Connect with us

Keuangan

Di Acara Muslim Fashion Festival 2020 (Muffest), BNI Syariah Berikan Solusi Transaksi Keuangan

Published

on


Finroll.com — Dalam acara Muslim Fashion Festival 2020 (MUFFEST), BNI Syariah ikut serta yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), pada 20-23 Februari 2020. Peran BNI Syariah dalam acara ini adalah sebagai penyedia jasa pembayaran transaksi dengan menggunakan BNI iB Hasanah Card.

Pada Senin, (27/1/2020), kemarin diselenggarakan press conference di Goodrich Suites by Artotel, Jl. Pangeran Antasari Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hadir dalam kesempatan ini

Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari berharap keikutsertaan BNI Syariah dalam acara MUFFEST 2020 dapat meningkatkan literasi dan awareness masyarakat mengenai produk BNI Syariah khususnya BNI iB Hasanah Card.

Keikutsertaan BNI Syariah dalam Muffest 2020 ini juga merupakan bentuk dukungan BNI Syariah terhadap pertumbuhan ekosistem halal di Indonesia salah satunya terkait industri halal fashion.

Selain itu keikutsertaan BNI Syariah di Muffest  2020 sebagai komitmen BNI Syariah dalam mengusung tema di tahun ini yaitu “Embracing New Opportunities” dimana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik salah satunya pada fenomena hijrah yang beberapa tahun belakangan bahkan menjadi gaya hidup.

BNI Syariah juga mendukung sustanainle fashion karena  konsep ini mengutamakan bahan baku saja tapi juga memperhatikan keberlangsungan kesejahteraan pekerja, kepedulian lingkungan, memanfaatkan limbah dengan lebih eco friendly. Sustainable fashion bisa memberikan keuntungan simbiosis mutualisme antara desainer, pekerja, perajin, konsumen, hingga industri mode secara keseluruhan.

Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah siap memberikan solusi bagi pelaku industri maupun konsumen fashion muslim dalam rangka memenuhi kebutuhan jasa perbankan syariah.

“Melalui produk BNI iB Hasanah Card, BNI Syariah mengajak segenap masyarakat untuk bijak dalam mengelola keuangan, bukan mendorong konsumerisme berlebihan,” kata Rima. Dengan adanya kartu ini, diharapkan bisa membuat masyarakat berhijrah ke yang Hasanah, seperti dilansir dari Kontan.co.id.

BNI Syariah berkomitmen meningkatkan kemudahan transaksi, dimana kartu BNI iB Hasanah Card dapat digunakan di seluruh merchant Mastercard di seluruh dunia dengan kurs  yang kompetitif.

Dengan memiliki BNI iB Hasanah Card, pengguna bisa mendapatkan promo-promo menarik seperti diskon/cashback untuk transaksi, baik untuk pembelian kebutuhan sehari-hari, tiket, maupun kebutuhan lainnya. BNI Syariah juga menawarkan promo hotel, restoran, paket umroh dan paket wisata muslim.

BNI iB Hasanah Card merupakan kartu pembiayaan yang berfungsi sebagai kartu kredit yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Kartu ini dikembangkan sebagai solusi pembayaran kebutuhan sehari-hari berlandaskan prinsip syariah.

Kartu ini mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya adanya akad yang melandasi penerbitan kartu, sistem perhitungan ujroh/fee, pembatasan transaksi, dan kategori biaya yang muncul. Kartu ini hanya dapat bertransaksi di merchant halal di seluruh dunia pada merchant yang berlogo MasterCard.

Berbagai macam promo terbaru seperti diskon/cashback di e-commerce baik untuk pembelian kebutuhan sehari-hari maupun untuk pembelian tiket. Ecommerce yang telah bekerjasama diantaranya Pegipegi, JDID, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Tiket.com.

Untuk memperkuat positioning Hasanah Card sebagai Travel Card, BNI Syariah bekerjasama dengan hotel syariah seperti Hotel Noer di Bandung dan Hotel Namira di Surabaya. Selain itu BNI Syariah juga ikut serta di dalam event-event travel fair yang dilaksanakan oleh BNI Induk seperti Japan Airline Travel Fair.

BNI Syariah juga menyediakan promo diskon 10% menggunakan Kartu BNI iB Hasanah Card di Booth Irna Mutiara.

Pada 2020, BNI Syariah menargetkan transaksi kartu pembiayaan sebesar Rp 1,2 triliun dengan jumlah kartu BNI iB Hasanah Card di akhir tahun 2020 sebanyak 350.000 kartu.

Disamping target bisnis, dalam acara MUFFEST 2020 BNI Syariah juga berharap dapat mengedukasi  masyarakat terkait kartu pembiayaan berbasis syariah melalui produk BNI iB Hasanah Card.

Sampai September 2019, pembiayaan BNI Syariah ke industri halal diantaranya halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel sebesar Rp2,54 triliun naik 6% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama 2018 sebesar Rp2,4 triliun.

Pembiayaan BNI Syariah ke industri halal diantaranya halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel menyumbang 8% dari total pembiayaan BNI Syariah. Sedangkan untuk pembiayaan ke industri halal fashion tercatat sebesar Rp38,2 miliar atau 2% dari total pembiayaan BNI Syariah ke industri halal diantaranya halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel.

Muffest merupakan ajang fashion festival yang mempertemukan pelaku industri busana muslim se-Indonesia, baik dari brand besar, maupun dari usaha kecil dan menengah.

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Link Himbara serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 375 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.746 Outlet BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Tentang Hasanah Banking Partner

BNI Syariah sebagai mitra bisnis yang memberikan layanan terbaik sesuai dengan prinsip syariah. Sehingga bisnis yang dijalankan tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan semata tetapi juga memperhatikan faktor keberkahan dengan nilai kebaikan. BNI Syariah berkomitmen untuk menjadi partner pada setiap tahapan kehidupan.

Dewan Pengawas Syariah: Ketua: Dr. Hasanudin, M.Ag; Anggota: Ah.Azharuddin Lathif, M.Ag., M.H.(belum  efektif, masih proses persetujuan OJK).

Dewan Komisaris: Komisaris utama: Fero Poerbonegoro; Komisaris: Imam Budi Sarjito; Komisaris Independen: Max Niode;  Komaruddin Hidayat (belum efektif, masih dalam proses fit & proper test).

Direksi: Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

Advertisement Valbury

Keuangan

Rupiah Menguat 0,17 Persen Ke Rp14.385 Per Dolar AS

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.385 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (7/4). Posisi ini menguat 27 poin atau 0,17 persen dari Rp16.412 per dolar AS pada Senin (6/4).

Rupiah berada di zona hijau bersama mayoritas mata uang Asia lain. Mulai dari Won Korea Selatan yang menguat 0,69 persen, ringgit Malaysia 0,39 persen, yen Jepang 0,31 persen, peso Filipina 0,18 persen, yuan China 0,15 persen, dan dolar Singapura 0,14 persen.

Hanya baht Thailand dan dolar Hong Kong yang berada di zona merah, yaitu masing-masing melemah 0,13 persen dan minus 0,01 persen. Sementara mata uang negara maju kompak menguat.

Dolar Australia menguat 0,51 persen, poundsterling Inggris 0,31 persen, dolar Kanada 0,18 persen, euro Eropa 0,14 persen, rubel Rusia 0,14 persen, dan franc Swiss 0,13 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan kurs mata uang Garuda berada di kisaran Rp16.300 sampai Rp16.500 per dolar AS pada hari ini. Rupiah cenderung menguat berkat sentimen global pada hari ini.

Sentimen datang dari penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang mulai melambat di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Keduanya diketahui menjadi wilayah dengan kasus terbanyak virus corona di dunia saat ini.

Berdasarkan data penyebaran virus corona di dunia, kasus positif di Amerika Serikat kini mencapai 367 ribu, Spanyol 136 ribu, Italia 132 ribu, Jerman 103 ribu, Perancis 98 ribu, dan Inggris 52 ribu. Sementara kasus positif di China, sumber virus corona berasal, stagnan di kisaran 82 ribu.

“Sentimen ini kembali masuk ke pasar keuangan yang mendorong penguatan indeks saham AS, Eropa, dan Asia. Rupiah berpotensi turut menguat hari ini mengikuti sentimen tersebut,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/4).

Selain itu, Ariston mengatakan sentimen juga datang dari pemberian stimulus ekonomi jilid kedua dari pemerintah AS dengan nilai mencapai US$1,5 triliun. Sebelumnya, anggaran stimulus pertama mencapai US$2 triliun.

Pemberian stimulus ini untuk meredam dampak ekonomi dari penyebaran pandemi virus corona di Negeri Paman Sam. “Isu ini menambah sentimen positif ke pasar keuangan,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Rupiah Kurang Darah, Melemah ke Posisi Rp16.325

Published

on

By

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.325 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (1/4) pagi. Mata uang garuda melemah 0,09 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore, yaitu di level Rp16.310 per dolar AS.

FINROLL.COM — Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang di kawasan Asia. Terpantau, yen Jepang melemah 0,25 persen, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen, dolar Singapura turun 0,13 persen, dolar Taiwan turun 0,03 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.

Lalu, peso Filipina turun 0,04 persen, rupee India melemah 0,05 persen, yuan China koreksi 0,04 persen, dan baht Thailand melemah 0,35 persen terhadap dolar AS. Hanya ringgit Malaysia yang berhasil menguat 0,40 persen atas dolar AS.

Serupa, mata uang di negara maju juga kompak tunduk terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris turun 0,43 persen, dolar Kanada melemah 0,36 persen, dolar Australia turun 0,24 persen, dan franc Swiss melemah 0,16 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi setelah pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan melawan virus corona.

Pertama, Presiden Joko widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan status darurat kesehatan masyarakat. Kebijakan tersebut diambil setelah menetapkan covid-19 sebagai jenis penyakit dan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan masyarakat.

Ibrahim menuturkan kebijakan ini menjadikan Polri menjadi ujung tombak untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Sehingga harmonisasi terkait kebijakan-kebijakan yang diambil kabupaten, wali kota, gubernur, soal lockdown atau karantina wilayah bisa terjalin dengan baik dan virus corona bisa teratasi,” paparnya dalam riset yang diterima CNNIndonesia.com.

Kedua, kepala negara menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani pandemi itu. Alokasi dana itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Kendati tidak serta merta membuat rupiah perkasa, Ibrahim optimistis kebijakan pemerintah menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang dalam negeri.

Bahkan, ia memproyeksi rupiah bergerak menguat hari ini. “Hari ini, rupiah kemungkinan akan kembali menguat di level Rp16.250-Rp16.400 per dolar AS,” tandasnya. (CNN/GPH)

Continue Reading

Keuangan

China Bangkit, Rupiah Ikut Terungkit

Published

on

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun di pasar spot, rupiah bergerak menguat.

Pada Selasa (31/3/2020), kurs tengah BI atau kura acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 16.367. Rupiah melemah 0,19% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah juga menguat. Pada pukul 10:00 WIB, US$ setara dengan Rp 16.300 di mana rupiah menguat 0,15%. Penguatan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas mata uang Asia juga berhasil menguat di hadapan dolar AS.

Kebangkitan China Semakin Nyata

Pagi ini datang kabar gembira (dan agak mengejutkan) dari China. Biro Statistik Nasional Negeri Tirai Bambu melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur periode Maret sebesar 52. Melonjak drastis dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 35,7 sekaligus menjadi catatan terbaik sejak September 2017.

Lonjakan PMI menunjukkan industri manufaktur China sudah bangkit setelah dihantam virus corona. PMI menggambarkan pembelian bahan baku/penolong dan barang modal yang digunakan untuk proses produksi pada masa mendatang. Input sudah meningkat, dan akan menjadi peningkatan output. China memang mulai menggeliat dan bisa bangkit dari serangan virus corona. Akhir pekan lalu, pemerintah China sudah mencabut karantina wilayah (lockdown) di Kota Wuhan, yang merupakan episentrum penyebaran virus corona.

Seiring aktivitas yang sudah pulih, industriawan berani menumpuk bahan baku/penolong dan barang modal untuk menggenjot produksi. Hasilnya adalah PMI yang meroket.

Tidak hanya manufaktur, PMI sektor jasa juga melejit dari 29,8 menjadi 52,3. Ini semakin mempertegas bahwa aktivitas ekonomi di Negeri Panda sudah sembuh.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah, virus corona memang ganas tetapi sekalinya bisa ditaklukkan maka semua masalah selesai dan ekonomi akan segera pulih. Tidak seperti perang dagang, yang proses menuju perdamaian butuh hitungan tahun dan berfase-fase. (GPH)

Sumber Berita : CNBCindonesia.com

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending