简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Program Mangga Petrokimia Gresik dinilai cepat pulihkan ekonomi rakyat

  • Bagikan

Jakarta (Finroll) – Program Mitra Kebanggaan atau dikenal dengan akronim Mangga yang digulirkan PT Petrokimia Gresik sejak Agustus 2021 telah membantu lebih dari 650 mitra yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekitarnya, dengan penyaluran dana bergulir mencapai Rp50 miliar pada 2022.

“Alhamdulillah, selama satu tahun berjalan, program Mangga mampu memulihkan perekonomian mitra kami untuk tumbuh lebih cepat.

Hal ini selaras dengan semangat 77 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’,

serta Sustainable Development Goals (SDGs), dan ISO 26000,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) & CSR Petrokimia Gresik tersebut juga kembali mendapat apresiasi tertinggi,

dalam ajang nasional “TJSL & CSR Award 2022” yang diselenggarakan Majalah BUMN Track bersama Indonesia Shared Value Institute (ISVI) berupa “Bintang 5” untuk tiga pilar utama,

yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Di ajang yang sama di Jakarta, Kamis (11/8/2022) malam, Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dinobatkan sebagai The Most Committed Leader to TJSL Initiative on Developing Healthy Villages.

Program TJSL/CSR

Dwi Satriyo mengatakan bahwa apresiasi ini diraih Petrokimia Gresik karena program TJSL/CSR perusahaan dinilai selaras dengan program pemulihan ekonomi pascapandemi yang digagas pemerintah, serta sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Ia menjelaskan Program Mangga sejatinya meneruskan kontribusi Petrokimia Gresik dalam memberdayakan dan mengembangkan ekonomi masyarakat sejak tahun 1984, melalui program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).

Program ini secara umum menyasar dua sektor yakni agrosociopreneur dan creativesociopreneur,

yang dilahirkan Petrokimia Gresik justru pada saat perekonomian nasional butuh dorongan pertumbuhan akibat pandemi.

Hingga saat ini, Petrokimia Gresik telah menjalankan delapan program Mangga yaitu Mangga Gadung (Pedagang Unggul), Mangga Makmur (Majukan Usaha Rakyat),

Mangga Golek (Go Organik Level Ketiga), Mangga Muda (Generasi Muda), Mangga Madu (Mama Dikasih Usaha), Mangga Platinum Global (Mangga yang mampu melakukan kegiatan ekspor),

Mangga Platinum Modern (Mangga yang mampu mengelola keuangan dan bisnis secara modern), serta Mangga Digital (Mangga yang melakukan transaksi melalui e-commerce atau online).

Melalui program Mangga Gadung, Petrokimia Gresik berupaya memberdayakan pedagang pupuk nonsubsidi untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Manfaat yang didapatkan kios sangat banyak.

Selain memperoleh pinjaman modal tanpa bunga, kios juga mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pupuk nonsubsidi dan bantuan promosi.

Mangga Gadung mampu mendongkrak laba kios

“Secara keseluruhan, pelaksanaan program Mangga Gadung mampu mendongkrak laba kios sebesar 43 persen dan meningkatkan panen petani rata-rata sebesar 33 persen,” ujar Dwi Satriyo.

Sedangkan program Mangga yang dikhususkan untuk mendukung program Makmur yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir adalah Mangga Makmur.

Seperti diketahui, program Makmur merupakan ekosistem pertanian yang dibangun dari hulu hingga hilir dengan melibatkan produsen pupuk dan pestisida,

perbankan sebagai penyedia modal, lembaga asuransi, hingga offtaker yang akan menjamin pascapanen.

Dari program Mangga Makmur ini, terdapat peningkatan pendapatan petani rata-rata 44 hingga 46 persen.

Peningkatan pendapatan ini diperoleh melalui bertambahnya produktivitas 30 hingga 33 persen.

Selanjutnya, Petrokimia Gresik juga memiliki Mangga yang memproduksi pakan ternak yaitu Makmur Amanah Sejahtera.

Program yang masuk dalam jenis Mangga Muda ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam mendukung ketahanan pakan ternak di Indonesia.

Program ini memanfaatkan bahan baku utama berupa bungkil sawit, atau limbah pengolahan minyak kelapa sawit untuk pakan ruminansia, unggas dan ikan.

“Selama ini produksi pakan ternak kita banyak menggunakan jagung sebagai campuran.

Padahal harga jagung sangat fluktuatif, sehingga berpengaruh pada mahalnya harga pakan ternak.

Di satu sisi, limbah kelapa sawit jumlahnya melimpah dan belum dioptimalkan. Melalui program CSR & TJSL ini,

kita menjadikan bungkil sawit sebagai substitusi jagung,” ujar Dwi Satriyo.

Di sektor budi daya ikan lele dan peternak sapi, Petrokimia Gresik memiliki Mangga bernama Lele Lestari Terbang dan Intersani Rojokoyo,

yang merupakan bagian dari Mangga Platinum Modern. Keduanya tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan,

tapi juga mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam proses pembudidayaannya.

Baca juga: Petrokimia Gresik sejahterakan ribuan petani lewat Agro Solution

Sumber : Antaranews.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->