Connect with us

Investasi

Erick Larang BUMN Ikut Tender Proyek di Bawah Rp14 Miliar

Published

on


Erick Thohir Wajibkan BUMN Bina Pengusaha Kecil

FINROLL.COM — Menteri BUMN Erick Thohir melarang perusahaan pelat merah mengikuti tender proyek di bawah Rp14 miliar. Ia mengatakan, proyek dengan nilai tersebut diprioritaskan untuk Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM).

“Untuk proyek di bawah Rp14 miliar, BUMN tidak ada lagi yang masuk ke situ,” ujarnya saat menghadiri dalam diskusi online, Jumat (29/5).

Menurut Erick, pemerintah ingin agar pembangunan infrastruktur di Indonesia tak tersentralisasi di BUMN atau pihak swasta berskala besar.

Memang, dalam Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang dan Jasa, BUMN tidak dilarang mengerjakan proyek konstruksi antara Rp50 miliar sampai dengan Rp100 miliar.

Namun, banyak pengusaha nasional yang mengeluhkan dominasi BUMN dalam proyek infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah.

Karena itu lah, lanjut Erick, proyek bernilai kecil harus diprioritaskan bagi pengusaha swasta nasional berskala kecil ke depan.

Kementeriannya juga telah melakukan pemetaan agar belanja modal perusahaan milik negara diprioritaskan untuk proyek yang dikerjasamakan dengan UMKM.

Di samping itu, Erick menyampaikan bahwa BUMN fokus untuk merampungkan penugasan proyek strategis nasional (PSN) yang jadi penugasan dari pemerintah. Tujuannya, agar rantai pasok (supply chain) Indonesia terus membaik dan perekonomian dapat pulih lebih cepat usai pandemi covid-19.

Dia menambahkan, pemerintah juga fokus untuk mendorong investasi asing untuk bisa dikerjasamakan dengan perusahaan-perusahaan swasta nasional dalam waktu ke depan.

“Ketika dari Amerika, Jepang, pindah ke Indonesia kita harus ber-partner. Yang penting kita jangan hanya jadi pasar,” pungkas Erick.

Advertisement

Investasi

Swasta Didorong Menggarap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Published

on

By

Diharapkan, pada 2030 Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai hingga 600.000 unit untuk roda empat dan 2,45 juta unit untuk roda dua.

Pemerintah berkomitmen mendorong percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah meminta semua pemangku di sektor itu untuk serius menggarap kendaraan bermotor berbasis listrik.

Presiden Jokowi pun sudah menyiapkan landasan hukumnya untuk mendorong program itu melalui Perpres nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan.

Target pun sudah ditetapkan. Pada 2030 negara ini diharapkan sudah mampu memproduksi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai mencapai 600.000 unit untuk roda empat dan 2,45 juta unit untuk roda dua.

Dalam satu kesempatan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan, target produksi kendaraan jenis itu diharapkan mampu mengurangi emisi gas buang CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat dan lebih dan 1,1 juta ton untuk roda dua.

Bagaimana dengan populasinya saat ini? Data Kementerian Perhubungan menyebutkan, jumlah kendaraan listrik yang sudah terdaftar atau mendapat sertifikat persetujuan pendaftaran hingga Maret 2021 tercatat mencapai 3.641 unit.

Akselerasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai tentu memunculkan konsekuensi lain, berupa ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan juga stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum untuk kendaraan bermotor listrik, yang melingkupi charging station atau alat pengisi daya privat seperti pada showroom, perusahaan swasta, dan rumah tangga.

Artinya, keberadaaan infrastruktur SPKLU dan stasiun penukaran baterai harus semakin massif, informasinya pun juga harus informatif sehingga memudahkan masyarakat bila perlu men-charging baterai kendaraan listriknya.

Pemerintah tentu sudah mengantisipasinya. Menteri ESDM pun telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM nomor 13 tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, yang mengatur mengenai stasiun pengisian kendaraan listrik umum dan juga stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum untuk kendaraan bermotor listrik.

Data Kementerian ESDM menyebutkan, tahun lalu terdapat 100 unit SPKLU yang tersebar pada 72 lokasi, antara lain, SPBU dan SPBG, pusat perbelanjaan, perkantoran, area parkir, serta perhotelan. Selain itu, terdapat sebanyak 11 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) yang tersebar pada 10 lokasi.

PLN sebagai salah satu BUMN yang bertanggung jawab atas suksesnya program pengembangan kendaraan listrik di tanah air juga berencana membangun 65 unit SPKLU tahun ini. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding yang ada saat ini.

Dorong Kerja Sama

PLN tidak ingin menanggung sendiri penyediaan infrastruktur itu sendirian. Dalam satu kesempatan, pada Selasa (23/3/2021), Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Muhammad Ikhsan Asaad mengemukakan, persero juga bekerja sama dengan swasta untuk menyediakan SPKLU di 14 kota di Indonesia.

“Kami berharap akan lebih banyak pihak swasta yang bekerja sama dengan PLN untuk membangun SPKLU. Dengan demikian, ekosistem kendaraan listrik di tanah air akan semakin kuat,” ujarnya.

Pendapat senada juga disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021). Menurutnya, pemerintah mendorong kerja sama antarinstansi dan badan usaha, penyediaan dan pengoperasian secara komersial SPKLU di seluruh Indonesia.

“Dengan demikian, pengguna kendaraan listrik semakin mudah untuk mengisi ulang baterai kendaraannya,” ujar Ida.

Menurut Ida, belum banyaknya SPKLU yang beroperasi secara komersial menjadi tantangan yang harus dijawab badan usaha SPKLU maupun pemerintah dalam upaya mendorong percepatan KBLBB.

Salah satu perusahaan swasta yang menyambut peluang bisnis dari penyediaan infrastruktur SPKLU adalah PT Starvo (Starvo Global Energi). Mereka berencana menyediakan SPKLU di 5.000 lokasi di Indonesia, dalam lima tahun ke depan.

Sebagai ilustrasi, setiap satu kali pengisian daya baterai sampai penuh, bisa membuat daya tempuh mobil listrik tertentu mencapai 300 kilometer. Ke depan, jarak tempuhnya bisa semakin bertambah seiring dengan kemajuan teknologi mobil dan baterai.

Harapannya, melalui pengembangan kendaraan listrik itu, dari hulu hingga hilir, penggunaan energi bisa menjadi lebih optimal karena memaksimalkan sumber energi milik sendiri. Selain itu, biaya energi secara nasional juga dapat ditekan menjadi lebih murah, bahkan menjadi pemain utama di industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Continue Reading

Investasi

Belanda dan Kanada Minat Danai Tol di Indonesia

Published

on

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut selain Amerika Serikat (AS) lewat US Development Finance Corporation, Jepang lewat Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan United Arab Emirates lewat Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), dua negara lain juga berminat masuk dalam proyek Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Keduanya adalah Kanda dan Belanda. Mereka menyampaikan minat berinvestasi di jalan tol RI.

Masing-masing mengutarakan niat investasi hampir senilai US$2 miliar. Dana berasal dari pension funds kedua negara.

“Swasta yang cukup dekat ada 2 dana pensiun, ada Kanada dan Belanda khusus lihat aset jalan tol, mereka sudah menyampaikan minat mereka,” katanya pada acara Business Talk Kompas TV, Selasa (26/1) malam.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pemerintah telah menemui 50 investor global untuk menjaring investasi yang bisa dikelola Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.

“Diharapkan sovereign wealth fund ini bisa menarik SWF dari negara lain. Kami sudah mendapatkan letter of interest dari US DFC, JBIC dan juga ADIA dari United Arab Emirates,” ucapnya dalam Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1).

Airlangga menjelaskan dalam tahap komersial, nantinya LPI akan memiliki dua jenis pendanaan yakni master fund dan thematic fund.

Letter of interest dari International Development Finance Corporation (DFC) sebesar US$2 miliar, MoM dari JBIC dengan potensi pendanaan di atas US$4 miliar, masuk dalam jenis master fund.

Sementara yang masuk dalam thematic fund di antaranya letter of interest informal komitmen sebesar lebih dari US$2 miliar dari CDPQ Kanada untuk pembangunan jalan tol. Kemudian ada pula letter of interest dari APG Belanda sebesar US$1,5 miliar dan Macquarie dengan potensi kontribusi US$300 juta.

“Jadi konsepnya adalah dua jenis fund, yaitu master fund dan thematic fund yang sektornya dibagi sesuai dengan bidang,” tuturnya.

Airlangga juga menuturkan, INA juga harus mengejar ketertinggalan dari beberapa negara yang mengelola SWF. Ia menyebut misalnya Norway Gov yang telah mengelola aset US$ 1,1 miliar, China Inv Co sebesar US$1 miliar dan Abu Dhabi US$579 juta.

Sementara di Asia Tenggara, ada GIC Private Limited yang mengelola aset US$453 juta, Temasek Holding US$417 juta dan Khazanah Nasional Berhad US$20 juta

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Continue Reading

Investasi

Inilah Manfaat dan Risiko Investasi Saham

Published

on

Jakarta – Banyak orang sebenarnya tertarik investasi saham. Namun masih ragu untuk memulainya.

Salah satu penyebabnya, kurangnya pemahaman atas manfaat dan risiko dalam bermain saham. Barangkali hal itu pula yang menyebabkan rasio keterlibatan penduduk Indonesia yang berinvestasi di pasar modal kurang dari 5 persen.

Angka tersebut masih jauh di bawah negara tetangga yakni Singapura yang mencapai 26 persen dan bahkan Malaysia yang mencapai 9 persen.

Lantas, apa saja sebenarnya manfaat dan risiko berinvestasi saham?

1. Manfaat

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan secara umum sebenarnya ada dua manfaat yang bisa dipetik dari berinvestasi saham, yaitu capital gain atau margin atas harga beli dan harga jual dan pembagian dividen dari perusahaan.

Andi mengatakan keuntungan yang didapat dari capital gain bisa lebih besar dibandingkan instrumen investasi lain seperti deposito atau emas. Ia mencontohkan, jika investor membeli saham di harga Rp100 per lembar saham, lalu dalam dua hari harganya naik menjadi Rp120 per lembar saham.

Jika di harga tersebut investor memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya, maka keuntungan yang didapat mencapai 20 persen. Karena itu lah, ada orang yang kemudian memposisikan dirinya menjadi trader yang melakukan jual-beli saham setiap hari dan mencari margin keuntungan secara harian.

“Kelihatannya kecil tapi kalau dibandingkan dengan deposito, obligasi, ya jarang banget yang bisa kasih segitu dalam tempo sebulan bahwa. Makanya ada orang yang kemudian memposisikan dirinya menjadi trader, jadi mereka tiap hari melakukan kegiatan jual beli saham,” terangnya.

Namun ada pula investor yang berburu keuntungan dalam jangka panjang. Artinya transaksi yang dilakukan tidak harian atau bulanan melainkan tahunan.

Selain mengandalkan keuntungan dari capital gain, tipikal investor jenis ini juga mengandalkan cuan dari pembagian dividen perusahaan yang biasanya dilakukan tahunan. Bahkan tak jarang pula perusahaan yang membagikan dividen dua kali dalam setahun.

“Memang ada perusahaan yang untung sedemikian besar dan mengalihkan keuntungan itu untuk dibagikan kepada pemegang sahamnya. Kemudian pemegang saham bisa dapat berapa persen, ga tergantung dari perusahaan yang membagikan tersebut,” tutur Andi.

Manfaat lainnya adalah bertambahnya pengetahuan-pengetahuan baru. Sebab investor saham biasanya perlu melakukan analisis baik itu terhadap fundamental perusahaan, kondisi perekonomian hingga tren pergerakan harga saham.

“Jadi ada hal-hal yang kita bisa pelajari dan saat ini sarana belajarnya banyak banget, dan parameternya juga. Ketika kita ikut di salah satu sekuritas mereka sediakan aplikasi sehingga ini bisa bantu kita hindari kerugian di pasar saham,” imbuhnya.

2. Risiko

Sementara itu, risiko yang membayangi para investor saham adalah capital loss atau turunnya harga dari posisi ketika saham dibeli. Karena sifatnya yang sangat fluktuatif tak jarang pula kerugian yang ditanggung pemain saham menjadi sangat besar.

Misalnya, jelas Andi, jika ada emiten yang harga sahamnya ambles hingga Rp50 dan tak bisa kembali naik.

“Itu jadi saham tidur aja. Pelaku saham sebutnya saham gocapan dan itu bisa terjadi sekian lama bertahun-tahun bahkan mau jual rugi aja enggak ada yang mau. Ya sudah jadinya uang kita stuck di situ enggak bisa diapa-apain,” ucapnya.

Selain capital loss, risiko lainnya adalah jika perusahaan merugi dan tidak bisa membagikan dividen kepada investor. Hal ini sangat mungkin terjadi karena kondisi perekonomian maupun rendahnya kinerja perusahaan.
Lihat juga: Mengenal Beda Saham LQ45 dan Blue Chip

Bahkan ada pula perusahaan yang dalam beberapa tahun libur membagikan dividen atas persetujuan rapat umum pemegang saham.

“Kalau mereka untung tapi dari RUPS menyebutkan tahun ini enggak bagikan keuntungan ke pemegang saham ya sudah berarti tahun ini enggak ada dulu pembagian dividen. Salah satu risikonya yang di pasar saham seperti itu,” tandasnya.

Sumber Berita : CNN Indonesia

Continue Reading

Trending