Connect with us

Nasional

Empat Kebijakan Anies di Masa PSBB Transisi Fase Dua

Published

on


Finroll – Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama 14 hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah melihat penyebaran virus corona (Covid-19) masih terjadi di wilayah ibu kota.
PSBB transisi fase pertama diketahui berlangsung sejak 5 Juni dan berakhir pada hari ini, Kamis (2/7). Lalu diperpanjang Anies hingga 14 hari ke depan.

“PSBB (transisi) di Jakarta diperpanjang 14 hari ke depan dan akan evaluasi lagi sesudah kita dapat perkembangan terbaru,” kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).

Sejumlah kebijakan juga telah disiapkan Anies dalam menerapkan PSBB transisi fase kedua ini. Berikut sejumlah kebijakan yang diambil Anies dalam penerapan PSBB transisi fase dua.

Perketat Pasar dan KRL

Anies menegaskan ada dua area yang bakal menjadi fokus pengawasan Pemprov DKI. Dua area itu masih berpotensi menjadi pusat penyebaran virus corona (Covid-19), yakni pasar dan kereta rel listrik Commuter Line.

Anies menyebut kedua area itu rawan penularan virus corona karena kerap dipadati masyarakat. Menurut Anies, dua area itu menjadi pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan oleh Pemprov DKI.

Selama PSBB transisi fase pertama, pasar menjadi salah satu klaster baru penyebaran virus corona. Merujuk catatan Pemprov DKI, pada PSBB transisi fase pertama ada 19 pasar yang sempat ditutup sementara karena sejumlah pedagang terpapar virus corona.

Sementara itu, berdasarkan data Pasar Jaya, per Selasa (30/6), jumlah pedagang yang terpapar virus corona sudah mencapai 142 orang.

Oleh karena itu, mulai Juli ini, Anies akan mengerahkan petugas Satpol PP, ASN, dan personel TNI-Polri untuk menjaga secara ketat keramaian di pasar. Menurut Anies, ada sekitar 300 pasar di Jakarta yang akan diawasi secara ketat.

“Pasar yang dikelola Pemprov lewat PD Pasar Jaya adalah 155, dan ada 150 pasar yang sifatnya berbasis komunitas, bukan dikelola Pasar Jaya tapi beroperasi di kawasan masyarakat. Jadi, total ada 300-an pasar, 300 pasar ini akan diawasi ketat,” ungkapnya.

Selain itu, Anies juga akan meniadakan sistem ganjil genap toko sebagai upaya pembatasan operasional pasar. Menurut Anies, sistem tersebut tidak efektif selama penerapan PSBB transisi.

Oleh karena itu, Anies mengatakan bahwa ke depannya jam operasional pasar akan dikembalikan normal. Namun, nantinya, jumlah orang yang masuk pasar akan dikendalikan.

“Jadi jumlah orang masuk pasar tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas pasar,” tutur Anies.

Sementara itu, di KRL secara umum nantinya jajaran TNI, Polri, petugas Pemprov DKI akan bekerja sama dengan pihak PT KCI selaku operator KRL Commuter Line untuk bisa memantau pengaturan di KRL.

“Jadi dua ini selama 14 hari ke depan akan jadi fokus pengendalian. Tempat-tempat lain relatif terkendali, baik pengelola maupun pengunjungnya,” ucapnya.

Sekolah Belum Dibuka

Anies juga memastikan bahwa pada PSBB transisi fase kedua ini pihaknya belum akan membuka kegiatan belajar di sekolah. Menurut Anies, pihaknya masih memantau perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan sekolah belum akan dibuka dalam waktu dekat karena anak-anak merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar dan menjadi pembawa virus corona.

Kegiatan belajar mengajar masih akan tetap dilakukan secara jarak jauh, meski tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada 13 Juli mendatang.

“13 Juli mulai, tapi mulainya masih dalam pembelajaran jarak jauh. Tetap PJJ. Jadi awal tahun barunya masih tetap di rumah,” jelas Anies.

Unjuk Rasa Jaga Jarak

Selama PSBB transisi fase pertama, sejumlah unjuk rasa terjadi di Jakarta. Di antaranya yakndi depan Gedung DPR/MPR.

Kemudian aksi kader PDI Perjuangan di sejumlah lokasi yang meminta kepolisian mengusut insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan. Serta aksi demonstrasi sejumlah orang tua murid yang menolak aturan usia dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi.

Setelah dievaluasi, nyatanya sejumlah aksi unjuk rasa itu dilakukan tanpa menjaga jarak. Oleh karena itu Anies menekankan bahwa kegiatan unjuk rasa pada PSBB transisi fase kedua ini wajib menerapkan aturan jaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19.

“Untuk kegiatan unjuk rasa dan lain-lain, ini harus dipastikan bahwa harus mengikuti protokol soal jaga jarak, karena risikonya besar,” ungkap Anies.

Anies mengatakan Pemprov DKI bakal berkoordinasi dengan pihak terkait ihwal aturan jaga jarak dalam kegiatan unjuk rasa. Ia tak ingin kegiatan tersebut malah menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona.

“Jangan sampai kegiatan-kegiatan yang sifatnya mau menyampaikan aspirasi tapi ada risiko kesehatan,” tuturnya.

32 Kawasan Pesepeda

Hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) sempat kembali dibuka di kawasan Sudirman-Thamrin pada 21 Juni. Namun, saat itu CFD malah menimbulkan kerumunan warga.

Oleh karena itu, setelah baru sepekan dibuka kembali, Pemprov DKI kembali meniadakan CFD di kawasan Sudirman-Thamrin dan menggantinya dengan menyediakan 32 kawasan pesepeda di lima wilayah Jakarta.

32 lokasi ini sebelumnya disebut sebagai lokasi baru CFD selama masa transisi ke era new normal. Anies memastikan lokasi-lokasi ini bukan arena CFD tapi kawasan pesepeda.

“Kita lakukan penyebaran di 32 lokasi dan namanya bukan CFD, namanya adalah kawasan pesepeda,” tutur Anies.

Pemilihan nama Kawasan Pesepeda itu dimaksudkan agar mendorong warga untuk berolahraga dengan sepeda di sana. Daripada diramaikan dengan warga yang berjalan atau jogging, Anies menyebut dengan bersepeda akan memaksa terciptanya physical distancing antarindividu.

 

 

Sumber  : CNN Indonesia

Nasional

Kasus Positif Corona di Sumut 4.193, Sembuh 1.652

Published

on

By

Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan. (Antara Foto/Septianda)

Finroll.com, Jakarta – Kasus pasien terinfeksi virus corona di Sumatera Utara (Sumut) bertambah 56 orang atau menjadi 4.193 kasus pada Senin (3/8). Masyarakat diimbau disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, karena ini merupakan cara paling ampuh untuk menghambat penyebaran Covid-19.

 “Suspek bertambah 38 orang menjadi 498 kasus dan meninggal bertambah 2 orang menjadi 204 kasus. Namun, kesembuhan juga bertambah 39 orang menjadi 1.652 kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah.

Kata Aris, penerapan protokol kesehatan secara disiplin dapat mengurangi beban tugas tenaga medis dalam melakukan perawatan pasien Covid-19.

Selain mencuci tangan teratur, menggunakan masker, menjaga jarak dan meningkatkan daya tahan tubuh, masyarakat diminta tetap mengurangi interaksi/kontak dengan orang lain. GTPP Covid-19 Sumut juga meminta kepada masyarakat segera mandi setelah beraktivitas di luar dan berganti pakaian sebelum berinteraksi dengan keluarga.

“Protokol kesehatan harus dijalankan secara keseluruhan dengan benar baik berada di rumah ataupun di tempat umum,” kata Aris.

Aris menambahkan, Covid-19 bisa dilawan dengan cara gotong royong dan komitmen yang menyeluruh baik dari pemerintah juga dari masyarakat.

“Pemerintah punya komitmen, masyarakat pun kami yakin punya komitmen baik tingkat desa hingga keluarga, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebagian orang,” tegas Aris.

 Aris juga mengucapkan belasungkawa terkait meninggalnya dokter Andhika Kesuma Putra akibat positif terinfeksi virus corona.

Dokter Andhika Kesuma Putra yang mendedikasikan dirinya untuk merawat para pasien Covid-19 meninggal dunia 1 Agustus 2020.

Andhika merupakan salah satu dokter spesialis paru yang memiliki karir cemerlang di Sumut. Selama pandemi dia pernah bertugas di Rumah Sakit (RS) GL Tobing selain juga bertugas di RS Columbia Asia.

Almarhum dokter Andhika selama masa pandemi Covid-19 mendedikasikan dirinya untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Sumut. Dia melakukan perawatan langsung kepada pasien yang terpapar Covid-19,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Update Corona 31 Juli: 108.376 Positif, 65.907 Orang Sembuh

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia secara kumulatif per Jumat (31/7) mencapai 108.376 kasus. Data tersebut diakses melalui situs covid19.go.id hingga pukul 15.00 WIB.

Dari jumlah kasus positif tersebut terdapat total 65.907 pasien dinyatakan sembuh dan sebanyak 5.131 orang meninggal dunia.

Jumlah tersebut diketahui bertambah dari laporan sehari sebelumnya. Pada Kamis (30/7), kasus positif tercatat sebanyak 106.336 kasus, dan 64.292 orang dinyatakan sembuh. Sementara 5.058 meninggal dunia.

Lonjakan kasus diketahui masih cukup dominan di DKI Jakarta. Lonjakan kasus tersebut diketahui membuat Gubernur DKI Jakarta memperpanjang masa PSBB Transisi.

“Kita memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB masa transisi di fase pertama untuk ketiga kalinya sampai dengan 13 Agustus 2020,” kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis (30/7).

Anies mengatakan masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama masa perpanjangan PSBB transisi. Pihaknya akan menindak masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Selain DKI Jakarta, daerah yang mendominasi penambahan kasus virus corona juga terjadi di Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pemerintah juga berharap masyarakat yang tengah melaksanakan rangkaian kegiatan Iduladha, salah satunya penyembelihan hewan kurban, untuk tetap dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin mengimbau agar masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan mudik liburan Iduladha. Ia menilai kondisi penularan virus corona (Covid-19) masih sangat membahayakan.

“Memang seharusnya tetap tak ada kegiatan mudik, karena masih tinggi penyebarannya,” mata Zaitun kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/7).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

40 Kasus Baru, Sumbar Catat Rekor Harian Tertinggi Covid-19

Published

on

By

Ilustrasi penanganan pasien virus corona. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Finroll.com, Jakarta – Sebanyak 40 kasus positif Covid-19 baru terjadi di Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (31/7). Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar mencatat angka tersebut menjadi rekor harian tertinggi sejak kasus perdana Covid-19 di Sumbar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan dari 40 kasus itu, 25 kasus di antaranya terdapat di Kota Padang, 6 kasus di Kota Sawahlunto, 3 kasus di Kota Solok, 3 kasus di Kabupaten Solok, 2 kasus di Kabupaten Agam, dan 1 kasus di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan 1.541 sampel (1.518 sampel di Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, 23 sampel di Balai Veteriner Bukittinggi),” katanya, Jumat (31/7).

Kasus tertinggi sebelumnya, jelas Jasman, yakni sebanyak 35 kasus pada 24 Mei 2020. Sebagai perbandingan, kasus harian tertinggi pada bulan ini di Sumbar sebanyak 17 kasus sebelum adanya 40 kasus tersebut.

Dengan adanya penambahan 40 kasus, kata Jasman, kasus positif Covid-19 di Sumbar berjumlah 947 kasus. Dari jumlah itu, 761 orang sembuh atau 80,4 persen dari total kasus positif. Adapun pasien positif yang meninggal sebanyak 33 orang.

Jasman mengatakan bahwa sebagian besar dari 40 orang yang positif itu merupakan perantau yang pulang kampung, termasuk pulang kampung untuk merayakan Iduladha.

Pasien Positif Corona DIY 674 Orang

Sementara itu, kasus baru positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (31/7), melonjak sebanyak 64 kasus. Tambahan tersebut membuat kasus kumulatif pasien positif corona menjadi 674 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan sebaran kasus terjadi di Gunungkidul empat kasus baru, Kota Yogyakarta sembilan kasus, dan Bantul 23 kasus. Sedangkan Sleman menjadi kabupaten dengan jumlah penambahan terbanyak.

“Kabupaten Sleman 28 kasus,” ungkap Berty kepada wartawan, Jumat (31/7).

Berty juga menambahkan jumlah sampel yang diperiksa di lab pada 31 Juli 2020 ini sebanyak 1.085, dengan jumlah orang diperiksa 760 orang.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana berpendapat bahwa laboratorium kesehatan di DIY perlu mendapat dukungan dari Pemda agar bisa tetap menjalankan operasionalnya. Mengingat, saat ini peran laboratorium kesehatan sangat penting untuk melakukan uji sampel hasil swab.

“Kecepatan dan kapasitas laboratorium menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan wabah Covid 19 di DIY,” kata Huda dalam pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

SUmber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending