Connect with us

Science & Technology

eSport Resmi Jadi Cabor di SEA Games 2019

Published

on


eSport Resmi Jadi Cabor di SEA Games 2019

Finroll.com  – Olahraga eSport kian serius diperhatikan banyak pihak. eSport akan dipertandingkan SEA Games tahun depan, setelah sebelumnya jadi cabang eksibisi di Asian Games 2018.

Di SEA Games 2019 yang dihelat di Filipina, eSport resmi menjadi cabor yang dipertandingkan. Artinya, setiap peraih medali eSport akan masuk hitungan mewakili negaranya masing-masing.

Komite Olimpiade Internasional (KOI) melihat kesuksesan eSport di Asian Games 2018. Mereka pun menyetujui olahraga elektronik tersebut dipertandingakan di SEA Games yang berlangsung di Manila, Filipina. Keputusan KOI itu merupakan sebuah perjalanan penting bagi eSport.

Dikutip dari Fox Sports, Jumat (30/11/2018), sebanyak enam pertandingan akan dimasukkan ke dalam SEA Games yang terdiri dua game konsol, dua game PC, dan dua game mobile.

Baca Juga: McAfee Perkirakan 2019 Smart Home Jadi Target Utama Malware

Sejauh ini, game Mobile Legends: Bang Bang telah dikonfirmasi untuk jadi bagian cabang olahraga eSport di SEA Games. Sementara, sisanya belum diumumkan.

Kebijakan memboyong Mobile Legends ini tak lain karena kepopulerannya seantero ASEAN, khususnya di Filipina. Di samping itu, game besutan Moonton ini dapat dimainkan secara gratis dengan mengunduhnya di Play Store dan App Store.

(sumber inet)

Science & Technology

Pemerintah Tetapkan Metode Blokir Ponsel Ilegal

Published

on

By

Pemerintah dan seluruh operator seluler telah sepakat menggunakan metode pemblokiran whitelist (daftar putih) untuk memblokir ponsel ilegal ketika aturan IMEI diberlakukan 18 April 2020.

FINROLL.COM — Menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail, pemblokiran dengan sistem whitelist dipilih agar tak merugikan konsumen. Dengan sistem ini, masyarakat bisa langsung mengetahui apakah nomor IMEI ponsel yang mereka beli sudah terdaftar atau tidak.

“Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan proses pembatasan perangkat bergerak yang tersambung melalui jaringan seluler melalui pengendalian IMEI ini,” kata Ismail saat konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (28/2).

Menurutnya, skema whitelist ini sesuai dengan peraturan tingkat kementerian yang sudah ditetapkan pada 18 April 2010 lalu.

“Skema whitelist yaitu proses pengendalian IMEI secara preventif agar masyarakat mengetahui terlebih dahulu legalitas perangkat yang akan dibeli,” sambungnya.

Oleh karena itu, Kemenkominfo mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek nomor IMEI ponsel mereka melalui situs web imei.kemenperin.go.id.

Namun Ismail mengingatkan ponsel yang tidak terdaftar di situs web Kemenperin masih tetap bisa digunakan setelah aturan IMEI berlaku.

Namun, untuk ponsel dari luar negeri atau dikirim dari luar negerii mesti didaftarkan lewat aplikasi khusus setelah 18 April 2020. Saat ini, aplikasi untuk mendaftarkan IMEI ponsel ilegal itu tengah dirampungkan.

“Perangkat yang aktif sebelum masa berlaku (aturan IMEI) 18 April 2020 akan tetap dapat tersambung ke jaringan bergerak seluler sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menguji dua sistem pemblokiran IMEI yaitu skema blacklist dan whitelist. Telkomsel menguji mekanisme pemblokiran dengan whitelist. Sementara XL menguji pemblokiran dengan metode blacklist.

Mekanisme blacklist akan memblokir akses telekomunikasi pada ponsel-ponsel dengan IMEI yang masuk daftar hitam. Sementara mekanisme whitelist akan memberikan akses telekomunikasi hanya pada ponsel dengan IMEI terdaftar di basis data IMEI pemerintah, SIBINA. Ponsel yang ada di luar dafar putih itu akan langsung terblokir.

Sibina merupakan sistem yang akan menyimpan seluruh IMEI dari vendor dan importir resmi di Indonesia. Nantinya, dari pendeteksi IMEI Sibina akan memberikan notifikasi kepada operator seluler, apakah nomor IMEI tersebut whitelist atau blacklist.

Data IMEI yang berada dalam Sibina sebelumnya akan dipasangkan dengan Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Kemenperin. TPP ini memiliki data spesifikasi ponsel dari vendor dan importir. Sedangkan data pelanggan seluruhnya berada di operator seluler. (CNN)

Continue Reading

Science & Technology

Hadirkan Pakar-Pakar Digital, SEACON 2020 Kembali Digelar

Published

on

Finroll.com — SEOCON 2020 kembali diselenggarakan di The Kasablanka, Jakarta, pada 26-27 Februari 2020. Setelah sebelumnya sukses pada Conference (SEOCON) 2019 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, pada 13-14 Maret 2019 lalu.

SEACON 2020 akan menjadi SEO Conference yang paling prestisius. Dengan menghadirkan pakar-pakar digital dari dalam maupun luar negeri seperti Neil Patel, salah satu pakar SEO terbaik, kemudian Jono Alderson dari Yoast, Jon Earnshaw dari Pi Datametrics, hingga Fabian Lim yang merupakan pakar SEO terkenal.

Tidak hanya itu, masih ada JC Carlos (Head SEO, Traveloka) dan Reza Putra SEO Lead, Tokopedia, dengan mentargetkan 3.500 peserta, para pesertanya diperluas hingga dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Kesempatan emas tersebut tentunya tidak boleh dilewatkan untuk kalangan praktisi dan pengamat tren digital dari Indonesia dan negara lainnya” ungkap Ryan Kristo Muljono, pencetus SEOCON dan pendiri ToffeeDev dalam konferensi Pers SEACON 2020, di The Kasablanka, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Ryan menjelaskan, SEACON 2020 ini berbeda jika dibandingkan dengan acara SEOCON sebelumnya, pada SEACON kali ini terdapat lebih dari 12  workshop  gratis yang dapat diikuti,” jelasnya.

SEOCON 2020 menjadi acara yang tepat untuk menentukan kebijakan perusahaan terutama di dalam ekosistem digital yang tentunya memerlukan perencanaan sesuai dengan trend dan forecasting pasar yang up to date.

Selain dihadiri oleh para narasumber yang berpengalaman, acara ini juga dihadiri oleh banyak pelaku bisnis dari berbagai latar belakang usaha. “Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah koneksi bisnis anda,” pungkasnya.

Continue Reading

Science & Technology

Prototipe Airbus Model Baru Mengangkasa

Published

on

By

Pesawat komersial Maverick Airbus dengan bodi dan sayap menyatu (airbus.com)

Airbus memamerkan prototipe pesawat komersil anyar di ajang Singapore Airshow. Tampilan pesawat ini berbeda dari pesawat komersial yang saat ini umum dipakai. Sebab, pesawat anyar ini menempatkan mesin jet dibagian ekor. Selain itu, tempat duduk penumpang ditempatkan di badan hingga sayap pesawat.

FINROLL.com — Bentuk pesawat ini pun nyaris seperti segitiga, lantaran bentuk bagian badan dan sayap yang hampir menyatu. Pesawat ini dinamakan MAVERIC (Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls). Sebelumnya, Airbus juga sudah mengeluarkan helikopter inovatif yang juga dinamakan Maverick.

Perubahan bentuk pesawat komersial ini cukup signifikan. Sebab, sejak pertama dikembangkan, bentuk pesawat terbang komersial tidak pernah berubah. Selalu berbentuk tabung panjang yang ditempeli sayap dan ekor.
Lihat juga: Eks Bos Maskapai Sri Lanka Ditangkap Terkait Suap Airbus

Pesawat prototipe ini memiliki panjang 2 meter dan lebar 3,2 meter. Dari tampilannya, MAVERIC memiliki kemiripan dengan pesawat Stealth Bomber.

Ini adalah jenis pesawat keluaran Northrop Grumman B-21 Raider, Xian H-20, atau Tupolev PAK DA. Tipe pesawat ini berbentuk nyaris serupa segitiga di mana badan pesawat dan sayap berbaur tanpa garis pemisah yang jelas antara keduanya.

Dengan struktur segitiga ini, bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20 persen. Keuntungan lain adalah strukturnya yang lebih kuat, bobot pesawat yang lebih ringan, dan mesin yang lebih tenang.

Pesawat Maverick ini pertama diluncurkan pada 2017 dan pertama mengangkasa pada Juni 2019. Sejak saat itu, pesawat ini terus melakukan uji terbang hingga akhir kuartal dua 2020.

“Masih belum jelas kapan pesawat ini akan digunakan secara komersial,” jelas Jean-Brice Dumont, EVP Engineering Airbus, seperti tertulis dalam situs resmi.

Untuk kabin penumpang MAVERIC, Airbus mengklaim akan menawarkan ruangan besar berbeda dari pada kabin pesawat komersial saat ini. Sebab, tata letak kabin MAVERIC memungkinkan penumpang mendapatkan ruang yang lebih luas di bagian kaki dan lorong sehingga bakal lebih nyaman bagi penumpang.

Namun, janji serupa sempat ditawarkan juga oleh Boeing 747 dan Airbus A380. Namun, kenyataannya ruangan yang lebih lega malah membuat maskapai penerbangan menjejalkan lebih banyak kursi di dalam pesawat alih-alih membuat ruangan lebih lega buat penumpang.
Lihat juga: Pesawat Antariksa NASA-ESA Terbang Ambil Foto Matahari

Kelemahan lain, pesawat ini dirancang tanpa jendela. Sehingga penumpang hanya akan duduk diruangan tertutup selama penerbangan berlangsung, seperti ditulis CNet.

Selain Airbus, sebelumnya Boeing juga sudah membuat prototipe pesawat dengan bentuk serupa. Pesawat dengan sayap yang menyatu dengan badan pesawat itu dinamakan X-48. Pesawat tanpa pilot besutan Boeing ini dibangun dengan kerjasama bersama NASA. Pesawat itu diuji pada tes penerbangan antara Agustus 2012 dan April 2013.

Selain itu, tahun lalu maskapai Belanda KLM bermitra dengan Universitas Teknologi Delft. Kerjasama keduanya dilakukan untuk mengembangkan pesawat dengan sayap yang menyatu dengan badan bernama Flying-V. (jps/eks)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending