Connect with us

International

Dunia Bersatu, Protes Keras Perang AS-Iran

Published

on


Masyarakat dari sejumlah negara menggelar aksi untuk memprotes serangan AS terhadap Iran yang menambah ketegangan di Timur Tengah.

Advertisement Valbury

International

Wisata Kembali Buka, 2 Kapal Pesiar Jadi Klaster Baru Corona

Published

on

By

Ilustrasi kapal pesiar. (Istockphoto/KenWiedemann)

Finroll.com, Jakarta –  Infeksi virus corona dilaporkan terdeteksi pada dua kapal pesiar yang masing-masing tengah berlayar di kawasan Artik dan Pasifik setelah wisata kembali dibuka.

Kedua kapal pesiar itu merupakan MS Roald Amundsen dan Paul Gauguin.

Setidaknya 40 penumpang dan kru MS Roald Amundsen dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Pihak berwenang tengah berusaha melakukan pelacakan kontak terhadap ratusan penumpang dari dua pelayaran yang baru-baru ini dilakukan kapal pesiar tersebut.

Empat kru MS Roald Amundsen dirawat di rumah sakit Norwegia pada Jumat pekan lalu setelah kapal berlabuh di pelabuhan Tromso. Keempat kru itu didiagnosa mengidap corona.

Sebanyak 32 dari 158 kru kapal lainnya juga turut terinfeksi Covid-19.

Meski terdapat kasus positif corona, pihak kapal mengizinkan 178 penumpang turun dan meninggalkan Tromso. Hal tersebut kian mempersulit pihak berwenang melacak kontak dan potensi penularan.

Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia (FHI) dan pemerintah Kota Tromso memaparkan berdasarkan pemeriksaan sejauh ini empat dari 387 penumpang MS Roald mengidap virus corona.

Ratusan penumpang itu melakukan perjalanan dengan dua kapal berbeda sejak 17 Juli.

“Kami memperkirakan akan menemukan lebih banyak penularan terkait pandemi ini,” ucap seorang eksekutif senior FHI, Line Vold.

Vold menuturkan telah mewajibkan seluruh penumpang melakukan karantina mandiri.

Pemilik MS Roald Amundsen dan 15 kapal lainnya, The Hurtigruten, menjadi perusahaan kapal pesiar pertama yang kembali beroperasi pada pertengahan Juni lalu setelah setop beroperasi selama tiga bulan karena pandemi corona.

Pada Maret lalu, Roald Amundsen sempat terdampar di lepas perairan Chile karena ditolak masuk ke pelabuhan negara itu setelah ada penumpang yang mengidap virus corona di atas kapal. Saat itu, kapal tersebut membawa lebih dari 100 penumpang.

Dikutip The Guardian, kapal pesiar Paul Gauguin berlabuh di Papeete, Tahiti, setelah sejumlah orang di atas kapal terdeteksi mengidap virus corona oleh dokter kapal.

Pihak berwenang Tahiti telah memerintahkan seluruh penumpang dan kru untuk tetap berada di atas kapal.

Paul Gauguin tengah berlayar di antara Bora Bora dan Kepulauan Rangiroa ketika dokter kapal menemukan satu kru kapal positif terinfeksi corona.

Kapal itu pun segera berbalik arah untuk kembali ke pelabuhan asal.

Hingga kini, belum diketahui berapa penumpang yang diangkut Paul Gauguin. Namun, beberapa pihak mengatakan kapal tersebut telah mengurangi jumlah penumpang dari kapasitas normalnya sebagai bagian dari protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan.

Paul Gauguin kembali berlayar pada 18 Juli lalu untuk mengakomodasi wisatawan lokal. Kapal tersebut mulai menerima turis asing pada 29 Juli.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Trump Segera Blokir, Microsoft Gerak Cepat Akuisisi TikTok

Published

on

By

Microsft gerak cepat untuk mengakuisisi Tiktok usai putusan Trump untuk segera memblokir aplikasi itu di AS (AP/Anjum Naveed)

Finroll.com, Jakarta – Microsoft menyatakan masih terus melanjutkan diskusi terkait akuisisi aplikasi besutan China, TikTok, di Amerika Serikat (AS).

Negosiasi Microsoft untuk mengakuisisi TikTok yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, ini dilakukan usai Trump mengancam akan melarang aplikasi tersebut beroperasi di AS.

Diskusi antara CEO Microsoft Satya Nadella dan Presiden AS Donald Trump, seakan menjadi lampu hijau bahwa Microsoft akan membeli TikTok di AS.

Pihak Microsoft rencananya akan mengundang investor AS lainnya untuk berpartisipasi secara minoritas dalam pembelian aplikasi ini.

“Microsoft akan bergerak cepat untuk melakukan diskusi dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance, dalam beberapa minggu ini. Dan ditargetkan diskusi ini selesai, selambat-lambatnya pada 15 September 2020,” tulis Microsoft dalam unggahan di blog resmi, Minggu (2/8) kemarin.

Nantinya, kesepakatan antara Microsoft dan ByteDance, akan didasari oleh beragam hasil tinjuan dari Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS). Kesepakatan itu diajukan untuk negara Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

CFIUS dalam fungsinya sebagai lembaga negara yang bertanggung jawab menyelidiki kesepakatan investasi asing yang dapat mempengaruhi keamanan negara.

Microsoft bahkan berjanji, untuk memastikan bahwa semua data pribadi pengguna warga AS di TikTok akan tetap disimpan aman di database AS. Sementara data yang dicadangkan dan ditransfer keluar negara. Microsoft akan memastikan bahwa data pengguna tersebut dihapus dari server di luar negara.

Namun, Microsoft juga menekankan bahwa diskusi dengan TikTok masih pendahuluan dan tidak ada jaminan bahwa transaksi akan dilanjutkan.

Atas unggahan Microsoft, ByteDance tak langsung merespons dengan gamblang. ByteDance sendiri hanya menyebut pihaknya selalu berkomitmen menjadi perusahaan global. Hal ini tertulis pada akun ByteDance di Toutiao, yakni sebuah media sosial China yang diunggah Minggu (2/8), seperti dilansir CNN.

ByteDance juga sempat menyinggung bahwa saat ini mereka telah dihadapkan pada kesulitan kompleks sebab menyangkut konflik isu politik internasional yang cukup tegang.

Isu pembelian TikTok oleh Microsoft ini bergulir setelah Trump mengancam untuk memblokir aplikasi China itu di AS. Alasasanya, TikTok bisa menjadi alat bagi intelijen China.

Manajer umum TikTok untuk AS, Vanessa Pappas, membela diri dari tudingan itu dan mengatakan bahwa aplikasi mereka aman, seperti dilaporkan Wall Street Journal, Sabtu (1/8).

AS berpendapat, TikTok dan perusahaan perangkat lunak China lainnya yang beroperasi di AS seperti WeChat telah memberikan data pribadi warga AS kepada Partai Komunis China.

Sebelumnya, AS juga memblokir Huawei dari negara itu dengan alasan serupa. Akibatnya, Huawei tak bisa bekerjasama dengan perusahaan AS. Hal ini dilakukan AS sebagai buntut memanasnya hubungan bilateral AS dengan China.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Trump Usul Tunda Pemilu karena Corona

Published

on

By

Presiden Donald Trump mengusulkan untuk menunda pemilihan umum presiden AS dengan dalih keamanan warga di tengah pandemi Covid-19. (AP/Alex Brandon)

Finroll.com, Jakarta – Presiden Donald Trump mengusulkan untuk menunda pemilihan umum presiden Amerika Serikat yang seharusnya digelar pada 3 November mendatang dengan dalih keamanan di tengah pandemi Covid-19.

“Tunda pemilu hingga semua orang dapat memilih secara layak dan aman???” kata Trump melalui kicauan di Twitter, Kamis (30/7).

Trump melontarkan usulan ini ketika berbagai pihak mulai membicarakan kemungkinan menggelar pemilu dengan sistem mail-in.

Dengan sistem ini, warga akan menerima kertas suara yang dikirimkan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka kemudian mengisi surat suara tersebut dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Menurut Trump, sistem tersebut berisiko membuat penghimpunan dan penghitungan suara dalam pemilu tidak akurat.

“Dengan pemilihan mail-in, 2020 akan menjadi pemilu paling tidak akurat dan curang sepanjang sejarah. Akan sangat memalukan bagi AS,” tulis Trump.

Gagasan Trump ini langsung menuai kecaman karena secara tradisi, AS selalu menggelar pemilu pada hari Selasa pertama setelah 1 November, yang pada tahun ini jatuh di tanggal 3 November.

Trump dikecam karena secara hukum, presiden AS tak dapat mengubah waktu pemilu. Dalam konferensi pers setelah kicauan tersebut, Trump lantas membela diri.

“Apakah saya ingin mengubah tanggalnya? Tidak. Namun, saya tidak mau melihat pemilu yang cacat. Pemilu ini akan menjadi yang paling curang sepanjang sejarah jika terjadi,” ucap Trump seperti dikutip AFP.

Meski Trump mengatasnamakan keselamatan warga AS, para lawan politik menganggap sang presiden mengutarakan gagasan tersebut karena popularitasnya saat ini kian turun.

Trump sendiri menuliskan kicauan di Twitter hanya berselang beberapa menit setelah data kuartal kedua 2020 menunjukkan ekonomi AS turun 32,9 persen.

Rival Trump menganggap kemerosotan ekonomi ini, ditambah dengan berbagai masalah lain, termasuk pengangguran massal dan ketidakmampuan manajemen krisis di tengah pandemi, membuat popularitas sang presiden terus turun.

Menurut mereka, penurunan popularitas inilah yang membuat Trump ingin menunda pemilu. Ia ingin meningkatkan kembali popularitasnya terlebih dulu.

“Ancaman Trump tak lebih dari sekadar upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian. Trump bisa berkicau apa pun, tapi kenyataannya adalah dia tidak bisa menunda pemilu, dan pada November nanti, para pemilih akan membuat dia mempertanggungjawabkannya,” demikian pernyataan Komite Nasional Partai Demokrat.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending