Jumat, 4 Juni 2021

Jenis-jenis Tumbuhan yang Bisa Dimakan Ketika Tersesat di Hutan


Saat tersesat di hutan, penting banget buat kamu ketahui mengenai jenis-jenis tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan.

Pasalnya, kemungkinan-kemungkinan terburuk seperti itu bisa saja terjadi, apalagi saat kamu lupa atau kurang handal dalam membaca arah peta.

Alhasil, satu-satunya cara bertahan hidup terutama saat tidak memiliki stok makanan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis tumbuhan yang ada di hutan.

Lalu, apa saja tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan? 

1. Buah Murbei

Tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan yang pertama adalah buah Murbei.

Meski langkah, namun buah ini masih bisa dijumpai di beberapa kawasan hutan di Indonesia.

Ciri-cirinya sendiri hampir serupa dengan strawberry ataupun anggur. Ukurannya kadang bisa 2 hingga 3 cm, dengan warna merah (saat muda) dan ungu tua (saat masak).

Buah Murbei memiliki cita rasa manis dan sedikit kecut. Buah ini juga sangat bermanfaat untuk tubuh, salah satunya bagi penderita anemia.

Jababeka industrial Estate

2. Cantigi Gunung

Bernama latin Vaccinium varingifolium, Cantigi Gunung rupanya juga termasuk dalam jenis tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan lho.

Tanaman ini bisa dengan mudah kamu jumpai di Pulau Jawa, tepatnya di ketinggian 1.000 mdpl.

Bukan hanya daunnya saja yang bisa dimakan. Buah dari tanaman Cantigi pula bisa dikonsumsi karena rasanya yang manis.

Sementara untuk batangnya dapat kamu pakai sebagai arang memasak.

3. Honje

Honje atau kecombrang merupakan tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan. Bentuknya sangat unik, dimana tanaman ini terdiri dari daun, bunga, buah, dan juga biji.

Bagian yang bisa kamu makan dari Honje adalah daun, bunga, dan buahnya.

Saat belum dimasak, cita rasa dari Honje sendiri cenderung asam dan pahit. Namun setelah diolah, tanaman ini akan terasa sedikit manis.

Mengonsumsi Honje saat tersesat di hutan, ternyata bisa sangat bermanfaat.

Bukan cuma untuk mengurangi dehidrasi saja, namun juga efekfit untuk bantu memperlancar sirkulasi darah.

4. Alang-alang

Kamu yang sering menjelajahi hutan ataupun gunung, pasti sudah enggak asing lagi dengan Alang-alang bukan?

Salah satu jenis rumput berdaun panjang dan runcing yang biasa tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia ini, juga termasuk tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan lho.

Caranya yaitu dengan mengisap batang Alang-alang yang ada di bagian bawah dekat akar.

Bahkan gak hanya batangnya, kamu pun bisa mengunyah rumput ini selayaknya memakan lalapan.

Rasanya yang manis, tentu enggak akan membuat kamu mual saat memakan tumbuhan tersebut.

Apalagi ternyata, Alang-alang juga seringnya dimanfaatkan sebagai obat mimisan, peradangan, hingga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Pohon Bambu

Kalau tumbuhan yang satu ini sih memang tak sulit untuk dicari, khususnya di wilayah tropis. Kamu bisa memakan Bambu, terutama bagian pangkalnya yang disebut rebung.

Memakan Bambu saat tersesat di hutan dijamin bakal mengenyangkan perut sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.

6. Paku Sayur

Jenis tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan yang keenam adalah Paku Sayur.

Ciri-cirinya adalah berdaun gerigi, memiliki akar yang gemuk, serta tangkainya berwarna hijau.

Untuk mengonsumsinya, kamu bisa merebus terlebih dulu paku sayur, setelah itu baru memakannya sebagai lalapan.

Sangat tidak dianjurkan memakan paku sayur mentah, karena tumbuhan ini mengandung asam sikimat, yang bisa berdampak pada sistem pencernaan.

7. Pohpohan

Berikutnya, jenis tumbuhan yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan adalah Pohpohan. Daunnya beraroma mentol yang menyegarkan.

Sehingga, tak jarang jika Pohpohan seringnya dikonsumsi masyarakat sebagai lalapan kala menyantap seporsi nasi hangat.

Nah saat di hutan, kamu bisa lho mencari daun Pohpohan, karena habitatnya yang banyak tersebar luas di berbagai kawasan tropis.

Ciri-cirinya sendiri berupa daun berbentuk lebar dan mirip seperti sirih.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT