Connect with us
[adrotate group="1"]

Peristiwa

DVI Polri Resmi Hentikan Proses Identifikasi Korban Lion Air JT610

Published

on


DVI Polri Resmi Hentikan Proses Identifikasi Korban Lion Air JT610

Finroll.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri hari ini resmi menghentikan proses identifikasi jenazah korban Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang beberapa waktu lalu.

Selama operasi identifikasi dari 29 Oktober hingga 23 November, tim DVI Polri berhasil mengindentifikasi 125 korban. Salah satunya adalah pilot pesawat, Bhavye Suneja.

“Teridentifikasi 125 orang,” ucap Kepala Pusdokkes Polri, Brigjen Arthur Tampi dalam jumpa persnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/11) pagi.

Hari ini, tim DVI Polri juga mengumumkan 16 korban Lion Air yang kembali teridentifikasi termasuk sang pilot, berikut daftarnya;

1.Hendra Tanjaya
2. Muhammad Ikhsan Riyadi
3. Agil Septian Nugroho
4. Fais Saleh Harharah
5. Liu Chandra
6. Cici Ariska
7. Rumadi Ramadhan
8. Chandra Hasan
9. Ervina Kusumawijayanti
10. Rangga Adiprana
11. Putty Fatikah Rani
12. Henny Heuw
13. Arfiyandi
14. Bhavye Suneja
15. Yoga Perdana
16. Sui Di

“Seluruh tahapan operasi DVI terhadap korban pesawat JT610 PK LPQ dengan resmi saya nyatakan ditutup,” tegas Arthur.

Sementara, pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang itu membawa 189 orang penumpang dan kru pesawat.

Source: Detikcom

Peristiwa

Satgas Covid-19: Bersikaplah Terbuka tentang Statusmu

Published

on

FINROLL.COM – Satgas Penanganan Covid-19 menyerukan pada masyarakat untuk terbuka terkait status kesehatan diri. Hal tersebut dikatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo.

“Jika petugas kesehatan menyatakan kamu harus isolasi diri, maka patuhi agar lekas sembuh dan tidak menulari orang lain, terutama orang terdekat. Bersikaplah terbuka tentang statusmu pada orang lain di sekitar. Ini adalah bentuk nyata kepedulianmu pada diri sendiri dan sesama,” kata Doni, Sabtu (17/10).
Lihat juga: Isolasi di Rumah Berlaku saat Menunggu Hasil Rapid Test

Sejumlah gejala seseorang terjangkit Covid-19 antara lain demam, rasa lelah, batuk kering, sesak napas, pilek, dan lainnya. Selain orang-orang yang mengalami gejala tersebut, ada juga pengidap Covid-19 yang tidak merasakan apa-apa alias orang tanpa gejala (OTG). Sepintas lalu, mereka seperti orang sehat, namun, Doni menyatakan OTG justru lebih berbahaya.

“OTG ini jauh lebih berbahaya dibandingkan pasien yang dirawat di rumah sakit ataupun mereka yang melakukan isolasi mandiri. Sebab OTG tampak seperti orang sehat sehingga dapat menjadi silent killer,” katanya.

Indonesia dan dunia kini masih dalam medan perang melawan Covid-19. Di tengah upaya sejumlah negara mengembangkan vaksin, masyarakat juga dapat melakukan aksi nyata untuk memerangi pandemi ini.

Doni menyebut bahwa setiap masyarakat dapat turut serta berkontribusi dalam perang melawan pandemi yang disebabkan oleh virus SARS Cov-2 ini. Setiap orang, tanpa terkecuali, dapat melakukan aksi nyata untuk ikut memutus rantai penyebaran virus dengan cara melindungi dirinya.

“Melindungi diri berarti melindungi sesama,” ujar Doni.

#Satgascovid19 merumuskan sejumlah aksi nyata yang dapat dilakukan oleh masing-masing orang guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Aksi nyata yang utama ialah dengan tetap di rumah, bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Jika terpaksa keluar rumah karena kebutuhan penting, harus selalu memakai masker kain. Kemudian, kita juga harus menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain, serta sering mencuci tangan memakai sabun atau cairan pembersih tangan yang berkandungan alkohol minimal 60 persen.

“Kami terus gencar melakukan kampanye dan mendorong setiap pihak untuk #ingatpesanibu tentang 3M, yaitu #jagajarak, dan hindari kerumunan, serta #cucitangan pakai sabun,” kata Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) ini.

Menurut Doni, sangat penting untuk tidak menyentuh bagian-bagian wajah seperti mata, hidung dan mulut yang merupakan pintu masuk virus, apalagi jika kita sedang berada di luar dan selesai beraktivitas yang menyebabkan pertemuan dengan orang lain.

Jika hendak menyentuh bagian-bagian wajah tersebut, hendaknya mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir selama 20 detik. Begitu pula saat hendak makan dan menyiapkan makanan, setelah dari toilet, setelah memegang binatang dan sehabis berpergian. Ketika batuk atau bersin, seseorang harus selalu menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu.

“Juga buang langsung tisu ke tempat sampah setelah digunakan dan segera cuci tangan pakai sabun.” tambah Doni.

Aksi nyata lainnya yakni dengan tidak melakukan kontak langsung dengan orang bergejala Covid-19 atau terkonfirmasi positif membawa virus Covid-19 di dalam tubuh. Jika ingin melakukan komunikasi, sebaiknya dilakukan via telepon, chat atau video call.

Sebagai bentuk tanggung jawab menjadi bagian dari masyarakat, kita perlu memberitahu petugas kesehatan jika mengalami gejala, pernah kontak erat dengan orang bergejala, atau bepergian ke wilayah terjangkit Covid-19. (CNN INDONESIA)

Continue Reading

Peristiwa

Kemenkes Keluarkan SE, Harga Tertinggi Swab Rp900 Ribu Mulai Berlaku

Published

on

FINROLL.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tes swab Covid-19. Surat itu diteken Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir pada Senin, 5 Oktober 2020.

Dengan terbitnya surat itu, maka batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan tes swab PCR Covid-19 sudah mulai berlaku. Harga ini berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan tes swab atas permintaan sendiri atau mandiri.

“Batasan tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab adalah Rp900.000,” ucap Abdul Kadir dikutip dari keterangan persnya, Selasa (6/10/).

Batasan tarif tertinggi ini tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak (contact tracing) atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit. Abdul Kadir mengatakan pasien yang masuk kategori tersebut mendapatkan bantuan pemeriksaan tes swab dari pemerintah atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan pasien Covid-19.

Minta Dinkes Lakukan Pengawasan

Dia meminta Dinas Kesehatan Provinsi serta Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan tarif tertinggi tes swab Covid-19. Kemenkes mengaku akan melakukan evaluasi secara periodik.

“Evaluasi terhadap batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR secara periodik akan dilakukan oleh Kemenkes dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” kata Abdul Kadir.

Adapun batas tinggi harga tes swab ini disepakati dengan melihat berbagai pertimbangan. Mulai dari, komponen jasa pelayanan, komponen bahan habis pakai dan reagen, komponen biaya administrasi dan lainnya. (Merdeka.com)

Continue Reading

Peristiwa

Harga Obat Corona Dipangkas 50 Persen, Jadi Rp1,5 Juta

Published

on

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) akan memangkas harga Covifor atau yang lebih dikenal dengan Remdesivir di Indonesia menjadi Rp1,5 juta per vial dari harga semula Rp3 juta per vial.

FINROLL.COM – Covifor sendiri merupakan salah satu obat yang telah disetujui oleh BPOM untuk terapi pengobatan pasien positif covid-19. Obat ini tidak dijual bebas dan hanya digunakan di rumah sakit dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.

Emergency Use Authorization (EUA) produk Covifor (Remdesivir) adalah untuk pengobatan pasien penyakit covid-19, terutama untuk orang dewasa atau remaja berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kg yang dirawat di rumah sakit.

Presiden Direktur Kalbe Vidjongtius menyebut salah satu pertimbangan pihaknya dan PT Amarox Global Pharma (Amarox) selaku importir Covifor menurunkan harga adalah karena kebutuhan obat yang semakin meningkat

“Setelah diskusi bersama antara Kalbe, Hetero India dan Amarox, kami sepakat untuk memberikan harga jual khusus Covifor,” katanya seperti dikutip dari rilis resmi, Sabtu (3/10).

Untuk diketahui, Covifor yang dipasarkan Kalbe merupakan produksi Hetero, salah satu farmasi di India dan diimpor oleh PT Amarox Global Pharma (Amarox)

Selain itu, ia menambahkan pihaknya juga mendapat masukan soal harga dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan pasien.

“Penyesuaian harga disebabkan dengan mempertimbangkan beberapa kondisi saat ini seperti perkembangan kasus covid-19 di Indonesia, kebutuhan terhadap pengobatan covid-19 menggunakan obat Covifor yang besar,” tambahnya.

Di kesempatan sama, Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur menyebut bahwa pihaknya ingin mengurangi beban biaya masyarakat dan pemerintah. Ini diwujudkan dengan pemberlakukan harga baru.

“Hetero menyadari dampak pandemic covid-19 yang luas, terutama terkait beban biaya bagi pemerintah dan pasien, maka Hetero memberikan lebih banyak dukungan dan memberikan harga khusus untuk Indonesia,” ucapnya.

Saat ini Indonesia sendiri masih bergulat melawan pandemi corona, dengan jumlah kasus positif nyaris mencapai 300 ribu per Sabtu (3/10) dan jumlah meninggal dunia mencapai 11.055 jiwa dan sembuh 225 ribu orang. (CNN INDONESIA)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending