Jumat, 3 September 2021

Pertamina Temukan Cadangan Migas di Utara Jakarta


Pertamina menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu. Penemuan ini diharapkan dapat diikuti oleh keberhasilan pengeboran sumur-sumur eksplorasi berikutnya.

PT Pertamina (Persero) mengumumkan penemuan cadangan minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu, Jakarta, oleh anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE-OSES).

Temuan tersebut, menurut Direktur Eksplorasi Subholding Upstream Pertamina Medi Kurniawan, berasal dari sumur Fanny-2 yang terletak di Distrik Central Business Unit (CBU) Blok OSES, tepatnya berada di area kompleks eksplorasi Angel Cluster yang berjarak sekitar dua kilometer sebelah barat Pulau Sebira dan masuk dalam Wilayah Administratif Kabupaten Kepulauan Seribu. Penemuan minyak dan gas dari sumur Fanny-2 ini memberikan semangat baru dalam mengerjakan lapangan-lapangan tua (brown field), seperti halnya Blok OSES.

Sejak 13 Maret 2021, Pertamina melakukan aktivitas pengeboran sumur Fanny-2 (rig release). Tujuan pengeboran tersebut adalah untuk mengonfirmasi besaran sumber daya minyak dan gas bumi di struktur Fanny. Proyek pengeboran itu rampung tiga bulan kemudian pada 24 Juni 2021.

PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), bagian dari regional Jawa subholding upstream dengan dukungan dari segenap stakeholder di Zona 6, regional Jawa, maupun di subholding upstream, keseluruhan operasi pengeboran Sumur Eksplorasi Fanny-2 ini dapat diselesaikan dengan baik dalam waktu 109 hari dengan zero LTI. Dan menemukan minyak dan gas bumi pada lapisan batu pasir formasi talang akar. Untuk total potensi cadangan saat ini sedang dievalusi oleh tim.

Namun sementara hasil uji produksi pada lapisan lower zelda layer 44 (DST#2) mengalirkan gas sebesar 4,95 MMSCFD dan kondensat sebesar 241 BCPD pada bukaan choke 28/64, serta ditemukan pula minyak dari hasil proses sirkulasi ke permukaan pada lapisan middle zelda di DST#3.

MMSCFD adalah singkatan dari million standard cubic feet per day (gas) atau juta standar kaki kubik per hari (gas). Sedangkan BOPD merupakan kepanjangan dari barrel of oil per day atau yang artinya barel minyak per hari. BOPD adalah unit pengukuran untuk volume minyak mentah yang diproduksi setiap harinya, baik dari suatu sumur atau lapangan migas.

Pengelolaan kegiatan eksplorasi PHE OSES per 1 April 2021 berada di eksplorasi subholding upstream regional Jawa. Dan aktivitas pengeboran sumur Fanny-2 merupakan implementasi strategi regional pascarestrukturisasi untuk akselerasi pengembangan undeveloped resources di Area Angel Cluster. Area ini diharapkan segera dapat berkontribusi dalam menunjang produksi yang berkelanjutan di wilayah PHE OSES, serta sekaligus mendukung target produksi nasional minyak sebesar satu juta barel per hari (BPH) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik perhari (MMscfd) pada 2030.

Discovery sumur Fanny-2 ini diharapkan dapat diikuti oleh keberhasilan pengeboran sumur-sumur eksplorasi berikutnya. Masih ada tiga prospek di area Angel Cluster yang akan diakselerasi proses bisnisnya yaitu Nani, Villani, dan Tati untuk dieksekusi pemborannya pada 2022-2023.

“Discovery sumur Fanny-2 ini diharapkan dapat diikuti oleh keberhasilan pengeboran sumur-sumur eksplorasi berikutnya. Masih ada tiga prospek di area Angel Cluster yang akan diakselerasi proses bisnisnya, yaitu Nani, Villani, dan Tati untuk dieksekusi pemborannya pada 2022-2023,” ujar Medi Kurniawan.

Kegiatan penuntasan eksplorasi di Angel Cluster menjadi salah satu prioritas Pertamina di regional Jawa agar undeveloped resources di area Angel Cluster. Upaya ini untuk segera memonetisasi dan memberikan kontribusi produksi minyak dan gas bumi kepada perseroan. Perlu diketahui, di area ini terdapat beberapa struktur temuan minyak dan gas yang masih membutuhkan data tambahan untuk pengembangan lapangan.

CIMB NIAGA

Diharapkan, area ini segera dapat berkontribusi dalam menunjang produksi yang berkelanjutan di wilayah PHE OSES, serta sekaligus mendukung target produksi nasional minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030.

PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE-OSES) merupakan operator Pertamina yang mengelola WK-SES, bekas wilayah kerja operator lama CNOOC SES Ltd sejak 2018. WK SES merupakan salah satu penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Hingga Agustus 2018, tercatat produksi minyak dan gas bumi di WK SES sebesar 31.120 barel per hari (bph) dan 137,5 juta standard kaki kubik per hari (mmscfd).

Hasil produksi gas lapangan SES digunakan untuk pembangkit listrik milik PLN di Cilegon. Sedangkan, produksi minyak dari WK SES sebelum alih kelola diekspor seluruhnya. Namun, setelah alih kelola oleh PHE OSES, seluruh produksi minyak akan diproses sepenuhnya di kilang-kilang Pertamina untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT