Connect with us

Pasar Modal

Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Zona Merah Ke 5.869

Published

on


Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini. IHSG dibuka turun tipis 4,61 poin (0,07%) ke 5.869,54.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menguat ke level Rp 14.724. Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka melemah 8,41 poin ke 5.865,74. Indeks LQ45 juga turun 2,09 poin (0,23%) ke 928,911.

Membuka perdagangan, Senin (12/11/2018), IHSG melanjutkan pelemahan. IHSG turun 4,61 poin (0,07%) ke 5.869,54. Sedangkan indeks LQ45 berkurang 1,94 poin (0,18%) ke 929,34.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak turun dengan pelemahan 20,02 poin (0,3%) ke 5.854,13. Indeks LQ45 berkurang 5,23 poin (0,56%) ke 925,525.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan akhir pekan kemarin (09/11). Indeks Dow Jones turun 0.77%, S&P melemah 0.92%, dan Nasdaq tertekan 1.65%.

Penurunan indeks tersebut salah satunya dikarenakan kekhawatiran pasar atas kebijakan apa yang akan dilakukan China selanjutnya untuk memperbaiki data ekonomi Cina bulan Oktober yang menunjukkan inflasi produsen turun untuk empat bulan berturut-turut, hal itu mengindikasikan rendahnya konsumsi domestik, aktivitas manufaktur dan penjualan mobil.

Pelaku pasar khawatir Cina akan semakin agresif dalam perang dagang untuk melindungi ekonomi mereka. Adapun itu rilisnya data Consumer Sentiment bulan November yang di level 98.3 atau di atas perkiraan nampaknya belum mampu menopang indeks ke zona hijau.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif pagi ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 naik 0,03% ke 22.256,42
  • Indeks Hang Seng turun 0,0% ke 25.601,75
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 0,1% ke 2.596,21
  • Indeks Strait Times turun 0,06% ke 3.076,19

Pasar Modal

Karena Kekhawatiran Kasus Covid-19 IHSG Berpotensi Lesu

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (29/6). Hal ini dikarenakan jumlah kasus infeksi covid-19 masih mengkhawatirkan.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut jumlah kasus harian virus corona yang masih tinggi menekan optimisme investor akan pemulihan perekonomian global dan dalam negeri.

“IHSG diprediksi melemah. Jumlah kasus harian covid-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan, sehingga perekonomian tidak akan bisa pulih dengan cepat,” katanya.

Senada, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pergerakan IHSG dibayangi sentimen negatif pasar global. Namun demikian, koreksi diprediksi terbatas.

Ia memproyeksi indeks saham bergerak di rentang support 4.850-4.877 dan resistance 4.936-4.968.

“Sentimen negatif dari pergerakan pasar dunia yang berada dalam tekanan masih membayangi pergerakan IHSG hingga saat ini,” jelasnya.

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang 4.789-4.971.

Dari bursa luar negeri, saham-saham utama Wall Street kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones terkoreksi 2,84 persen ke level 25.015, S&P 500 terjun 2,42 persen ke level 3.009, dan Nasdaq Composite turun 2,59 persen menjadi 9.757.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Jelang Rilis Suku Bunga BI IHSG Diramal Hijau

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (18/6) jelang rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut investor akan mencermati rilis suku bunga acuan BI sebagai sinyal stabilitas perekonomian Indonesia. Suku bunga acuan yang diperkirakan tetap memberi sentimen positif akan stabilnya fundamental perekonomian dalam negeri.

“Kestabilan perekonomian yang terlihat dari data yang telah dilansir menunjukkan fundamental perekonomian yang cukup kuat,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (18/6).

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.837 – 5.021.

Sepaham, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG menguat didorong sentimen stimulus The Fed yang menyatakan akan meneruskan pembelian obligasi korporasi.

Namun, penguatan masih cukup terbatas dikarenakan masih ada kekhawatiran akan kelanjutan gelombang kedua wabah virus corona.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan masih akan didorong sentimen atas stimulus The Fed,” katanya.

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.941-4.964 dan resistance 5.014-5.041.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones merah 0,65 persen ke level 26.119, S&P 500 melemah 0,36 persen ke level 3.113, dan Nasdaq Composite menguat 0,15 persen menjadi 9.910.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Berkat Arus Masuk Modal Asing IHSG Diprediksi Menguat

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (4/6).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kinerja indeks ditopang oleh arus modal masuk (capital inflow) investor asing yang mulai mendarat di pasar modal dalam negeri.

“Pola gerak IHSG ditopang oleh mulai kembalinya investor asing ke dalam pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.711 – 4.998.

Senada, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan secara teknikal indeks mengindikasikan potensi penguatan. Optimisme investor juga datang dari sentimen positif kembali dibukanya perekonomian AS dan beberapa negara lainnya.

“Secara teknikal, candlestick higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (4/6).

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.803-4.872 dan resistance 4.985-5.029.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones perkasa 2,05 persen ke level 26.269, S&P 500 menguat 1,36 persen ke level 3.122, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,78 persen menjadi 9.682.

Sumber : CNN Indonesia

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending