Connect with us

Ragam

Dokter Jelaskan Hasil USG yang Tampilkan Sosok Bayi Iblis

Published

on


Seorang ibu muda dari Richmond, Virginia, Amerika Serikat, tak tahu harus bereaksi seperti apa ketika pertama kali melihat wajah buah hatinya saat di teropong lewat ultrasonografi (USG). Iyanna Carrington semula hanya ingin mengetahui jenis kelamin bayinya setelah sebelumnya dikaruniai dua anak laki-laki.

Carrington kaget luar biasa ketika mendapati jabang bayinya seperti sedang menatap balik dirinya dan tenaga kesehatan yang melakukan USG. Tatapannya laksana “setan”.

“Saya bilang, dia terlihat seperti hantu. Aneh banget tampangnya, tetapi dokter bilang itu sangat normal” kata Carrington kepada Kennedy News and Media, seperti dilansir Fox News.

Kekagetan Carrington perlahan sirna ketika dia dan sang suami mendengar penjelasan dokter soal penampakan bayinya di USG. Menurut dokter, penampakan semacam itu normal saja, meski tampak “menyeramkan”.

“Aku sayang banget sama “bayi setan” ini dan yakin dia akan tumbuh menjadi gadis yang cantik,” tulis Carrington melengkapi unggahan foto USG anaknya yang ternyata berjenis kelamin perempuan.

Postingan Carrington di media sosial Facebook pun menjadi viral pada Kamis. Namun, sebagian orang meragukan foto itu asli.

Apakah ada kemungkinan foto USG itu hasil editan atau itu sesuatu yang lazim? Republika.co.id pun menanyakannya kepada dr Taufik Jamaan SpOG.

Saat melakukan USG, Taufik mengaku sering melihat penampakan bayi seperti anak Carrington. Hasil USG yang tampak “menyeramkan” itu sesungguhnya bukan fenomena yang aneh.

“Itu normal,” ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA Bunda Menteng, Jakarta.

Taufik menjelaskan, foto bayi Carrington berasal dari USG dua dimensi. Alhasil, yang terlihat memang struktur tulangnnya saja. “Tak heran kalau rongga matanya saja yang tampak,” ungkap Taufik.

Berbeda halnya jika Carrington menjalani USG empat dimensi. Menurut Taufik, dengan USG 4D, akan terlihat penampakan janin yang lebih detail, lengkap dengan kulitnya. Jadi, jangan khawatir ya, moms, kalau menemukan penampakan serupa saat USG!

Advertisement

Ragam

Mekanisme Lengkap SIKM, dari Cara Bikin hingga Dokumen yang Diperlukan

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi meneken Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 569 Tahun 2021 tentang prosedur pemberian surat izin keluar masuk (SIKM) selama masa peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021.

Kepgub tersebut berisi penjelasan tentang prosedur pengurusan SIKM bagi warga yang hendak keluar masuk ibu kota selama larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Diketahui bersama, meski mudik Lebaran dilarang, pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak atau darurat, melakukan perjalanan ke luar kota dan bukan untuk mudik, dengan mengantongi SIKM.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (6/5/2021), dalam beleid tersebut dijelaskan bahwa penerbitan SIKM hanya diberikan kepada orang yang melakukan perjalanan untuk kepentingan nonmudik.

Mereka yang dapat diberikan SIKM

Kriteria kebutuhannya sebagai berikut:

  • Kunjungan keluarga sakit
  • Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  • Ibu hamil yang didampingi oleh satu orang keluar
  • Kepentingan persalinan yang didampingi paling banyak dua orang

Pemohon atau masyarakat yang akan melakukan perjalanan juga wajib menyertakan syarat-syarat sesuai dengan kebutuhan atau kepentingan masing-masing.

Bila semua syarat lengkap dan telah disetuji, SIKM akan terbit paling lama dua hari dan berlaku selama masa larangan mudik atau sampai 17 Mei 2021.

Namun demikian, pelaku perjalanan nonmudik yang memegang SIKM juga diharuskan membawa hasil negatif dari pengetesan PCR, atau Swab Antigen maupun GeNose, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Syarat dokumen

Untuk mendapatkan SIKM dari masing-masing kepentingan nonmudik tersebut, pelaku perjalanan juga wajib melengkapi beberapa dokumen persyaratan.

Syarat-syarat itu tidak sama, tergantung pada kepentingan pemohon mengajukan SIKM dan melakukan perjalanan ke luar kota pada 6-17 Mei 2021.

Berikut syarat dokumen untuk mengurus permohonan SIKM Jakarta selama larangan mudik Lebaran 2021:

1. Kunjungan keluarga sakit

  • KTP pemohon
  • Surat keterangan sakit bagi keluarga yang dikunjungi dari fasilitas kesehatan setempat
  • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 dari pemohon yang menyatakan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang dikunjungi

2. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal

  • KTP pemohon
  • Surat keterangan kematian dari puskesmas atau rumah sakit atau surat keterangan kematian dari kelurahan/desa setempat
  • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 dari pemohon yang menyatakan hubungan kekerabatan dengan keluarga yang meninggal

3. Ibu hamil/bersalin

  • KTP pemohon
  • Surat keterangan hamil/bersalin dari fasilitas kesehatan

4. Pendamping ibu hamil/bersalin

  • KTP pemohon Surat keterangan hamil/persalinan dari fasilitas kesehatan
  • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 dari pemohon yang menyatakan hubungan suami, keluarga, atau kekerabatan dengan ibu hamil/bersalin

Cara mendaftar

Sejumlah dokumen persyaratan di atas harus diunggah oleh pemohon saat mengajukan SIKM melalui situs resmi https://jakevo.jakarta.go.id.

Dirangkum dari Kepgub, berikut cara mendaftar atau mengajukan SIKM jika Anda termasuk warga yang berkepentingan melakukan salah satu dari 4 kepentingan di atas:

1. Buka situs JakEVO, lalu unggah persyaratan

  • Melalui situs JakEVO, pemohon SIKM Jakarta mengunggah sejumlah persyaratan yang diperlukan, sesuai kepentingan masing-masing melakukan perjalanan pada 6-17 Mei 2021.

2. Verifikasi berkas

  • Berkas-berkas persyaratan yang diunggah pada situs JakEVO akan diverifikasi oleh UP PMPTSP kelurahan. Baca juga: Jadwal KA Jarak Jauh dan Lokal Saat Larangan Mudik 6-17 Mei

3. Tanda tangan digital oleh lurah

  • Setelah berkas dinyatakan lengkap dan selesai diverifikasi, SIKM akan ditandatangani secara digital oleh lurah.
  • Dalam Kepgub 569, penerbitan SIKM diberi tenggat paling lama dua hari sejak berkas dinyatakan lengkap.

4. Unduh SIKM

  • Kemudian, SIKM yang sudah jadi dapat diunduh dari situs JakEVO. Informasi selengkapnya dapat dicek di https://jakevo.jakarta.go.id/sikm-2021

Sumber : Kompas.com

Continue Reading

Ragam

Hanya di Indonesia yang Melanggar yang Dijadikan Duta

Published

on

By

Pelanggaran terhadap suatu aturan bukan hanya dapat sanksi, tetapi juga pembinaan. Bentuknya beragam, antara lain menjadikan para pelanggar sebagai duta dari sebuah kesalahan yang diperbuat. Mereka diminta berkampanye berkebalikan dari kesalahannya.

Baru-baru ini para pengurus Masjid Al Amanah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat dinominasikan sebagai duta protokol kesehatan oleh seorang warga yang dipaksa mencopot masker pada pekan ini. Sebelumnya dalam peristiwa yang terekam kamera pada 27 April lalu, pemuda bernama Nawir memaksa seorang jamaah masjid setempat, Roni Octavianto untuk melepas masker.

Pengurus lainnya menasihati tidak perlu memakai masker, karena sudah dijamin di Alquran bahwa masjid adalah tempat aman. Namun, tindakan pengurus masjid keliru. Konteks pandemi membuat semua masjid, sekalipun masjid suci di Makkah dan Madidah, mewajibkan jamaah mengenakan masker demi mencegah COVID-19.

Perbuatan pengurus masjid yang viral akhirnya ditanggapi beragam kalangan; dari Kantor Staf Presiden hingga Jubir Wapres Ma’ruf Amin. Kemudian polisi memediasi kedua pihak dan dicapai kesepakatan serta saling memaafkan. Roni meminta Nawir untuk jadi duta masker di Indonesia sebagai cara menghentikan tindakannya.

“Saya teruskan secara hukum atau Mas Nawir akan menjadi duta masker prokes yang akan dilakukan, bukan di sini, di Indonesia. Bagaimana?” kata Roni.

“Duta prokes? Akan saya jalankan. Sumpah, demi Allah. Tidak akan membuat masalah lagi,” jawab Nawir.

Mirip dengan arogansi pengurus masjid itu, seorang warga berdalih iseng menghina dan memaki pengunjung yang pakai masker sebagai tindakan ‘bodoh’ di Pakuwon Mall Surabaya. Ia memvideokan tindakannya dan dibagikan ke akun Instagram pada Minggu (2/5/2021). Tidak sulit bagi polisi mencari pelaku bernama Putu Ariwibawa itu.

Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan video penghinaan itu berpotensi memengaruhi masyarakat untuk tidak memakai masker. Putu kemudian dikenai denda Rp150 ribu dan kena sanksi sosial. Ia diminta membagikan makanan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di panti sosial Surabaya selama 1×24 jam. Kemudian, Putu disebut juga akan menjadi duta protokol kesehatan oleh Satpol PP.

“Saya akan mematuhi prokes, terutama dalam mengenakan masker,” ujar Putu.

Zaskia Gotik Duta Pancasila

Jauh sebelumnya, penyanyi Zaskia Gotik pernah tersandung kasus penghinaan lambang negara pada 2016. Selebritas bernama asli Surkianih itu dalam acara televisi menyebut tanggal Proklamasi RI pada 32 Agustus dan menyebut sila kelima Pancasila lambangnya ‘Bebek Nungging’.

Ia nyaris dijerat pidana, tetapi kemudian dimaafkan oleh pelapor. Zaskia juga menyambangi tokoh seperti Rachmawati Soekarnoputri untuk meminta wejangan.

Bersamaan itu, para politikus seperti dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di MPR RI memintanya sebagai duta Pancasila. Tujuannya agar tidak mengulangi kesalahan dan menyebarkan pentingnya pengetahuan empat pilar MPR RI yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat dan sesama selebritas.

“Neng berjanji akan menjaga tutur kata, supaya tahu mana yang bisa dijadikan candaan dan yang tidak,” kata Zaskia.

Pemetik Edelweis Jadi Duta Pelestari
Di tempat lain, sejumlah remaja pemetik bunga Edelweis (Anaphalis javanica, Boerl) di Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2017 silam sempat menjadi incaran petugas.

Bunga abadi yang tumbuh di dataran tinggi itu menjadi daya tarik pendaki gunung. Sejumlah pendaki yang tidak bertanggungjawab kemudian memetik flora dilindungi itu dan diceritakan ke media sosial.

Sebanyak lima pendaki itu terancam pidana lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta karena memetik atau mencabut Edelweis. Namun, belakangan pejabat Taman Nasional Gunung Rinjani memaafkan mereka dan menjadikannya sebagai duta pelestari Edelweis untuk pembinaan.

“Jika kita bisa mengubah orang yang tidak peduli konservasi, menjadi orang yang peduli konservasi bahkan menjadi duta Edelweis, itu sebuah prestasi. Kerja di bidang konservasi membutuhkan kepedulian dari semua pihak, tidak akan bisa jika hanya taman nasional,” kata R Agus Budi Santoso, melansir Suara NTB, Selasa, 25 Juli 2017.

Pelanggar Lalin Jadi Duta Keselamatan Lalu Lintas
Baru-baru ini seorang pengendara sepeda motor bodong, Marwan, 31 tahun, di Bintaro, Tangerang Selatan, unjuk gigi berkendara dengan gaya bebas (free style) ala pemotor profesional pada April 2021 lalu.

Dalam video, ia tampak santai bersila tanpa memegang tuas gas, tetapi sepeda motornya tetap melaju kencang di jalanan Bintaro. Aksinya terekam warga yang melintas dan jadi bahan perbincangan.

Polisi mencari Marwan karena tidak pakai helm, STNK mati dan BPKB hilang. Sepeda motor bodong itu merupakan kendaraan pengangkut rumput yang biasa dipakai sehari-hari.

Alih-alih menilang, polisi lalu lintas Tangerang Selatan memberi penghargaan. Ia akan dibina agar hobi free style tersalurkan. Tidak tanggung-tanggung, polisi memberi satu unit sepeda motor kepada Marwan.

“Kita akan asah kemampuannya dengan latihan gabungan bersama anggota BM dari Satlantas. Harapannya ke depan dapat kita tampilkan pada kegiatan pelatihan seperti safety riding, acara parade motor, atau acara-acara pertunjukan free style dan sejenisnya,” ujar Kasatlantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando.

Continue Reading

Ragam

Daftar 10 Daerah dengan UMP Tertinggi di Indonesia, Sumbar Tak Masuk

Published

on

Menteri Ketenagakerjaan telah memutuskan bahwa upah minimum tahun 2021 tidak naik. Hal tersebut dilakukan lantaran pandemi Covid-19 belum juga mereda.

Tidak ada kenaikan upah minimum 2021 ini tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada masa Pandemi Covid-19.

Tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 ini berlaku untuk UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

Meski demikian, beberapa daerah tetap memilih menaikkan upah minimum provinsi (UMP) karena sejumlah alasan. Sementara alasan upah minimum 2021 tidak naik dikarenakan ekonomi Indonesia masih dalam tahap pemulihan di masa pandemi Covid-19.

UMP adalah standar upah minimum provinsi yang proses penetapannya diresmikan gubernur. Sedangkan UMK adalah standar upah minimum kabupaten/kota, yang ditetapkan oleh daerah tingkat kabupaten/kota.

Meski UMK ditetapkan dan diresmikannya oleh gubernur, namun nominal UMK atas usulan dari bupati atau Walikota. Jika dari pihak kabupaten/kota belum dapat memberikan usulan nominal UMK, maka nominal UMK mengacu pada UMP.

Daerah-daerah dengan UMP tertinggi

Umumnya, upah minimum ini dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerja setiap tahun sekali. Ada atau tidaknya kenaikan upah minimum dibahas bersama secara tripartit antara pemerintah, pengusaha, serta pekerja.

Sejalan dengan diputuskan tidak adanya kenaikan UMK/UMP 2021, mari simak berikut ini 10 daerah dengan UMP paling tinggi di Indonesia. Sayangnya, Sumatera Barat tidak termasuk daerah dengan UMP tertinggi.

1. DKI Jakarta dengan UMP Rp 4.416.186
2. Papua dengan UMP Rp 3.516.700
3. Sulawesi Utara dengan UMP Rp 3.310.723
4. Bangka Belitung dengan UMP Rp 3.230.022
5. Sulawesi Selatan dengan UMP Rp 3.165.876
6. Aceh dengan UMP Rp 3.165.030
7. Papua Barat dengan UMP Rp 3.134.600
8. Sumatera Selatan dengan UMP Rp 3.043.111
9. Kepulauan Riau dengan UMP Rp 3.005.383
10. Kalimantan Utara dengan UMP Rp 3.000.803

Sumber : Suara.com

Continue Reading

Trending