Connect with us

Traveling

Desa Kutuh, Liburan Anti Mainstrem di Bali

Published

on


Finroll.com – Bali menjadi tempat liburan favorit bagi banyak orang. Bahkan, wisatawan mancanegara saja banyak yang terpesona dengan keindahan Bali. Tidak heran, jika pulau Dewata ini selalu menjadi tujuan wisata banyak orang.

Nah, biasanya, kalau berlibur ke Bali, di mana tempat wisata favoritmu? Kalau kamu bosan ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa coba mengunjungi Desa Kutuh.

Ya, mungkin nama desa ini masih terdengar asing di telinga kamu. Hal itu karena desa ini memang belum lama ada. Desa Kutuh didirikan pada tahun 2002. Meskipun masih tergolong baru, desa ini pernah mendapat predikat sebagai Desa Terbaik Nasional.

Atas prestasinya, Presiden Jokowi bahkan langsung mengunjungi Desa Kutuh dan mengunggahnya ke akun Instagram pribadinya @jokowi. Dalam postingannya, Jokowi menyebut Desa Kutuh berhasil memanfaatkan dan mengelola dana desa, di antaranya membenahi fasilitas wisata olahraga untuk paralayang.

“Di Desa Kutuh Anda bisa ikut kompetisi Paralayang, juga sekadar menikmati keindahan hamparan tebing dan Pantai Nusa Dua,” ujar Jokowi di akun Instagramnya.

Selain yang disebutkan oleh Jokowi, di sini kamu juga bisa mengunjungi Pantai Pandawa, Wisata Gunung Payung Cultural Park dan atraksi wisata timbis paragliding. Di Desa Kutuh juga akan dibuat sport center, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Sedangkan di bidang kesenian dan budaya, kamu bisa menyaksikan Palegongan dan Sanghyang, tari Kecak atau tari Barong, tari Legong dan upacara atau upakara di 14 pura desa adat.

Advertisement

Traveling

Liburan Akhir Tahun di Candi Plaosan Masih Gratis

Published

on

By

Mau liburan akhir tahun di sekitar Yogyakarta yang murah meriah? Kawasan wisata Candi Plaosan masih gratis untuk traveler kunjungi hingga Januari 2020.

Mau berwisata di seputaran Klaten atau Yogyakarta tapi isi dompet cekak? Tidak perlu khawatir. Sebab bagi wisatawan, terutama penghobi wisata sejarah dan purbakala bisa memilih Candi Plaosan sebagai destinasi tujuan.

Kompleks candi di Dusun Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten itu bisa dinikmati tanpa harus membayar tiket masuk satu sen pun.

“Saat ini masih gratis. Pengunjung cuma menulis identitas di buku tamu,” kata sekuriti pos Candi Plaosan, Tugiya saat ditemui detik travel, Minggu (15/12/2019).

Tugiya mengatakan penggratisan itu berlaku sejak bulan Mei 2019. Awalnya tiket masuk Rp 3.000 per orang tetapi karena masih menunggu MOU baru, digratiskan.

Nantinya menurut informasi tiket baru akan diberlakukan per Januari 2020. Selama digratiskan, jumlah pengunjung naik drastis.

Her Dwiyanto, sekuriti Candi Plaosan mengatakan setelah digratiskan jumlah pengunjung naik 100 persen. Saat ada tiket hanya sekitar 200 orang, setelah tidak bayar tiket jadi 400 orang per hari, terutama di akhir pekan.

“Ramainya pengunjung itu hari Sabtu dan Minggu. Wisatawan dari berbagai daerah,” jelasnya.

Wisatawan akhir-akhir ini juga banyak yang berwisata secara paketan. Mereka datang berombongan ke Candi Plaosan dan juga Sojiwan.

“Di Candi Sojiwan juga masuk gratis sama dengan Candi Plaosan. Biasanya wisatawan satu paket,” lanjut Her Dwi.

Meskipun gratis, wisatawan bisa puas menikmati kemegahan bangunan candi yang dibangun pertengahan abad 9 Masehi (825-850) itu. Begitu masuk pintu, wisatawan cukup melapor pos sekuriti.

Pengunjung akan diminta menulis data diri dan alamat serta diberikan pengarahan larangan. Misalnya tidak boleh berdiri di tumpukan batu candi atau mencorat-coret lokasi.

Setelah itu sepanjang mata memandang, tersaji ribuan keping batu perwara yang runtuh diduga akibat bencana alam di masa lalu. Dari kejauhan 2 candi induk berukuran besar menjulang.

Selain candi induk, ada beberapa candi patok dan deretan candi perwara yang sudah dipugar. Untuk masuk ke kompleks candi induk, pengunjung harus melintasi jalan pintu masuk utama atau selasar gang yang di kanan kiri penuh tumpukan sisa candi perwara.

Setelah itu baru masuk melalui gerbang yang dibangun dengan batu andesit serupa candi induknya. Di halaman candi induk yang luas, wisatawan bisa berswafoto atau memanfaatkan jasa fotografer

Pengunjung boleh masuk ke candi induk jika penasaran suasananya. Bagi penghobi wisata purbakala, dari luar bisa berkeliling ke setiap sudut candi.

Dengan berkeliling wisatawan bisa puas mengulik dengan mata setiap sudut bangun candi yang didirikan Sri Kahulunnan dan Rakai Pikatan itu. Mulai dari makaranya, batu bertakik, kemuncak, hiasan dinding, relief sampai stupa di atasnya.

Menikmati keindahan Candi Plaosan, paling tepat jika sore hari. Saat langit cerah pengunjung bisa menikmati sunset dari kejauhan saat matahari terbenam di sela dua candi induk selatan dan Utara.

Di candi yang hanya berjarak 1 kilometer dari Candi Prambanan dan Candi Sewu itu, pengunjung dimanjakan dengan udara segar pedesaan. Jaraknya dari Jalan utama Jalan Yogya-Solo yang hanya 1 kilometer juga memudahkan dijangkau.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan saat ini masuk candi masih gratis. Namun karena MoU Pemkab dan BPCB Jateng sudah disetujui pemerintah pusat tarif akan diberlakukan kembali.

“Awal Desember MoU Pemkab dengan BPCB yang berwenang di Candi Plaosan dan Sojiwan sudah disetujui. Sudah ditandatangni Kemendikbud,” jelasnya melalui pesan singkat pada detik travel.

Lisa, wisatawan asal Semarang mengungkapkan tidak masalah membayar tiket, asalkan ada fasilitas disediakan. Misalnya buat taman atau ditambah kursi taman. Fasilitas perlu agar pengunjung bisa menikmati lebih lama di lokasi.

“Saya nilai fasilitas masih kurang. Mau duduk terpaksa di tanah atau bersandar nebeng candi,” ujarnya.

Continue Reading

Business

Dalam 6 Bulan Pertama Tahun 2019, 50.000 Ton Kentang Beku Diekspor Ke Asia Tenggara

Published

on

Finroll.com — Selama enam bulan pertama tahun 2019, pemasok kentang Belgia mengirimkan 50.000 ton kentang beku, kentang goreng, dan produk terkait kentang lainnya ke Asia Tenggara.

Untuk Indonesia sendiri, lebih dari 10.000 ton kentang diekspor ke Indonesia. Ekspor ke Indonesia sendiri meningkat pesat terhitung hingga 15.000% selama 10 tahun terakhir.

Wilayah ASEAN menjadi target pasar yang besar untuk kentang Belgia selama dekade terakhir.

“Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina adalah pasar yang berkembang untuk produk kentang dari Eropa ini,” kata Hartwig Moyaert – Project Coordinator Promotion Vlam dalam keterangannya, Rabu (27/11/2019).

Pada 2010, pemasok Belgia hanya mengekspor 120 ton produk terkait kentang ke Indonesia. Pada 2018, jumlah ini naik menjadi 15.548 ton, meningkat hingga 15.000% dalam jangka waktu 10 tahun.

Dalam enam bulan pertama tahun 2019, pemasok kentang Belgia mengekspor lebih dari 10.000 ton kentang ke Indonesia.

Lima pemasok kentang Belgia terbesar adalah Agristo, Bart’s Potato Company, Clarebout Potatoes, Ecofrost dan Mydibel. Bisnis milik keluarga ini mengirimkan produk kentang bersertifikat halal di seluruh dunia.

Untuk mempromosikan kentang goreng Belgia di ASEAN, Original Belgian Fries turut berpatisipasi dalam Thaifex 2019 yang diadakan di Thailand dan telah diselenggarakan pada 26 Mei – 1 Juni 2019 di Bangkok, Thailand.

Selama 5 hari, lebih dari 1.300 koki berkompetisi dalam acara ini.

Setiap koki harus menyiapkan dua topping dan dua saus untuk dipadukan dengan kentang goreng bergaya Belgia.

Koki asal Korea, Hong Seongyun (A Chef Culinary Academy) memenangkan kompetisi dengan medali emas (skor di atas 89,99) dengan skor 90,00 yang terhitung sempurna. Hong Seongyum menyiapkan saus tomat (topping Western), saus keju (saus Western), bugogi gaya Korea (topping Asia), dan saus mayo lada hijau (saus Asia).(red)

Continue Reading

Traveling

Menatap Jejak Mak Erot, Legenda Pembesar Alat Vital Pria

Published

on

By

Lama tidak terdengar, Mak Erot jadi sorotan setelah Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menyebut wisata kebugaran. Mari telusuri jejak Mak Erot.

Mencoba menelusuri tempat dulu Mak Erot biasa membuka praktik di Kampung Cigadog, RT 05 RW 07 Desa Caringin, Kecamatan Cisolok. Sepanjang perjalanan menuju lokasi terlihat spanduk kecil yang menunjukan arah jalan menuju lokasi Mak Erot, namun bisa dipastikan lokasi tersebut bukan tempat praktik membesarkan alat vital pria yang asli.

“Memang banyak yang memasang nama mak, tapi kebanyakan hanya jasa antar. Karena mereka menentukan tarif antar yang harganya puluhan ribu sampai ratusan ribu. Kalau sekedar jasa seperti itu sebenarnya enggak masalah, yang jadi masalah ada juga yang malah membawa ke lokasi Mak Erot palsu karena banyak yang mengaku-aku sebagai turunan atau murid dari Mak Erot,” kata Alip Abdillah, salah seorang cucu asli keturunan Mak Erot kepada detikcom, Senin (25/11/2019).

Tempat praktik Mak Erot berada di persimpangan yang dikenal dengan sebutan Simpang Mak Erot. Persimpangan itu merupakan jalan yang bercabang salah satunya menuju ke Provinsi Banten dan cabang lainnya ke lokasi Kampung Cigadog.

Di kampung ini pula makam dari ahli pembesar alat vital pria itu berada, Mak Erot meninggal dunia pada tahun 2008 dalam usia 130 tahun.

“Almarhumah emak ninggalin ilmu dan kemampuan kepada beberapa anak dan cucunya secara langsung, salah satunya saya. Beliau bisa dikatakan legenda, buktinya kalau ada yang bicara memperpanjang atau memperbesar alat vital pasti kepikirannya sama keahlian emak,” lanjut Alip.

Alip menyebut dari sekian banyak cucu Mak Erot tidak semuanya ahli soal membesarkan dan membuat perkasa alat vital pria. Hanya ada 6 orang cucu saja yang menguasai, mereka adalah Asep Syahrudin, Ujang yang dikenal dengan panggilan Abah Dalem lalu Baban, Bibin dan Alip Abdillah yang dikenal dengan sebutan Abah Anom serta yang terakhir Saipulloh yang melesat dan lebih dulu dikenal karena dekat dengan kalangan artis dan pejabat.

“Memang emak tidak mewariskan ke semuanya, ada yang berperan mencari rempah kemudian mencampur ramuan ada yang bisa pemijatan hingga jampi-jampi khusus. Mungkin sejak dulu emak sudah mempertimbangkan generasi penerus keahliannya kelak,” ungkap Alip.

Hal senada diungkap cucu Mak Erot lainnya yaitu Ujang alias Abah Dalem, menurutnya hanya 6 cucu yang mendapat keahlian langsung dari sang nenek. 7 Orang Anak-anak emak malahan banyak yang tidak meneruskan kemampuan itu.

“Saya yang mewarisi tiga buah kayu yang dijadikan contoh alat ukur alat vital pria yang dulunya dipakai emak saat melakukan prosesi pengobatan. Jadi kalau ada tamu datang, bisa pilih mau ukuran yang mana. Sebenarnya ini tidak jadi patokan, malahan kebanyakan minta hanya untuk menambah vitalitas saat berhubungan badan saja,” ujarnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending