Connect with us

MotoGP

Dewan Banding Putuskan Dovizioso Pemenang MotoGP Qatar 2019 Dan Menolak Tuntutan 4 Tim Rivalnya

Published

on


MotoGP Qatar 2019

Pebalap Ducati Andrea Dovizioso akhirnya dinyatakan sebagai pemenang MotoGP Qatar 2019 yang digelar dua pekan lalu. Setelah Dewan Banding MotoGP menolak tuntutan empat tim MotoGP terhadap winglet belakang Ducati, Selasa (26/3).

Finroll.com – Dikutip dari situs resmi MotoGP, Dewan Banding MotoGP menolak pandangan empat tim Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM yang menganggap winglet belakang Ducati adalah alat aerodinamis yang ilegal.

“Setelah menggelar rapat dengar pendapat, keempat protes ditolak. Banding yang diajukan Tim Aprilia, Tim Suzuki, Tim Honda, dan Tim KTM ditolak. Hasil bayangan MotoGP Qatar 2019 dinyatakan sebagai hasil final,” demikian pernyataan resmi Dewan Banding MotoGP.

Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM langsung mengajukan protes ke pihak steward MotoGP usai balapan MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Losail. Mereka menganggap winglet belakang Ducati bukan untuk mendinginkan ban seperti klaim tim asal Italia itu, melainkan alat aerodinamis yang membuat laju sepeda motor Desmosedici semakin cepat.

Setelah ditolak steward MotoGP, Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM kemudian mengajukan banding ke Dewan Banding MotoGP. Usaha keempat tim itu pun sia-sia setelah banding mereka ditolak.

Dovizioso berhasil mengalahkan pebalap Repsol Honda Marc Marquez pada balapan MotoGP Qatar 2019 dengan keunggulan hanya 0,023 detik. Podium ketiga menjadi milik pebalap LCR Honda Cal Crutchlow.

Dewan Banding MotoGP kemudian mempersilakan Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

“Banding atas keputusan ini bisa diajukan ke CAS di Lausanne, Swiss, dalam lima hari setelah keputusan dibuat,” demikian pernyataan resmi Dewan Banding MotoGP.

Seri kedua musim 2019 akan berlangsung di MotoGP Argentina, Senin (1/4) dini hari WIB. (CnnIndonesia)

E-Sports

Hadapi MotoGP eSport 2020, Yamaha Perpanjang Kontrak Lorenzo Daretti

Published

on

By

Monster Energy Yamaha MotoGP salah satu tim pabrikan papan atas kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor menunjukkan keseriusan untuk tampil kompetitif di ajang MotoGP eSport Championship 2020.

FINROLL.COM — Pasalnya Yamaha telah mengumumkan perpanjangan kontrak gamer andalan mereka, Lorenzo Daretti. Untuk diketahui, Daretti adalah juara dunia MotoGP eSport sebanyak dua kali.

Dia merasakan gelar juara dunia pada edisi 2017 dan 2018. Sayangnya musim lalu, ia hanya jadi runner-up. Namun gamer dengan nama Trastevere73 atau Trast73 kembali membuktikan sebagai salah satu pemain yang konsisten.

Dia hanya kalah dua poin dari juara dunia eSport MotoGP 2019 dan Trast73 berstatus sebagai runner-up kompetisi.

Gamer berusia 20 tahun ini tentu memiliki target besar untuk kembali jadi juara dunia MotoGP eSport 2020 dengan statusnya sebagai ‘gamer’ tim pabrikan.

“Saya sangat senang mengetahuinya, bahwa tahun 2020, saya akan kembali memperkuat Yamaha. Tim ini sudah seperti keluarga buat saya,” kata Lorenzo.

Profesionalisme

Dalam keterangan resminya, Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing membeberkan alasannya memperpanjang kontrak Lorenzo.

Menurutnya sosok Lorenzo menunjukkan profesionalisme sepanjang musim 2019. Jarvis juga memuji gamer ini sebagai sosok yang memiliki talenta spesial.

“Dia juga menunjukkan hasrat besar terkait eSport dan balap motor secara keseluruhan. Ini sangat mewakili brand Yamaha,” Jarvis menerangkan.

Continue Reading

MotoGP

Jorge Lorenzo Mengakui Sebuah Kesalahan Tinggalkan Yamaha Tahun 2016

Published

on

By

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, memutuskan pensiun dan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (17/11/2019) malam WIB. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Finroll.com, Jakarta – Jorge Lorenzo adalah seorang juara dunia MotoGP tiga kali yang merasakan semua titel ketika mengendarai motor Yamaha YZR-M1.

Namun usai juara tahun 2010, 2012, dan 2015, Lorenzo membuat kejutan besar dengan meninggalkan Yamaha penghujung musim 2016 dan memilih Ducati pada MotoGP 2017.

Dua musim di Ducati, Lorenzo bisa dibilang gagal lantaran hanya merasakan tiga kemenangan dengan hasil terbaik hanya finis ketujuh di klasemen.

Urung merasakan titel juara dunia bersama Ducati, Lorenzo pun hengkang ke Repsol Honda musim 2019. Kali ini, ia bahkan gagal untuk sekadar merasakan finis 10 besar.

Muaranya ia pensiun penghujung MotoGP 2019 dan awal tahun ini, ia menerima tawaran Yamaha sebagai test rider atau pembalap penguji.

Menyesal Tinggalkan Yamaha

Keberadana Jorge Lorenzo sebagai pembalap penguji Yamaha akan membantu Maverick Vinales dan Valentino Rossi (Twitter/Yamaha)

Usai menuntaskan tugasnya sebagai pembalap penguji Yamaha pada sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (09/02) lalu, Jorge Lorenzo pun kembali menceritakan penyesalan meninggalkan Yamaha pada tahun 2016.

“Saya bukan tipe orang yang mengeluhkan soal keputusan yang telah dibuat pada masa lalu. Karena hidup tapa kesalahan hampir tidak mungkin,” jawab Lorenzo ketika ditanya apakah menyesal meninggalkan Yamaha.

“Kami harus membuat keputusan. Persentasenya 50 persen bisa berhasil dan sisanya sebuah kesalahan,” tambahnya.

Lorenzo pun menegaskan meski gagal merasakan titel juara dunia bersama Honda dan Ducati, pengalamannya berlomba untuk dua pabrikan itu tetap meninggalkan kesan baik.

“Pengalaman bersama Ducati sangat intens dan bersama Honda tidak berjalan baik. Tapi kami masih membuat beberapa momen baik,” tegas Lorenzo.(bola.com)

Sumber: gpone.com

Continue Reading

MotoGP

Misteri Kekalahan Top Speed Motor Fabio Quartararo dari Maverick Vinales dan Valentino Rossi

Published

on

By

Pembalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo berkuasa pada tes MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia. (AFP/Mohd Rasfan)

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo menguasai tiga hari sesi tes pramusim MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat-Minggu (7-9/02/2020).

Selama tiga hari itu, Quartararo selalu finis pertama. Namun meski begitu, pembalap asal Prancis itu tidak serta merta semringah.

Menurutnya motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2020 geberannya hanya cepat ketika melahap lap tunggal, tapi masih payah pada race pace.

Tidak hanya itu, jika membandingkan top speed motor Quartararo dengan duet tim Monster Yamaha MotoGP: Maverick Vinales dan Valentino Rossi, Rookie of The Year 2019 itu juga kalah.

Padahal motor YZR-M1 2020 milik Quartararo sama dengan Rossi maupun Vinales. Ini tentu sebuah misteri.

Berbeda Cukup Jauh

Fabio Quartararo saat mengikuti sesi tes pramusim MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia (Twitter/Petronas Yamaha SRT)

Data statistik menunjukkan, top speed motor Quartararo pada tes pramusim di Sepang adalah 323,3 km/jam. Angka tersebut sama dengan rekan setimnya, Franco Morbidelli.

Tapi top speed motor Vinales dan Rossi lebih tinggi. Tepatnya 327,2 km/jam milik Vinales dan 326,2 km/jam punya Rossi.

“Kami melihat pembalap tim pabrikan dan top speed kami masih sangat jauh. Ini sesuatu yang harus kami cari tahu jawabannya di Qatar (tes pramusim MotoGP 2020 berikutnya),” Quartararo menerangkan.

“Tapi saya pikir, dibandingkan top speed musim 2019, kami sudah lebih cepat sekitar 0,1 detik,” lanjut pembalap berusia 20 tahun itu.(bola.com)

Sumber: Crash.net

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending