Sabtu, 24 November 2018

Menyapa Bekantan Tampan di Tanjung Puting


Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang, dikenal juga sebagai monyet Belanda. Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Tak salah  jika ada yang bilang semakin besar hidungnya, semakin tampan.

Tak banyak yang tahu, hewan yang biasa disebut dengan si Monyet Hidung Panjang ini merupakan spesies endemik yang mendiami hutan mangrove Kalimantan di pulau Borneo (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Adalah Nasalis larvatus atau biasa disebut Bekantan, hewan dengan bulu rambut berwarna coklat kemerahan ini, merupakan satu dari dua spesies dalam genus-tunggal monyet Nasalis.

Di Kalimantan, Bekantan juga dikenal dengan nama Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau. Hidup selalu berkelompok, dengan minimal jumlah 10 sampai 32 ekor, monyet ini menghabiskan sebagian hidupnya bergelantungan di atas pohon. Kemampuan mereka untuk “hinggap” dari satu pohon mangrove ke pohon mangrove lainnya juga sangat baik, sehingga Bekantan mampu “kabur” ke atas pohon, jika dirinya merasa terancam.

Spesies ini cenderung terkait dengan habitat seperti hutan dan sungai yang berada di dekat tepi pantai, hutan dataran rendah pesisir, hutan bakau, rawa gambut, dan hutan rawa air tawar. pesies ini terbatas pada daerah pesisir dan daerah dekat sungai karena daerah tersebut memiliki tanah yang rendah akan mineral dan garam yang merupakan bagian penting dari pola makannya. Salah satu tempat yang paling cocok melihat Bekantan adalah Sungai Sekonyer.

Sungai Sekonyer di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah merupakan salah satu habitat asli Bekantan. Disini sangat mudah mendapati puluhan Bekantan di tepi sungai. Waktu yang tepat untuk menyaksikan Bekantan di tepi sungai adalah pada pagi dan sore hari, karena saat siang hari biasa kelompok Bekantan ini mencari makan di dalam hutan.

Untuk menyusuri sungai yang mirip dengan Amazon di Brazil ini bisa menggunakan kapal klotok. Disebut klotok, karena perahu tersebut mengeluarkan bunyi  berisik ,”tok-tok-tok”, yang dihasilkan dari mesin diesel. Namun saat ini, sudah menggunakan mesin truk sehingga getarannya rendah dengan suara mesin lebih halus, dan juga lebih bertenaga.  Dahulu perahu klotok digunakan hanya untuk membawa kayu gelondongan dari pemotongan kayu.

Seiring berkembangnya potensi industri pariwisata di Pulau Borneo, para pemilik perahu klotok mengalihkan penggunaan klotok mereka sebagai sarana transportasi wisata menuju Taman Nasional Tanjung Puting.

tanjung puting

Dengan kapal-kapal kayu dua dek, orang-orang bisa menikmati pagi, siang, hingga sore di atas air. Sensasinya tentu berbeda bila kita sailing di laut, seperti yang bisa dilakukan di gili-gili Lombok atau pulau-pulau di Labuan Bajo. Di sini, di kanan dan kiri, yang terlihat adalah tanaman-tanaman yang tumbuh subur. Ada pohon nipah, pandan, dan pohon-pohon hutan hujan tropis.

Meski tidak sebesar kapal layar, klotok mempunyai beragam ukuran paling besar mampu menampung hingg 30 orang.Fasilitasnya cukup lengkap. Ada tempat tidur, toilet, dan colokan listrik. Disediakan pula makanan yang sudah dimasak para awak dengan menu yang lezat.

CIMB NIAGA

Tidak perlu khawatir dengan stok logistik pangan saat di dalam perahu klotok, karena di dalam dek perahu klotok memiliki seorang koki handal yang akan memanjakan lidah kalian dengan kenikmatan ragam menu masakan lezat khas Indonesia.

Selama perjalanan menggunakan perahu klotok, pastikan kamera kalian berfungsi dengan baik, karena kalian akan menemukan fenomena langka sekaligus menakjubkan dari pedalaman khas Borneo. Hijaunya hutan tropis yang sesekali kita temukan satwa-satwa langka primata bergelantungan dari atas pepohonan.

Terlebih saat sore hari, kalian dapat menjadi saksi kawanan bekantan dan monyet ekor panjang yang kembali ke sarang mereka masing-masing, bersiap untuk tidur. Di kiri-kanan sungai terlihat kawanan bekantan dan monyet ekor panjang berlompatan di dahan-dahan pohon yang menjulang seragam. (*)

 

BACAAN TERKAIT