Connect with us

Nasional

DPR RI Dukung Nasionalisasi JICT dan Batalkan PHK Sepihak

Published

on


Finroll.com — DPR RI menyatakan dukungannya agar aset emas Pelindo II, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) bisa dinasionalisasi. Pasalnya BPK RI telah menemukan pelanggaran Undang-Undang dan kerugian negara dalam perpanjangan kontrak pelabuhan nasional terbesar itu.

Alhasil perpanjangan kontrak JICT kepada Hutchison yang dimulai sejak 2015 berjalan tanpa alas hukum.

Dukungan tersebut disampaikan Komisi VI DPR yang khusus menangani BUMN dalam rapat dengar pendapat, Rabu, 26 Februari 2020.

Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan visi negara maritim tidak akan terwujud jika pelabuhan tidak bisa dikelola dengan baik. “Dalam kasus kontrak JICT memang ada masalah geopolitik dan geoekonomi. Tapi BUMN tidak bisa mencari profit semata. Ini adalah upaya menyelamatkan aset nasional. Komisi VI akan memperjuangkan dan harus bisa” katanya.

Rieke juga menyesalkan soal PHK ratusan pekerja dan masih menganggur dua tahun lebih. “Tidak bisa pekerja di-PHK hanya karena masalah kontrak Hutchison. Periode sebelumnya, Pansus Pelindo II berhasil mempekerjakan 30 orang yang di-PHK. Sekarang saya mohon dukungan komisi VI agar 215 pekerja dan 42 pemandu kapal JAI bisa bekerja kembali,” ujar Rieke.

Senada dengan Rieke, anggota komisi VI fraksi PDIP Deddy Sitorus mengaku kaget dengan masih maraknya permasalahan tenaga kerja di Pelindo II. “Saya kaget. Padahal tadi malam ketemu Dirut Pelindo II. Pada prinsipnya (saya) akan sekuat mungkin membantu. Jika manajemen Pelindo II tidak bisa mempermudah nanti kita yang akan persulit mereka,” kata Deddy.

Anggota Komisi VI lainnya dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade juga menyatakan komitmennya agar para pekerja yang di-PHK bisa kembali bekerja. “Urusan (kontrak) JICT, kita akan perjuangkan pekerja (SPC) bekerja kembali. Minggu lalu saya sudah bicara dengan (manajemen) JICT. Mereka akan mengusahakan bekerja kembali,” ujar Andre.

Sekretaris Jenderal SP JICT M Firmansyah menyampaikan ada upaya untuk mendelegitimasi hasil audit investigasi BPK. Bahkan perhitungan BPK menurutnya masih konservatif.

“Kami lihat ada upaya (delegitimasi) ini. Apa yang disampaikan BPK konservatif karena data yang diberikan oleh perusahaan tidak semua valid. Dalam beberapa hal nilai pendapatan diturunkan dan nilai biaya dinaikkan,” katanya.

Menurut Firman, dirinya menyatakan akan menyerahkan penuh keputusan kasus perpanjangan kontrak JICT kepada pemerintah dan berharap segera diselesaikan.

“Urusan kasus kontrak JICT, kami menghromati keputusan pemerintah. Tapi yang penting ada kejelasan hukum karena sudah bertahun-tahun dibiarkan. Kami juga tidak anti asing dan prinsipnya jika diberikan kesempatan, anak2 bangsa siap mengelola JICT secara mandiri. Dari sisi operasional, teknologi dan inovasi telah terbukti dihasilkan oleh anak-anak bangsa. Jadi sebaiknya kontrak Hutchison dibatalkan oleh pemerintah. Saya juga berharap ratusan pekerja SPC dan JAI yang di-PHK bisa bekerja kembali,” ujar Firman.

Advertisement Valbury

Nasional

Bandung Jadikan TPU Cikadut Pemakaman Khusus Corona

Published

on

By

Finroll – Bandung, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat menetapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Jatihandap, Kecamatan Mandalajati menjadi lokasi pemakaman khusus pasien meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19).

“Sudah saya tandatangani penetapan Cikadut menjadi tempat pemakaman jenazah terdampak Covid-19. Sudah ada berapa yang dimakamkan di sana,” ujar Wali Kota Bandung Oded M Danial lewat keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Oded mengungkapkan bahwa lokasi TPU Cikadut tergolong strategis. Selain dekat dengan pusat kota TPU Cikadut juga terbilang masih luas.

“Awal-awal memang ada penolakan, namun setelah sosialisasi akhirnya warga sekitar bisa memahaminya. Tapi Tidak ada penolakan,” ujar Oded.

Oded lalu meminta jenazah yang meninggal dunia akibat terjangkit virus corona juga memperoleh perlakukan khusus dari rumah sakit. Mesti dimakamkan sesuai standar operasional prosedur dari organisasi kesehatan dunia atau WHO.

“Berikutnya secara pengurusan jenazahnya juga istimewa beda dari biasanya sesuai dengan standar WHO, dibungkus beberapa lapis. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan,” ucapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak menolak pemakaman pasien corona di TPU Cikadut. Oded mengatakan potensi tertular dari pasien yang sudah meninggal tergolong kecil.

Berdasarkan informasi yang ia himpun dari sejumlah pakar kesehatan, terdapat kesimpulan informasi bahwa virus corona akan ikut mati beberapa saat kemudian setelah pengidapnya meninggal dunia.

Berdasarkan data Pemkot Bandung, sejauh ini telah ada 28 orang yang positif terinfeksi virus corona di Kota Kembang. Sebanyak 8 di antaranya meninggal dunia dan 4 dinyatakan telah sembuh.

Sementara itu, telah ada 1.986 orang di Indonesia yang positif terinfeksi corona hingga Jumat (3/4). Sebanyak 181 orang meninggal dunia dan 134 orang dinyatakan telah sembuh.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Corona Meroket Hari Ini, Kasus Positif Hampir Tembus 2 Ribu

Published

on

By

Finroll – Jakarta,  Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia melonjak signifikan pada hari ini, Jumat (3/4). Ada penambahan 196 kasus, sehingga menjadi paling tinggi sejak pertama kali diumumkan 2 Maret lalu.

kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (3/4).

Kasus positif corona pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta pada 2 Maret lalu. Sejak itu, jumlah kasus terus bertambah.

Pemerintah secara berkala memberikan informasi perkembangan jumlah orang terinfeksi, sembuh, maupun yang meninggal dunia. Informasi lain tentang langkah penanggulangan juga terus disampaikan.

Dalam satu pekan pertama atau periode 3- 9 Maret, pasien positif corona bertambah menjadi 17 orang. Kemudian selama pekan kedua atau 10-16 Maret, pasien positif corona bertambah sebanyak 115 orang. Sementara sepanjang pekan ketiga atau 17-23 Maret, terjadi penambahan pasien positif bertambah 445 orang.

Lalu, pada pekan keempat atau 24-30 Maret terjadi penambahan kasus sebanyak 835 kasus, dan periode 31 Maret- 1 April terjadi penambahan 572 kasus.

Selain lonjakan pasien positif yang drastis, virus corona telah menyebar ke-32 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, hanya 2 provinsi yang belum terdapat pasien positif virus corona.

Sejauh ini telah ada 1.986 kasus positif Covid-19 di seluruh Indonesia per Jumat (3/4). Ada 181 di antaranya meninggal dunia dan 134 orang dinyatakan sembuh.

Pemerintah pusat sudah menetapkan status Kedaruratan Kesehatan akibat pandemi virus corona. Langkah selanjutnya yakni menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bisa menetapkan suatu daerah agar memberlakukan PSBB usai berkonsultasi dengan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Pemerintah belum mau memberlakukan karantina wilayah. Lebih memilih untuk pembatasan sosial berskala besar.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Telepon Jokowi, Xi Jinping: Tiongkok Siap Bantu Indonesia Tangani Corona

Published

on

By

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima panggilan telepon dari Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis (2/4) sore. Xi memastikan bahwa negaranya akan membantu Indonesia menangani pandemi corona. Bahkan, Indonesia akan menjadi mitra prioritas melawan pandemi tersebut.

“Kami siap bekerja sama dengan rakyat Indonesia, bersatu padu mengatasi Covid-19,” ujar Xi dikutip dari rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (3/4). Xi juga menyampaikan keprihatinannya atas mewabahnya virus corona di Indonesia.

Meski demikian, Xi menilai Indonesia akan mampu mengatasi virus mematikan tersebut. “Kami percaya dan yakin dengan kegigihan Anda, Indonesia pasti akan mengalahkan wabah Covid-19,” kata Xi.

Dia juga berbagi pengalaman negaranya dalam melawan virus corona. Jokowi menyampaikan apresiasi atas komitmen Negeri Panda membantu Indonesia menangani pandemi. Apalagi, Tiongkok merupakan negara pertama di dunia yang terjangkit virus tersebut.

Karenanya, Tiongkok telah melakukan berbagai upaya dalam menangani corona. “Kami harus terus bekerja sama menangani penyebaran virus ini,” kata Jokowi. Ia juga meminta agar tak ada stigmatisasi atas mewabahnya corona.

Hal seperti ini tak pantas dilakukan, terutama ketika banyak negara menghadapi pandemi corona. “Upaya stigmatisasi ini sangat tidak bermanfaat di tengah situasi yang sulit ini,” kata Jokowi.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending