GPDRR diharapkan dorong pendidikan kebencanaan di Indonesia

  • Bagikan

Itu yang paling penting

Palu (ANTARA) – Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, Ir Abdullah MT berharap forum platform global untuk pengurangan risiko bencana (Global Paltform for Disaster Risk Reduction/ GPDRR), menghasilkan rekomendasi dan mendorong pemerintah untuk mengadakan pendidikan kebencanaan pada semua jenjang pendidikan di Tanah Air.

“Itu yang paling penting, program studi pendidikan kebencanaan,” ucap Abdullah, di Palu, Rabu.

Abdullah menilai, pengadaan program studi pendidikan kebencanaan di semua satuan jenjang pendidikan, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan, seiring dengan rentannya Indonesia terhadap berbagai jenis bencana utamanya bencana alam gempa bumi, longsor, air laut pasang, puting beliung, banjir bandang dan sebagainya.

Di samping itu, ujar dia, terbukanya program studi dan mata pelajaran, serta mata kuliah, pendidikan kebencanaan, untuk menunjang implementasi kurikulum kebencanaan.

Abdullah yang merupakan Mantan Dekan Fakultas MIPA Untad mengatakan, bencana adalah masalah kemanusiaan.

Oleh karena itu, semua orang terancam bencana dan semua orang ingin selamat dari bencana.

Baca juga: GPDRR dan pentingnya upaya global mengurangi risiko bencana

“Maka pendidikan atau pengetahuan tentang kebencanaan sangat penting,” sebut Abdullah yang juga Praktisi Penanggulangan Bencana.

Penanggulangan atau pengurangan risiko bencana yang paling penting, menurut dia, adalah bagaimana mendorong masyarakat mampu mengurangi risiko bencana, mampu menyelamatkan diri dari bencana secara mandiri.

Hal ini, kata dia, tentu harus dengan pengetahuan atau pendidikan agar kapasitas masyarakat terhadap kebencanaan menjadi hal yang terpenting.

Abdullah yang juga Kepala Laboratorium Palu-Koro Fakultas MIPA Untad menyebut, berdasarkan hasil penelitian di Jepang pada 1995 setelah Gempa Kobe menunjukkan bahwa 49 persen masyarakat selamat dari dampak gempa atas upaya masyarakat itu sendiri.

“Mitigasi ukurannya adalah keselamatan nyawa manusia,” ujar Abdullah.

Ia menambahkan, pengurangan risiko bencana di dalamnya terdapat tindakan, tindakan itu meliputi pencegahan, tindakan mitigasi fisik dan mitigasi non fisik, asuransi, kesiapsiagaan dan peringatan dini.

Baca juga: Membangun ketangguhan global hadapi bencana lewat GPDRR Bali

Penanggulangan atau pengurangan risiko bencana, serta pengurangan dampak bencana, intinya terletak pada keselamatan. Jadi, nilainya adalah nilai kemanusiaan,” ucapnya.

Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan GPDRR di Bali pada 23-28 Mei 2022.

GPDRR 2022 akan dihadiri Presiden Joko Widodo, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan beberapa kepala negara terpilih serta perwakilan dari 193 negara anggota dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 5.000 orang.

 

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->