Connect with us

Komoditi

Dorong Pengentasan Kemiskinan Petani, BKP Kementan Kembangkan PKU di Jambi

Published

on


Finroll.com — Untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat di wilayah perdesaan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian pada tahun 2019 melaksanakan kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU). Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Jati Emas, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, merupakan salah satu lokasi PKU yang dikembangkan di antara 12 provinsi lainnya.

“PKU ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk komoditas yang dikelola secara korporasi, meningkatkan pendapatan, dan membentuk lembaga usaha yang berbadan hukum. Dengan upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pengentasan kemiskinan masyarakat di lokasi-lokasi yang telah dipilih berdasarkan prioritas Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas, serta angka kemiskinan,” ungkap Andriko Notosusanto, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP yang juga penanggung jawab PKU BKP saat dihubungi secara terpisah.

Keberhasilan kegiatan PKU tidak bisa dilaksanakan oleh BKP atau Dinas Pangan propinsi dan kabupaten saja, namun perlu dukungan dan sinergi dengan Dinas atau lembaga lainnya. Hal tersebut ditegaskan Maino Dwi Hartono selaku penanggung jawab kegiatan PKU di Jambi saat turun lapangan ke lokasi PKU di Desa Jati Emas, belum lama ini (26/6).

“Kami berharap seluruh stakeholder terkait seperti Dinas Pangan, Dinas Peternakan, BPTP, Penyuluh, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat sama-sama mengawal dan mendukung kegiatan PKU. Sinergi dengan instansi terkait sangat penting dalam mendukung keberhasilan PKU yang berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah Jambi khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat”, terang Maino.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Jambi, Masra Padila.

“Kami akan terus melakukan pendampingan dan dukungan berupa pelatihan-pelatihan pemeliharaan dan penanganan pasca panen dengan menggandeng pihak yang berkompeten serta bersinergi dengan instansi terkait seperti BPTP, Dinas Peternakan dan Dinas Perdagangan,” ujar Masra.

Kegiatan PKU di Propinsi Jambi mengusahakan ternak kambing peranakan etawa (PE) dan ayam buras yang dilaksanakan oleh 5 kelompoktani yang tergabung dalam Gapoktan Agri Tani, yaitu Kelompok Tani Jaya, Tani Makmur, Sido Mulyo, Maju Jaya dan Suka Maju. Total bantuan yang diberikan untuk 5 kelompok berupa 65 ekor kambing peranakan etawa dan 250 ekor ayam buras, atau masing-masing kelompok 13 ekor kambing dan 50 ekor ayam buras yang dikelola secara komunal.

Kegiatan PKU yang baru efektif berjalan 3 bulan terakhir sudah mulai terlihat dampak manfaatnya bagi anggota kelompok. Meski baru sebagian kambing yang menghasilkan susu, pangsa pasar serta harga jual susu cukup menjanjikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BKP Kementan yang telah memberikan bantuan kepada kami. Saat ini budidaya kambing telah berjalan dengan lancar dan semua kambing dalam keadaan sehat. Kami optimis dapat memasarkan produk susu kambing yang dihasilkan karena permintaan yang cukup tinggi di daerah kami,” ungkap Prayoto, Ketua Gapoktan Agro Tani.

Hal senada disampaikan Camat Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hendry Fonda yang juga turut hadir ke lokasi PKU.

“Kami sangat bersyukur salah satu Desa di wilayah kami mendapat program bantuan Pemerintah seperti PKU yang diinisiasi BKP Kementan. Kami optimis kegiatan PKU dapat bernilai ekonomis tinggi dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Fonda.

Keyakinan keberhasilan PKU juga disampaikan Rofiun, pendamping pengolahan dan pemasaran kegiatan PKU di Jambi.

“Saat ini harga susu kambing etawa dihargai Rp 40.000 per liter, dimana rata-rata satu ekor kambing mampu menghasilkan 1-2 liter per hari. Selain itu, kotoran dan urine kambing juga memiliki nilai jual yang tinggi, masing-masing seharga Rp 20.000/karung ukuran 10 kg serta Rp 2.000/liter. Dengan memelihara 13 ekor kambing, rata-rata dalam sehari dapat menghasilkan kotoran sekitar 5 kg dan urine sekitar 10 liter, atau pendapatan kelompok sekitar Rp 24.000 per hari dari kotoran dan urine,” papar Rofiun.(red)

Advertisement Valbury

Ekonomi Global

Rencana Pelonggaran Lockdown Terbangkan Harga Minyak

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Selasa (5/5). Penguatan harga minyak ditopang rencana sejumlah negara di Eropa, Asia, dan negara bagian AS melonggarkan penguncian wilayah (lockdown).

Mengutip Antara, Rabu (6/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik US$3,77 atau 13,86 persen ke posisi US$30,97 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik US$4,17 atau 20,45 persen ke US$24,56 per barel.

Reli ini memperpanjang kenaikan minyak mentah Brent menjadi enam hari berturut-turut. Sementara patokan WTI kini menguat selama lima sesi perdagangan berturut-turut. Italia, Spanyol, Nigeria, India, serta beberapa negara bagian AS termasuk Ohio, mulai mengizinkan sejumlah orang untuk kembali bekerja, membuka konstruksi, taman, dan perpustakaan. Namun, para pakar kesehatan memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menyebabkan infeksi virus corona meningkat kembali.

“Pasar mulai menyadari bahwa kehancuran permintaan mengerikan, tetapi sejumlah pemerintahan membuka kembali (lockdown) dan permintaan akan menjadi lebih baik,” kata analis senior di Price Futures Group Phil Flynn.

Presiden AS Donald Trump memuji langkah-langkah sejumlah negara bagian untuk membuka kembali ekonomi mereka. Lalu lintas kendaraan di sebagian besar AS, telah meningkat. Termasuk, negara bagian yang belum mencabut perintah tinggal di rumah.

Pelonggaran itu sejalan dengan pengurangan produksi. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu seperti Rusia atau OPEC+ memangkas produksi 9,7 juta barel per hari di Mei dan Juni. Imbasnya, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei diperkirakan turun menjadi sekitar 6 juta barel per hari. Jumlah itu merupakan terendah dalam hampir satu dekade.

Namun, Kepala Eksekutif Vitol Russell Hardy memprediksi permintaan puncak minyak akan terkikis secara permanen. Permintaan minyak global merosot 26 juta menjadi 27 juta barel per hari pada April.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Cara Pertamina Bertahan Hidup dari Tekanan Virus Corona

Published

on

By

PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi perusahaan dari tekanan pandemi virus corona (Covid-19). Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah memangkas belanja operasional (operational expenditure/opex) secara signifikan.

Upaya ini dilakukan guna menyeimbangi pemasukan yang anjlok akibat berkurangnya permintaan.

“Opex kami potong 30 persen untuk grup, baik anak, cucu, hingga cicit perusahaan. Investasi juga lebih selektif kami potong 25 persen sehingga banyak investasi baru di hulu tidak dulu,” jelasnya dalam video conference, Kamis (30/4).

Ia mengungkapkan kebijakan dilakukan karena secara nasional, permintaan BBM jatuh 25 persen. Bahkan di kota-kota besar permintaan BBM morosot di atas 50 persen. Kota tersebut antara lain, DKI Jakarta yang turun 50 persen dan Bandung 57 persen.

“Ini penjualan terendah sepanjang sejarah PT Pertamina, baru kali ini Pertamina mengalami kondisi luar bisa,” ucapnya.

Selain itu, perseroan juga memutuskan untuk mengurangi kapasitas produksi pada sejumlah kilang pada periode April-Mei. Kesempatan tersebut, digunakan perseroan untuk melakukan pemeliharaan kilang.

Lebih lanjut, Pertamina memanfaatkan harga minyak mentah yang murah untuk memenuhi kapasitas penyimpanan (storage). Ia menuturkan perseroan telah memborong 10 juta barel minyak mentah, 9,3 juta barela BBM, dan 2,2 juta metrik ton elpiji.

Bahkan, lanjutnya, persediaan Pertamina mencukupi untuk dua bulan dari biasanya 16-18 hari. “Kami beli sekitar 2-3 minggu lalu, tapi kami tidak bisa tambah lagi karena sudah penuh storagenya,” paparnya.

Guna menggenjot pembelian, Pertamina juga memberikan layanan pengiriman kepada konsumen bekerja sama dengan ojek online. Ia mengaku Pertamina juga tengah melirik pasar ekspor baru untuk solar di tengah pandemi.

Sebab, beberapa perusahaan yang biasanya memasok solar mengalami kebangkrutan akibat pandemi tersebut.

Nicke menuturkan Pertamina mengalami tiga tekanan sekaligus. Selain anjloknya permintaan, pelemahan nilai tukar rupiah juga ikut membebani kinerja perseroan.

Sebab, 93 persen pengeluaran Pertamina dalam denominasi dolar AS. Tapi, di sisi lain, pendapatan perusahaan justru berbentuk rupiah. Imbasnya, ia memprediksi pendapatan perseroan turun 38 persen hingga 40 persen tahun ini.

“Sehingga ini timbulkan mismatch, baik dalam laporan keuangan maupun arus kas,” ujarnya.

Selanjutnya, anjloknya harga minyak dunia juga membebani perseroan. Pasalnya, meskipun harga minyak jatuh namun aktivitas di sektor hulu Pertamina tetap berjalan.

“Triple shock ini jalan bersamaan, dalam kondisi normal kalau ICP turun ini menurunkan Harga Pokok Produksi (HPP), tapi dengan catatan demand (permintaan) sama, tapi ketika demand turun ini jadi tidak imbang,” jelasnya. (ulf/agt)

Continue Reading

Komoditi

Pertamina Ungkap Alasan Harga BBM Tak Turun-turun

Published

on

By

PT Pertamina (Persero) menanggapi pertanyaan publik terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak kunjung turun, meskipun harga minyak dunia anjlok.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan dalam formulasi penentuan harga BBM, Pertamina menggunakan patokan harga minyak global dalam dua bulan ke belakang. Itu berarti, untuk menentukan harga BBM April menggunakan patokan Februari.

“Kalau hitung hari ini, maka yang kami lihat adalah Februari, sehingga harga masih tinggi,” ujarnya dalam video conference, Kamis (30/4).

Untuk diketahui, badan usaha menetapkan harga jual dalam satu bulan menggunakan acuan rata-rata harga Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus periode tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 satu bulan sebelumnya.

Ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Namun demikian, Nicke mengakui terdapat anomali harga MOPS dan Argus. Harga dua acuan minyak tersebut lebih rendah dari minyak mentah.

Itu berarti, bisa saja Pertamina membeli langsung BBM di pasar global dan menutup semua kilang-kilangnya karena lebih murah membeli BBM ketimbang minyak mentah.

Namun, kebijakan tersebut tentunya tidak diambil perusahaan minyak negara tersebut. Pasalnya, operasional kilang terkait dengan berbagai aspek, antara lain, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hingga pekerja di kilang-kilang Pertamina.

“Nanti mati semua, para KKKS nanti produksinya bagaimana? Menutup hulu juga perlu biaya, reaktivasi nantinya juga perlu biaya,” jelasnya.

Di sisi lain, meskipun belum menyesuaikan harga BBM, Pertamina telah menawarkan diskon berupa uang kembali (cashback) bagi pelanggan Pertamax dan Dex series sebesar 30 persen. Diskon diberikan bagi pelanggan yang bertransaksi secara non tunai menggunakan aplikasi milik BUMN selama periode 31 Mei-16 Juni 2019.

Selain itu faktor tersebut, ia menjelaskan Pertamina juga mengalami tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah. Pasalnya, 93 persen pengeluaran perseroan menggunakan kurs dolar AS.

Tak hanya itu, ia menuturkan permintaan turun tajam. Secara nasional, permintaan BBM turun hingga 25 persen. Bahkan di kota-kota besar, penurunan permintaan lebih dari 50 persen.

“Itu harganya sudah lebih rendah dari kalkulasi di publik. Walaupun permintaan turun, arus kas negatif, kami tetap spending dalam dolar AS, tapi kami baru luncurkan cashback 30 persen,” tuturnya.

Sebelumnya, Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menilai terdapat indikasi harga BBM yang berlaku saat ini terlalu mahal, sehingga membebani masyarakat.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mengatakan pangkal permasalahannya adalah komponen penyusunan struktur harga BBM. Struktur harga ini ditengarai menjadi penyebab harga BBM sulit turun meskipun harga minyak mentah global anjlok.

Ia membandingkan harga penjualan pokok (HPP) BBM di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Australia. Bahkan, kualitas BBM di dua negara itu lebih baik dibandingkan Indonesia.

Sebagai contoh, untuk RON 95 berkadar sulfur maksimum 10 ppm atau standar EURO 6 di Australia, HPP adalah setara Rp1.529 per liter. Sedangkan harga di SPBU yakni Rp8.376 per liter.

Sedangkan di Indonesia, untuk RON 98 berkadar sulfur maksimum 50 ppm atau standar EURO 4 (jenis Pertamax Turbo) HPP malah mencapai Rp7.387 per liter. Lalu, harga jual di SPBU sebesar Rp9.850 per liter.

“Ada potensi margin kelebihan biaya yang dinikmati oleh parasit BBM seperti para oil trader,” katanya. (ulf/agt)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending