Connect with us

Traveling

Eksotisme Jembatan Cirahong Tasikmalaya

Published

on


Traveling

Pererat Ukhuwah, PT Patuna Gelar Silaturahmi Akbar Jamaah Haji Khusus

Published

on

Finroll.com — PT Patuna Mekar Jaya (Patuna Travel) gelar silaturahmi akbar calon jamaah haji khusus di Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta, Minggu malam (17/11/2019).

Dengan mengusung tema “Mempererat Ukhuwah Menggapai Ridho dan Rahmat Illahi”, pertemuan ini merupakan ajang sosialisasi bagi calon jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji tahun 2020 – 2026 mengenai mekanisme pelaksaan ibadah di tanah suci.

Komisaris utama PT Patuna Mekar Jaya, Mama Hj Emma Murtika Amirsyah dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini tidak lain hanya ingin mendekatkan calon jemaah haji Patuna pada semua karyawan Patunanya, agar mengenal lebih dekat bagaimana Patuna,” ujarnya.

Pertemuan ini lanjutnya diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi para jamaah haji khusus Patuna dari seluruh Indonesia yang keberangkatannya masih menunggu waktunya atau waiting list.

“Kalau jamaah haji kan yang manggil Allah jadi tidak bisa dipaksakan. Kalau kata Allah berangkat tahun sekian, ya sudah ditetima saja. Alhamdulillah. Karena belum tentu semua bisa dipanggil sama Allah kesana,” ungkap Hajah Emma yang akrab di panggil Mamah Emma ini.

Dikatakannya, pertemuan kali ini dibagi menjadi dua seksi, yaitu khusus jamaah haji dari Jawa Tengah dan Jawa Barat diadakan di Patuna seluruh Jakarta pada Minggu lalu, sedangkan Jamaah Jabodetabek dan jamaah dari luar pulau Jawa diadakan hari ini Minggu 17 September 2019, di Gedung Manggala Wanabakti.

Mamah Emma berharap, pertemuan kali ini hubungan antar jamaah dan Patuna Travel kedepan tetap berjalan dengan baik, meskipun keberangkatannya masih menunggu atau waiting list,” harapnya.

Lain halnya dengan Direktur Utama PT. Patuna Mekar Jaya, Drs. H. Syam Resfiadi Amirsyah menyampaikan bahwa, pertemuan ini maunya diadakan setiap tahun sekali, namun dengan kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan maka baru kali ini lagi dapat dilakukan.

Syam menjelaskan ada beberapa alasan kenapa hal ini tidak dapat dilakukan tiap tahunnya, dikarenakan bahwa pergerakan perkembangan dunia haji dan umroh begitu cepat dan dinamis, walaupun hal ini merupakan bisnis ibadah, namun hal ini tidak lepas dari pengaruh external atau faktor makro ekonomi di Indonesia dan dunia secara global,” jelasnya.

Saat ini lanjut Syam, total jumlah jemaah haji yang terdaftar di Patuna Travel ada sekitar 3.500 jamaah, yang bisa hadir pada malam ini sebanyak 1800 jemaah, setiap harinya bertambah 4 jamaah yang mendaftar di Patuna.

Mulai dari semua cabang di Manukwari sampai dengan cabang Banda Aceh. Namun tidak di pungkiri bahwa jumlah jamaah haji terbesar masih berasal dari Jabodetabek.

“Ini merupakan wujud bukti nyata bahwa Patuna masih dipercaya oleh masyarakat yang akhirnya mendaftar di Patuna Travel,” tegasnya.

Saat ini lanjutnya, untuk umroh PT Patuna mengalami perubahan strategi, yang awalnya siap dengan semua paket mulai dari paket promo ekonomi paling bawah hingga dengan harga yang termahal.

Kondisi paket yang ada pada saat ini tentunya akan berbeda pada paket yang ada pada 2 tahun lalu. Program akan tetap dilakukan hanya ada 2 program saja yaitu program awal dimana ada paket Arbainnya, dan program tengah atau program singkat, sementara program akhir akan ditiadakan.

Kami (PT Patuna ) sudah mempunyai 4 program pilihan yaitu program paket coklat, paket hijau, paket biru dan paket ungu. Pada 3 Desember mendatang, PT Patuna dijadwalkan oleh Derektorat Bina Umroh dan Haji khusus Departemen Agama untuk singkronisasi data jamaah Patuna, terutama bagi jamaah yang akan betangkat pada 1441 H atau 2020 nanti,” ungkap Syam.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Patuna atas terselenggaranya kegiatan program menyapa jamaah, termasuk jamaah waiting list.

Menurutnya, Patuna Travel telah amanah dalam melayani jamaahnya selama ini, hingga dia pun memberikan rekomendasi kepada masyarakat bahwa Patuna Travel penyelenggara ibadah haji dan umrah yang dapat dipercaya.

Nizar Ali menghimbau kepada para jamaah agar terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan hendaknya jangan memilih paket yang tidak rasional. Pilihlah paket yang nasional yang tentunya dapat bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut berbagai hadiahpun diberikan oleh PT Patuna dengan total nilai sebesar 10 juta rupiah.(red)

Continue Reading

Kuliner

Buat Makan Siang, Ini 5 Tempat Makan Legendaris Jakarta yang Hits

Published

on

By

Bicara tempat makan legendaris, hampir semua orang pasti percaya kalau kulinernya memiliki citarasa lezat yang enggak perlu dipertanyakan lagi. Puluhan tahun didirikan secara turun-temurun, membuat menu makanannya memiliki rasa yang otentik.

Jadi, enggak salah jika makanan legendaris selalu diburu banyak pembeli. Jika kamu juga sedang ngidam makanan legendaris di sekitaran Jakarta, VIVA.co.id sudah merangkum lima di antaranya buat kamu. Intip yuk!

Bubur Kwang Tung

Kuliner legendaris ini terletak di sekitaran Pecenongan. Di sini, kamu bisa mencicipi bubur ala Hong Kong. Buat kamu yang muslim enggak perlu takut, meski berlabel kuliner Tionghoa, restoran ini memberikan jaminan makanan halal. Ditambah, restoran ini buka 24 jam penuh. Kalau mau ke sini jangan sendirian ya, karena dalam setiap penyajiannya, bubur ini bisa dimakan untuk 3-5 orang.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Jangan ngaku pecinta kuliner kalau belum mencicipi nasi goreng satu ini. Nasi goreng Kebon Sirih sudah jadi langganan orang-orang Jakarta sejak 1958. Meski terletak di pinggir jalan, warung nasi goreng ini enggak pernah sepi pengunjung.

Nasi goreng di sini disajikan secara spesial menggunakan resep turun-temurun. Potongan daging menjadi ciri khas dari setiap sajian nasi goreng di sini. Sebagai tambahan, ada juga menu sate kambing, ayam, dan sate hati kambing. Sesuai namanya, warung nasi goreng ini terletak di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Soto Betawi H. Husein
Ingin makan yang kuah-kuah, coba mampir ke Soto Betawi H. Husein. Tempat makan yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ini sudah ada sejak 1988. Warung soto ini sudah terkenal akan kelezatannya, enggak heran kalau tempat ini selalu ramai pengunjung. Uniknya, kuah soto Betawi yang terkenal dibuat dengan santan dicampur dengan susu, sehingga terasa gurih. Ada berbagai menu yang disajikan, antara lain soto daging, soto paru, atau soto campuran daging dan jeroan.

Alamat: Jl. Padang Panjang No. 6C Pasar Manggis Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta 8 8, RT.8/RW.8, Ps. Manggis, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850

Restoran Trio

Restoran Trio berdiri sejak 1957. Bangunannya identik dengan cat berwarna hijau. Menu di sini sangat beragam, total ada 200 makanan. Namun yang paling banyak dipesan pengunjung ada sekitar 40-an makanan. Sebagian besar menu-menunya adalah makanan ala Tiongkok, seperti lumpia udang ala Shanghai, sapi cah kalian, ayam nanking, dan lain-lain.

Warung Tinggi Coffee

Kalau makan beratnya sudah, sekarang giliran ngopi biar enggak ngantuk. Tinggi Coffee dikenal sebagai warung kopi tertua di Jakarta yang didirikan pada 1878. Untuk menemani secangkir kopimu, kamu bisa memesan kue cubit atau kue tradisional lainnya. Tinggi Coffee berada di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Continue Reading

Traveling

4 Wisata Sejarah Bengkulu yang Perlu Dikunjungi

Published

on

By

Buat Anda yang gemar melancong ke tempat-tempat sejarah, Bengkulu bisa jadi alternatif pilihan Anda. Selain terkenal dengan bunga bangkai Amorphophallus titanum, Bengkulu juga punya ragam wisata sejarah, kelas nasional bahkan internasional.

Obyek-obyek wisata sejarah di Bengkulu sangat potensial dan menarik hati. Sejarah bukan berarti menjadi hal yang harus dilupakan, Anda bisa berwisata sembari mengenal cerita masa lampau di beberapa tempat di Bengkulu ini.

Berikut empat destinasi wisata sejarah di Bengkulu.

Benteng Marlborough

Selama 140 tahun menjajah, Inggris membangun benteng yang disebut terbesar di Asia Tenggara ini guna mengamankan perdagangan rempah-rempah dan kepentingan politik selama di Bengkulu.

Menurut catatan sejarah, benteng Marlborough Bengkulu dibangun pada tahun 1714 sampai dengan 1719 oleh Kerajaan Inggris Raya ketika era pemerintahan Gubernur Jenderal Joseph Collet. Lokasinya berada di tepi Samudera Hindia menghadap ke selatan.

Rumah Bung Karno

Disinilah tempat presiden pertama Indonesia diasingkan, di sebuah rumah di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Bengkulu. Bung Karno diasingkan ke Bengkulu pada 1938-1942, setelah dipindah dari Ende, Flores. Sebuah rumah bergaya lama yang dulunya milik saudagar Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat itu, kini telah menjelma menjadi wisata sejarah.

Anda bisa menelusuri sejarahnya dari barang-barangnya yang masih terjaga apik, mulai dari kasur, meja dan kursi, hingga sepeda onthelnya. Rumah ini menjadi saksi bisu, romansa kisah cinta segitiga Bung Karno, Ibu Inggit Garnasih dan Ibu Fatmawati.

Rumah Ibu Fatmawati

Rumah ini berbentuk layaknya rumah panggung khas Bengkulu dengan sentuhan ukiran khas Melayu.

Ukurannya tidak terlalu besar, hanya terdiri dari beranda, ruang tamu, dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi.

Di ruang tamu terpajang foto-foto Fatmawati bersama Bung Karno dan anak-anak mereka. Di sini juga masih terdapat alat-alat peninggalan Fatmawati, salah satunya mesin jahit yang dipakai menjahit Sang Saka Merah Putih dari dua helai selendang.

Makam Inggris Jitra

Kompleks makam keluarga Inggris ini tidak begitu jauh dari Benteng Marlborough maupun Lapangan Merdeka, tepatnya di Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Menurut Plt Bupati Bengkulu Rohidin Mersyah, makam ini masih ada kaitannya dengan Benteng Marlborough.

Menurut catatan sejarah, makam Inggris Bengkulu sudah ada sejak tahun 1775. Pengelolaannya di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. Dulunya, ada lebih dari 100 nisan di sini, namun, sekarang tinggal tersisa 53 nisan saja karena adanya pembangunan di sekitar kompleks makam.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending