Connect with us

Science & Technology

Fakta Pesawat MV-22 Osprey AS yang Mau Dibeli Indonesia

Published

on


Ilustrasi pesawat MV-22 Osprey. (AFP/STR)

Finroll.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia bakal membeli delapan unit pesawat militer jenis MV-22 Block C Osprey dan sejumlah alat militer dari Amerika Serikat (AS). Pemerintah Indonesia diperkirakan akan menggelontorkan uang sebanyak US$2 miliar atau setara Rp28,8 triliun untuk seluruh pembelian tersebut.

Terbang dan Mendarat Vertikal

Melansir Military, MV-22 Osprey dikenal sebagai pesawat yang unik karena memiliki kemampuan vertical takeoff and landing (VTOL) layaknya helikopter. Kemampuan itu berkat dukungan teknologi tilrotor. Meski demikian, MV-22 Osprey memiliki kecepatan dan radius misi seperti pesawat fixed-wing.

Pesawat yang diproduksi oleh manufaktur Boeing dan Bell Textron itu juga memiliki kemampuan short takeoff and landing (STOL).

Alami Puluhan Kecelakaan

Melansir Aviation Safety Network, jumlah kecelakaan yang melibatkan MV-22 Osprey sudah mencapai 30 kali sejak tahun 1991. Sedangkan dalam lima tahun terakhir, insiden yang melibatkan MV-22 Osprey mencapai 16 kali.

Insiden terbaru terjadi pada 30 Mei 2020 di Bandara Brown Field Municipal, fasilitas penerbangan umum yang dikelola kota San Diego dekat perbatasan AS-Meksiko.

Saat itu, pesawat sipil Twin Otter berguling dan menabrak rotor sebelah kiri MV-22B Osprey milik Korps Marinir AS yang sedang diparkir. Tidak ada yang terluka akibat kejadian itu.

Pada 1 April 2019, MV-22B Osprey milik militer AS menyampaikan keadaan darurat saat melakukan penerbangan dari Iwakuni ke Atsugi, Jepang. Pesawat itu kemudian melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Osaka dan menyebabkan penerbangan koersial tertunda selama 20 menit.

Pada 2018, empat insiden milik militer AS juga terjadi Jepang. Tiga insiden terjadi di Bandara Amami dan satu di sekitar pulau Ikei, Prefektur Okinawa. Selain gangguan mesin saat penerbangan, salah satu insiden terkait lepasnya penutup mesin. Namun, tidak ada korban jiwa dalam insiden sepanjang tahun 2018.

Pada tahun 2017, jumlah insiden yang melibatkan MV-22 Osprey sebanyak tujuh kali. Insiden tersebut terjadi pada bulan Agustus 2017 di sekitar pantau Shoalwater, Queensland, Australia.

Kala itu, MV-22 Osprey milik marinir AS tenggelam beberapa saat setelah mendarat di kapal amfibi USS Green Bay. Tiga penumpang tewas dan 23 penumpang diselamatkan.

Pada tahun 2016, dua insiden yang melibatkan MV-22 Osprey juga terjadi. Salah satu insiden terjadi ketika sedang melakukan operasi pengisian bahan bakar udara dari pesawat tanker MC-130J di atas laut.

Kala itu, baling-baling menghantam selang pengisian bahan bakar dan merusak pesawat. Tidak ada korban jiwa, akan tetapi pesawat melakukan pendaratan darurat dan sejumlah kru dikabarkan mengalami luka.

Pada tahun 2015, MV-22 Osprey milik militer AS mengalami kerusakan akibat menghantam landasan ketika melakukan pendaratan vertikal di Waimanalo, AS. Meski tidak ada korban jiwa, 18 personel termasuk kru dikabarkan mengalami luka serius.

Selain itu, bagian sayap di dekat kabin utama, bagian ekor , dan semua rotorblade hancur. Api juga sempat  terlihat sebelum akhirnya dipadamkan.

Dilengkapi senapan mesin

Melansir Aeroweb, V-22 Osprey dapat dilengkapi dengan senapan mesin M240 7,62 mm atau senapan mesin M2 Browning kaliber 50 (12,7 mm). MV-22 Osprey juga dikabarkan bakal menggunakan kembali belly turret Interim Defensive Weapon System (IDWS) dari BAE Systems yang memiliki minigun tiga laras GAU-17 kaliber 7,62mm.

Sumber : CNN Indonesia

Science & Technology

Apple Hapus 30 Ribu Aplikasi dari China di App Store

Published

on

By

Ilustrasi Apple. (AP/Ng Han Guan)

Finroll.com, Jakarta –  Apple telah menghapus lebih dari 30 ribu aplikasi China dari App Store. Qimai Research Institute mengatakan sekitar 90 persen dari 30 ribu aplikasi itu adalah aplikasi game.

Penghapusan ini dimulai dari awal Juni dan meningkat pada Juli. Penghapusan ini dilakukan Apple untuk menghapus aplikasi yang tidak memiliki persetujuan atau lisensi dari China.

Apple sebelumnya telah memperingatkan para pengembang dan penerbit bahwa game iOS akan memerlukan lisensi untuk terus beroperasi di China.

Apple secara eksplisit mengatakan setiap game yang tidak berlisensi akan dilarang dan dihapus setelah 31 Juli. Setelah pembersihan di App Store pada Sabtu (1/8), ada sekitar 179 ribu gim tersisa di App Store China.

Dilansir dari Bloomberg, China adalah salah satu pasar terbesar Apple untuk menjual barang dan layanan digital. Adanya kekhawatiran tentang menjamurnya kecanduan di antara anak di bawah umur dan penyebaran konten ofensif, regulator telah mengadopsi proses peninjauan yang lebih ketat dan lebih lambat.

Dilansir ari 9to5mac, Apple  menghapus ribuan aplikasi dari App Store karena aplikasi itu tidak memenuhi persyaratan peraturan untuk pembayaran. Apple menghapus lebih dari tiga ribu game dari App Store di China selama 1 Juli dan 2 Juli.

Qimai mengatakan Apple telah mengingatkan akan menghapus gim kepada pengembang gim pada 8 Juli apabila gim tersebut tidak memenuhi persyaratan peraturan.

Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd. juga akan terdampak akibat peraturan ini. Sebab mereka akan kehilangan pendapatan dari iklan yang berada di gim.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Tiga Tren IoT yang Berkembang Selama Pandemi Corona

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan di saat pandemi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) ada tiga Internet of Things atau IoT yang telah berkembang pesat yaitu kesehatan, agrikultural, dan energi.

Misalnya pada industri kesehatan, saat ini banyak perangkat IoT yang dimanfaatkan contoh mengukur suhu tubuh yang dikenal dengan thermal detection dan lainnya.

“Jadi terhadap sektor apa saja terutama di kala pandemi ini ada tiga sektor yang tumbuh cepat di IoT, yang pertama adalah health care ini dipaksa tumbuh sedemikian cepat seperti mulai dari thermal detection sampai remote monitoring,” kata Teguh lewat konferensi pers lewat siaran langsung di Jakarta, Rabu (29/7).

Kemudian sektor agrikultural juga membutuhkan teknologi IoT seperti remote monitoring karena saat ini para pelaku industri ini susah untuk mengecek jualan mereka.

Yang terakhir dari sektor energi dalam hal ini misalnya energi air, elektronik, dan gas juga menggunakan remote monitoring.

Menyoal IoT, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk meredam pademi virus corona baru.

Korea Selatan punya platform dan aplikasi berteknologi big data di Korea Selatan, di mana salah satu contohnya adalah platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik.

Melalui sistem tersebut pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek.

Manfaat big data dan georeference sangat luas, salah satunya dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data tersebut pemerintah kemudian bisa mengidentifikasi orang dalam pengawasan (ODP).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Earphone yang Dipatenkan Xiaomi Bisa Dimasukkan ke Bodi HP

Published

on

By

Ilustrasi earphone nirkabel (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Finroll.com, Jakarta – Pabrikan ponsel pintar China, Xiaomi, dikabarkan telah mematenkan handphone (hp) yang memiliki earphone nirkabel internal.

Berdasarkan gambar yang beredar, earphone nirkabel ini bakal dimasukkan di bagian panel atas ponsel. Jika tidak digunakan, headset nirkabel itu bisa dimasukkan ke bagian atas ponsel sekaligus mengisi daya.

Earphone nirkabel ini akan terhubung melalui Bluetooth dan didukung dengan sistem pencegah kebisingan.

Ponsel dengan headset nirkabel yang bisa dimasukkan ke dalam bodi ponsel ini terbilang unik dan belum ada di pasaran.

Melansir Gizchina, Rabu (29/7), bagian atas earpiece nirkabel ini punya bagian yang dapat diputar. Jika ditekuk, maka earphone bakal bisa dimasukkan ke telinga. Tekukan earpiece ini mesti diluruskan terlebih dulu jika akan disimpan dalam ponsel.

Melansir Gadgetsay, headset nirkabel internal garapan Xioami dapat digunakan sebagai speaker telepon. Dari segi penampilan, headset ini mirip dengan headset nirkabel Xiaomi Mi True yang ada.

Belum diketahui pasti tujuan Xiaomi merilis ponsel pintar dengan headset internal. Namun, struktur ini juga memiliki kelemahan. Seperti diketahui, headset akan menempati banyak ruang.

Padahal saat ini, banyak pembuat smartphone yang sengaja menghilangkan jack 3,5 mm untuk membuat bentuk ponsel yang tipis.

Jika Xiaomi benar-benar mewujudkan ponsel yang ia patenkan ini, menjadi pertanyaan bagaimana mereka bisa menjaga ketipisan bodi ponsel.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending