Connect with us
[adrotate group="1"]

International

Deretan Negara yang Kembali Lockdown karena Lonjakan Corona

Published

on


Ilustrasi tenaga medis yang menangani virus corona. (AP/Rafiq Maqbool)

Finroll.com, Jakarta – Pandemi virus corona masih menjadi ancaman dunia meski tren penularan virus serupa SARS itu beranjak menurun di beberapa negara dan kawasan.

Banyak negara telah mulai melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan dan kembali membuka kegiatan perekonomian serta bisnis secara bertahap setelah tren penularan Covid-19 menurun.

Namun, beberapa negara justru harus kembali “menutup diri” dan menerapkan penguncian wilayah atau lockdown setelah kembali menemukan lonjakan penularan baru corona.

Berikut daftar negara yang kembali menerapkan lockdown dan serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan akibat dihantui ancaman gelombang kedua corona.

China

Usai menerapkan lockdown nasional selama tiga bulan akibat Covid-19, pemerintah China kembali membuka kegiatan perekonomian dan bisnis, seperti sejumlah tempat wisata ikonik, hingga sekolah secara bertahap pada Mei lalu.

Tak lama, pejabat kesehatan readyviewed China mendeteksi lonjakan kasus corona baru yang ditemukan di Ibu Kota Beijing pada awal Juni lalu.

China lantas memutuskan menerapkan lockdown di sebagian wilayah Beijing setelah ratusan virus corona baru terdeteksi kembali muncul di area pasar tradisional ibu kota.

Lonjakan kasus baru itu berasal dari pasar grosir Xinfadi. Klaster di pasar itu terjadi setelah tiga pedagang dan dua pengunjung pasar dinyatakan positif corona.

Awal pekan ini, pihak berwenang China juga kembali melaporkan lonjakan kasus virus corona baru yakni 61 infeksi. Komisi Kesehatan Nasional mencatat sebanyak 57 kasus penularan lokal dan 4 imported case.

Ini merupakan penghitungan harian tertinggi kasus baru sejak 14 April, ketika negara itu mencatat 89 infeksi dalam sehari.

sebagian besar kasus penularan lokal ditemukan di Xinjiang yang merupakan tempat tinggal etnis minoritas Muslim Uighur. Penyebaran terjadi di ibu kota Xianjiang, Urumqi dan telah meluas hingga ke kota tetangga.

Selain di wilayah itu, sebanyak 14 kasus juga dicatat di Kota Dalian, Provinsi Liaoning. Kemudian dua kasus lokal ditemukan di Provinsi Jilin yang berada dekat perbatasan Korea Utara.

Berdasarkan statistik Worldometer per Rabu (29/7), China tercatat memiliki 84.060 kasus Covid-19 dengan 4.634 kematian.

Australia

Serupa dengan China, Australia memutuskan mengisolasi negara bagian Victoria setelah menemukan lonjakan kasus corona baru hingga mencapai tiga digit infeksi per hari pada awal Juli lalu.

Dalam dua pekan sejak diberlakukan lockdown, Victoria beberapa kali juga mencatat rekor kasus harian sebanyak 217, 363, dan 275.

Australia juga menerapkan lockdown terhadap Ibu Kota Victoria, Melbourne, selama enam pekan demi mengendalikan virus corona yang melonjak lagi di wilayah tersebut.

Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morisson bahkan mengerahkan personel militer dan polisi untuk menjaga perbatasan negara bagian Victoria dan memastikan warga tetap tinggal di rumah selama masa isolasi.

Australia bahkan melaporkan rekor infeksi corona baru sebanyak 502 kasus dalam sehari pada Rabu (22/7). Sebanyak 484 kasus dari total 502 infeksi corona baru itu terdapat di Victoria.

Dengan begitu saat in ada lebih dari 3.408 kasus corona aktif dan 44 kematian di Victoria.

Berdasarkan statistik Worldometer per hari ini, Australia tercatat memiliki 15.580 kasus corona dengan 176 kematian.

Spanyol

Spanyol kembali memberlakukan lockdown di wilayah Catalonia setelah kasus penularan corona baru kembali melonjak di daerah tersebut sejak pertengahan Juli lalu.

Pemerintah wilayah Catalonia mengatakan kepada sekitar 140 ribu penduduknya terutama di dan sekitar kota Lerida di timur laut untuk kembali melakukan isolasi dan hanya boleh meninggalkan rumah untuk bekerja atau melakukan aktivitas penting saja.

Seminggu sebelumnya, pemerintah Catalan telah membatasi warga untuk bepergian dari dan ke negara bagian El Segria. Sebab, wilayah dengan populasi 210 ribu itu telah mengalami penambahan penularan Covid-19.

Otoritas kesehatan Catalan juga terus memantau wabah di Hospitalet, sebuah kota padat penduduk di wilayah metropolitan Barcelona yang lebih besar. Secara total, timur laut Catalonia melaporkan lebih dari 800 kasus baru pada Minggu.

Spanyol baru membuka lockdown nasional pada pertengahan Juni lalu setelah tiga bulan berada dalam penguncian wilayah demi mengendalikan virus yang telah secara resmi merenggut lebih dari 28.300 jiwa.

Per hari ini, berdasarkan statistik Worldometer, Spanyol tercatat memiliki 327.690 kasus dengan 28.436 kematian.

Malaysia

Pemerintah Malaysia berencana menerapkan kembali kebijakan penguncian wilayah jika kasus baru virus corona melonjak hingga 100 pasien per hari.

Malaysia saat ini tengah berada dalam tahap pemulihan dan sudah tak menerapkan perintah pengawasan pergerakan (MCO) ketat. Hampir seluruh kegiatan bisnis dan ekonomi telah berjalan kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Namun, pihak berwenang Malaysia kembali mendeteksi lonjakan kasus corona baru dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Selasa (28/7), Malaysia mencatat 39 kasus corona baru, di mana 28 infeksi di antaranya merupakan penularan lokal. Puluhan kasus baru corona juga ditemukan setiap harinya dalam sepekan terakhir.

Penemuan kasus baru ini muncul setelah Kementerian Kesehatan sempat mengumumkan nol kasus corona baru pada 1 Juli lalu untuk pertama kalinya sejak Maret.

Vietnam

Pemerintah Vietnam memutuskan menutup (lockdown) kota ketiga terbesar di negara itu, Da Nang, selama dua pekan setelah terjadi penularan virus corona (Covid-19) terhadap 15 orang.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (28/7), kasus infeksi Covid-19 di Da Nang dilaporkan terjadi secara lokal. Penyebaran itu terdeteksi setelah selama tiga bulan tidak ada penambahan kasus di Vietnam.

Menurut data, 15 orang yang positif Covid-19 adalah pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit Da Nang.

Pemerintah Vietnam menutup sementara seluruh tempat usaha di Da Nang dan menerapkan kebijakan jaga jarak.

Sumber : CNN Indonesia

International

Langit Laut China Selatan ‘Dipenuhi’ Jet Tempur AS

Published

on

FINROLL.COM — Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Ronald Reagan mengerahkan pesawat udara untuk melindungi wilayah maritim sekutu negeri itu di perairan Laut China Selatan. Ini merupakan serangkaian operasi pertahanan udara maritim yang dilakukan sejak Agustus lalu.

“Satu-satunya kapal induk US Navy, USS Ronald Reagan, dikerahkan untuk melakukan operasi penerbangan saat beroperasi di Laut Filipina dan menyediakan pasukan siap tempur yang melindungi dan membela AS, dan kepentingan maritim sekutu serta mitra di wilayah tersebut,” cuit akun @USNavy pada Senin (7/9/2020), menambahkan tagar #FreeAndOpenIndoPacific.

Sejumlah gambar juga ditunjukan Twitter resmi angkatan laut AS itu. Beberapa pesawat terlihat bersiap terbang di langit Laut China Selatan.

Sebelumnya, masuknya Reagan ke Laut China Selatan terjadi pada saat ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan menolak hampir semua klaim maritim China di laut.

Penolakan tersebut bertujuan untuk melindungi sekutu dan mitra, serta melakukan pendekatan kooperatif untuk stabilitas regional dan kebebasan laut di sana.

China sendiri mengklaim secara sepihak hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Dengan konsep sembilan garis putus-putus (nine-dash line), China memang dilaporkan mengklaim 80% wilayah perairan ini.

Akibatnya, China bersitegang dengan sejumlah negara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei. Wilayah ini sendiri merupakan jalur perdagangan dengan nilai mencapai US$ 3 triliun per tahun.

Ini yang menjadi alasan AS masuk ke kawasan sengketa tersebut. AS mengajak sejumlah sekutu seperti Australia dengan klaim menjaga kebebasan navigasi Indo Pasifik.

USS Ronald Reagan sendiri berbasis di Jepang. Kapal ini berada di Laut China Selatan pada pertengahan Juli, ketika melakukan operasi dengan kapal induk AS lain USS Nimitz.

Sementara itu, di saat bersamaan China kembali mengintensifkan latihan militer di Pulau Bohai. Bahkan China mengeluarkan senjata baru yakni pesawat tempur KJ-500.

Menurut laporan media pemerintah, Global Times, KJ-500 yang pertama kali terlihat di latar belakang sebuah foto yang baru-baru ini diterbitkan oleh China Military Online, dilengkapi dengan probe yang memungkinkan pesawat menerima pengisian bahan bakar di udara. Selain itu, pesawat juga diklaim mampu terbang lebih lama dan lebih kuat.

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Continue Reading

china

Xi Jinping: China Telah Lewati Cobaan Virus Corona yang Luar Biasa

Published

on

Presiden China Xi Jinping mengklaim, negaranya berhasil melewati “cobaan virus corona yang luar biasa dan bersejarah”.

BEIJING, FINROLL.com – Xi mengatakannya dalam upacara penganugerahan pengharagaan kepada tim medis yang diiringi dengan seruan terompet dan tepuk tangan meriah.

Dalam propagandanya, Beijing mengklaim sudah berhasil menangani Covid-19, di mana krisis kesehatan itu jadi bukti ketangkasan dan kepemimpinan partai Komunis.

Klaim itu dibuktikan dengan pemberian medali kepada “empat pahlawan” dari tenaga medis, di depan ratusan delegasi yang mengenakan masker dan pin bunga besar.

“Kita telah melewati cobaan yang luar biasa dan bersejarah,” kata Xi Jinping seraya memuji “perjuangan heroik” China melawan virus corona.

Presiden China berusia 67 tahun itu mengklaim, mereka adalah yang pertama menang melawan Covid-19 maupun dalam pemulihan ekonomi.

“Negeri Panda” sempat menjadi sorotan dunia pada awal 2020 atas penanganan mereka terhadap virus yang kini menginfeksi 27 juta orang di muka Bumi ini. Dua negara Barat, Amerika Serikat (AS) dan Australia, menuding Beijing sengaja menyembunyikan asal dan seberapa parah virus itu.

Dilansir AFP Selasa (8/9/2020), pengharagaan di Aula Agung Rakyat itu dibuka dengan mengheningkan cipta bagi korban meninggal virus.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemnberian medali kepada empat orang tenaga kesehatan, salah satunya adalah Zhong Nangshan.

Dokter berusia 83 tahun itu dipandang sebagai wajah China dalam upaya mereka menangani virus bernama resmi SARS-Cov-2 tersebut.

“Kami akan segera bergandengan tangan dengan pekerja medis di seluruh dunia untuk melacak dari mana asal virus ini,” papar Zhong.

Selain Zhong, mereka yang menerima anugerah tertinggi itu adalah pakar biokimia Chen Wei, kepala rumah sakit di Wuhan, dan pakar pengobatan tradisional berusia 72 tahun.

Namun, acara tersebut sama sekali tak mengomentari Li Wenliang, dokter yang pertama kali mengungkapkan wabah itu ke hadapan publik.

Aksinya sempat berbuah ancaman dari polisi karena dia dianggap meresahkan publik. Pada akhirnya, dia meninggal karena wabah itu pada 7 Februari.

Berdasarkan jumlah resmi yang dipaparkan, terdapat 4.634 kematian karena virus corona, sejak wabah itu terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019.

Pemerintah “Negeri Panda” selalu mengklaim bahwa mereka bisa menekan angka penyebarannya melalui lockdown dan larangan bepergian yang ketat.

Adapun mereka selalu bersikukuh bahwa SARS-Cov-2 yang saat ini telah membunuh hampir 900.000 orang di seluruh dunia itu masih belum diketahui asal usulnya.

Sumber Berita : Kompas.com

Continue Reading

International

Ngeri! AS Datang ke Taiwan, China Kirim Jet Tempur

Published

on

Pesawat tempur China dikabarkan memasuki Selat Taiwan, Senin (10/8/2020). Bahkan, melewati median selat.

Sebagaimana dikabarkan Reuters, ini bersamaan dengan datangnya Menteri Kesehatan AS Alex Azar. Ia ke Taiwan untuk memberi dukungan penanganan corona (Covid-19) sejak Minggu.

Militer Taiwan menyebut pesawat terdeteksi oleh rudal Taiwan. China menerbangkan J-11 dan J-10 sekitar pukul 9.00 waktu setempat.

Baca: AS-China Tegang Lagi, Bisa Gak IHSG Tembus 5.200?

“Tepat sebelum pertemuan Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen dengan Menkes Azar,” kata angkatan udara Taiwan dikutip Selasa (11/8/2020).

“Pesawat dilacak oleh rudal anti-pesawat yang berbasis di darat dan diusir oleh pesawat Taiwan yang berpatroli.”

Seorang pejabat senior Taiwan mengatakan China jelas “menargetkan” kunjungan Azar dengan langkah “sangat berisiko”. Aktivitas melewati median selat merupakan ketiga kalinya dilakukan China sejak 2016.

Sayangnya belum ada komentar China.

Ini merupakan kedatangan pejabat tinggi AS pertama sejak 1979. AS pada tahun itu memutus hubungan diplomatik dengan pulau ini.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan menawarkan konsep satu negara dua sistem. Meski begitu, hal ini tak diamini Taiwan dan meminta China menghormati sebagai negara berdaulat.

Ini memperburuk ketegangan China dan AS. Sebelumnya kedua negara tegang di banyak hal, mulai dari perdagangan, penguasaan teknologi, corona, hingga Laut China Selatan dan Hong Kong.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending