Connect with us

Keuangan

Di Semester I 2019, Laba Bank Panin Tumbuh 23,86 Persen

Published

on


Finroll.com — PT Bank Panin Tbk (PNBN, anggota indeks Kompas100) disepanjang semester 1/2019 berhasil meraih kinerja yang mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan capaian laba mencapai Rp 1,68 triliun. Tumbuh 23,86% dibandingkan periode yang sama pada 2018 senilai Rp 1,35 triliun.

Laba pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih perseroan Rp 4,35 triliun, dan pendapatan operasional termasuk pendapatan komisi yang mencapai Rp 1,1 triliun.

Sementara total aset konsolidasi perseroan mencapai Rp 213,62 triliun, tumbuh 3,09 (yoy) dibandingkan Juni 2018 senilai Rp 207,20 triliun.

Sedangkan penyaluran kreditnya senilai Rp 153,50 triliun, tumbuh 3,74% (yoy) dibandingkan Juni 2018 senilai Rp 147,96 triliun.

“Dari total kredit tersebut porsi segmen ritel dan segmen komersial mencapai 56% dari total kredit, sedangkan sisanya berasal dari kredit ke korporasi,” tulis dalam keterangan resminya, Senin (29/7).

Kemudian rasio kredit macet alias  Non Performing Loan  (NPL) sebesar 3,0% (gross), dan 0,96% (net). Sementara rasio marjin bunga bersih (NIM) perseroan sebesar 4,63%, menurun dibandingkan posisi Juni 2018 sebesar 4,72%.

Kemudian penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp 140,50 triliun, tumbuh tak sampai 1% dibandingkan posisi Juni 2018 senilai Rp 139,89 triliun. Sementara posisi dana murah (CASA) perseroan pada Juni 2019 sebesar 35%.

Dari kinerja tersebut hingga Juni 2019  loan to deposit ratio  (LDR) perseroan sebesar 91,52%, melonggar dibandingkan Juni 2018 sebesar 105,75%.

Sementara  Capital Adequacy Ratio  (CAR) mencapai 23,35%, meningkat dibandingkan Juni 2018 sebesar 22,08%.(red)

Advertisement Valbury

Keuangan

Rupiah Kurang Darah, Melemah ke Posisi Rp16.325

Published

on

By

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.325 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (1/4) pagi. Mata uang garuda melemah 0,09 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore, yaitu di level Rp16.310 per dolar AS.

FINROLL.COM — Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang di kawasan Asia. Terpantau, yen Jepang melemah 0,25 persen, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen, dolar Singapura turun 0,13 persen, dolar Taiwan turun 0,03 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.

Lalu, peso Filipina turun 0,04 persen, rupee India melemah 0,05 persen, yuan China koreksi 0,04 persen, dan baht Thailand melemah 0,35 persen terhadap dolar AS. Hanya ringgit Malaysia yang berhasil menguat 0,40 persen atas dolar AS.

Serupa, mata uang di negara maju juga kompak tunduk terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris turun 0,43 persen, dolar Kanada melemah 0,36 persen, dolar Australia turun 0,24 persen, dan franc Swiss melemah 0,16 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi setelah pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan melawan virus corona.

Pertama, Presiden Joko widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan status darurat kesehatan masyarakat. Kebijakan tersebut diambil setelah menetapkan covid-19 sebagai jenis penyakit dan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan masyarakat.

Ibrahim menuturkan kebijakan ini menjadikan Polri menjadi ujung tombak untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Sehingga harmonisasi terkait kebijakan-kebijakan yang diambil kabupaten, wali kota, gubernur, soal lockdown atau karantina wilayah bisa terjalin dengan baik dan virus corona bisa teratasi,” paparnya dalam riset yang diterima CNNIndonesia.com.

Kedua, kepala negara menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani pandemi itu. Alokasi dana itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Kendati tidak serta merta membuat rupiah perkasa, Ibrahim optimistis kebijakan pemerintah menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang dalam negeri.

Bahkan, ia memproyeksi rupiah bergerak menguat hari ini. “Hari ini, rupiah kemungkinan akan kembali menguat di level Rp16.250-Rp16.400 per dolar AS,” tandasnya. (CNN/GPH)

Continue Reading

Keuangan

China Bangkit, Rupiah Ikut Terungkit

Published

on

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun di pasar spot, rupiah bergerak menguat.

Pada Selasa (31/3/2020), kurs tengah BI atau kura acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 16.367. Rupiah melemah 0,19% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah juga menguat. Pada pukul 10:00 WIB, US$ setara dengan Rp 16.300 di mana rupiah menguat 0,15%. Penguatan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas mata uang Asia juga berhasil menguat di hadapan dolar AS.

Kebangkitan China Semakin Nyata

Pagi ini datang kabar gembira (dan agak mengejutkan) dari China. Biro Statistik Nasional Negeri Tirai Bambu melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur periode Maret sebesar 52. Melonjak drastis dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 35,7 sekaligus menjadi catatan terbaik sejak September 2017.

Lonjakan PMI menunjukkan industri manufaktur China sudah bangkit setelah dihantam virus corona. PMI menggambarkan pembelian bahan baku/penolong dan barang modal yang digunakan untuk proses produksi pada masa mendatang. Input sudah meningkat, dan akan menjadi peningkatan output. China memang mulai menggeliat dan bisa bangkit dari serangan virus corona. Akhir pekan lalu, pemerintah China sudah mencabut karantina wilayah (lockdown) di Kota Wuhan, yang merupakan episentrum penyebaran virus corona.

Seiring aktivitas yang sudah pulih, industriawan berani menumpuk bahan baku/penolong dan barang modal untuk menggenjot produksi. Hasilnya adalah PMI yang meroket.

Tidak hanya manufaktur, PMI sektor jasa juga melejit dari 29,8 menjadi 52,3. Ini semakin mempertegas bahwa aktivitas ekonomi di Negeri Panda sudah sembuh.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah, virus corona memang ganas tetapi sekalinya bisa ditaklukkan maka semua masalah selesai dan ekonomi akan segera pulih. Tidak seperti perang dagang, yang proses menuju perdamaian butuh hitungan tahun dan berfase-fase. (GPH)

Sumber Berita : CNBCindonesia.com

Continue Reading

Business

Cara Tunda Pembayaran Cicilan Kredit Bank di Tengah Wabah Corona

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan relaksasi kepada pelaku usaha mikro dan kecil berupa penundaan pembayaran cicilan selama satu tahun ke depan sebagai langkah meredam efek virus corona. Relaksasi berlaku untuk usaha mikro yang mengambil kredit di perbankan, termasuk pembiayaan di industri keuangan non bank (IKNB), seperti multifinance dan lembaga keuangan mikro.

“Ada keluhan dari usaha mikro, kecil. Saya sudah bicarakan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) akan beri relaksasi kredit di bawah Rp10 miliar, diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga,” ujarnya, Selasa (24/3).

Menyikapi keputusan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator jasa keuangan membuat aturan teknis melalui POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan countercyclical.

OJK menjelaskan lembaga jasa keuangan nantinya akan melakukan restrukturisasi terhadap kredit dan pembiayaan (leasing) pelaku usaha terdampak virus corona.

“Pelaksanaan restrukturisasi ini diprioritaskan untuk debitur yang memiliki itikad baik dan terdampak akibat covid-19” tulis OJK dalam keterangan resmi yang diperoleh CNNIndonesia.com.

Selanjutnya, terdapat tiga langkah yang dapat dilakukan oleh para debitur terdampak virus corona dalam mengajukan permohonan restrukturisasi.

Pertama, debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi dengan melengkapi dengan data yang diminta oleh bank atau perusahaan pembiayaan (leasing). Permohonan tersebut disampaikan secara online melalui email atau website yang ditetapkan oleh bank dan leasing tanpa harus datang bertatap muka ke kantor cabang.

Kedua, bank dan leasing akan melakukan assesment apakah debitur termasuk merupakan pelaku usaha terdampak langsung atau tidak langsung virus corona. Kemudian, mereka juga akan melakukan assesment historis pembayaran pokok dan bunga, serta kejelasan penguasaan kendaraan, terutama untuk leasing.

Ketiga, bank dan leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu.

Mereka juga akan menetapkan jumlah kredit yang dapat direstrukturisasi, termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya didapat melalui penilaian atau diskusi antara debitur dengan pihak bank dan leasing.

Hal ini memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak covid-19. Kemudian, informasi persetujuan restrukturisasi dari bank dan leasing disampaikan secara online atau via website perusahaan terkait.

OJK menjelaskan restrukturisasi kredit atau pembiayaan dilakukan mengacu pada POJK mengenai penilaian kualitas aset. Restrukturisasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, dan konversi kredit atau pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Skema restrukturisasi diserahkan sepenuhnya kepada pihak bank dan perusahaan pembiayaan berdasarkan hasil identifikasi atas kinerja keuangan debitur, penilaian prospek usaha, dan kapasitas membayar debitur.

Jangka waktu restrukturisasi bervariasi tergantung pada assesment bank dan perusahaan pembiayaan terhadap debiturnya dengan jangka waktu maksimal satu tahun.

OJK menegaskan tak terdapat batasan plafon kredit atau pembiayaan selama debitur mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pada bank atau perusahaan pembiayaan karena usahanya terdampak penyebaran virus corona baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiayaan,” jelas OJK.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending