baca Juga: Debat Capres Jilid II, Jokowi Siap Pamer Hasil Capaian Pembangunan

“Kalau kita pangannya belum bisa berdaulat, masih belum, nggak mungkin bisa berlaku adil, tidak bisa menjadi negara maju dan tidak bisa menjadi negara besar,” ujarnya.

Selain itu, ketua MPR RI ini juga menambahkan, Prabowo-Sandi akan menekankan pentingnya pengelolaan energi yang baik. Indonesia memiliki banyak sumber daya energi, maka dari itu, dibutuhkan pengelolaan yang baik agar Indonesia juga mampu berdaulat di bidang energi.

“Jadi artinya kalau pangan nggak berdaulat, energi nggak berdaulat, sulit itu,” ujarnya.(viva)

Politik

SBY Ungkap Rahasia Ada Orang yang Cari Muka ke Jokowi

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, SBY, merasa menjadi korban fitnah dan tuduhan, lantaran partainya menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

Published

on

FINROLL.COM – Unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung pada 8 Oktober lalu dilaporkan berakhir dengan ricuh di sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa terduga perusuh yang diamankan polisi disebut tak mengetahui substansi dari unjuk rasa dan mengaku hanya diberi arahan oleh seseorang.

Hal tersebut menjadi salah satu dasar munculnya dugaan yang menyebut jika aksi demonstrasi itu sengaja disponsori. Para pendengung (buzzer) di media sosial juga turut menggaungkan kabar adanya dalang di balik demo penolakan UU Cipta Kerja.

Tuduhan-tuduhan tersebut justru mengarah ke Partai Demokrat, usai mereka menentukan sikapnya untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Demokrat dituding mendanai massa dan menginstruksikan kader di daerah untuk menerima pendemo.

Menanggapi hal tersebut, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun angkat bicara dan mengungkapkan fakta sebenarnya. Berikut ulasannya:

SBY Bantah Isu yang Beredar

Melalui video yang diunggah di akun Youtube SBY, ia membantah isu yang menyebut dirinya sebagai dalang di balik aksi demo tolak UU Cipta Kerja. SBY menegaskan, ia tidak memiliki niat maupun pikiran untuk menggerakkan massa. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini merasa menjadi korban fitnah dan tuduhan.

“Andai kata saya ini punya kemampuan menggerakkan gerakan massa yang begitu luas di tanah air kemarin. Andai kata saya punya uang banyak menggerakan aksi begitu, saya tidak punya niat, tidak berpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan. Dan begini memfitnah itukan sebenarnya menuduh seseorang saya dalam hal ini tidak mengandung kebenaran. Saya menjadi korban,” tegasnya.

SBY menyayangkan pihak yang melakukan fitnah dan mempermainkan kebenaran. Menurutnya, itu sama saja dengan mempermainkan Tuhan. SBY mengaku hanya bisa bersabar dengan segala tuduhan yang menyerangnya. Lebih lanjut, SBY juga menilai, massa yang menolak UU Cipta Kerja juga pasti merasa terhina jika gerakannya disebut ditunggangi oleh orang demi uang.

Bukan Pertama Kali Dituduh Jadi Dalang Aksi Massa

Presiden ke-6 RI ini menyebut jika ini bukanlah kali pertama dirinya dituding sebagai dalang di balik aksi demonstrasi. SBY mengaku dirinya pernah dituduh menggerakkan massa aksi 411 yang memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 4 November 2016 lalu.

“Saya ini orang tua ya. Pernah berjuang sebagai prajurit selama 30 tahun pernah juga di pemerintahan 15 tahun. Juga mengerti pemerintahan menghadapi masalah, masalah itu mesti dipecahkan. Saya juga mengalami itu. Jadi kalau kemarin saya dituduh seperti itu tidak baik, tidak baik kalau negeri kita makin subur fitnah, hoaks, tuduhan tak berdasar,” kata SBY dalam video.

SBY mengatakan, sebagai presiden dengan pengalamannya, harus siap dikritik, difitnah dan dihujat. SBY mengatakan, presiden harus kuat menghadapi ujian tersebut.

Ungkap Ada Orang Cari Muka ke Jokowi dengan Memfitnah Dirinya

SBY mengaku jika dirinya mengetahui pihak yang selalu menuduhnya itu. Menurutnya, orang tersebut sengaja melakukan hal tersebut untuk mendapatkan nilai tambah dari Istana dengan cara menghancurkan nama baik orang lain.

“Ini cerita klasik ini. Mereka ingin dapatkan kredit tetapi dengan cara merusak nama baik orang lain, menjatuhkan orang lain, meskipun belum tentu berhasil cara-cara itu,” kata SBY.

SBY mengatakan, ada seseorang yang membuat fitnah tersebut dan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Orang tersebut sampai minta bawahannya untuk membuat bukti mengarahkan SBY sebagai dalang demo tersebut.

“Seseorang yang memfitnah tadi, rupanya meminta bawahannya untuk melengkapi cari bukti-bukti, tapi yo tidak ketemu. Itu sampai ke telinga saya juga. Tapi ya sudah lah, sudah saya anggap selesai, karena bagi saya itu juga sesuatu yang tidak bagus,” kata SBY.

Pada saat itu, SBY sampai meminta klarifikasi kepada Presiden Jokowi. Awalnya mendengar kabar fitnah itu, SBY mendatangi Wiranto yang menjabat sebagai Menko Polhukam. Sampai, SBY juga menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan dua tokoh tersebut, SBY meminta konfirmasi kabar seseorang membisikan fitnah terhadap dirinya kepada Jokowi.

Pemerintah Juga Sebut Ada Dalang di Balik Aksi Demo

Sehubungan dengan beredarnya kabar jika aksi demo UU Cipta Kerja didalangi oleh seseorang, Menteri Koordinator Bidang perekonomian, Airlangga Hartanto turut sesumbar mengomentari soal dalang demo tersebut. Airlangga Hartarto mengklaim bahwa gerakan demo direkayasa dan didalangi oleh seseorang.

Ketua Umum Partai Golkar itu bahkan mengklaim pemerintah sudah mengetahui siapa aktor intelektual di balik demo tersebut. Namun, hingga kini Airlangga maupun pemerintah tak menyebut siapa dalang yang dimaksud. (katadata.co.id)

Continue Reading

Politik

Perang 3 Dinasti Berebut Tangsel

Published

on

Pilkada Kota Tangerang Selatan bukan ajang kontestasi yang mudah bagi Muhamad-Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah-Ruhamaben untuk menggusur mengalahkan calon petahana Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Namun, petahana juga harus mengantisipasi kenaikan elektabilitas dua paslon penantang lainnya.

FINROLL.COM — Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia yang juga pengajar di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menilai petahana masih tergolong kuat. Tetapi bukan berarti berada di posisi aman.

Adi mengatakan bahwa Rahayu Saraswati atau Sara bisa mendongkrak popularitasnya sebagai keponakan Prabowo Subianto. Begitu pun Siti Nur Azizah yang merupakan putri Wapres Ma’ruf Amin.

Dominasi keluarga Ratu Atut dan Golkar pun masih kuat. Diketahui, Pilar Saga yang mendampingi Benyamin Davnie adalah keponakan dari Ratu Atut. Terlebih, Wali Kota Tangsel saat ini Airin Rachmi Diany juga pasti akan turut berperan memenangkan Benyamin Davnie, wakilnya yang maju sebagai calon wali kota.

Dengan demikian, jelang pemungutan suara nanti, ketiga paslon diprediksi akan sama kuat.

“Dua bulan jelang pencoblosan, sulit diprediksi siapa yang menang karena kekuatan politiknya makin berimbang. Azizah dan Muhammad mulai menggerus basis pemilih Benyamin. Apalagi warga Tangsel banyak yang ingin menginginkan sosok baru yang memimpin Tangsel,” kata Adi.

Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah, meski membawa nama besar kerabatnya, tetap dianggap kurang berpengalaman oleh masyarakat. Sementara Benyamin Davnie, yang selama ini menjabat wakil wali kota Tangsel, punya keunggulan karena akan dinilai lebih mampu memimpin Tangsel oleh warga.

Namun bukan berarti Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah tidak bisa meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Seiring berjalannya waktu, Adi menilai para penantang akan berupaya keras meningkatkan elektabilitas masing-masing.

“Sekarang peta dinamis. Meski kuat Benyamin Davnie belum aman karena elektabilitasnya mulai dibalap oleh 2 calon lain. Bahkan pasangan Azizah-Ruhamaben bisa jadi kuda hitam yang bisa memenangkan pertarungan. Calon ini trend elektabilitasnya positif, terus naik,” katanya.

Berimbang

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai pertarungan di Pilkada Kota Tangsel akan berimbang.

Ujang menilai nama-nama besar di balik ketiga paslon akan membuat perolehan suara mereka sulit diprediksi. Masih terlalu dini menurut Ujang untuk menyimpulkan pihak yang diunggulkan maupun sebaliknya.

Ada sejumlah alasan, sehingga dirinya belum dapat memastikan hal tersebut. Pertama, hingga kini belum ada survei objektif yang mengukur elektabilitas ketiga paslon. Kedua, belum ada strategi politik yang sebab masa kampanye baru dimulai akhir September mendatang.

“Saya belum bisa memastikan karena politik itu kan sangat dinamis gitu kan. Politik itu kan dilihat biasanya permainan ada di ujung. Di ujung permainan di Desember nanti,” kata dia.

Kendati demikian, Ujang tak menampik bahwa peran dinasti politik selama ini, termasuk dalam pemilihan kepala daerah masih cukup berpengaruh, tak terkecuali di Tangsel. Kondisi itu dibuktikan dengan Airin yang menang dia dua Pilkada sebelumnya di Tangsel.

Ujang mengatakan sejauh ini Tangsel masih didominasi oleh pemilih irasional sehingga kemungkinan Benyamin-Pilar juga masih cukup kuat. Mereka adalah pemilih yang cukup berperan melanggengkan kekuatan dominasi politik dinasti di Banten.

“Jadi pemilih yang masih belum memilih berdasarkan visi masih banyak. Kadang-kadang memilih berdasarkan ‘gizi’, bukan visi misi,” katanya.

‘Gizi’ maksud Ujang adalah pemilih yang masih mungkin dapat dibeli lewat praktik politik uang. Dinasti politik Banten yang hingga saat ini masih dinilai cukup dominan, menurut Ujang, menjadi tanda bahwa praktik politik uang masih bertahan. (HDYT/CNN)

Continue Reading

Politik

Ponakan Prabowo Sebut Milenial Tangsel Abai Politik

Published

on

FINROLL.COM – Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati, menyebut sikap kelompok milenial yang cenderung abai menjadi salah satu penyumbang terbesar rendahnya partisipasi politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangsel.

Sara mengaku, pernyataannya itu juga diperkuat dengan hasil survei sederhana oleh timnya terkait pengetahuan anak muda terhadap pemimpin Tangsel saat ini. Dari 30 anak muda yang ditanya, hanya 18 di antaranya yang mengetahui nama kepala daerah Tangsel.

“Dari anak-anak muda, kan kemarin saya sempat sampaikan ada 40 anak muda secara random teman saya survei di Bintaro. Hanya 18, yang tahu nama wali kota saat ini. Artinya kesadaran dan apatis itu masih sangat tinggi,” kata dia  Rabu (30/9).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku khawatir tingkat partisipasi itu akan kembali menurun dalam Pilkada kali ini. Ia menyayangkan bila calon wali kota dan wakil wali kota nanti justru terpilih dengan persentase suara kurang dari Pilkada sebelumnya sebanyak 57 persen.

“Bayangkan kalau misalkan nanti yang partisipasi kurang dari 50 persen, legitimate enggak tuh pemimpinnya. Kalau misalkan kurang dari 50 persen masyarakat yang memilih. Jadi ini sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Oleh sebab itu, Sara mengatakan, saat ini pihaknya masih terus memanfaatkan masa kampanye yang baru berjalan selama empat hari tersebut. Ia berharap nantinya suara anak muda akan meningkat di Pilkada kali ini.

Sementara itu, data Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kota Tangsel mencatat, dalam tiga pemilu terakhir, Pilkada 2015 menjadi pemilu dengan partisipasi politik paling rendah di Tangsel dengan persentase pemilih sebanyak 57 persen.

Jumlah itu lebih rendah dibanding pemilihan presiden dengan persentase mencapai 80 persen dan pemilihan legislatif menjalani 79 persen.

Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan sejumlah langkah untuk mencapai 77,5 persen sesuai target partisipasi dari KPU. Pihaknya juga mengetahui sejumlah TPS atau kelurahan yang dalam pilkada sebelumnya minim partisipasi.

“Kita punya data misalkan di TPS di kelurahan mana yang tingkat partisipasinya rendah, atau di setiap kelurahan di TPS mana rendah kita laksanakan sosialisasi,” kata dia kepada CNNIndonesia.com.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending